6 Jenis Susu yang Lebih Sehat Dari Susu Sapi

558

Diedit:

Jika Anda mendengar susu, rasanya kita pasti akan mengidentifikasinya dengan susu sapi. Tak heran memang, mengingat susu sapi adalah jenis susu yang paling populer dan banyak diproduksi, bahkan dikembangkan dalam industri berskala massal.

Selama ini susu sapi memang dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi yang sangat diunggulkan. Kandungan protein, kalsium, vitamin, lemak dan sejumlah mineral di dalamnya layak masuk dalam deretan sumber gizi yang penting untuk Anda asup. Tetapi ternyata tidak selamanya susu sapi aman untuk dikonsumsi.

Tingginya kadar asam amino tertentu dan lemak jenuh yang terdapat di dalamnya justru terbukti menjadi bumerang untuk sejumlah orang. Beberapa reaksi negatif muncul, mulai dari keluhan alergi, kolesterol sampai dugaan kandungan karsinogen dalam susu yang mengacu pada sejumlah kasus kanker seperti kanker payudara dan kasus adenometrium.

Inilah yang kemudian memunculkan adanya alternatif susu sapi, pilihan susu dari bahan baku berbeda yang memiliki kemampuan menjadi substitusi atau pengganti susu sapi. Sejumlah alternatif susu ini berasal dari sumber hewani alternatif, sedang sebagian justru berasal dari olahan bahan baku nabati.

Ada beberapa keunggulan dari alternatif susu sapi ini yang membuatnya layak menjadi pilihan bagi Anda yang tidak bisa mengonsumsi susu sapi. Susu alternatif ini masih dipadati dengan sejumlah nutrisi penting, sejumlah senyawa fitonutrien penting dan kandungan lemak dan asam amino yang lebih aman. Dan adapun sejumlah alternatif susu sapi tersebut adalah:

1. Susu Kedelai

Bila bicara soal alternatif susu sapi, rasanya memang susu satu ini akan menjadi pilihan pertama. Lebih karena di Indonesia susu ini cenderung lebih banyak dikenal dibandingkan dengan jenis susu alternatif lain.

Susu kedelai memang terbuat dari biji kedelai putih yang dihaluskan bersama air. The American Heart Association menyarankan untuk mengganti susu sapi dengan susu kedelai untuk pilihan susu bernutrisi yang rendah lemak. Susu kedelai juga pilihan pertama yang bisa Anda pilih ketika Anda memiliki keluhan alergi terhadap laktosa dan sejumlah alergi lain berkaitan dengan senyawa dan asam amino dalam susu sapi.

Kandungan vitamin, mineral, kalsium, karbohidrat dan protein dalam susu kedelai bisa Anda bandingkan dengan susu sapi, malah karbohidrat dalam susu kedelai cenderung lebih bersahabat untuk penderita hiperglikemia.

Sedang dalam susu kedelai ditemukan kandungan lemak tak jenuh yang lebih banyak dari susu sapi. Bukan hanya itu, susu kedelai juga bebas lemak jenuh dan memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol darah. Demikian berdasar riset yang dikembangkan oleh the Stanford School of Medicine.

Anda perlu memperhatikan kandungan fitoestrogen di dalam susu kedelai. Pada beberapa wanita susu kedelai yang berlebihan atau dikonsumsi dalam jangka panjang bisa memicu kelebihan estrogen yang akan mengarah pada sejumlah kasus pertumbuhan pra kanker, seperti kanker payudara.

2. Susu Almond

Susu alternatif lain yang belakangan juga mulai naik daun adalah susu almond. Susu yang terbuat dari kacang almond yang diolah bersama air ini juga dikenal sebagai pilihan baru pengganti susu dengan rasa yang lebih legit dan nutrisi yang juga tidak kalah dibandingkan dengan susu sapi.

Baca juga:  Manfaat Udang: Kaya Nutrisi dan Baik untuk Otak

Beberapa orang juga terbentur dengan keluhan alergi terhadap kedelai dan harus mencari lagi alternatif susu sapi lain yang sekiranya juga bebas kedelai. Susu almond bisa menjadi jawaban untuk kebutuhan ini.

Dalam salah satu pemberitaan Washington Post dijelaskan susu almond hanya mengandung lemak sehat dan bebas kolesterol. Kandungan polifenolnya yang tinggi akan membantu mengatasi kelebihan kolesterol dalam darah. Disempurnakan dengan kandungan proteinnya yang sangat tinggi, deretan vitamin, mineral dan sejumlah fitonutrien di dalamnya menjadikan susu almond adalah pilihan susu sehat yang patut Anda pertimbangkan.

Susu almond juga dikenal sangat baik menstimulasi kesehatan otak dan daya pikir, membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit, menjaga kesehatan liver dan membantu menjaga kesehatan jantung serta memiliki sifat anti karsinogen.

Perhatikan apakah Anda menunjukan reaksi setelah mengonsumsi susu almond, seperti gejala sesak nafas, mual atau malah diare. Ada sejumlah kasus yang perlu Anda waspadai seperti alergi kacang dan reaksi berlebihan terhadap bio sianida di dalam almond.

3. Susu Kambing

Belakangan di pasaran juga muncul alternatif susu sapi dari sumber hewani yang dikatakan tidak kalah baik dari susu sapi. Salah satu yang sangat populer adalah susu kambing yang biasanya diambil dari jenis kambing etawa yang memang memiliki produktivitas susu yang cukup baik.

