Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

PROMO 12-12, DISKON 10% UNTUK SEMUA PAKET PRODUK, BERLAKU 12-15 DES 2017. HUBUNGI CS KAMI SEKARANG!
Kanker Rahim Stadium 3 Kanker Rahim Stadium 3 Shutterstock

Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Rahim Stadium 3?

Kanker rahim stadium 3 baru akan dicari tahu setelah dokter memberikan diagnosis pasti bahwa Anda menderita kanker ini. Dibutuhkan berbagai tes untuk membantu menentukan stadium kanker rahim. Penentuan stadium akan memungkinkan dokter untuk meninjau seberapa luas penyebaran dari kanker tersebut, juga pilihan pengobatan yang tersedia bagi Anda.

Biasanya tes-tes yang diminta dokter untuk Anda lakukan antara lain: pemeriksaan sinar-X ke dada—untuk memeriksa apakah kanker sudah menyebar ke paru-paru; MRI scan dan CT scan —untuk melihat keadaan di dalam tubuh guna memeriksa apakah kanker telah menyebar; juga tes-tes darah—biasanya untuk memeriksaan kondisi kesehatan keseluruhan serta seberapa baik fungsi organ-organ Anda.

Bila Anda Didiagnosis Kanker Rahim Stadium 3

Pasien yang menderita kanker rahim stadium 3 diperkirakan memiliki tingkat kelangsungan hidup 5 tahun antara 47 – 58%. Persentase ini masih cukup besar bila dibandingkan dengan tingkat kelangsungan hidup pada stadium kanker rahim yang lebih lanjut. (Sumber)

Bila Anda didiagnosis kanker rahim stadium 3, itu artinya kanker di dalam tubuh Anda sudah menyebar ke luar rahim, tetapi masih di dalam area panggul. Dokter mungkin sudah menyebutnya sebagai kanker rahim stadium lanjut. Terdapat 4 kategori bagi stadium kanker ini: (Sumber)

  • Kanker Rahim Stadium 3 A (T3a, N0, M0): Kanker telah menyebar ke permukaan luar rahim (disebut serosa) dan/atau ke tuba falopi atau ovarium (adneksa). Kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau area yang jauh.
  • Kanker Rahim Stadium 3 B (T3b, N0, M0): Kanker telah menyebar ke vagina atau ke jaringan sekitar rahim (parametrium). Kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau area yang jauh.
  • Kanker Rahim Stadium 3 C1 (T1 sampai T3, N1, M0): Kanker bertumbuh ke badan rahim. Mungkin telah menyebar ke beberapa jaringan di dekatnya, tetapi tidak bertumbuh ke dalam kandung kemih atau rektum. Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul tetapi tidak ke kelenjar getah bening di sekitar aorta atau ke area yang jauh.
  • Kanker Rahim Stadium 3 C2 (T1 sampai T3, N2, M0): Kanker bertumbuh ke badan rahim. Mungkin telah menyebar ke jaringan di dekatnya, tetapi tidak bertumbuh ke dalam kandung kemuh atau rektum. Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar aorta (kelenjar getah bening peri-aorta) tetapi tidak ke area yang jauh.
Stadium kanker rahim ini menggunakan sistem TNM yang kepanjangannya adalah Tumor, Node, dan Metastasis. T menggambarkan ukuran dari tumor, N menggambarkan apakah sel-sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening (node), serta M menggambarkan apakah kanker telah menyebar ke area tubuh lain (metastasis).

Mendeteksi Kanker Rahim Stadium 3

Wanita yang memiliki kanker rahim mungkin akan mengalami sejumlah tanda atau gejala. Namun kadang-kadang, penderita penyakit ini tidak merasakan perubahan apa pun. Atau, bisa saja penyebab dari keluhan yang dikira gejala kanker ternyata disebabkan oleh masalah kesehatan lain.

