Berapa Rata-Rata Detak Jantung yang Normal?


By Cindy Wijaya

Ketika Anda berolahraga detak jantung pun pasti terasa lebih cepat berdetak, berbeda dengan saat Anda sedang bersantai. Namun, tahukah Anda bahwa detak jantung setiap orang relatif berbeda? Ya, tingkat kebugaran berpengaruh pada detak jantung rata-rata seseorang. Lalu, berapa rata-rata detak jantung yang normal?

Detak jantung rata-rata selama istirahat dapat dibagi menjadi empat kelompok usia, yaitu bayi usia di bawah 1 tahun, anak usia 1-10 tahun, anak remaja usia 11-17 tahun, dan usia dewasa di atas 17 tahun.

  • < 1 tahun = 100-160 per menit
  • 1-10 tahun = 70-120 per menit
  • 11-17 tahun = 60-100 per menit
  • > 17 tahun = 60-100 per menit

Jika rata-rata detak jantung per menit Anda rendah, ini menunjukkan bahwa kinerja jantung Anda efisien dan memiliki kebugaran kardiovaskular yang lebih baik. Bahkan seorang atlit yang terlatih ada yang memiliki rata-rata detak jantung mendekati 40 kali per menit. Altit secara umum memiliki rata-rata 40-60 detak jantung per menit ketika beristirahat.

Jika Anda bukan orang yang gemar olahraga tetapi memiliki rata-rata detak jantung yang rendah disertai dengan keluhan pusing, sesak napas, atau bahkan ingin pingsan, maka Anda patut waspada. Itu bukan tanda bahwa kinerja jantung Anda efisien, itu tanda adanya gangguan kesehatan yang menyebabkan detak jantung jadi terlalu rendah.

Mengukur Rata-Rata Detak Jantung Selama Istirahat

Untuk mengukur rata-rata detak jantung per menit, caranya sederhana, cukup dengan mengecek denyut nadi Anda. Tempatkan telunjuk dan jari tengah Anda di sisi leher bagian samping tenggorokan. Alternatif lain adalah dengan mengecek denyut nadi di pergelangan tangan—tempatkan telunjuk dan jari tengah pada sisi samping (sisi jempol) pergelangan tangan.

Kalau denyut nadi sudah terasa, hitung setiap denyutnya selama 15 detik. Angka yang didapatkan kemudian dikali 4, hasilnya adalah jumlah rata-rata detak jantung Anda selama 1 menit.

Faktor Penentu Rata-Rata Detak Jantung

Tingkat aktivitas dan kebugaran, suhu udara, posisi tubuh (berdiri atau berbaring, misalnya), emosi, ukuran badan, serta konsumsi obat tertentu dapat mempengaruhi rata-rata detak jantung Anda.

Rata-rata detak jantung saat beristirahat berbeda dari rata-rata detak jantung saat berolahraga atau beraktivitas. Sama seperti saat beristirahat, setiap kelompok usia memiliki rata-rata detak jantung yang berbeda saat berolahraga. Dan ada batas maksimum untuk setiap kelompok usia—rumus mengukur batas maksimumnya yaitu 220 dikurangi umur Anda sekarang.

Mengukur Rata-Rata Detak Jantung Selama Berolahraga

Cara paling sederhana untuk mengukur detak jantung saat berolahraga adalah sebagai berikut: Berlarilah, dan setelah berlari sekian menit, hitung denyut nadi Anda selama 10 detik. Angka yang didapatkan kemudian dikali 6, itulah rata-rata detak jantung per menit Anda saat berolahraga.

Meskipun rata-rata detak jantung setiap orang bisa berbeda, namun detak jantung yang terlalu tinggi/rendah dapat menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan. Dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter jika detak jantung Anda saat beristirahat selalu di atas 100 kali per menit atau di bawah 60 per menit—khususnya apabila Anda sering merasa pusing, sesak napas, atau bahkan ingin pingsan.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}