Apakah benar susu kambing lebih istimewa? Sebenarnya kelebihan dari susu kambing terletak pada sejumlah vitamin di dalamnya yang relatif lebih kaya dan disempurnakan dengan kandungan gula terlarutnya yang lebih rendah.

Susu kambing memiliki kandungan protein dan kalsium yang hampir setara dengan susu sapi. Mengandung lemak tak jenuh dalam kadar yang lebih baik dari susu sapi dengan kadar riboflavin yang tinggi untuk mengatasi keluhan anemia. Sejumlah kandungan asam amino di dalamnya bekerja langsung membantu pembentukan dan pengaktifan sejumlah titik neuro pada otak yang akan membantu Anda menjaga kesehatan otak.

Meski berasal dari sumber hewani, kabar baiknya susu kambing lebih bisa ditoleransi oleh perut yang alergi terhadap laktosa. Namun demikian ada sejumlah senyawa yang meski bisa berfungsi sebagai imuno booster justru tidak disarankan untuk diasup oleh anak-anak, jadi sebaiknya pastikan buah hati berusia di atas 5 tahun untuk susu kambing pertamanya.

4. Susu Kacang Mede

Pilihan susu satu ini memang tidak begitu populer di Indonesia dibandingkan alternatif susu sapi lain. Namun bila yang Anda cari adalah susu dengan tektur yang hampir sama creamynya dengan susu sapi, maka susu kacang mede ini akan menjadi pilihan tepat.

Sebagaimana kebanyakan susu dari bahan kacang, rasa dan aroma dari susu kacang mede ini sangat unik, legit dan gurih. Teksturnya lebih berat dan kental dibandingkan dengan susu kacang lainnya. Soal nutrisi susu kacang mede jelas sama lengkapnya dengan jenis alternatif susu sapi lain di pasaran.

Baca juga:  Ini Dia 7 Cara Konsumsi Serat yang Gampang!

Hanya saja kadar kalori dari susu kacang mede ini tergolong tinggi. Bilapun di pasaran sudah tersedia susu kacang mede dengan rendah kalori itu adalah hasil pemrosesan khusus. Ini membuat susu kacang mede tidak disarankan untuk mereka yang sedang diet ketat. Menurut Natural.com disebutkan adanya kecurigaan sejumlah infeksi akibat mengonsumsi susu kacang mede dalam jangka panjang.

5. Oatmilk

Susu yang terbuat dari proses perendaman oatmeal dalam air hangat ini memang cenderung memiliki warna lebih bening dibandingkan susu alternatif lain. Tetapi, tetap saja susu oat ini memiliki sederet manfaat yang baik untuk tubuh Anda terutama di masa diet, seperti memiliki kemampuan menyerap kelebihan gula dan lemak dalam darah, mengatasi kolesterol tinggi dan membantu menjaga kesehatan persendian.

Anda juga bisa membuat susu oat ini dengan merendam oatmilk dalam air hangat untuk kemudian larutan ini Anda haluskan bersama hingga menjadi susu cair. Cara ini menghasilkan susu yang lebih kental, bertekstur dan tentu saja membantu Anda kenyang lebih lama.

6.Susu Beras Merah

Rendam beras merah dalam air hangat, lalu rebus sampai mendidih untuk kemudian mendapatkan air rebusan dalam warna cokelat muda keruh. Sebenarnya susu beras merah ini tak ubahnya dengan air rebusan beras biasa yang selama ini biasa Anda sebut tajin. Hanya saja karena air tajin terbuat dari beras merah, jelas kandungan nutrisi di dalamnya berkali lipat lebih kaya dari tajin biasa hingga bisa disandingkan dengan susu sapi.

Kandungan riboflavin, vitamin B1, zat besi, kalsium, dan sejumlah protein didalamnya jelas sangat tinggi. Disempurnakan dengan kandungan karbohidrat kompleks didalamnya, susu beras merah akan menjadi pilihan menarik sebagai alternatif susu sapi.

Kadar serat di dalamnya relatif sangat tinggi, namun susu beras mera hampir bebas dari lemak dan koelsterol. Ini menyebabkan susu beras merah sangat layak menjadi pilihan susu alternatif susu sapi.

Itulah sejumlah pilihan susu yang bisa Anda fungsikan sebagai alternatif susu sapi. Ternyata untuk menjadi sehat tak selalu harus untuk mengonsumsi susu sapi tiap hari. Pilihlah susu yang paling tepat untuk tubuh Anda, masih banyak susu alternatif selain susu sapi untuk kesehatan tubuh Anda.

Apabila Anda tidak ingin menghentikan konsumsi susu sapi, sebaiknya pilihlah susu sapi segar yang diolah dengan suhu rendah. Ini karena susu segar mengandung banyak enzim bermanfaat seperti enzim laktase. Di samping itu, susu segar juga mengandung laktoferin serta antioksidan. Sayangnya kandungan-kandungan bermanfaat itu menghilang jika diproses secara pasteurisasi atau homogenisasi. Jadi sebaiknya Anda berhati-hati memilih produk susu yang hendak diminum, pastikan memilih susu segar yang tidak melewati kedua proses tersebut.

Advertisement
Alinesia