Gejala kanker rahim yang paling umum adalah perdarahan dari vagina yang tidak wajar yang bervariasi, mulai dari keluarnya cairan yang mengandung bercak-bercak darah hingga keluarnya cairan yang mengandung lebih banyak darah. Peradarahan dari vagina, selama atau setelah masa menopause, juga sering kali dicurigai sebagai tanda-tanda kanker rahim.

Disamping keluhan yang terkait perdarahan, pada stadium kanker rahim ini ada kemungkinan Anda juga mengalami tanda-tanda lain. Tanda-tanda tersebut antara lain:

  • Hasil tes Pap yang menunjukkan ketidaknormalan
  • Kesulitan atau rasa sakit ketika pipis
  • Rasa sakit selama melakukan hubungan seks
  • Rasa sakit di area panggul

Bila Anda merasa khawatir dengan keluhan-keluhan yang dirasakan, bicarakanlah dengan dokter. Dokter mungkin akan bertanya sudah berapa lama dan berapa sering Anda mengalami gejala-gejala tersebut, selain pertanyaan-pertanyaan lainnya. Ini akan membantu dokter untuk menentukan apa penyebab dari keluhan Anda.

Perawatan untuk Pasien Kanker Rahim Stadium 3

Bila stadium kanker rahim telah diketahui, maka informasi tersebut akan membantu dokter untuk menentukan jenis perawatan seperti apa yang Anda butuhkan. Pilihan perawatan kanker rahim stadium 3 yang disarankan dokter juga didasarkan pada jenis kanker yang diderita, seberapa ganas kankernya, kondisi kesehatan juga pilihan pribadi Anda.

Operasi

Anda mungkin disarankan untuk menjalankan operasi pengangkatan kanker. Ini bergantung pada seberapa luas kanker telah menyebar. Dokter bedah Anda (ahli onkologi ginekologi) akan mengangkat rahim dan serviks Anda (histerektomi), dan kedua ovarium serta tuba falopi.

Beliau mungkin juga akan mengangkat bagian atas dari vagina Anda serta beberapa jaringan di sekitarnya. Kelenjar getah bening di panggul Anda juga mungkin akan diambil.

Perawatan Setelah Operasi

Anda mungkin disarankan untuk mendapatkan perawatan radioterapi, dan mungkin juga kemoterapi, setelah operasi untuk kanker rahim stadium 3. Kedua perawatan ini bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang kemungkinan masih tersisa setelah operasi, dan untuk membantu mencegah kanker kambuh kembali.

Jika Tidak Bisa Operasi…

Anda biasanya akan disarankan menjalankan radioterapi dan kemoterapi, atau terapi hormon, jika Anda tidak dapat menjalankan operasi untuk kanker rahim stadium 3. Bisa jadi Anda tidak cukup sehat untuk dioperasi, kanker Anda terlalu sulit untuk sepenuhnya diangkat, atau Anda sendiri yang memilih untuk tidak dioperasi.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin mendapatkan kemoterapi terlebih dulu sebelum dijadwalkan operasi. Kadang-kadang setelah beberapa siklus kemoterapi, ukuran kanker dapat lumayan mengecil sehingga lebih mudah diangkat melalui operasi.

Pola Hidup yang Disarankan untuk Pasien Kanker Rahim Stadium 3

Pola hidup sehat yang dianjurkan dijalankan oleh para penderita kanker ini mencakup pola makan sehat, tetap aktif secara fisik, berhenti merokok, dan mengupayakan berat badan yang seimbang.

  • Pola Makan Sehat

    Pola makan yang bergizi seimbang haruslah meliputi berbagai variasi makanan. Jadi sertakanlah beragam macam makanan, terutama buah dan sayur, ke dalam menu sehari-hari. Dokter atau seorang ahli gizi dapat memberikan saran mengenai hal ini.

