Buat yang Sedang Tertekan: 6 Cara Gampang untuk Mengatasi Stress!

431

Diedit:

Tahukah Anda kalau stress, tubuh secara otomatis memproduksi sebuah hormon yang seperti residu (ampas)? Hormon kortisol bisa dianggap sebagai residu metabolisme yang jika dibiarkan akan menjadi pengacau sistem metabolisme, sistem keseimbangan hormonal, mempengaruhi pola makan, sistem kerja otak dan saraf, bahkan dapat memicu kanker!

Itu sebabnya Anda wajib kurangi kadar hormon kortisol dalam tubuh. Salah satu caranya adalah dengan mengatasi stress yang sedang dialami dengan sebaik-baik mungkin.

Perlu diketahui juga, sama seperti residu tubuh lainnya, hormon kortisol juga perlu dinetralisir oleh organ hati. Ini sebabnya banyak orang yang hidup penuh stress biasanya cenderung mengalami gangguan pada liver mereka.

Selain berkaitan dengan hati, ternyata kemunculan hormon kortisol tak selalu diakibatkan oleh stress belaka. Beberapa kondisi seperti gula darah yang tinggi, kolesterol dan hipertensi, juga kurang istirahat bisa memicu produksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Jadi untuk membantu mengendalikan hormon kortisol sebagai bagian dari cara mengatasi stress, lakukanlah 6 tips berikut ini.

Jangan minum kopi, minumlah teh hijau

Beberapa riset menunjukan bahwa kafein dalam kopi memengaruhi hormon stress. Ini karena adanya dorongan kuat (stimulan) dari aliran darah menuju otak dan juga stimulan lain yang terjadi akibat kafein.

Kafein sebanyak 200 gram (sekitar 25 sendok makan bubuk kopi) bisa meningkatkan kadar kortisol tubuh hingga 30% dalam 1 jam. Meski angka 200 gram dirasa berlebihan tetapi fakta ini jelas tidak bisa diabaikan. Hormon kortisol membuat Anda gelisah dan merasa tidak nyaman.

Jadi kalau Anda mulai merasa gelisah dan tidak nyaman, coba ganti jatah kopi hari ini dengan secangkir teh hijau. Jenis teh ini akan membantu Anda merasa lebih relaks sekaligus mengurangi kelebihan kortisol dalam tubuh. Anda juga bisa memilih teh chamomile atau teh krisantenum sebagai pengganti kalau bosan dengan teh hijau.

Cobalah untuk tidur

Tidur adalah salah satu cara terbaik mengatasi stress. Karena dengan tidur, tubuh bisa mengalirkan oksigen dalam jumlah banyak menuju otak dan meringankan efek ketegangan saraf yang terjadi pada jaringan dalam otak.

Bukan cuman itu, yang paling penting tidur bisa mengurangi produksi hormon kortisol. Seiring dengan efek kantuk yang sebenarnya didorong oleh hormon melatonin. Hormon melatonin bekerja sebagai penenang yang meredakan segala ketegangan dan stress akibat kortisol. Sebagai tambahan, Anda bisa coba minum teh lavender atau rebusan pala yang bisa menambah produksi hormon melatonin.

Merenungkan hal-hal positif

Cobalah atur nafas, lalu tenangkan pikiran dengan mengalihkan pikiran pada hal-hal positif. Lakukan ini jika Anda merasakan ketegangan pada saraf dan mulai merasa adanya kenaikan tekanan darah.

Tahukah Anda bahwa sebenarnya menjalankan ibadah juga memberikan efek seperti diatas? Terbukti secara medis, menjalankan ibadah sesuai kepercayaan Anda memberi efek yang menenangkan pada pikiran dan tubuh.

Lakukan olahraga secara teratur

Sebagaimana dijelaskan bahwa ada kaitan erat antara kadar gula dalam darah, sirkulasi darah, hipertensi, bahkan kolesterol dengan produksi hormon kortisol yang berlebihan. Jika otak tidak mendapat cukup oksigen akibat beberapa kondisi kesehatan tadi, otomatis otak juga mengalami stress dan memicu produksi kortisol.

Jadi untuk mengatasi kelebihan kortisol, lakukanlah olahraga secara teratur. Karena olahraga akan membakar lemak, melancarkan sirkulasi darah, sekaligus membantu menetralisir kelebihan gula darah. Bukan cuman itu, olahraga mendorong produksi senyawa DHEA yang bisa membuat Anda ceria, semangat, dan merasa lebih energetik. Senyawa ini juga membantu mengikis hormon kortisol.

Jaga pola makan Anda

Pemicu hormon kortisol bukan cuman beban pekerjaan, masalah rumah tangga, atau mungkin kecemasan Anda. Tetapi juga masalah kesehatan jantung Anda, sirkulasi darah, fungsi hati dan ginjal serta fungsi otak Anda.

Dan karenanya, kalau Anda terbiasa makan makanaan yang tidak sehat, banyak pengawet, banyak gula atau garamnya, makanan aditif (banyak zat kimia), jelas pasti ada kenaikan kadar kortisol. Jadi salah satu kunci mengatasi stress terletak pada makanan Anda.

Jika karena stress Anda jadi sangat ingin ngemil, puaskan itu dengan sedikit cokelat batang yang membantu memberi efek nyaman dan tambahkan segelas juice buah dingin. Ini bekerja lebih baik untuk mengatasi stress dibandingkan makan satu toples kue kering.

Lakukan relaksasi

Di Indonesia sedang trend untuk pergi wisata ke berbagai destinasi alam yang menawan—menawarkan pesona alami yang cantik dengan udara segar dan makanan yang lezat. Ini adalah bentuk relaksasi yang mungkin Anda butuhkan guna menetralkan hormon kortisol.

Jika tidak bisa, Anda juga bisa mendapatkan efek yang sama dengan bercengkerama bersama pasangan atau anak, memanjakan tubuh dengan terapi pemijatan, mandi air hangat dengan aromaterapi, jalan kaki di pagi hari yang segar, atau sekadar mendengarkan musik yang tenang di kamar Anda.

Ternyata mengatasi stress tidak susah, bukan? Atasi dengan tips sederhana di atas dan Anda bisa mencegah berbagai masalah kesehatan serius di masa mendatang.

Baca juga:  Benarkah Banyak Minum Kopi Bisa Menurunkan Tingkat Stres?

Ingatlah bahwa Anda wajib kurangi kadar hormon kortisol dalam tubuh dengan mengatasi stress yang sedang dialami sebaik-baik mungkin.

Advertisement
Alinesia