Share:

Meina Widiastuti dan Dodi Mulyadi - Kanker Darah & Pendarahan di KepalaPengalaman didiagnosis kanker pasti membuat terkejut siapapun yang mengalaminya. Begitulah yang dialami oleh Meina Widiastuti ketika mendengar bahwa Ayahnya, Dodi Mulyadi, didiagnosis mengidap kanker darah Chronic Limfosit Leukemia setelah menjalani serangkaian pemeriksaan Bone Marrow.

Lantas dokter memutuskan agar Ayahnya menjalani kemoterapi. Selain itu, dikarenakan angka trombosit dan HB darah yang rendah, dokter juga melakukan transfusi darah dan transfusi trombosit. Beliau kemudian menjalani dua kali kemoterapi dalam 2 bulan, namun belum menunjukkan hasil positif.

Di bulan ke-3 saat tiba jadwal untuk kemoterapi berikutnya, Bapak Dodi mengeluh pusing dan di seluruh badannya keluar ruam bercak-bercak merah. Bukan itu saja, beliau sampai muntah-muntah hebat disertai bercak darah. Ketika dilakukan pemeriksaan CT-Scan, betapa terkejutnya Meina ternyata Ayahnya mengalami pendarahan di kepala akibat nilai trombosit yang sangat rendah, yakni hanya 2.000 sel/mm. Seharusnya trombosit normal berada di kisaran 150.000 – 250.000 sel/mm.

Singkat cerita, beliau akhirnya dirawat di Rumah Sakit karena pendarahan di kepala dan diharuskan menjalani transfusi darah merah serta trombosit. Namun belasan kali transfusi pun tetap saja tidak menunjukkan hasil positif. Bahkan akibat nilai darah yang rendah, kemoterapi tidak bisa dilakukan pada saat itu.

“Setelah minggu ke-3 di Rumah Sakit, kami sudah pasrah dan ikhlas.” Demikian pengakuan Meina tentang perasaannya saat itu.

Namun muncul secercah harapan ketika Meina mendapatkan kapsul ekstrak Sarang Semut rekomendasi Deherba.com. Ia berkonsultasi dengan dokter mengenai herbal tersebut dan dokter pun menyetujui penggunaannya.

Harapannya dan keluarganya semakin besar karena setelah hari pertama pemberian Sarang Semut ditambah dengan transfusi trombosit, esok harinya hasil lab menunjukkan trombosit Ayahnya naik dari 1.000 ke 26.000 sel/mm.

Baca juga  Gempur Leukemia dengan Herbal dalam Waktu Tiga Bulan Saja!

Sejak rutin konsumsi kapsul ekstrak Sarang Semut, trombosit Bapak Dodi terus berangsur-angsur meningkat. Sehingga beliau yang tadinya dirawat di ruang High Care Unit sudah bisa kembali ke ruang perawatan biasa. Seiring dengan perkembangan positif tersebut, tingkat kesadarannya pun terus membaik. Dan setelah trombosit berada di angka 30.000 sel/mm dan HB 7.0 gr/dL, dokter memperbolehkan beliau pulang ke rumah.

Tidak hanya sampai disitu, proses pemulihan dari kanker darah terus berlanjut. Setelah kira-kira 3 bulan konsumsi kapsul ekstrak Sarang Semut hasilnya benar-benar menunjukkan hasil positif.

Saat terakhir dicek, trombosit sudah berada di angka 87.000 sel/mm dan HB 9.4 gr/dL tanpa transfusi, kemoterapi, atau obat apapun dari dokter. Hasil ini membuat dokter menyatakan, “wait and see, jika hasil darah terus membaik tidak perlu dilakukan kemoterapi lagi.”

Pernyataan dokter yang berdasarkan bukti-bukti nyata tersebut membuat Meina merasa bahwa proses pemulihan Ayahnya ini seperti “mukjizat” dan sangat bersyukur kepada Allah.

Meina dan Ayahnya yakin bahwa dengan melanjutkan konsumsi Sarang Semut, Ayahnya bisa pulih dari kanker darah dan pendarahan di kepala serta kembali seperti sedia kala. Akhirnya Meina menutup kisahnya dengan mengucapkan, “Terima kasih Sarang Semut.”

Disclaimer: Hasil yang diperoleh bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.