Bagikan Artikel Ini:

Terakhir Diedit:

Selama ini kita hanya mengenal satu kata “flu” untuk menggambarkan keluhan batuk dan pilek yang Anda alami. Demikian lazimnya sebutan ini digunakan sampai bahkan kadang dokter pun memilih menggunakan istilah tersebut untuk menerangkannya pada pasien.

Benarkah setiap keluhan batuk dan pilek yang Anda alami selalu adalah gejala flu? Apakah setiap batuk dan pilek yang Anda alami disebabkan oleh virus flu? Adakah kondisi kesehatan lain yang juga muncul dengan gejala batuk dan pilek?

Bila Anda mencari informasi dalam beragam laman kesehatan internasional, dunia internasional tidak menyebut keluhan pilek, batuk, dan demam ringan disertai sakit kepala sebagai gejala penyakit flu, atau influenza (kepanjangan flu), melainkan gejala penyakit cold. Kenapa demikian?

Kami mencoba menilik lebih jauh kebenaran mengenai apa itu penyakit flu dan apa itu penyakit yang kerap disebut dengan sebutan “cold” tersebut.

Perbedaan Flu dan Cold

Indonesian Pediatric Society (IDAI) memang membenarkan bahwa tidak selamanya keluhan batuk dan pilek yang Anda alami adalah gejala penyakit flu. Dalam bahasa kesehatan sebenarnya semua jenis keluhan yang berkaitan dengan saluran pernafasan disebut dengan ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut.

Catatan penting yang perlu Anda pahami, bahwa ISPA bukan tanda bahwa kondisi penyakit sudah akut sebagaimana lazim dipahami orang sebagai bentuk kata lain dari parah.

Akut dalam bahasa medis adalah baru, atau penyakit yang kinerja pengaruhnya cepat, merupakan lawan dari kata kronis yang berartii penyakit yang kinerja pengaruhnya lambat bahkan tahunan.

ISPA ditandai dengan pembentukan lendir atau mucus pada saluran pernafasan dalam jumlah tinggi. Lendir ini menyebabkan pasien mengalami efek pilek dan batuk berdahak. Dan kadang keluhan muncul tidak bersamaan.

Kadang pasien tidak mengeluhkan efek batuk berdahak melainkan justru rasa menggelitik pada tenggorokan disertai efek tidak nyaman dan sedikit serak saat bangun tidur.

Pasien juga bisa mengalami efek demam ringan yang tidak berat dan keluhan sakit kepala. Beberapa mengeluhkan sakit kepala yang cukup berat dan sisanya hanya keluhan ringan. Sifat keluhan sakit kepala bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Baca juga  Kenali 7 Penyakit dengan Gejala Mirip Flu Ini!

Penyakit flu sendiri adalah salah satu bentuk penyakit ISPA, tetapi sebenarnya, ISPA tidak selalu penyakit flu. Kebanyakan keluhan ISPA yang Anda alami adalah keluhan selesma. Bahasa lainnya yang lebih jarang Anda dengar adalah rinofaringitis atau nasofaringitis. Dan untuk diingat, selesma bukan penyakit flu, dan selesma adalah keluhan “cold” yang dikenal dunia internasional.

Penyakit flu biasanya akan lebih berat dan memakan waktu penyembuhan lebih panjang. Dijelaskan dalam WebMD, bahwa penyakit flu memiliki efek lebih tidak nyaman dari sekedar ISPA ringan. Dan pasien biasanya lebih kesulitan mengatasi kondisi tubuhnya daripada sekedar ISPA ringan.

Keluhan demam bisa mencapai lebih dari batas suhu sekitar di atas 38oC. Dengan efek sakit kepala yang lebih berat, lidah yang sangat pahit dan mual, mata merah berair dan sangat sensitif terhadap cahaya, tubuh serasa sakit semua dan sangat linu, tenggorokan yang perih, kadang disertai efek nafas yang lebih berat.

