Bagaimana Gejala Batu Empedu Itu?

543
Shutterstock

Diedit:

Boleh dibilang penyakit batu empedu atau Cholelithiasis ini cukup unik karena tidak seperti penyakit lainnya, banyak dari penderita penyakit ini ternyata tidak merasakan gejala apa-apa pada tahap awal perkembangan penyakit ini. Artinya, mereka sama sekali tidak menyadari kalau dalam tubuhnya terdapat kelainan.

Semua nampak baik-baik saja. Sampai suatu saat, orang itu melakukan pemeriksaan rutin sinar X, pemeriksaan USG, pembedahan atau otopsi. Dari sanalah baru diketahui kalau terdapat batu dalam kandung empedunya.

Batu empedu yang baru terbentuk dan jumlahnya masih sedikit dengan posisi yang masih diam di tempat memang tidak menimbulkan gejala.

Tetapi, ketika sudah membesar, ukuran batu biasanya bisa mencapai di atas 8 mm dan jumlahnya bisa bertambah banyak. Dalam kasus tersebut, maka penderita batu empedu akan mulai merasakan sesuatu yang  tidak nyaman pada tubuh.

Gejala yang timbul umumnya masih bersifat ringan seperti perut kembung, sering bersendawa, buang gas dan terasa sakit di daerah seputar pinggang. Tidak heran, banyak orang mulanya menyangka gejala itu sebagai penyakit jantung, ginjal atau sekadar sakit maag.

Namun, jika batu itu berpindah tempat dan menyumbat saluran empedu, ini akan membahayakan penderita. Nyeri hebat akan dirasakan di daerah perut bagian kanan atas yang bisa menyebar hingga ke tulang belikat, bahu, dan dada.

Rasa sakit biasanya disertai rasa mual dan muntah. Gejala memang dapat berkurang jika penderita berjalan kaki atau membalik-balikkan tubuh dengan posisi berbeda di tempat tidur, bahkan rasa sakit bisa tiba-tiba berhenti.

Meski begitu, ini bukan berarti Anda bisa mengabaikannya begitu saja. Jika tidak segera ditangani, batu empedu dapat menyebabkan kematian.

Nah, selain gejala-gejala tersebut, beberapa tanda berikut juga dapat Anda waspadai sebagai indikator keberadaan penyakit ini. Penyumbatan pada saluran empedu bisa menimbulkan warna kekuningan pada bagian putih mata dan kuning kehijauan pada kulit yang disertai perasaan gatal.

Baca juga:  Perut Buncit, Tempat Bersembunyinya Batu Empedu?

Lebih spesifik lagi jika tinja penderita terlihat berwarna seperti tanah liat atau coklat. Untuk gejala berat seperti itu, maka tak ada cara lain selain segera memeriksakan diri ke dokter.

Yang lebih berbahaya lagi adalah kemungkinan terjadinya infeksi, baik itu di kandung empedu, pada saluran empedu, maupun pankreas.

Pada kondisi tersebut, penderita akan mengalami demam tinggi. Penderita juga bisa menggigil kedinginan yang disertai keluarnya keringat dingin. Gejalanya jadi mirip seperti penyakit flu.

Jika penderita mengonsumsi makanan berlemak, maka serangan itu akan langsung terjadi secara berulang setelah makanan tersebut Anda konsumsi.

Gejala sakit yang muncul bisa terbilang parah meskipun hanya terjadi selama beberapa jam. Makanya, jagalah asupan makanan Anda dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.

Lebih bagus lagi bila Anda dapat mengurangi berat badan. Kedua hal itu bisa mengurangi gejala batu empedu. Sebenarnya, keberadaan batu empedu tidak akan menimbulkan masalah selama tidak memblokir/menyumbat saluran empedu dan menyebabkan infeksi.

Jika batu empedu menghalangi saluran empedu, maka akan mengakibatkan penyumbatan dan peradangan. Bahkan, cairan empedu bisa kembali ke hati atau ke pankreas sehingga timbul penyakit-penyakit lainnya. Jika sudah demikian, penderita perlu segera melakukan pengobatan. Kalau tidak, kematianlah yang akan segera menjemput.

Advertisement
Alinesia