Apakah Anda Olahraga Secara Berlebihan? Awas, Bahaya Mengancam!

662

Diedit:

0
()

Olahraga adalah senjata utama untuk melawan obesitas dan banyak masalah kesehatan lain. Jika rajin berolahraga, Anda akan menikmati banyak sekali manfaatnya. Namun jangan berpikir bahwa banyak olahraga akan menambah manfaat tersebut, olahraga yang berlebihan justru berbahaya bagi kesehatan Anda. Jadi, sampai batas mana olahraga masih dikatakan aman?

Setiap minggunya disarankan agar Anda menyisihkan waktu sedikitnya 2 ½ jam untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang. Atau 1 ¼ jam jika Anda memilih olahraga berintensitas berat. Aktivitas olahraga ini mencakup olahraga aerobik yang diselingi dengan latihan beban.

Berenang, jalan cepat, atau sekadar mengelilingi komplek perumahan Anda sudah termasuk olahraga aerobik intensitas sedang. Olahraga aerobik intensitas berat contohnya adalah lari atau jogging. Sedangkan latihan beban yang umum dilakukan mencakup push-up dan leg squat.

Batas Aman Olahraga

Meningkatkan waktu olahraga sampai 5 jam dalam 1 minggu masih tergolong aman, bahkan menghasilkan manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Namun berolahraga lebih dari 5 jam dalam 1 minggu tidak disarankan. Terlalu memaksakan tubuh tanpa memberinya waktu untuk memulihkan diri dapat berdampak luas, seperti:

  • Kurang tidur
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat keputusan
  • Kelelahan otot
  • Cedera berkelanjutan
  • Peradangan dan kerusakan pada jaringan otot
  • Depresi, perubahan mood dan suasana hati.

Terlalu terobsesi dengan olahraga sampai mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi dan fokus disebut sebagai “olahraga yang memaksa”. Tanda perilaku seseorang mengalami hal ini ialah:

  • Selalu menyempatkan diri untuk berolahraga, bahkan rela bolos dari sekolah atau pekerjaan
  • Membatalkan janji atau acara dengan seseorang gara-gara konflik dengan jadwal olahraga
  • Merasa bersalah, cemas, dan marah ketika tidak bisa berolahraga
  • Berolahraga sendirian untuk menghindari gangguan
  • Menolak untuk berhenti olahraga, bahkan saat sedang cedera
  • Mood atau suasana hatinya bergantung pada seberapa banyak olahraga yang dilakukan
  • Membatasi apa yang dimakan ketika tidak bisa berolahraga pada hari itu
Baca juga:  Olahraga Membuat Anda Pintar: Bagaimana Caranya?

Olahraga berlebihan sering dikaitkan dengan kelainan perilaku makan. Wanita yang terlalu sering berolahraga beresiko mengalami periode haid yang tidak teratur, mempercepat pengeroposan tulang, rentan patah tulang, dan bahkan osteoporosis.

Cara Mengurangi Kebiasaan Olahraga secara Berlebihan

Sebagian besar pelaku olahraga berlebihan memiliki pola olahraganya masing-masing, oleh karena itu disarankan untuk mengubah pola tersebut agar kebiasaan olahraga berlebihan dapat dihentikan. Beberapa cara mengubah pola olahraga adalah dengan:

  • Berlari ke arah yang berlawanan dari biasanya
  • Ubah pola latihan, misalnya jika Anda memulai dengan latihan beban, coba lakukan itu di akhir sesi olahraga
  • Coba jenis aerobik lain
  • Variasikan aktivitas Anda, cobalah berenang sebaliknya daripada berlari
  • Jangan ukur!—misalnya berapa jauh, lama, atau banyaknya; lakukan dan nikmati saja
  • Kurangi secara bertahap frekuensi, durasi, dan intensitasnya

Pada beberapa orang, olahraga berlebihan bisa jadi merupakan cara mereka menanggulangi perasaan negatif seperti rasa marah, cemas, dan depresi. Jika Anda salah satunya, ada baiknya untuk mencari cara lain untuk mengurangi perasaan tersebut, misalnya curhat dengan teman atau keluarga. Anda tentu tidak mau olahraga yang harusnya menyehatkan malah jadi berbahaya bukan?

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 tidak bermanfaat / 5 sangat bermanfaat)

Rating: / 5. Pemilih:

Ikuti media sosial kami untuk terus terhubung dengan deherba.com!

Maaf sekali artikel ini belum bermanfaat untuk Anda

Bantu kami untuk meningkatkan artikel ini!

Beritahukan apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan mutu artikel ini?