8 Makanan yang Menjadi Penyebab Mudah Lelah

560
makanan penyebab mudah lelah
Credit: Shutterstock

Diedit:

Bagaimana bisa pilihan menu makan siang atau sarapan Anda menjadi penyebab mudah lelah? Ternyata sejumlah makanan justru menganggu metabolisme Anda. Mereka mendorong pembakaran berlebihan yang terbuang percuma atau justru menghambat pembakaran energi. Ada juga yang membuat tubuh tidak mendapatkan cukup kalori dan nutrisi.

Pada dasarnya, makan adalah cara cepat untuk memperbaiki suplai kalori dalam tubuh Anda. teori memang mengatakan bahwa dengan makan Anda akan kembali berenergi. Tetapi sejumlah makanan malah menjadi penyebab mudah lelah. Apa saja jenis-jenis makanan tersebut? Dan bagaimana makanan-makanan tersebut membuat Anda merasa lebih lelah?

Karbohidrat Sederhana

Tubuh manusia membutuhkan karbohidrat untuk mencukupi kebutuhan energinya. Karena sumber energi terbaik berasal dari karbohidrat. Fakta ini membuat banyak orang mengira untuk tetap fit dan bugar tubuh perlu makan banyak karbohidrat.

Ini karena pada karbohidrat sederhana hanya terdapat sedikit serat sehingga karbohidrat dengan cepat terserap oleh tubuh dan diubah menjadi glukosa.

Menurut The Journal of Nutrition tahun 2011, justru kondisi inilah yang menyebabkan kita mengantuk dan lelah setelah makan yang padat karbohidrat. Seketika itu pula tubuh akan menghasilkan banyak insulin dan mendorong tubuh menyerap cepat kelebihan gula. Terjadi pembakaran cepat untuk segera menyingkirkan suplai gula berlebih tersebut.

Hasilnya tubuh justru akan merasa kepanasan sesaat bahkan mungkin berkeringat. Setelahnya tubuh akan merasa lelah dan lemas. Justru pembakaran cepat tadi hanya menghasilkan energi cepat yang terbuang percuma.

Makanan Rendah Kalori

Untuk tubuh bisa memperoleh energi, dibutuhkan kalori. Itu adalah hukum dasar yang perlu dipahami dari tubuh manusia. Masalahnya, memang ketika asupan kalori yang kita konsumsi berlebihan, kelebihan kalori ini tidak sukses diolah menjadi energi dan akhirnya diubah oleh tubuh menjadi cadangan lemak yang membuat tubuh kita gemuk.

Dan karenanya kemudian banyak orang memutuskan untuk mengurangi asupan kalori mereka dengan berdiet. Sejumlah program diet memang menekankan pada pembatasan jumlah kalori yang diasup.  Bahkan beberapa program diet menekankan asupan kalori di bawah 1500 kal sementara kebutuhan standar seseorang dewasa pada kisaran 1800 -2200 kal.

Tentu cara ini dipandang cukup efektif menurunkan berat badan. Tetapi pada sisi lain, ketika asupan kalori dalam tubuh tidak mampu memenuhi kebutuhan energi tubuh, tentu saja tubuh akan merasa kekurangan energi.

Tak selamanya tubuh manusia akan dengan ideal menarik cadangan lemak untuk memperoleh cadangan energi. Dan karena kekurangan suplai kalori, akhirnya tubuh malah merasa lemas dan loyo.

Gula

Sebagaimana pada karbohidrat sederhana, tentu saja mengonsumsi gula akan mendorong naiknya kadar gula darah. Gula mudah diserap dan diolah oleh tubuh sebagai glukosa yang kemudian tersimpan dalam darah.

Sedangkan beberapa gula lainnya justru akan menyebabkan hati bekerja keras. Ini akan menurunkan kinerja hati dalam menjalankan fungsi metabolisme lemak. Itu sebabnya mengonsumsi makanan manis berlebihan sangat tidak disarankan.

Baca juga:  Makanan: Apa Saja Jenis-Jenis Makanan yang Perlu Anda Waspadai?

Bahkan menambahkan gula pada makanan karbohidrat kompleks juga bisa jadi akan merusak keseluruhan manfaat dari asupan tersebut. Nutritiondata menjelaskan bahwa menambahkan gula dalam semangkuk sereal gandum utuh hanya akan meningkatkan kadar gula 50% dari seharusnya.

Kabar buruknya lagi, menurut Neuroscience & Biobehavioral Reviews tahun 2008 justru dengan Anda mengonsumsi makanan manis, Anda akan terdorong untuk semakin menginginkan makanan manis.

Dan di sinilah masalahnya, rupanya cukup banyak makanan yang diklaim sebagai makanan sehat justru mengandung banyak gula, termasuk sereal, granola bar, yogurt, hingga roti gandum utuh.

Alkohol

Beberapa orang mengatakan mengonsumsi sedikit alkohol di malam hari akan membantu tidur lebih nyenyak setelahnya. Terlihat seperti informasi yang menarik untuk dicoba bukan? Karena asumsi kita tentu saja dengan tidur lebih nyenyak kita akan terbangun dengan lebih segar.

Tetapi faktanya justru terbalik karena sebangun dari tidur, Anda justru merasa sedikit pening dan mungkin merasa lelah. Karena rupanya ada efek stimulan yang tidak seharusnya terjadi ketika Anda tidur dalam pengaruh alkohol. Sejumlah fungsi saraf yang seharusnya istirahat selama Anda tidur jutru terstimulasi dan ini membuat Anda merasa lelah di pagi harinya.

