Diet Sehat 8 Cara Mengoptimalkan Metabolisme Tubuh

519
Shutterstock

Diedit:

Anda bisa jadi merasa heran dengan rekan Anda yang memiliki penampilan ramping, sekalipun ia memiliki hasrat yang tinggi terhadap makanan. Sedangkan Anda, tampaknya mudah sekali mengalami kenaikan berat badan. Ada apa ini? Apakah ada sesuatu yang aneh dan perlu diketahui? Ya, hal demikian terjadi karena beragam faktor – salah satunya ialah sistem metabolisme tubuh yang seringkali dipengaruhi oleh faktor genetika atau faktor bawaan sejak Anda lahir.

Semakin cepat proses metabolisme tubuh, maka semakin cepat pula proses pembakaran kalori. Namun, seraya usia Anda bertambah – proses metabolisme berlangsung semakin lambat. Maka tak heran jika Anda melihat beberapa orang tua yang memiliki perut buncit dan kulit yang mulai kendur. Lalu, adakah cara mengoptimalkan metabolisme tubuh? Ya, hal ini dapat dilakukan dengan cara berikut ini! Mari kita perhatikan bersama-sama guna memperoleh manfaatnta!

Satu – Hindari ‘mengurangi’ porsi makan secara drastis! Mengapa? Tampaknya memang masuk akal jika Anda mencoba untuk mengurangi porsi makan, namun jika dilakukan secara drastis, maka metabolisme tubuh akan melambat. Apabila ini terjadi, sia-sialah upaya membakar kalori yang Anda harapkan. Pengurangan porsi makan ini hendaknya dilakukan secara bertahap dan bergantung jenis kegiatan harian yang Anda lakukan. Maka tubuh dapat membuat penyesuaian.

Dua – Miliki kebiasaan sarapan yang baik. Mengapa? Menghindari sarapan dapat membuat Anda cenderung makan lebih banyak. Sarapan merupakan tahap awal metabolisme yang baik dilakukan saat menjalani diet sehat. Salah satu cara mengoptimalkan metabolisme tubuh ialah sarapan makanan yang mengandung serat atau fiber, karena sulit untuk dicerna (sehingga Anda dapat lebih tahan lama menahan rasa lapar dan tidak tergoda untuk makan sebelum waktunya).

Baca juga:  Apakah Banyak Minum Air Bagus untuk Metabolisme?

Tiga – Perhatikan asupan makanan yang mengandung protein. Mengapa? Makanan yang mengandung protein dapat mempercepat proses metabolisme tubuh dan pembakaran kalori sebesar 150-200 kalori/hari. Konsumsi protein juga perlu dibatasi hingga 10% dari 35% asupan kalori. Protein merupakan asam amino yang lama terbakar dalam tubuh.

Empat – Perhatikan ‘camilan’ yang Anda konsumsi guna menunda rasa lapar. Camilan atau makanan ringan hendaknya mengandung protein, Anda hanya boleh ‘mengemil’ hingga 6 kali selang waktu 4 jam dalam periode waktu 1 hari sekali.

Lima – Perhatikan asupan makanan yang mengandung karbohidrat. Mengapa? Karbohidrat memicu insulin yang dapat memperlambat proses metabolisme, hasilnya lebih banyak simpanan lemak dalam tubuh Anda yang tidak terpakai lagi.

Enam – Hindari minuman beralkohol sebelum makan. Mengapa? Tubuh akan menguraikan alkohol terlebih dahulu.

Tujuh – Miliki kebiasaan minum susu ‘low-fat’. Mengapa? Susu dapat menurunkan lemak tubuh hingga 70% setiap hari.

Delapan – Miliki kebiasaan makan-makanan pedas. Mengapa? Kandungan ‘capsaicin’ dalam cabe atau merica dapat menghasilkan hormon adrenalin sehingga memicu metabolisme tubuh serta meningkatkan proses pembakaran kalori.