Ayo Cegah Penyakit Ginjal demi Kesehatan Jangka Panjang Anda!

580
threshwoman.com

Diedit:

Ginjal Anda—dua organ berbentuk kacang—terletak tepat di bawah tulang rusuk di kedua sisi tubuh. Setiap hari, ginjal bertugas untuk menyaring hingga 150 liter darah dan menyingkirkan produk limbah tubuh melalui urin.

Salah satu alasan kenapa Anda dianjurkan untuk minum cukup air adalah demi menjaga kesehatan ginjal. Karena sebenarnya salah satu penyebab utama dari penyakit batu ginjal adalah kurang asupan cairan yang memicu dehidrasi.

Selain karena kurang cairan, buruknya fungsi ginjal dan penyakit ginjal juga dikaitkan dengan beragam masalah kesehatan lain, diantaranya diabetes, hipertensi, serta penyakit jantung. Tanda-tanda umum dari penyakit ginjal antara lain:

  • Sering beser
  • Susah buang air kecil
  • Rasa sakit atau terasa panas saat buang air kecil
  • Sering haus

Ginjal harus bisa berfungsi dengan baik untuk mempertahankan keadaan homeostasis dalam tubuh Anda, yang diawali dengan keseimbangan komposisi darah. Sebagai contoh, ginjal Anda bertanggung jawab dalam menjaga kadar pH yang tepat serta keseimbangan elektrolit (rasio antara sodium, potasium, dan fosfat).

Organ ini juga menghasilkan hormon-hormon yang membuat sel-sel darah merah, dan hormon-hormon yang membantu mengendalikan tekanan darah Anda.

Hindari Makanan yang Mengancam Kesehatan Ginjal

Limbah dalam tubuh dibuang oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urin, termasuk urea yang dihasilkan dari proses pemecahan protein dan asam urat yang terbentuk dari pemecahan asam nukleat.

Kelebihan asupan protein akan meningkatkan produksi urea, sedangkan asam urat adalah produk sisa dari metabolisme protein serta fruktosa. Asupan fruktosa biasanya meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh hanya dalam hitungan menit.

Jika Anda kelebihan konsumsi protein dan fruktosa, hal ini akan memicu berkembangnya penyakit ginjal dan batu ginjal. Batu ginjal khususnya dikaitkan dengan pola makan tinggi fruktosa dan jenis gula lainnya, karena gula mengganggu proses penyerapan kalsium dan magnesium dalam tubuh.

Dalam upaya mencegah penyakit ginjal, Anda juga perlu membatasi penggunaan obat-obatan analgesik yang dapat melukai ginjal jika dikonsumsi berlebihan dan/atau dalam jangka panjang.

Baca juga:  12 Makanan Sehat untuk Penderita Penyakit Ginjal

Jenis analgesik antara lain obat anti inflamasi (NSAID), ibuprofen, naproxen, dan asetaminofen—terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol meski jumlahnya sedikit. Riset memperlihatkan bahwa konsumsi alkohol berbarengan dengan asetaminofen meningkatkan risiko kerusakan ginjal sampai sebanyak 123 persen!

Enam Kunci untuk Menjaga Fungsi Ginjal

Untuk melindungi kesehatan ginjal Anda, ikutilah tiga prinsip dasar berikut ini:

  • Batasi asupan protein sesuai kebutuhan tubuh Anda. Asupan protein yang ideal adalah sekitar satu-setengah gram protein untuk setiap setengah kilogram massa tubuh, yang artinya sebagian besar orang membutuhkan 40 – 70 gram protein per hari.
  • Batasi asupan fruktosa tak lebih dari 25 gram per hari (sekitar 6 sendok teh), atau kurang (khususnya jika Anda memiliki resistensi insulin/leptin)
  • Minumlah air putih bersih. Ganti kebiasaan minum minuman manis seperti soda dan jus dengan air putih untuk menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang. Cara terbaik untuk mengukur kebutuhan air Anda yaitu dengan mengamati warna urin (harus berwarna kuning pucat cerah) dan seberapa sering buang urin (idealnya 7 – 8 kali sehari).
  • Teratur olahraga. Olahraga yang rutin bisa menyingkirkan berat badan berlebih dan mengendalikan tekanan darah yang merupakan faktor untuk menjaga kesehatan ginjal. Tetapi ingatlah jangan sampai olahraga terlalu berat, karena justru bisa memberikan tekanan berlebih pada ginjal Anda.
  • Hati-hati dengan konsumsi suplemen dan herbal. Kelebihan asupan suplemen vitamin dan ekstrak herbal tertentu ternyata bisa membahayakan kesehatan ginjal Anda. Karena itu Anda dianjurkan untuk selalu konsultasi dengan dokter sebelum mencoba suatu suplemen atau herbal.
  • Berhenti merokok. Merokok akan merusak pembuluh darah sehingga mengurangi aliran darah menuju ginjal. Jika ginjal tidak mendapat cukup suplai darah, dia tidak akan bisa berfungsi secara optimal. Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko darah tinggi yang merupakan salah satu penyebab penyakit ginjal.
Baca juga:  Kenali Gangguan yang Seringkali Berkaitan dengan Sistem Ekskresi

Kenali Tiga Faktor Risiko Utama Penyakit Ginjal

Keempat faktor risiko penyakit ginjal yang paling utama adalah diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Tekanan darah tinggi dapat melukai pembuluh darah kecil (glomeruli) yang ada di ginjal. Di Indonesia bahkan darah tinggi diketahui sebagai penyebab nomor satu gagal ginjal pada pasien yang menjalani hemodialisis (cuci darah). Jagalah tekanan darah Anda tetap berada di bawah angka 140/90, dimana yang paling baik adalah tak lebih dari 120/80.

Diabetes menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil pada ginjal, sehingga ginjal tidak dapat menyaring darah sepenuhnya. Sekitar 30 persen pasien diabetes tipe 1 dan 10 – 40 persen pasien diabetes tipe 2 pada akhirnya akan mengidap gagal ginjal. Karena itu Anda yang memiliki diabetes harus selalu menjaga kadar gula darah tetap terkontrol.

Penyakit jantung membuat jantung tak lagi memompa darah secara efisien sehingga ia menjadi padat dengan darah. Hal ini menimbulkan tekanan pada pembuluh darah utama yang terhubung ke ginjal lalu juga menyebabkan pengumbatan darah di ginjal. Ginjal juga menderita karena kurang pasokan darah. Atasi dan rawatlah penyakit jantung yang Anda miliki dengan baik dengan mengikuti anjuran dokter.

Sering kali, kesehatan ginjal Anda banyak dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dari bagian-bagian tubuh lain. Oleh sebab itu, cara utama untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Cleveland Clinic mengutip nasihat dari seorang dokter, “Upayakan pola makan sehat, olahraga teratur, dan kendalikan berat badan Anda. Cara-cara hidup sehat ini bukan hal baru dan pastinya tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan ginjal. Ingat, ginjal yang sehat berasal dari tubuh yang sehat.”