Bisakah Kurang Tidur Jadi Penyebab Diabetes?


By Cindy Wijaya

Kurang tidur sangat erat dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Dua masalah kesehatan ini—kurang tidur dan diabetes—menciptakan ancaman kesehatan yang serius di berbagai belahan dunia. Apakah kaitannya yang erat ini bisa dianggap sebagai dasar penyebab diabetes?

Masalah tidur juga dihubungkan dengan obesitas, faktor risiko utama untuk diabetes, serta sindrom metabolisme, kondisi yang sering terjadi sebelum diabetes.

Para peneliti telah menunjukkan bahwa kurang tidur mengganggu metabolisme glukosa, proses dimana tubuh mengatur gula darah dan memproses gula menjadi energi. Gangguan ini mencakup penurunan sensitivitas insulin dan toleransi terhadap glukosa—keduanya berkontribusi menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang tidak sehat dan memicu diabetes.

Ada banyak bukti yang mengukuhkan hubungan antara tidur dan diabetes. Namun para peneliti belum memahami dengan baik mekanisme dibalik hubungan ini. Suatu penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan petunjuk dibalik penyebab diabetes ini. Penelitian ini meneliti efek kurang tidur pada tikus, ditemukan ada perubahan fungsi sel pankreas—organ yang berperan penting dalam mengatur gula darah.

Sel-sel endokrin di pankreas memproduksi hormon-termasuk hormon insulin—yang membantu proses dan pengaturan glukosa. Terlebih lagi, para peneliti mendapati bahwa faktor usia memainkan peranan penting. Tikus tua mengalami efek negatif yang lebih terlihat dari kurang tidur dibandingkan pada tikus muda—yang sistem tubuhnya masih sanggup menanggulangi efek negatif dari kurang tidur.

Para peneliti menemukan bahwa tikus muda maupun tikus tua sama-sama mengalami stres pada sel-sel tubuh serta peningkatan kadar gula darah. Meski begitu, tikus muda menunjukkan tanda-tanda bahwa tubuhnya mampu mengatasi perubahan ini lebih efektif daripada tikus tua.

  • Setelah suatu periode kurang tidur, tingkat stres pada sel-sel tikus tua meningkat lebih tinggi
  • Tikus tua mengalami peningkatkan kadar protein yang menunjukkan adanya kematian sel-sel akibat kurang tidur, sedangkan tikus muda tidak mengalaminya
  • Kurang tidur tampaknya memperbesar kegagalan reaksi tubuh terhadap stres pada sel-sel tikus tua, sehingga makin melemahkan respon perlindungan tubuh yang memang sudah lemah akibat dimakan usia.
  • Tikus muda menunjukkan kendali yang lebih baik dari gula darah daripada tikus tua. Setelah periode kurang tidur yang akut, tikus tua menderita hiperglikemia dan mengalami perubahan kadar insulin.

Hasil penelitian tersebut menjadi bukti bahwa perubahan fungsi sel yang mengganggu metabolisme glukosa normal dapat menjadi penyebab diabetes. Hasil ini pun sangat menunjukkan bahwa usia bisa membuat kita semakin berisiko sakit. Tubuh yang sudah dimakan usia menjadi lemah dan kurang mampu melindungi sel-sel dari gangguan. Dan kurang tidur semakin mengurangi kemampuan tubuh tersebut. Kita semua pasti akan jadi tua, jadi bersiap-siaplah untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk diabetes.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}