Atasilah Penyebab-Penyebab Asam Lambung Naik

407

Diedit:

Sewaktu asam lambung sedang naik, Anda mungkin merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn), yang kadang-kadang menyebar ke tenggorokan, dan disertai rasa asam di mulut. Gejala ini akan jadi lebih mengganggu bila sering terjadi dan semakin parah. Bila Anda sering merasakannya, sebaiknya cari tahu dan hindari penyebab asam lambung naik.

Di lambung Anda terdapat semacam katup sebagai ‘jalan masuk’, yaitu lingkaran otot yang disebut lower esophageal sphincter (LES) atau esofageal sfingter bagian bawah. Otot LES akan menutup segera setelah makanan melewatinya.

Tetapi jika LES tidak menutup semua ‘jalan masuk’ atau terlalu sering membuka, maka asam yang dihasilkan secara alami oleh lambung dapat bergerak naik ke kerongkongan Anda. Hal ini bisa menyebabkan gejala-gejala seperti sensasi terbakar dan nyeri di dada (heartburn).

Jika gejala asam lambung naik dialami lebih dari dua kali seminggu, itu tandanya Anda memiliki penyakit asam refluks atau gastroesofageal refluks (GERD). Namun apa sebenarnya yang menjadi penyebab asam lambung naik? Berikut adalah beberapa faktor yang memicu kenaikan asam lambung.

Hiatial Hernia

Salah satu penyebab asam lambung naik yang paling sering adalah penyakit atau kelainan pada lambung yang disebut hiatial hernia, dimana bagian atas lambung dan LES bergerak ke atas diafragma—otot yang memisahkan lambung dengan bagian dada.

Normalnya, diafragma itu membantu menjaga asam tetap ada di lambung. Tetapi jika Anda memiliki hiatal hernia, asam bisa bergerak naik ke esofagus lalu menyebabkan keluhan-keluhan yang berkaitan dengan asam lambung naik.

Otot LES Bertekanan Rendah

Asam lambung naik karena bergerak dari lambung menuju esofagus yang mungkin diakibatkan oleh kelainan pada otot LES (penghalang di antara esofagus dan lambung) yang tidak sanggup menekan kenaikan asam lambung.

Dr. Anish Sheth, ahli gastroenterologi dan asisten profesor kedokteran di Yale University, menjelaskan, “beberapa orang memiliki otot LES yang bertekanan rendah tanpa sebab jelas.” Ia menambahkan, “mungkin hal itu disebabkan oleh kehamilan, tekanan darah tinggi, dan penggunaan obat depresi. Tapi sering kali kita tidak tahu jelas penyebabnya.”

Bagi orang-orang yang memiliki kelainan pada otot LES, biasanya solusi yang ditawarkan medis adalah melalui operasi invasif minimal yang dikenali sebagai fundoplication.

Kehamilan

Dr. Sheth mengatakan, “kenaikan kadar hormon progestin menyebabkan berkurangnya tekanan otot LES dan tekanan meningkat dari pertumbuhan rahim, sehingga ibu hamil rentang mengalami refluks asam lambung.”

Baca juga:  Inilah 6 Gejala Asam Lambung yang Paling Mudah Dikenali!

Keluhan akibat asam lambung naik paling sering dialami ibu pada triwulan pertama kehamilannya. Kabar baiknya, jika sudah melahirkan, gejala-gejala asam lambung naik kemungkinan besar juga akan menghilang.

Gastroparesis

Ini adalah penyakit dimana lambung membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengosongkan isinya. Normalnya asam dihasilkan dan dikosongkan ke dalam usus kecil, tetapi jika asam tetap ada di dalam lambung dalam waktu lama, maka ia bisa bergerak kembali ke esofagus.

Selain itu, kontak antara isi lambung yang terlalu lama dapat meningkatkan sekresi asam lambung. Kemunculan penyakit gastroparesis telah dikaitkan dengan beberapa penyebab, termasuk penyakit diabetes, komplikasi operasi, dan penggunaan obat-obatan tertentu (termasuk obat anti kolinergik, narkotika, anti depresan, serta calcium channel blocker).

