Apa Itu Virus Zika?

497

Diedit:

Belakangan dunia kesehatan Indonesia digegerkan oleh temuan yang diungkap oleh Dr. Herawati Sudoyo Ph.D, Deputi Direktur Eikjman Institute. Disampaikan bahwa lembaga kesehatan ini menemukan munculnya kembali kasus virus Zika di Indonesia, tepatnya di kawasan Jambi pada awal semester tahun 2015 lalu.

Bahkan di Singapura, Otoritas disana telah mengonfirmasi ada 41 orang yang telah terinfeksi (28/8/2016), sedangkan di Vietnam sudah ada dua warganya yang positif Zika (5/4/2016).

Temuan-temuan ini cukup mengejutkan mengingat virus ini biasanya menjadi endemik kawasan Afrika dan area pasifik. Virus ini terbilang jarang muncul di kawasan Asia Tenggara. Dan inilah yang kemudian mendorong kami mengulas lebih lanjut mengenai Zika Virus. Apa sebenarnya Virus Zika dan apa serangan infeksi yang dapat muncul karenanya?

Semoga artikel ini membuat setiap pembaca Deherba.com lebih siap menghadapi virus Zika dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan yang tidak berlebihan. Dibagian akhir artikel ini juga akan diulas herbal apa yang bisa digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehinga membantu mencegah terinfeksi virus ini.

Virus Zika adalah virus yang proses penularannya melalui media nyamuk Aedes aegypti. Masih satu family dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.

Beberapa riset mengembangkan kecurigaan adanya kemungkinan penyebaran virus ini di luar media nyamuk, seperti melalui proses tranfusi darah dan hubungan seks. Meski dugaan ini belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Virus ini pertama ini diidentifikasi pada tahun 1947 di negara Uganda. Temuan pertama kali dari kasus virus Zika justru didapatkan dari kasus demam yang muncul pada kera asli endemik Uganda. Kemudian virus ini menjangkit manusia dan pernah menyerang sejumlah populasi manusia di kawasan Afrika secara meluas pada tahun 1954.

Dan kasus pertama dari penyakit yang disebabkan oleh virus Zika di luar Afrika terjadi di Yap Island, sebuah pulau di kawasan Pasifik Mikronesia pada tahun 2007. Semenjak itu, kasus Zika beberapa kali muncul dalam frekuensi yang tidak kuat di kawasan Pasifik. Di Asia Tenggara sendiri kasus ini masih terbilang langka, walaupun tanda-tandanya sudah terlihat jelas.

Berefek Serius terhadap Wanita Hamil?

Menurut laman resmi Depkes RI dikatakan bahaya terbesar dari serangan virus Zika justru muncul pada ibu hamil, karena ibu hamil yang positif memiliki virus tersebut kemungkinan bisa menularkan virus tersebut pada janin dalam kandungannya. Dan virus akan menyerang jaringan otot dan sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak dari janin.

Menurut laman itu juga dikatakan hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian cacat mikrosefalus (ukuran otak yang kecil) pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

Dalam temuan di Brazil yang diketahui sebagai salah satu kota di Amerika Latin dengan kasus Zika yang tinggi pada tahun 2015, terjadi peningkatan signifikan kasus bayi yang lahir dengan cacat mikrosefalus.

Berdasarkan data pada tahun 2015, di Brazil secara keseluruhan ditemukan kasus Zika hingga ribuan temuan dengan 500 lebih kasus diderita oleh ibu hamil pada bulan desember lalu. Dan dari angka tersebut ditemukan 150 kasus ibu hamil yang akhirnya melahirkan bayi dengan mikrosefalus. Menurut pemberitaan CNN secara total diperkirakan ada peningkatan bayi dengan mikrosefalus hingga 4000-an kasus sepanjang tahun 2015 hingga Januari 2016 ini.

Efek serius terhadap wanita hamil hanyalah salah satu dari beberapa potensi bahaya virus Zika. Secara umum, terdapat 4 hal yang perlu Anda ketahui tentang bahaya virus Zika, cari tahu lebih banyak mengenai hal tersebut di artikel: Ada 4 Hal yang Harus Anda Ketahui dari Bahaya Virus Zika.

