Antara Metabolisme yang Rendah dan Berat Badan Berlebih

487

Diedit:

Mungkin Anda pernah mendengar ada orang yang menyalahkan masalah kelebihan berat badan yang dimilikinya pada metabolismenya yang rendah. Benarkah metabolisme yang rendah pelakunya? Jika memang demikian, apa sebenarnya hubungan metabolisme dengan berat badan Anda?

Meskipun metabolisme memang berkaitan dengan berat badan, bukan berarti ini selalu jadi penyebab kegemukan. Seringkali, makanan serta minuman yang Anda konsumsi, dan aktivitas fisik Anda lah yang jadi penyebab bobot badan membengkak.

Peran Metabolisme dalam Mengubah Makanan Menjadi Energi

Metabolisme adalah suatu proses biokimia kompleks dimana tubuh Anda mengubah apapun yang dimakan dan diminum menjadi energi. Selama proses ini, kalori dalam makanan dan minuman digabungkan dengan oksigen, kemudian dilepaskan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik.

Bahkan sewaktu beristirahat pun, tubuh masih membutuhkan energi—untuk bernapas, mengalirkan darah, mengatur hormon, memperbaiki sel tubuh yang rusak serta menciptakan sel baru. Jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi dasar ini disebut sebagai “tingkat metabolisme basal”.

Jumlah energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar cukup stabil dan tidak mudah berubah. Tingkat metabolisme basal Anda mencakup sekitar 60-75 persen kalori yang dibakar tubuh setiap harinya.

Beberapa faktor yang menentukan tingkat metabolisme basal dan jumlah kalori yang dibakar setiap harinya adalah sebagai berikut:

  • Ukuran dan Komposisi Badan. Jika Anda berbadan besar (bukan gemuk) atau memiliki masa otot lebih besar, maka tubuh Anda membakar kalori lebih banyak dibanding orang lain yang berbadan sedang atau kecil.
  • Jenis Kelamin. Pria umumnya memiliki lemak tubuh lebih sedikit dan masa otot lebih besar daripada wanita di usia dan berat badan yang sama. Oleh karenanya, pria umumnya membutuhkan kalori lebih banyak dari wanita.
  • Usia. Seiring usia Anda bertambah, masa otot pun cenderung berkurang dan digantikan dengan lemak, sehingga tubuh membakar lebih sedikit kalori.
  • Pengolahan Makanan (Termogenesis). Untuk mencerna, menyerap, mengangkut dan menyimpan makanan yang dikonsumsi juga butuh kalori. Hal ini mencakup sekitar 10 persen dari total kalori yang digunakan setiap hari. Umumnya kebutuhan energi untuk mengolah makanan relatif stabil dan tidak mudah berubah.
  • Aktivitas Fisik. Bermain bola, berjalan mengelilingi supermarket, lari dikejar anjing, lari mengejar maling atau aktivitas lain menambah jumlah kalori yang dibakar tubuh setiap hari. Aktivitas fisik adalah faktor yang paling bisa diubah dibanding faktor lain
Baca juga:  Mempercepat Metabolisme: Akankah Membuat Anda Langsing?

Hubungan Metabolisme dan Berat Badan

Metabolisme adalah suatu proses alami tubuh, jadi tubuh akan menyesuaikannya untuk menutupi kebutuhan Anda. Itulah sebabnya kalau Anda mencoba diet sampai kelaparan, tubuh akan mengimbangi dengan merendahkan tingkat metabolismenya untuk menghemat pengeluaran kalori. Hanya dalam kasus tertentu—misalnya memiliki sindrom Cushing dan penyakit hipotiroid, metabolisme rendah dapat disalahkan jadi penyebab kegemukan.

Namun pada sebagian besar kasus, kelebihan berat badan adalah hasil dari asupan kalori berlebihan. Oleh karena itu, cara terbaik bagi Anda untuk menurunkan berat badan yaitu mengurangi asupan kalori serta meningkatkan aktivitas fisik agar kalori lebih banyak dibakar, bukan dengan pasrah menyalahkan metabolisme.

Advertisement
Alinesia