Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Karbohidrat untuk Diabetes Karbohidrat untuk Diabetes zadi.hr

18 Jenis Karbohidrat untuk Diabetes yang Terbaik—Bagian 2

Pada artikel bagian pertamai, kita sudah membahas mengenai sejumlah makanan sumber karbohidrat untuk diabetes yang relatif aman bahkan bermanfaat untuk penanganan diabetes.

Pada dasarnya, mengasup karbohidrat tetap menjadi kebutuhan tak terelakan bagi penderita diabetes. Sebagaimana dipahami bahwa karbohidrat merupakan salah satu nutrisi makro yang penting bagi tubuh untuk memotori seluruh roda fungsional tubuh manusia.

Bahkan lebih dari 50% kinerja otak bergantung pada suplai energi yang berasal dari karbohidrat. Jadi, sekalipun harus dengan kadar terkendali dan beberapa penyesuaian kalori, tubuh tetap butuh asupan karbohidrat.

Hanya saja, karbohidrat juga menyebabkan kenaikan kadar glukosa pada darah. Pada penderita diabetes, ini jelas bukan pilihan. Karena tubuh tidak lagi memiliki mekanisme untuk otomatis mengendalikan kadar glukosa darah dengan alami. Kadar glukosa dalam darah bisa menjadi sangat tinggi dan ini membahayakan sistem dalam tubuh manusia.

Bolehkah Pasien Diabetes Mengonsumsi Karbohidrat?


Tentu saja bila itu pertanyaan yang diajukan, jawabannya adalah mungkin. Karena selain fakta bahwa tubuh tetap butuh karbohidrat, pada pasien diabetes secara umum tubuh masih mampu mentoleransi asupan karbohidrat yang aman. Setidaknya dengan kalori relatif rendah dan kadar Glikemik indeks (GI) pada kisaran 55.

Pada dasarnya pasien diabetes diharuskan mengendalikan asupan kalori pada batas maksimal 80% dari kebutuhan kalori normal. Ini membantu tubuh terpaksa menarik lebih banyak gula dari dalam darah untuk menutupi kekurangan 20% kalori tadi. Inilah cara efektif untuk menjaga stabilitas glukosa darah pada pasien diabetes.

Dan caranya tentu saja dengan memilih konsumsi makanan yang memiliki kadar kalori lebih rendah. Beberapa sudah kami sebutkan sebelumnya. Masih banyak pilihan sumber karbohidrat lain yang bisa Anda pilih untuk menggantikan kebiasaan lama mengonsumsi nasi, roti putih dan mie. Apa saja sumber karbohidrat untuk diabetes yang terbaik?

Quinoa

Yang satu ini memang belum mudah ditemukan di pasaran Indonesia, penjualan masih berada di kalangan terbatas saja. Tetapi tampaknya tidak ada salahnya untuk mulai melirik jenis whole grain atau sereal utuh satu ini. Karena manfaatnya tak kalah dengan beras cokelat dan gandum utuh.

Quinoa berasal dari jenis tanaman sereal yang lazim tumbuh di kawasan Amerika Selatan. Sereal ini kaya akan vitamin, mineral dan beberapa komponen asam amino essensial dan non essensial. Tentu jangan lupa dengan kadar seratnya yang juga tinggi.

Menurut healthline, sebenarnya quinoa adalah jenis biji-bijian yang pengolahannya seperti berlaku pada pengolahan sereal.  Yang lebih menarik kadar kaemferol dan quercetinnya terbilang tinggi untuk mengasup kebutuhan anti oksidan dalam tubuh Anda.

Kadar seratnya dikatakan termasuk paling tinggi, bahkan diatas serat pada oat, biji gandum dan beras cokelat. Sejumlah komponen di dalamnya membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada sel tubuh.

Kadar GI dari quinoa terbilang rendah hanya seiitar 53 dengan kadar kalori hanya 180 kal per 100 gram. Termasuk jenis asupan gluten free jadi zat patinya bebas gluten. Cocok untuk Anda yang pantang pada gluten. Makanan yang kaya gluten oleh beberapa pakar lebih mudah diolah menjadi glukosa dibandingkan jenis bebas gluten.

Buckwheat

Satu lagi jenis sereal yang dikatakan baik untuk membantu Anda menjaga stabilitas kadar glukosa dalam darah. Buckwheat, sebuah pilihan sumber karbohidrat kompleks alternatif yang belakangan banyak dilirik pelaku diet, termasuk penderita diabetes.

Jenis sereal ini juga termasuk jenis makanan tradisional dari masyarakat kawasan Asia Tengah dan kemudian juga banyak dikenal di kawasan Balkan dan Mediterania. Sebenarnya buckwheat juga berasal dari tanaman biji-bijian yang diolah sebagaimana makanan sereal.

Menurut sumber Dr. Axe, terlepas dari kadar serat dan komponen bebas gluten di dalamnya, buckwheat sangat kaya nutrisi. Ditambah dengan kadar kalori per 100 gram yang hanya sekitar 155 kal.