Kegemukan

Para ilmuwan menghubungkan antara kelebihan berat badan—meski hanya sedikit—bisa memicu terjadinya serta memengaruhi tingkat keparahan gejala GERD. Berdasarkan studi di tahun 2006 yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine, sedikit perubahan pada berat badan saja bisa meningkatkan keparahan penyakit asam refluks.

Studi tersebut menyimpulkan adanya kaitan jelas antara indeks massa tubuh (IMT) serta kemunculan gejala-gejala GERD. Didapati bahwa mereka yang kegemukan, dengen IMT 25 – 30, hampir dua kali lebih mungkin mengalami asam refluks dibandingkan mereka yang berat badannya normal.

Lebih lanjut lagi, mereka yang obesitas (IMT lebih dari 30) tiga kali lebih riskan mengalami gejala GERD, seperti heartburn, nyeri dada, dan kesulitan menelan. Bahkan sedikit kenaikan bobot badan pada orang yang berat badannya normal (IMT 21 – 25) juga bisa memicu naiknya asam lambung.

Penyebab asam lambung naik kemungkinan besar adalah lemak di perut yang menekan lambung sehingga juga menekan isinya, termasuk asam. Selain itu, mereka yang gemuk biasanya sering makan makanan berlemak yang juga memicu heartburn.

Penggunaan Obat

Beberapa jenis obat dan suplemen tertentu bisa mengiritasi lapisan esofagus lalu menyebabkan nyeri heartburn, sedangkan beberapa obat lain bisa memperparah gejala GERD. Misalnya obat antibiotik, bisfosfonat, suplemen zat besi, quinidine, pereda rasa sakit (seperti ibuprofen), serta suplemen potasium dapat memicu reaksi heartburn.

Sedangkan obat dan suplemen yang bisa memperburuk keluhan GERD antara lain; anti kolinergik, anti depresan trisiklik, calcium channel blocker (biasa untuk obat darah tinggi dan penyakit jantung), narkotik, progesteron, penenang atau obat bius, dan teofilin.

Baca juga:  Asam Lambung: Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Gaya Hidup

Orang-orang yang sering merasakan masalah asam lambung mungkin bisa memperbaikinya dengan melakukan perubahan gaya hidup. Terbiasa mengonsumsi makanan berlemak dalam porsi besar, merokok, mengonsumsi alkohol, kopi, atau cokelat sering kali dapat memicu kenaikan asam lambung.

Oleh sebab itu, jika Anda tidak merasa mempunyai penyebab-penyebab asam lambung naik seperti poin-poin sebelumnya, coba periksa kembali bagaimana gaya hidup Anda selama ini.

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi problem asam refluks adalah menghindari makanan atau minuman yang memicu gejala-gejalanya. Berikut adalah beberapa tips melakukan perubahan gaya hidup untuk mengurangi frekuensi asam lambung naik:

  • Makan dalam porsi lebih kecil namun lebih sering.
  • Berhenti merokok.
  • Sangga kepala dengan bantal sewaktu tidur agar posisinya lebih tinggi.
  • Jangan makan setidaknya 2 – 3 jam sebelum berbaring tidur.
  • Coba tidur siang di bangku.
  • Jangan pakai pakaian yang ketat atau ikat pinggan yang ketat.
  • Kalau Anda kegemukan, kurangi berat badan dengan rutin olahraga dan mengubah pola makan.

Sangatlah penting bagi Anda untuk mengetahui apa penyebab asam lambung naik. Karena kenaikan asam lambung mengarah pada penyakit GERD, dan bila penyakit ini dibiarkan terus menerus dalam waktu lama bisa mengakibatkan komplikasi serius, bahkan meningkatkan risiko kanker.

Bekerjasamalah dengan dokter untuk menentukan apa penyebab asam lambung yang Anda alami, kemudian terapkan langkah-langkah untuk mengatasinya. Dan bila ada jenis makanan maupun minuman tertentu yang memicu kenaikan asam, sebaiknya jangan mengonsumsinya meski dalam jumlah sedikit.

Advertisement
Alinesia