    Upayakanlah mengonsumsi sekitar 5 porsi buah-buahan dan sayuran dalam sehari. Makanan yang mengandung zat tepung dan serat memberikan energ yang lebih banyak, sehingga sangat baik untuk mengonsumsi nasi merah, kacang-kacangan, juga roti gandum utuh. Dapatkan protein dari daging, ikan, dan kacang-kacangan untuk membantu sel-sel tubuh kita memperbaiki diri dan bertumbuh dengan baik.

    Lemak tak jenuh yang terkandung pada kacang dan biji-bijian bagus untuk Anda, tetapi lemak jenuh dari makanan gorengan, cokelat, dan keju sangat buruk bagi Anda dan membuat Anda cepat gemuk. Kelebihan konsumsi alkohol juga meningkatkan risiko kanker dan dapat memperparah kanker, jadi batasilah alkohol yang diminum.

  • Menjaga Berat Badan

    Ada sejumlah bukti bahwa menjaga berat badan setelah menopause mungkin membantu mengurangi risiko kekambuhan kanker rahim. Juga dapat menurunkan risiko dari sejumlah kanker lain, penyakit jantung, serta beragam penyakit lainnya, seperti diabetes.

    Tips-tips untuk menjaga berat badan adalah: makanlah hanya dalam jumlah yang cukup buat Anda; santaplah makanan bergizi seimbang yang banyak terdiri dari buah dan sayur; kurangi asupan lemak dan gula; juga jadilah lebih aktif secara fisik.

  • Tetap Aktif secara Fisik

    Mengupayakan tetap aktif secara fisik membantu menjaga berat badan, juga mengurangi stres, kelelahan, serta risiko dari masalah kesehatan lain. Ada sejumlah bukti bahwa secara beraktivitas fisik dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan kanker rahim, dan juga mencegah beberapa jenis kanker lain.

    Selain itu juga menurunkan risiko osteoporosis pada wanita yang menopause dini. Dokter Anda mungkin bisa memberikan saran khusus mengenai caranya menjaga diri tetap aktif secara fisik selama dan setelah perawatan kanker rahim.

  • Berhenti Merokok

    Jika Anda seorang perokok, memilih untuk berhenti merokok adalah keputusan yang akan sangat bermanfaat bagi kesehatan Anda. Mungkin keputusan ini cukup sulit dilakukan, tetapi Anda mungkin akan lebih mudah melakukannya jika mempertimbangkan beberapa hal.

    Pertimbangkanlah manfaat-manfaat berikut: manfaat kesehatan—merokok meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, juga penyakit kanker dan paru-paru, pasien yang bukan perokok juga mengalami lebih sedikit efek samping selama pengobatan kanker mereka; manfaat ekonomi—Anda dapat menyimpan uang Anda untuk biaya perawatan kanker; manfaatnya bagi keluarga—ingatlah bahwa keluarga Anda juga akan terbebas dari ancaman asap rokok yang sangat membahayakan kesehatan mereka.

Anda bisa mendapatkan saran-saran yang lebih terperinci mengenai pola makan, olahraga, cara berhenti merokok, juga cara menurunkan atau menaikkan berat badan dengan berbicara kepada tim dokter yang menangani Anda.

Demikianlah pembahasan secara garis besar mengenai apa saja yang kemungkinan akan dihadapi oleh pasien pada stadium kanker rahim ini. Semoga Anda bisa semakin memahami bagaimana keadaannya ketika didiagnosis kanker rahim stadium 3.

BACA JUGA ARTIKEL REKOMENDASI HERBAL BERIKUT:

Sarang Semut Papua Tumpas Kanker dan Tumor dalam Waktu 3 Bulan atau Kurang!

sarang semut papua 3
Berkat herbal ini banyak penderita kanker, tumor dan benjolan abnormal bisa kembali menjalani hidup mereka seperti semula tanpa harus menghadapi biopsi, pembedahan, dan kemoterapi […] Baca Selengkapnya »

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram