Simak 15 Fakta Penting seputar Virus Zika Berikut Ini!

479

Diedit:

Virus Zika belakangan ini menjadi berita utama di seluruh dunia. Pada pertengahan bulan Oktober 2016, situs BBC Indonesia bahkan melaporkan bahwa virus Zika “amat mungkin” terus menyerbar ke seantero Asia, termasuk Indonesia. Karena itulah sekarang para peneliti menggencarkan upaya mereka untuk mengembangkan vaksin Zika, sementara kalangan pemerintah dan kesehatan berfokus pada upaya untuk mengendalikan penyebarannya.

Zika bukanlah satu-satunya penyakit akibat gigitan nyamuk, tetapi penyakit ini menjadi perhatian khusus karena telah dikaitkan dengan cacat lahir yang sangat serius—mikrosefali—pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Zika.

Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah Zika dan obat yang mampu membunuh virus Zika secara total masih diselidiki. Cara terbaik untuk melindungi Anda dan keluarga dari ancaman penyakit ini hanyalah dengan memastikan lingkungan rumah dan sekitarnya bebas dari nyamuk pembawa virus Zika. Untuk membantu Anda memahami mengenai penyakit Zika agar dapat lebih waspada, simaklah 15 fakta seputar virus Zika berikut ini.

1. Zika bukanlah penyakit baru

Penyakit Zika sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Para ilmuwan pertama kali menemukan virus Zika di tahun 1947. Mereka mendapati virus ini pada seekor monyet yang tinggal di Zika Forest (Hutan Zika), Uganda. Dari situlah virus ini mendapatkan nama sebutannya.

Pada tahun 1952, kasus Zika pertama yang menginfeksi manusia dilaporkan di Uganda dan Republik Tanzania. Akan tetapi penyakit Zika baru menjadi wabah (menyerang sejumlah besar orang) di tahun 2007. Wabah ini berpusat di Pulau Yap di Samudera Pasifik bagian barat.

Sejak saat itu, peningkatan jumlah wabah telah terjadi di: Brasil, Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, serta Karibia. Hingga baru-baru ini virus Zika dilaporkan merebak di Singapura.

2. Nyamuk dapat menularkan virus Zika

Virus Zika menyebar melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi Zika—yaitu jenis nyamuk Aedes. Jenis nyamuk ini terutama tinggal di kawasan beriklim hangat atau tropis. Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah salah satu negara berkawasan tropis.

Nyamuk Aedes biasanya menggigit pada pagi hari dan pada sore hari menjelang malam. Jika Anda bepergian ke suatu negara atau wilayah dimana terdapat kasus penyakit Zika, lalu Anda digigit oleh nyamuk Aedes, maka Anda berisiko tertular penyakit Zika. Tetapi Anda tidak selalu pasti akan terinfeksi.

3. Zika dapat ditularkan melalui hubungan seksual

Siapapun yang telah terinfeksi Zika dapat menularkan virus tersebut kepada pasangan mereka melalui hubungan seksual. Anda bahkan mungkin sudah tertular meskipun tidak mengalami gejala-gejala apapun. Inilah alasannya mengapa sangat penting untuk menghindari seks bebas atau menggunakan kondom selama 6 bulan setelah Anda atau pasangan Anda diketahui terinfeksi virus Zika.

4. Anda bisa menginfeksi orang lain jika sudah terinfeksi

Setelah Anda terinfeksi Zika, Anda akan menjadi bahaya bagi orang lain di sekitar Anda. Zika memang tidak dapat menular melalui bersin atau batuk seperti virus lainnya. Namun bila Anda sudah terinfeksi, virus Zika hidup dalam darah Anda.

Ketika seekor nyamuk menggigit Anda, nyamuk tersebut dapat terinfeksi virus kemudian meneruskan virus tersebut ke orang lain di gigitan berikutnya. Anda juga dapat menularkan virus Zika jika melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda.

Baca juga:  Ada 4 Hal yang Harus Anda Ketahui dari Bahaya Virus Zika

Dan bahaya lain yang saat ini paling dikhawatirkan: jika Anda sedang hamil lalu terinfeksi Zika, bayi di kandungan Anda kemungkinan akan ikut terinfeksi dan mengalami cacat lahir yang serius.

5. Zika dapat menyebar melalui transfusi darah

Kasus Zika yang menular melalui transfusi darah sudah terjadi di Brasil. Jika Anda baru saja bepergian ke wilayah rawan Zika, atau merasa terinfeksi melalui hubungan seksual, Anda sebaiknya tidak menyumbangkan darah. Karena alasan ini juga, kegiatan penyumbangan darah untuk transfusi tidak dilakukan di wilayah-wilayah yang dilaporkan terdapat kasus Zika.

6. Penderitanya mungkin tidak merasakan gejala apapun

Faktanya, hanya 1 dari 5 orang terinfeksi yang mengalami gejala-gejala Zika. Ketika muncul, beberapa dari gejala tersebut mirip dengan gejala flu. Contoh gejala-gejala Zika misalnya: nyeri sendi dan otot, demam, sakit kepala, ruam kulit, dan mata merah atau konjungtivitis. Gejala-gejala ini mungkin akan segera membaik dalam waktu 2 sampai 7 hari.

7. Tes darah dilakukan untuk memastikan infeksi

Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Anda telah terinfeksi virus Zika adalah melalui tes darah. Tes ini mencari antibodi tubuh yang diciptakan untuk melawan virus Zika. Tes darah ini mungkin memakan waktu beberapa minggu sampai mendapatkan hasilnya. Sayangnya, hasil dari tes darah ini tidak selalu akurat.

8. Gejala Zika pulih dalam waktu 2 sampai 7 hari

Gejala-gejala Zika antara lain: demam, sakit kepala, nyeri badan, ruam (bercak-bercak merah) di kulit, dan mata merah. Kebanyakan penderita Zika akan pulih hanya dalam beberapa hari, biasanya 2 sampai 7 hari setelah terinfeksi.

9. Zika ancaman serius bagi bayi yang belum lahir

Meskipun penyakit Zika tidak menimbulkan ancaman berarti bagi kebanyakan orang, namun jika seorang ibu hamil terinfeksi Zika, bayi dalam kandungannya bisa terkena dampak yang serius—lahir dengan cacat mikrosefali. Bayi yang lahir dengan cacat ini memiliki kepala yang lebih kecil dari ukuran normal dan otaknya juga tidak sepenuhnya berkembang.

Oleh sebab itu, ia juga akan mengalami masalah dalam pembelajaran, terlambat berjalan dan berbicara, kesulitan makan, serta masalah penglihatan dan pendengaran. Zika juga dapat menyebabkan masalah lain pada bayi, misalnya cacat mata, gangguan pendengaran, dan gangguan pertumbuhan.

10. Wanita hamil sebaiknya menunda perjalanan ke wilayah rawan Zika

Lembaga Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan agar wanita hamil menjauhi wilayah-wilayah yang terdapat kasus Zika. Jika Anda sedang hamil dan terpaksa harus bepergian ke salah satu wilayah rawan Zika, lindungilah diri Anda dari gigitan nyamuk semaksimal mungkin.

Jika Anda dan pasangan tinggal di wilayah rawan Zika dan berencana ingin hamil. Bicarakanlah dengan dokter mengenai hal ini, ia kemungkinan akan menganjurkan Anda untuk menunda kehamilan sampai penyebaran virus Zika telah dinyatakan teratasi.

11. Zika bisa menyebabkan sindrom Guillain-Barré

Sindrom Guillain-Barré (GBS) adalah penyakit sistem saraf yang langka terjadi. Penyakit ini dapat menyebabkan kelemahan di bagian tangan dan kaki, serta kesulitan bernapas. GBS telah dikaitkan dengan infeksi virus, termasuk virus Zika. Meskipun di antara penderita Zika hanya sedikit yang terkena GBS, namun di antara penderita GBS kebanyakan di antara mereka pernah mengalami infeksi Zika.

Baca juga:  Apa Itu Virus Zika?

12. Obat untuk menyembuhkan Zika tergolong langka

Sampai saat ini belum tersedia obat untuk membunuh virus Zika. Pengobatan apapun yang ada sekarang hanya berfokus pada upaya mengurangi gejala serta membantu penderitanya merasa lebih baik. Untuk mempercepat pemulihan dari infeksi virus Zika, lakukan langkah berikut:

  • Banyak istirahat agar tubuh dibantu untuk memperkuat ketahanannya melawan infeksi.
  • Minum obat penghilang rasa sakit seperti asetaminofen untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit.
  • Minum banyak air atau cairan lain agar Anda tidak mengalami dehidrasi.

13. Sekali terkena Zika, kemungkinan tidak akan terkena lagi

Tubuh Anda membangun ketahanan terhadap virus Zika setelah Anda selesai terinfeksi. Karena itulah Anda kemungkinan tidak akan jatuh sakit jika Anda terpapar virus Zika lagi. Anda juga tidak akan lagi menularkan Zika setelah Anda sudah pulih dari gejala-gejalanya.

14. Belum ada vaksin untuk mencegah Zika

Cara terbaik untuk mencegah infeksi sekarang adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Para ilmuwan masih terus berupaya mengembangkan vaksin Zika. Misalnya lembaga kesehatan nasional di Amerika Serikat, The National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), sedang menguji salah satu potensi vaksin Zika pada percobaan klinis. NIAID memperkirakan bahwa hasil uji coba ini akan didapatkan di awal tahun 2017.

15. Losion penolak nyamuk dapat mencegah infeksi

Ketika Anda berada di luar ruangan, kenakanlah kemeja lengan panjang dan celana panjang. Kemudian oleskan dengan losion penolak nyamuk yang sudah terbukti keamanan dan keefektifannya. Agar efektif menolak nyamuk, setidaknya losion tersebut harus mengandung satu atau beberapa dari bahan-bahan berikut: DEET, picaridin, IR3535, minyak lemon eucalyptus, dan para-menthane-diol.

Jangan gunakan losion penolak nyamuk pada bayi usia di bawah 2 bulan. Dan untuk anak usia di bawah 3 tahun, hanya gunakan losion yang berbahan minyak lemon eucalyptus dan para-menthane-diol.

Mengingat laporan dari BBC Indonesia yang menyatakan bahwa Indonesia rentan dimasuki wabah penyakit Zika, maka kita semua seharusnya berperan aktif dalam upaya menghentikan penyebaran virus Zika.

Sampai saat ini tidak ada cara lebih efektif dan lebih strategis selain dengan cara menekan populasi nyamuk pembawa virus Zika—nyamuk Aedes. Informasi lebih lengkap seputar cara menghentikan penyebaran Zika dapat Anda lihat di artikel berikut: Ayo Hentikan Penyebaran Virus Zika Sekarang!

Kini dengan semakin meluasnya penyebaran virus Zika ke berbagai belahan dunia, berita-berita kesehatan di dunia berulang-kali diisi dengan ulasan seputar Virus Zika. Sebenarnya hal tersebut bertujuan agar Anda semakin memahami Zika sehingga bisa lebih waspada terhadap bahaya-bahaya yang ditimbulkannya dan tahu bagaimana cara untuk mencegahnya. Ingatlah 15 fakta seputar virus Zika di artikel ini dan bertindaklah sesuai informasi yang Anda dapatkan!

Advertisement
Alinesia