Share:

Terakhir Diedit:

Mencegah kanker payudara adalah tindakan yang kita lakukan untuk mengurangi kemungkinan atau risiko terkena kanker ini. Dengan sama-sama berupaya mencegah kanker, kita berharap angka kematian yang disebabkannya juga akan berkurang.

Jika Anda khawatir tentang kanker payudara, Anda mungkin berpikir apa saja langkah yang perlu dibuat sebagai cara mencegah kanker payudara. Beberapa faktor risiko kanker ini, termasuk riwayat keluarga, tidak dapat dihindari atau dikendalikan. Akan tetapi, ada sejumlah perubahan gaya hidup yang bisa mengurangi risiko Anda.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Kanker?

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup bisa menurunkan risiko kanker payudara bahkan pada wanita yang berisiko tinggi. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker payudara:

Tidak Merokok:

Bukti-bukti semakin jelas memperlihatkan adanya kaitan antara merokok dengan risiko kanker payudara, terutama pada wanita pra menopause (1 – 10 tahun sebelum menopause). Disamping itu, tidak merokok adalah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan Anda.

Batasi Alkohol:

Semakin banyak alkohol yang diminum, semakin besar risiko untuk mengembangkan kanker payudara. Rekomendasi umumnya—berdasarkan riset pada efek alkohol terhadap risiko kanker payudara—adalah membatasi diri dengan minum kurang dari 1 gelas per hari, karena jumlah kecil pun sudah meningkatkan risiko.

Kontrol Berat Badan:

Kegemukan atau obesitas memperbesar risiko kanker payudara. Ini khususnya benar jika obesitas dialami di usia lanjut, terutama setelah menopause.

Aktif secara Fisik:

Aktivitas fisik adalah cara mencegah kanker payudara karena menjaga berat badan, yang pada akhirnya membantu pencegahan kanker.
Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, disarankan untuk setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang setiap minggu, atau 75 menit aktivitas aerobik berat setiap minggu, ditambah latihan kekuatan setidaknya 2 kali seminggu.

Menyusui:

Menyusui mungkin berperan dalam pencegahan kanker payudara. Semakin lama Anda menyusui, maka semakin besar efek perlindungannya terhadap kanker.

Baca juga  Obat Kanker Payudara Tradisional Terbaik Khas Indonesia

Batasi Dosis dan Durasi Terapi Hormon:

Kombinasi terapi hormon selama lebih dari 3 – 5 tahun meningkatkan risiko kanker payudara. Jika Anda menjalani terapi hormon untuk gejala-gejala menopause, tanyakanlah ke dokter apakah ada pilihan lain.
Anda mungkin bisa mengendalikan gejala menopause dengan terapi non-hormon dan obat-obatan. Jika tetap menjalani terapi hormon, gunakanlah dosis paling rendah yang bermanfaat bagi Anda, dan mintalah dokter untuk memantau jangka waktu menjalani terapi ini.

Hindari Radiasi dan Polusi Lingkungan:

Tes-tes pencitraan medis, seperti tomografi terkomputerisasi, menggunakan radiasi dosis tinggi. Meski penelitian lebih lanjut diperlukan, tapi beberapa penelitian telah menunjukkan adanya kaitan antara penyebab kanker payudara dengan paparan radiasi. Kurangi paparan radiasi dari melakukan tes-tes seperti itu dengan hanya melakukannya jika benar-benar dibutuhkan.

Bisakah Pola Makan Sehat Mencegah Kanker Payudara?

Pola makan sehat dan bergizi seimbang dapat mengurangi risiko Anda untuk menderita sejumlah jenis kanker, juga diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Sebagai contoh, wanita yang menjalani pola makan Mediterania yang mencakup minyak zaitun serta campuran kacang-kacang pohon mungkin memiliki risiko lebih kecil untuk menderita kanker payudara.

