7 Makanan Pantangan Maag yang Belum Anda Ketahui

506

Diedit:

Dokter akan menyarankan Anda untuk menghindari sementara beberapa makanan pantangan maag ketika Anda mulai didiagnosa mengalami serangan maag. Bagi Anda yang sudah pernah mengalami serangan ini mungkin sudah cukup familier dengan sejumlah pantangan seperti makanan asam, soda, kopi, alkohol dan makanan pedas.

Tetapi sebenarnya makanan pantangan maag tidak hanya soal makanan asam dan makanan pedas. Sejumlah makanan lain bisa menjadi pemicu rasa nyeri pada lambung dan rasa mual dan kembung yang biasanya juga hadir ketika Anda mengalami serangan maag.

Sebenarnya kondisi penyakit mag dalam pemahaman medis terbagi dalam dua penyakit, pertama adalah gasthritis yakni iritasi atau peradangan pada lambung dan usus. Sedangkan kedua adalah acid reflux atau dalam kondisi lebih berat bisa berkembang menjadi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), yakni kondisi naiknya kadar asam lambung yang menyebabkan gas dan asam lambung naik ke area esofagus.

Ketika terjadi iritasi atau acid reflux pada lambung Anda, jelas pencernaan Anda sedang tidak dalam kondisi fit untuk mentoleransi asupan yang tidak sehat. Bahkan dalam kondisi berat Anda disarankan hanya mengkonsumsi bubur demi meringankan beban lambung dalam mencerna makanan.

Tetapi sebenarnya sejumlah makanan bisa jadi juga berbahaya untuk kondisi lambung Anda, bahkan bisa jadi Anda tidak menyadarinya. Apa saja makanan pantangan maag yang perlu Anda hindari selain makanan asam dan pedas?

  • Cokelat

    Siapa sangka cokelat bisa menjadi salah satu makanan yang berbahaya ketika Anda asup saat terserang maag. Ada beberapa alasan mendasar kenapa cokelat bukan makanan yang patut Anda nikmati saat mengalami serangan maag.

    Ini karena beberapa komponen dari cokelat memiliki sifat asam yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kenaikan asam lambung, sebut saja kadar caffein dan kadar cocoanya. Caffein memang dapat Anda jumpai dalam porsi kecil dalam cokelat dan sifatnya memang mengandung asam yang berbahaya untuk lambung. Hal serupa juga terjadi pada senyawa cocoa dalam cokelat.

  • Lemak

    Satu ini juga ternyata bisa menstimulasi lambung memproduksi lebih banyak asam lambung. Secara alami, lambung bereaksi terhadap masuknya lemak dalam tubuh yang notabene bersifat basa. Dengan cara melepas lebih banyak asam selain asam sendiri berfungsi menghancurkan partikel lemak sehingga lebih mudah dicerna.

    Selain itu, dalam laman livestrong dijelaskan, bahwa lemak termasuk jenis makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Sifat ini akan memberi beban berat bagi pencernaan.

    Yang termasuk dalam makanan kaya lemak antara lain seperti susu, santan, keju, mentega, daging jeroan, kulit ayam dan masih banyak lagi contoh lain. Anda bisa menghentikan sementara mengkonsumsi makanan berlemak sampai kondisi Anda kembali normal. Dan tetap moderat dengan asupan lemak mereka.

  • Bawang merah

    Anda pasti juga tidak menduga bukan bahwa bawang merah juga bisa menjadi masalah untuk lambung Anda. Tetapi menurut pakar kesehatan pencernaan Jeremy Tian, Ph.D., M.D. dari New Orleans , dijelaskan bawang merah ternyata memberi beban tersendiri untuk kesehatan lambung karena sifatnya mendekatkan eksofagus dengan lambung sehingga memudahkan perut terasa kembung.

    Sedang menurut Oklahoma Foundation for Digestive Research bawang merah bisa menyebabkan penurunan kadar Ph pada pencernaan. Yang menjadi masalah ketika tubuh mengalami penurunan Ph maka tubuh akan memproduksi lebih banyak asam termasuk asam pada lambung.

  • Daging merah

    Sifat daging merah cenderung liat dengan karakter protein yang lebih kompleks. Karenanya pencernaan akan membutuhkan lebih banyak waktu dan energi untuk mencerna daging, sekalipun daging sudah Anda ubah menjadi jenis yang halus. Beban yang berat inilah yang bisa menimbulkan reaksi kembung dan nyeri pada lambung yang akan cukup menyiksa.

  • Pepermint

    Bila Anda mengalami keluhan kembung, Anda bisa mengatasi keluhan ini dengan mengkonsumsi secangkir kecil teh pepermint. Hanya saja ketika Anda sedikit saja berlebihan dengan pepermint, sifatnya menjadi berbalik menyerang lambung Anda dan menimbulkan keluhan acid reflux.

    Sifatnya yang kuat juga bisa menyebabkan iritasi pada lambung terasa lebih nyeri. Beberapa pakar lebih menyarankan Anda mengkonsumsi jahe ketimbang pepermint untuk mengatasi keluhan pencernaan Anda.

  • Sayuran hijau

    Sebenarnya sayuran hijau pada dasarnya tidak buruk untuk Anda konsumsi pada saat terserang maag. Tetapi beberapa jenis sayuran hijau memiliki karakter serat yang berat seperti kale atau brokoli. Serat ini membebani lambung sehingga justru dapat memicu nyeri pada lambung.

    Sedangkan beberapa sayuran lain seperti mentimun dan labu siam memiliki getah yang akan meningkatkan produksi asam lambung. Tidak hanya itu, karena beberapa sayuran seperti kubis dan brokoli juga bisa meningkatkan produksi gas dalam lambung dan sangat berbahaya bagi pengidap acid reflux.

  • Makanan fermentasi

    Makanan fermentasi biasanya mengandung kadar asam yang tinggi. Sedang beberapa jenis makanan fermentasi mengandung kadar alkohol yang juga sama berbahayanya dengan minuman alkohol lainnya.

    Meski di satu sisi makanan fermentasi sangat baik untuk kesehatan pencernaan, namun sangat disarankan untuk menormalkan dulu kadar asam lambung pada pencernaan untuk kemudia mulai mengkonsumsi makanan fermentasi. Yang termasuk sebagai makanan fermentasi antara lain yoghurt, kefir, tape dan brem.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengobati Maag Agar Tak Lagi Kambuh?

Itu tadi beberapa jenis makanan pantangan maag yang perlu Anda hindari selama Anda mengalami serangan maag termasuk sejumlah keluhan seperti nyeri lambung, kembung, mual, rasa asam atau pahit pada mulut.

Bagi Anda yang sudah pernah memiliki pengalaman serangan maag, juga disarankan untuk tetap berhati-hati dengan menjaga asupan makanan pantangan di atas dalam kadar moderat, karena sewaktu-waktu kondisi Anda bisa kembali kambuh karena stimulasi makanan yang tidak tepat.

Advertisement
Alinesia