Ayo Hentikan Penyebaran Virus Zika Sekarang!

473

Diedit:

Pada 11 Oktober 2016, situs BBC Indonesia mengutip berita laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa virus Zika “sangat mungkin” terus menyebar ke seluruh Asia. Dan menurut situs tersebut salah satu negara yang paling rentan terkena dampak adalah Indonesia. Sebab itu sangatlah penting bagi kita semua untuk berupaya menghentikan penyebaran virus Zika ini—mulai dari sekarang!

Memang sangat disayangkan bahwa para ilmuwan masih belum dapat jawaban dari pertanyaan tentang bagaimana cara untuk menangani virus Zika, meskipun sudah banyak spekulasi dari berbagai penelitian. Direktur WHO, Margaret Chan mengatakan, “Para ilmuwan belum punya jawaban terhadap beragam pertanyaan kritis seputar virus Zika.”

Jika ditinjau dari laporan Zika seputar dunia, beberapa negara sudah memperingati warganya untuk waspada saat harus mengunjungi negara yang berpotensi menularkan Zika. Misalnya, Amerika Serikat mengeluarkan imbauan resmi kepada warganya yang sedang hamil agar menunda rencananya untuk bepergian ke wilayah Asia Tenggara karena risiko terinfeksi virus Zika.

Imbauan tersebut termasuk perjalanan ke Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei, Timor Leste, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Kemudian dari Singapura, laporan resmi pemerintah memperlihatkan bahwa hingga 10 Oktober 2016 sudah terdapat 298 kasus Zika di Singapura.

Mengapa Virus Zika Sedemikian Dikhawatirkan?

Virus Zika seringkali dipandang membahayakan apabila menyerang wanita yang sedang hamil. Ya, ibu hamil yang positif terinfeksi virus tersebut kemungkinan dapat menularkan virus tersebut kepada janin dalam kandungannya. Virus diduga bisa menyerang jaringan otot dan sistem saraf janin, termasuk sistem saraf pusat dalam otak janin, sehingga berpotensi menyebabkan bayi lahir dengan cacat mikrosefali (ukuran otak dan tengkorak yang kecil).

Meskipun para ilmuwan masih belum secara pasti menyimpulkan bahwa virus Zika menyebabkan cacat mikrosefali, namun ditemukan bukti-bukti yang mengarah pada kesimpulan itu.

Misalnya berdasarkan laporan dari Brasil di tahun 2015, terjadi peningkatan jumlah bayi yang lahir dengan cacat mikrosefali seiring dengan peningkatan kasus virus Zika pada ibu hamil. Secara keseluruhan pada tahun 2015 di Brasil terdapat sekitar 500 kasus virus Zika ibu hamil, kemudian dari angka tersebut terdapat 150 kasus ibu hamil yang melahirkan bayi dengan kondisi mikrosefali.

Baca juga:  Cara Melindungi Janin dari Serangan Virus Zika

Selain itu, terdapat setidaknya 3 hal lain yang membuat virus Zika berbahaya. Anda bisa membacanya lebih lanjut di artkel: Bahaya Virus Zika yang Harus Diketahui.

Virus Zika juga dikhawatirkan karena penyebarannya relatif mudah, yaitu melalui perantara nyamuk Aedes. Ini adalah keluarga (famili) nyamuk yang juga dapat menjadi perantara virus penyebab demam berdarah, demam kuning, serta chikungunya.

Seperti yang sudah kita ketahui, di Indonesia penyebaran nyamuk Aedes cukup mengkhawatirkan, khususnya terlihat pada kasus demam berdarah. Sampai awal tahun 2016 ini saja, demam berdarah masih tetap meresahkan masyarakat Indonesia dengan merebaknya laporan-laporan kasusnya. Bukan tidak mungkin ke depannya di Indonesia akan merebak kasus Zika apabila kita semua tidak berperan aktif dalam menghentikan penyebaran nyamuk ini.

Bagaimana Kita Bisa Menghentikan Penyebaran Virus Zika?

Sebagaimana sudah dijelaskan, penyebaran virus zika sangat bergantung pada penyebaran nyamuk Aedes. Karena itu jika kita ingin mencegah wabah Zika di Indonesia, kita harus sebisa mungkin menghentikan penyebaran nyamuk tersebut.

Sampai saat ini tidak ada cara lebih efektif dan lebih strategis selain dengan cara menekan populasi nyamuk penyebab Zika. Cara paling tepat untuk melakukannya adalah dengan membasmi jentik, larva, atau bayi nyamuk sebelum mereka berkembang menjadi nyamuk dewasa yang mudah menggigit kita.

