Biang Keringat pada Bayi, Apa Saja Jenisnya?


By Cindy Wijaya

Ketika iklim mulai memanas, banyak orang tua yang mulai mengkhawatirkan kondisi anak-anak mereka. Banyak bayi dan anak-anak yang mengalami masalah kulit terutama biang keringat. Padahal munculnya biang keringat pada bayi sering menyebabkan bayi jadi lebih rewel dan gelisah. Seringkali bayi juga jadi susah tidur dan susah makan.

Biang keringat sebenarnya bisa muncul pada segala usia. Keluhan yang dalam bahasa medis sering disebut dengan miliaria ini muncul sebagai efek samping dari endapan kotoran yang bercampur dengan keringat di dalam pori-pori. Rasa gatal yang perih yang sering muncul adalah reaksi tubuh terhadap bentolan yang muncul pada pori-pori. Kasus ini memang sering terjadi pada kawasan tropis seperti Indonesia karena udara yang cenderung panas dan membuat orang gampang berkeringat.

Hanya saja kasus biang keringat pada bayi memang lebih sering terjadi ketimbang pada orang dewasa. Biasanya masalah biang keringat pada orang dewasa erat kaitannya dengan kasus alergi, seperti alergi kimia tertentu atau alergi keringat. Sedangkan pada anak-anak, terutama bayi, biang keringat sering dikaitkan dengan kecilnya ukuran pori-pori bayi dan sistem kelenjar keringat bayi yang belum sempurna sehingga menyebabkan endapan kotoran lebih mudah terjadi.

Berdasar bentuk dan kemunculannya, biang keringat pada bayi biasa dibagi dalam 3 jenis. Dan ketiga jenis biang keringat pada bayi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Miliaria Rubra

    Keluhan biang keringat ini adalah yang paling sering muncul pada kulit bayi. Penyakit ini muncul dari sumbatan pori-pori yang terjadi pada bagian tengah dari lapisan kulit. Anda bisa dengan mudah mengenalinya dalam bentuk gelembung kecil, biasanya berukuran sekitar 1 mm dengan warna kemerahan, gatal dan kadang terasa perih ketika terkena keringat. Dapat tumbuh secara berkelompok dan bila terus terpapar keringat akan memunculkan mata di puncak gelembung dan sedikit berair. Biasanya muncul secara acak di seluruh tubuh, tetapi lebih sering muncul pada lipatan kulit sebagai akibat gesekan dan keringat di area lipatan.

  • Miliaria Profunda

    Keluhan biang keringat ini termasuk yang jarang terjadi, tetapi bila terjadi sangat sulit diatasi. Karena lokasi endapan kotoran tersimpan pada lapisan dalam kulit. Bentuknya cenderung lebih besar, warnanya putih dan bermata. Biasanya tanpa cairan di dalamnya, sekalipun sudah terpapar keringat lama. Bisa menyebabkan rasa gatal dan kadang menimbulkan infeksi kulit bila diabaikan. Biasanya muncul pada bagian lipatan kulit, atau pada bagian yang terbuka dan sering terkena kotoran.

  • Miliaria Kristalina

    Bentukan biang keringat pada bayi biasanya memang bila diabaikan dan terus terpapar keringat dan air basah akan memunculkan puncak bermata dan mengandung air. Kondisi ini sudah termasuk kategori Miliaria Kristalina. Tetapi pada beberapa kasus, keluhan biang keringat bermata dengan air seperti menyerupai tetesan air di dalamnya ini bisa muncul sejak awal. Biang keringat ini bisa menjadi sangat gatal, perih dan mudah sekali menimbulkan infeksi kulit yang berat. Kasus biang keringat macam ini bisa terjadi di seluruh bagian kulit. Tetapi banyak muncul keluhan ini pada area ketiak, leher, dan selangkangan dimana banyak terbentuk kelenjar keringat.

Penanganan dan Perawatan Biang Keringat Pada Anak

Selama bayi mengalami keluhan biang keringat pada kulit mereka, Anda harus tetap memandikan mereka dua kali sehari seperti biasa. Karena kebersihan kulit menjadi faktor penting untuk membantunya sembuh dan menghindari keluhan infeksi. Apalagi bila keluhan biang keringat yang muncul pada kulit bayi tampak mengandung air. Karena jenis biang keringat macam ini sangat mudah berkembang menjadi infeksi kulit.

Beberapa pandangan mengenai boleh dan tidak bolehnya Anda memberikan bedak pada kulit juga bergantung pada jenis biang keringat yang muncul. Beberapa pakar memang melarang pemberian bedak pada kulit bayi karena pada beberapa kasus, justru bedaklah yang menjadi endapan kotoran dalam pori-pori dan memicu munculnya keringat.

Namun beberapa pakar lain melihat bedak bisa membantu kulit tetap nyaman, mendinginkan kulit, dan membantu menjaga kulit bayi tetap kering. Jadi pastikan bedak yang Anda berikan cukup tipis, ditaburkan pada kulit ketika kulit sudah benar-benar kering, dan kondisi biang keringat pada bayi juga bukan jenis yang berair. Bedak juga bisa membantu mencegah dan mengatasi keluhan biang keringat, terutama untuk meredakan rasa gatal.

Beberapa jenis bedak atau cairan yang mengandung asam salisilat juga akan membantu meredakan pembentukan gelembung biang keringat. Asam salisilat mengandung anti-bakteri ringan yang baik untuk mengatasi keluhan infeksi ringan dan gatal-gatal pada kulit. Beberapa pakar menyarankan juga pemberian minyak teh hijau atau Tea tree oil dalam air mandi untuk membantu mengeringkan dan mengecilkan gelembung biang keringat.

Biang keringat pada bayi bisa dicegah dengan selalu menjaga kulit bayi tetap kering, terutama pada bagian lipatan. Anda bisa manfaatkan tisu berbahan lembut untuk mengeringkan keringat dan kenakan pakaian bayi yang adem dan longgar agar bayi Anda tidak gerah dan berkeringat.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}