Pola makan Mediterania sebagian besar berfokus pada makanan-makanan nabati (sumber tumbuh-tumbuhan), antara lain buah dan sayur, serealia utuh, polongan-polongan, dan kacang-kacang pohon. Orang-orang yang mengikuti pola makan ini memilih jenis lemak yang sehat, seperti minyak zaitun, daripada mentega, dan memilih ikan daripada daging merah.

Cara mencegah kanker payudara juga termasuk menjaga berat badan tetap sehat. Dengan menjalani pola makan sehat, maka secara otomatis berat badan pun akan terjaga dalam batas normal.

Mencegah Kanker Payudara dengan Konsumsi Herbal

Herbal yang dapat diandalkan untuk membantu pencegahan kanker payudara adalah Sarang Semut Papua. Herbal ini mengandung sejumlah antioksidan bermanfaat untuk melawan dampak buruk radikal bebas sebagai penyebab timbulnya kanker.

Sarang Semut juga mengandung multi-mineral yang dapat menjaga stamina tubuh secara keseluruhan. Sistem imun tubuh yang kuat akan membantu tubuh terhindari dari berbagai serangan penyakit.

Bahkan dengan beragam kandungan bermanfaat yang dimilikinya, herbal ini pun sering dimanfaatkan sebagai obat kanker payudara.

Adakah Kaitan antara Pil KB dengan Kanker Payudara?

Sejumlah penelitian lama menunjukkan bahwa pil KB—yang sering kali mengandung lebih banyak estrogen sebelum tahun 1985—sedikit memperbesar risiko kanker payudara, terutama di antara wanita-wanita muda.

Baca juga  7 Ciri-Ciri Kanker Payudara yang Paling Mudah Dikenali

Akan tetapi, dalam penelitian tersebut, 10 tahun setelah berhenti mengonsumsi pil KB maka risiko kanker mereka kembali menjadi normal dan sebanding dengan wanita yang tidak pernah menggunakan pil KB. Selain itu, bukti-bukti yang ada saat ini tidak menunjukkan adanya peningkatan pada risiko kanker payudara akibat penggunaan pil KB yang tersedia sekarang.

Apa Lagi yang Harus Dilakukan?

Jadilah waspada dan sadari perlunya deteksi ciri-ciri kanker payudara. Jika Anda melihat adanya perubahan tidak wajar pada payudara Anda, misalnya muncul benjolan baru atau perubahan pada kulit, segera konsultasikan dengan dokter. Keluhan-keluhan yang perlu dicurigai dan diperiksakan ke dokter antara lain:

  • Rasa nyeri di payudara atau ketiak yang terus ada meski menstruasi sudah selesai.
  • Kemerahan atau kerutan atau lekukan di kulit payudara, dan teksturnya seperti kulit jeruk.
  • Ruam (bintik-bintik merah) di sekitar atau di salah satu puting.
  • Keluar cairan dari puting, kemungkinan mengandung darah.
  • Puting melekuk ke dalam atau terbalik.
  • Perubahan pada ukuran atau bentuk payudara.
  • Kulit payudara atau puting mengelupas atau bersisik.

Tanyakan juga kepada dokter kapan saat yang tepat untuk memulai tes mammogram dan tes skrining kanker payudara lain berdasarkan riwayat kesehatan pribadi Anda.

Kesimpulan

Walaupun tidak ada cara mencegah kanker payudara yang sanggup menurunkan risiko kanker menjadi 0%, namun ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menurunkannya seminimal mungkin agar tidak menderita kanker ini sepanjang hidup kita.

Pencegahan kanker payudara khususnya sangat bermanfaat bagi wanita yang sudah memiliki faktor-faktor risiko untuk menderita penyakit ini, misalnya punya anggota keluarga penderita kanker ini atau pernah menderita kanker sebelumnya.

Namun semua wanita, dari usia berapa pun, harus mengupayakan cara-cara mencegah kanker payudara seperti dijelaskan di artikel ini. Upaya kita bisa menular dan memotivasi orang-orang untuk juga ikut mencegah kanker sehingga semakin banyak orang yang sadar dengan kesehatan.

Fery Irawan

Editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.


Artikel di-posting oleh Fery Irawan dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.