Baca juga:  Simak 15 Fakta Penting seputar Virus Zika Berikut Ini!

Bagaimana Gejala Infeksi Virus Zika?

Beberapa pakar melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika. Keduanya sama-sama diawali dengan demam yang naik turun serta rasa linu hebat pada persendian dan tulang. Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan disertai rasa lemah dan lesu yang hebat.

Beberapa kesamaan sebagai gejala awal membuat penyakit ini diidentifikasi secara keliru dengan penyakit demam berdarah. Namun sebenarnya terdapat beberapa gejala khas yang bisa membedakan keluhan infeksi Zika Virus dengan penyakit demam berdarah, beberapa tanda khusus tersebut antara lain:

  • Demam cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius. Cenderung naik-turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi.
  • Muncul beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul. Kadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol.
  • Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan.
  • Kerap muncul keluhan infeksi mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan. Kadang warna sangat kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.

Meski beberapa pakar kesehatan belum mengibarkan bendera putih yang menandakan penyakit ini tidak berbahaya. Namun sejauh ini tidak ada kasus kematian yang muncul karena infeksi virus Zika. Penyakit yang memang masih dalam riset sejauh ini tidak menandakan sebagai penyakit berbahaya kecuali adanya masalah gangguan sendi, sakit kepala hebat, dan ruam yang membuat kulit terasa kurang nyaman dan gatal.

Baca juga:  Ada 4 Hal yang Harus Anda Ketahui dari Bahaya Virus Zika

Penyakit yang memerlukan masa inkubasi 3 hari sebelum serangan ini juga kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan medis yang serius. Penanganan paling efektif menurut Dr. Herawati adalah dengan meningkatkan asupan vitamin C, E, B, dan A dalam tubuh untuk memicu sistem kekebalan tubuh membentuk perlawanan alami terhadap virus Zika. Dalam kondisi tubuh yang baik, penyakit infeksi ini dapat pulih dalam tempo 7 sampai 12 hari.

Adakah Herbal untuk Mencegah Virus Zika?

Dunia medis sampai saat ini masih belum menemukan obat yang khusus untuk menyembuhkan Zika Virus. Karena itu, sampai saat ini pun belum ada herbal yang dinyatakan sebagai obat zika virus. Namun bagi Anda yang ingin memanfaatkan herbal untuk mencegah Zika, maka pilihan tepatnya ialah herbal Noni juice.

Riset ilmiah yang dilaksanakan pada Burns School of Medicine di University of Hawaii mengungkapkan bahwa Noni juice mengandung zat yang kaya polisakarida yang telah terbukti ampuh meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara kerjanya ialah dengan meningkatkan aktivitas sel-sel darah putih untuk menyerang infeksi virus.

Cari tahu lebih banyak mengenai cara kerja Noni juice sebagai pendongkrak sistem kekebalan alami tubuh di artikel berikut: Cara Kerja Noni Juice…

Ditambah lagi, Noni juice aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Jika ibu hamil rutin mengonsumsi Noni juice, maka bukan hanya sang ibu saja yang menambah perlindungannya terhadap Zika Virus.

Dengan meminumnya secara rutin, kekebalan tubuh Anda dioptimalkan untuk melawan berbagai serangan infeksi, termasuk infeksi virus Zika. Itulah alasannya mengapa Noni juice merupakan salah satu pilihan terbaik dalam membantu pencegahan virus Zika bagi Anda dan keluarga.

Kini kehadiran virus Zika terus menyebar ke berbagai penjuru dunia, bahkan WHO memberi peringatan bahwa virus ini amat mungkin terus menyebar ke seantero Asia, termasuk ke Indonesia. Karena itu upaya untuk menghentikan penyebaran virus Zika harus dilakukan segera di Indonesia, simaklah bagaimana Anda dapat berperan aktif dalam upaya tersebut di artikel: Hentikan Penyebaran Virus Zika Segera!

Note: Artikel ini terus diperbaharui sesuai perkembangan virus Zika

Advertisement
Alinesia