Virus penyebab selesma jelas berbeda dengan virus penyakit flu. Sebagaimana dijelaskan dalam laman Parents bahwa penderita selesma atau ISPA ringan sama sekali tidak berisiko terserang flu kecuali ada faktor dimana virus flu turut masuk bersamaan dengan masuknya virus selesma.

Kerentanan pasien ISPA ringan mengalami serangan flu memang ada, tetapi tidak besar. Keluhan ISPA ringan menyebabkan pasien mengalami penurunan kondisi tubuh dan imunitas. Serangan virus flu di saat demikian dengan mudah terjadi karena tubuh tak cukup tangguh melawan serangan virus.

Masa inkubasi dari kedua virus juga berbeda. Virus selesma biasanya menyerang dengan perlahan dan tidak terlalu cepat. Puncak keluhan terjadi setelah hari ke 3 sampai ke 5 dan kadang keluhan berlangsung hingga tuntas selama 10 hari.

Tetapi keluhan penyakit flu akan memburuk dan terlihat semakin buruk bila tidak diobati dengan antiviral setelah hari ke 5. Pasien semakin mengeluhkan perasaan nafas yang berat, sakit kepala dan demam yang memburuk. Kadang demam seolah hilang selama 2 hari kemudian muncul kembali. Pasien bisa mengalami masalah pneumonia atau infeksi flu pada paru-paru bila diabaikan.

Pengobatan Antibiotik untuk Batuk dan Pilek

Dijelaskan dalam berbagai sumber bahwa penyakit flu, termasuk pula keluhan selesma atau cold, bukan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, melainkan oleh virus. Sedangkan kebanyakan dokter saat ini sering memberikan resep antibiotik saat pasien mengeluhkan kondisi pilek dan batuk, tidak peduli apakah mereka sekedar ISPA ringan atau benar-benar flu.

Baca juga  Apa Sebenarnya Flu Burung Itu?

Menurut sumber WebMD, pemberian antibiotik pada kebanyakan keluhan batuk dan pilek bukan ide yang tepat. Antibiotik hanya bekerja pada infeksi bakteri. Dan justru membuat tubuh terlalu sering terpapar antibiotik sehingga pada satu waktu bisa menjadi lebih kebal atau resisten atas efek dari obat antibiotik tersebut.

Sejumlah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri bisa berkembang menjadi lebih mematikan. Dan ketika tubuh menjadi resisten terhadap antibiotik, akan diperlukan antibiotik yang lebih keras dan bisa jadi lebih berisiko terhadap kondisi tubuh untuk penyembuhan keluhan ini. Dan menyebabkan risiko penyakit infeksi bakteri berkembang dalam tubuh menjadi lebih tinggi.

Tetapi pada fase tertentu, antibiotik bisa saja dibutuhkan, sebagaimana dijelaskan dalam Health. Ini ketika selesma Anda berkembang dengan peran bakteri yang turut menginfeksi saluran pernafasan Anda.

Biasanya dengan memeriksa sejumlah tanda, seperti ketika lendir hidung berubah kehijauan, demam yang tidak segera tuntas, mata kemerahan, tenggorokan dengan spot keputihan dan merona merah terang.

Ini bisa menjadi tanda selesma Anda memburuk dengan masuknya infeksi bakteri yang turut berperan di dalamnya. Dan solusi dengan antibiotik akan dibutuhkan untuk mengatasi masalah.

Kenali dengan lebih baik gejala dan tanda-tanda dari serangan ISPA ringan atau selesma dengan gejala flu. Ternyata tidak selamanya setiap batuk dan pilek yang Anda alami adalah gejala penyakit flu.

Pahami juga bagaimana cara mengatasi keluhan batuk dan pilek dengan tepat. Pastikan mengawasi gejala yang muncul, karena keluhan ISPA ringan bisa berkembang lebih berat ketika Anda terinfeksi pula oleh bakteri. 

Cindy Wijaya

Cindy sudah menulis beragam artikel kesehatan sejak tahun 2014. Senang meriset serta berbagi tentang berbagai topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.