Nyamuk Aedes suka tempat-tempat teduh yang ada air tergenang untuk tempat berkembangbiaknya. Genangan air tersebut biasanya jernih, bukan air kotor atau air yang bercampur tanah. Genangan tersebut juga biasanya tenang serta tidak terusik.

Untuk mewujudkan “daerah bebas nyamuk” harus melibatkan upaya terpadu seluruh masyarakat, termasuk Anda dan keluarga. Karena jika ada satu rumah saja dalam satu RT misalnya, yang belum bebas dari nyamuk pembawa Zika, maka masih tetap ada ruang bagi nyamuk ini untuk berkembangbiak lalu menimbulkan masalah dalam satu RT tersebut, bahkan sampai ke wilayah RT lain.

Lalu bagaimana caranya untuk membasmi jentik, larva, atau bayi nyamuk Aedes? Salah satu cara yang paling dikenal masyarakat luas adalah teknik 3M—Menguras, Menutup, dan Mengubur.

  • Menguras—menguras segala macam wadah yang bisa menampung air, misalnya ember, bak mandi, dan vas, sedikitnya seminggu sekali. Apabila di rumah Anda ada wadah-wadah penampungan air yang susah dikuras, Anda bisa gunakan cara alternatif dengan menaburkan bubuk abate atau altosid ke dalamnya.
  • Menutup—tutup rapat semua wadah yang bisa menampung air, atau jika keadaan memungkinkan, bisa juga dengan memelihara ikan di wadah tersebut untuk memakan jentik-jentik nyamuk yang ada.
  • Mengubur—kubur atau hancurkan barang-barang bekas yang dapat menampung air atau yang berpotensi menimbulkan genangan air.
Baca juga:  Apa Itu Virus Zika?

Penyakit Zika tidak langsung menular dari orang ke orang, melainkan harus melalui perantaraan nyamuk. Bila nyamuk Aedes menggigit seorang yang terjangkit Zika, maka virus Zika dapat memasuki tubuh nyamuk. Kemudian bila nyamuk itu menggigit orang selanjutnya, maka virus yang dibawanya juga dapat berpindah ke orang tersebut.

Nyamuk Aedes biasanya menggigit pada siang hari dan menjelang sore hari, yaitu sekitar pukul 9 sampai 10 pagi serta pukul 4 sampai 5 sore. Tingkatkan kewaspadaan Anda di waktu-waktu tersebut, misalnya Anda perlu memasang kelambu saat ingin tidur di jam rawan.

Waspadai Juga Jenis Nyamuk Lain!

Ada kemungkinan jenis nyamuk lain selain dari keluarga nyamuk Aedes juga bisa jadi pembawa virus Zika, speerti keluarga nyamuk mansonia serta culex—keduanya adalah jenis nyamuk yang biasa ada di rumah-rumah. Dan nyamuk pembawa malaria, Anopheles, juga mungkin bisa menyebarkan virus Zika. Karena itu Anda harus mewaspadai jenis nyamuk lain selain Aedes.

Kewaspadaan perlu lebih diperhatikan lagi di jam-jam malam meskipun Anda berada dalam rumah, selain pada waktu siang di luar rumah. Selain itu kewaspadaan juga perlu ditingkatkan selama Anda berada di wilayah pantai, hutan bakau, dan rawa—tempat dimana nyamuk Anopheles berada.

Bagaimana jika ada orang rumah atau tetangga Anda yang dicurigai menunjukkan gejala-gejala Zika? Anda dihimbau untuk melaporkannya kepada Ketua RT setempat, lalu Ketua RT akan melanjutkan laporan ke Kelurahan. Sehingga pihak Kelurahan dapat melapor ke Dinas Kesehatan di kota Anda untuk segera menjadwalkan layanan penyemprotan asap pembasmi nyamuk (fogging) di wilayah RT Anda.

Bagi Anda yang ingin mengetahui mengenai gejala-gejala Zika, silakan kunjungi artikel: Penyakit Virus Zika.

Apabila kasus virus Zika tidak dilaporkan, maka tidak akan ada layanan pengasapan, sehingga nyamuk-nyamuk yang sudah terjangkit virus Zika dapat menulari semakin banyak orang lagi di wilayah sekitarnya. Hal ini dapat menjadi awal mula dari kasus wabah luar biasa atau outbreak virus Zika di Indonesia!

Ingatlah bahwa upaya menghentikan penyebaran virus Zika baru akan berhasil jika kita semua berperan aktif di dalamnya. Anda dan keluarga harus peduli terhadap lingkungan dalam rumah maupun sekitarnya demi mewujudkan “daerah bebas nyamuk”. Hal ini penting khususnya karena sampai sekarang belum ditemukan obat yang bisa membunuh virus Zika, jadi cara terbaik untuk menangani penyakit ini hanya dengan mencegahnya.

Advertisement
Alinesia