• Home
  • Blog
  • Stres
  • Apakah Anda Menularkan Stres pada Anak? Awas Ada Dampak Buruknya!

Apakah Anda Menularkan Stres pada Anak? Awas Ada Dampak Buruknya!


By Cindy Wijaya

Bukan cuma perokok saja yang punya istilah aktif-pasif, kali ini penderita stres pun ada yang pasif. Ini artinya stres dapat ditularkan ke orang lain yang sebenarnya tidak perlu ikut-ikutan stres. Ya, Anda dapat menularkan stres ke orang sekitar—teman atau keluarga, bahkan anak Anda tidak luput jadi korban! Bagaimana bisa stres menular ke anak?

Banyak orang tua sudah paham bahwa stres dapat berdampak buruk bagi anak mereka, tapi sayangnya, mereka tidak sadar seberapa banyak dampaknya. Stres biasanya diungkapkan secara verbal maupun nonverbal, dan sama seperti asap rokok, stres menyebar ke seluruh rumah tangga lalu meracuni siapapun yang dijangkaunya.

Menurut The American Psychological Association, 91 persen anak-anak mengatakan bahwa mereka bisa mendeteksi stres berdasarkan tingkah laku orang tua—dengan berteriak, berdebat, atau menjadi terlalu sibuk untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Sebagai akibatnya, 39 persen anak mengakui mereka menjadi khawatir atau sedih, dan 33 persen lain merasa frustasi saat menyaksikan perilaku orang tua mereka.

Stres dapat digambarkan seperti polusi lingkungan, begitulah yang dikatakan oleh Dr. Brad Gilbreath, seorang profesor di Indiana University dan Purdue University. Ia menjelaskan bahwa reaksi serta kekacauan yang dihasilkan satu orang yang stres dapat turut membuat orang lain merasa tertekan.

Dampak Buruk Stres pada Anak—Segi Fisik

Dalam sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Talat Islam dari University of Southern California, anak-anak yang besar dalam lingkungan penuh tekanan lebih rentan terserang kanker paru-paru akibat polusi udara. Kenyataannya, peningkatan polusi udara hampir tidak ada pengaruhnya bagi anak yang tinggal bersama keluarga yang lebih tenang.

Perkembangan penyakit asma di usia dini bisa jadi juga berkaitan dengan stres. Studi yang dipublikasikan di Pediatrics Magazine mengungkapkan adanya faktor selain keturunan yang memicu asma pada anak. Bayi yang dibesarkan oleh orang tua yang bermasalah dengan stres dalam bulan-bulan pertamanya beresiko lebih besar menderita asma.

Dampak Buruk Stres pada Anak—Segi Emosi

Suatu penelitian menemukan hampir 65 persen anak dengan orang tua yang terlalu cemas cenderung memiliki gangguan kecemasan. Juga, orang tua penderita gangguan kecemasan 7 kali lebih mungkin mewarisi gangguan tersebut kepada anaknya.

Pada usia remaja, stres yang ditularkan orang tua dapat berdampak buruk bagi prestasinya di sekolah. Remaja yang tinggal dalam lingkungan penuh stres tidak sanggup berkonsentrasi di sekolah selama setidaknya 2 hari setelah mengalami suatu insiden yang bikin stres—inilah yang ditemukan dalam riset oleh University of California.

Riset tersebut juga menemukan adanya penurunan pencapaian akademik dari kelas 9 sampai 12 pada anak yang keluarganya terus menerus berada dalam situasi penuh tekanan. Bahkan mereka tidak bisa menikmati pelajaran olahraga yang seharusnya disukai oleh anak remaja akibat stres.

Stres yang Anda alami dapat berdampak buruk bagi anak lebih dari yang Anda sadari. Renungkanlah hal ini dan buatlah langkah-langkah agar jangan sampai menularkan stres pada anak. Anak sudah cukup tertekan dengan situasi di sekolahnya, Anda tidak perlu menambahkan bebannya dengan membawa pulang ke rumah masalah di kantor. 

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}