Anda bisa menyesap sedikit alkohol bila dirasa Anda sulit tidur, tetapi dalam kadar yang lebih Anda bisa jadi bangun dengan rasa lelah. Demikian faktanya sebagaimana dijelaskan dalam Korean Journal of Family Medicine  tahun 2015.

Menurut sumber healthline.com, batas aman untuk mengonsumsi alkohol hanya pada kisaran 355 ml bir atau 148 ml anggur. Dalam batas ini, pengaruh alkohol pada pola tidur Anda masih bisa ditekan dalam taraf aman.

Makanan Cepat Saji

Ada alasan mendasar kenapa tubuh justru merasa lelah pasca mengonsumsi makanan cepat saji. Di antara banyak alasan tersebut adalah tingginya kadar lemak jenuh yang tersimpan di dalamnya dan tingginya kadar karbohidrat sederhana yang tersimpan dalam makanan cepat saji tersebut.

Kebanyakan makanan cepat saji diolah dari bahan dengan kandungan karbohidrat sederhana yang dipadukan dengan komponen lemak. Sebagian besar juga disajikan setelah digoreng sebelumnya. Kadar minyak dan lemak dan tinggi ini yang menyebabkan Anda justru merasa mudah lemas.

Mengonsumsi lemak dalam kadar tinggi, apalagi bila di dalamnya ditemukan juga rendah lipid ( LDL kolesterol) akan menyebabkan fungsi pencernaan Anda bekerja ekstra. Proses pencernaan berjalan lebih lambat hingga tubuh tidak mendapatkan suplai nutrisi sebagaimana dibutuhkan.

Perlambatan pencernaan yang disebabkan oleh lemak justru tidak sehat untuk tubuh. Karena lemak-lemak akan mengendap dan semakin menghambat kerja usus dalam menyerap makanan. Hal ini berbeda dengan asupan serat yang meski memperlambat tetapi juga menyehatkan usus.

Minuman Energi

Bagaimana bisa sesuatu yang sejak awal bahkan disebut sebagai minuman energi justru menjadi penyebab mudah lelah? Rupanya dibalik efek jangka pendek dari minuman energi, ada sangat banyak alasan untuk tidak lagi sering mengonsumsinya.

Baca juga:  Minyak dan Kesehatan Anda

Dalam minuman energi terkandung komponen gula yang tinggi, sejumlah stimulan yang sebenarnya kadang menyebabkan efek kebal dan ketergantungan. Juga kandungan kafein yang bisa mencapai 400% dari toleransi tubuh.

Kafein sendiri adalah stimulan yang meningkatkan metabolisme dan sirkulasi darah. Manfaatnya memang bisa Anda rasakan, selama Anda mengonsumsinya secukupnya.

Kafein memiliki efek kebal. Semakin sering dan tinggi kadar kafein yang Anda asup, semakin kebal Anda terhadap stimulan kafein. Kafein juga akan menyebabkan Anda kurang tidur dan akhirnya merasa lemas dan letih dikeesokan harinya.

Dalam minuman energi juga terdapat kadar gula yang bahkan mencapai 10 kali lebih tinggi dari sekedar secangkir kopi panas. Sementara dijelaskan di awal tadi gula akan mendorong peningkatan kadar gula darah dan menjadi penyebab mudah lelah.

Daging Merah

Mengonsumsi daging merah kadang juga dapat menyebabkan Anda merasa lebih cepat lelah. Alasannya karena sulit untuk merubah asupan nutrisi dalam daging merah untuk dimanfaatkan sebagai energi.

Proses cerna dari daging merah terbilang lama. Tidak hanya lama,daging merah juga akan menyebabkan tubuh Anda bekerja ekstra dalam mencerna daging. Cukup banyak energi akan tercurahkan dalam mengonsumsi daging.

Ini karena dalam daging merah tersimpan lemak jenuh yang mudah mengendap dan menghalangi kerja usus. Selain dalam daging merah tersimpan kandungan protein yang memerlukan waktu lebih untuk berhasil diserap tubuh.

Alih-alih mengonsumsi daging merah, Anda dapat mencoba untuk mengonsumsi lebih banyak ikan-ikanan. Akan lebih baik bila Anda memilih jenis ikan yang mengandung banyak asam lemak omega 3. Karena asam lemak omega 3 akan membantu meningkatkan produksi energi dan meningkatkan sirkulasi nutrisi dan oksigen menuju otak. Otak yang segar akan membuat Anda merasa bugar.

Makanan Kaya Magnesium

Sejumlah makanan seperti pisang, cokelat hitam, kacang-kacangan, alpukat atau ikan-ikanan diketahui memiliki kandungan magnesium yang cukup tinggi. kebutuhan tubuh sendiri akan magnesium mencapai 300 – 400 mg per hari.

Pada dasarnya, sebagaimana dijelaskan pada healthline.com, magnesium memiliki manfaat untuk kesehatan mendorong metabolisme dan pembentukan energi. Bahkan juga mendorong sel lebih sensitif terhadap sinyal insulin.

Tetapi dalam jangka pendek, magnesium memiliki efek relaksasi pada otot. Inilah yang membuat Anda merasa kehilangan energi bahkan mengantuk setelah mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium tinggi.

Jadi bila disaat Anda sudah merasa mulai lelah, mengonsumsi makanan-makanan yang kaya magnesium justru tidak disarankan. Tetapi rutin mengonsumsinya dalam menu Anda juga akan membantu memperbaiki kinerja produksi energi tubuh Anda dalam jangka panjang.

Itulah sejumlah makanan yang berdampak buruk pada metabolisme dan produksi energi dalam tubuh Anda sehingga menjadi penyebab mudah lelah. Selalu pastikan untuk mengatur pola makan dan jaga keseimbangan nutrisi makanan Anda agar Anda tetap bugar setiap saat.