Dijelaskan bahwa pasien diabetes yang mengonsumsi buckwheat dalam periode 2 bulan menunjukan progress positif terhadap stabilitas kadar glukosa darahnya. Ini karena dalam buckwheat ditemukan komposisi anti oksidan yang baik untuk normalisasi insulin.

Bukan hanya itu, dalam buckwheat ditemukan komponen mikro khusus bernama oligomeric proanthocyanidins yang terbukti bekerja memperbaiki fungsi liver. Ini meningkatkan kemampuan liver untuk mempercepat proses pembuangan kelebihan glukosa dari dalam darah.

Biji-bijian

Ingin sarapan sehat yang aman untuk diabetes Anda? Coba untuk menghadirkan semangkuk bubur kacang hijau atau bubur kacang merah di meja makan Anda. Pastikan untuk mengendalikan kadar gula dan santan dalam sajian.

Jenis biji-bijian macam ini rupanya memiliki manfaat sangat baik untuk diabetes. Dan kabar baiknya kadar kabohidrat di dalamnya tidak kalah mencukupi bila dibandingkan dengan nasi. Kulit ari yang melapisi sisi luar biji-bijian ini kaya vitamin, mineral dan anti oksidan yang membantu kinerja liver dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Yang membuatnya sangat layak menjadi pilihan karena dalam jenis biji-bijian macam ini Anda akan temukan kadar protein yang tinggi. Dilengkapi dengan komposisi serat yang tinggi, biji-bijian akan membantu Anda menahan lapar lebih lama. Sementara kadar Gi dalam kacang hijau dan kacang merah ini saja sudah relatif sangat rendah.

Menurut LIVESTRONG.COM, iji-bijian ini kaya akan vitamin B dan K. Vitamin B akan membantu mendorong metabolisme. Sedang vitamin K akan membantu mempercepat penyembuhan luka. Tentu Anda sudah pahami bahwa kasus luka yang sembuh lebih lama adalah masalah yang kerap muncul pada pasien diabetes.

Garut

Bila kita tidak mengenal dengan buckwheat atau quinoa, umbi yang satu ini sudah pasti cukup familier bukan? garut adalah jenis umbi-umbian yang dulunya hanya diolah sekedarnya menjadi penganan kecil atau keripik. Bahkan saking dipandang remeh banyak orang membuang begitu saja umbi-umbian berbentuk memanjang ini.

Siapa nyana di dalamnya tersimpan manfaat sebagai pengganti nasi bagi penderita diabetes. Ini karena ditemukan fakta bahwa garut mengandung komposisi glukosa yang paling rendah dibandingkan jenis umbi-umbian lain.

Data Direktorat Gizi Departemen Kesehatan, 1981 menunjukan bahwa kadar GI dari garut hanya sekitar 14 dengan komposisi karbohidrat mencapai 85 gram. Kadar karbohidrat sebanyak inipun sebagian besar didominasi oleh serat yang mencapai 40%.

Talas

Masih soal umbi-umbian nusantara, sudah pasti talas juga menjadi salah satu jenis umbi yang tak asing bagi Anda bukan? Anda biasa menemukan umbi-umbian ini dimanfaatkan dengan digoreng, dijadikan keripik atau diolah sebagai bahan kolak.

Yang mungkin tidak banyak Anda tau, talas juga bisa Anda olah menjadi makanan sumber karbohidrat pengganti nasi. Dalam talas hanya ditemukan kadar kalori sekitar 142 kal untuk tiap 100 gramnya. Kadar karbohidrat dalam talas didominasi oleh serat yang mencapai lebih dari 5 gram.

Dan sebagaimana dijelaskan pada jurnal IPB, bagian terbaiknya talas memiliki manfaat membantu menormalkan kadar kolesterol. Ini menjadikan talas pilihan yang sangat tepat untuk menjaga kesehatan jantung. Salah satu resiko yang perlu Anda waspadai pada penderita diabetes.

Sagu

Pada beberapa suku di Indonesia, sagu juga dikenal akrab sebagai makanan pokok. Sebut saja olahan bubur sagu yang lebih akrab dengan nama pepeda. Bubur kental yang liat ini sangat digemari oleh masyarakat di Indonesia timur.

Rupanya, secara empiris juga terbukti bahwa sagu dalam beragam bentuk olahannya juga bisa menjadi pilihan sehat untuk mendapatkan asupan karbohidrat untuk diabetes.

Sagu sendiri berasal dari sisi dalam batang palem sagu. Biasanya tepung diperoleh dengan mengikir sisi tengah batang sagu yang telah ditebang. Hasil kikiran akan berbentuk tepung kasar yang menjadi bahan utama sagu.

Dalam LIVESTRONG.COM, dijelaskan bahwa sagu sebenarnya bukan jenis sumber karbohidrat dengan kadar nutrisi yang tinggi. hanya kadar serat yang tersimpan di dalamnya termasuk tinggi dan ini memberinya kadar GI yang relatif rendah.

Kadar kalorinya berada di kisaran 350 kal untuk tiap 100 gram, ini sebenarnya relatif medium untuk jenis makanan berkarbohidrat. Tetapi kadar seratnya yang tinggi dan sebagian dalam formula oligosakarida akan membantu menurunkan kadar gula dalam darah serta kemampuan tubuh dalam menyerap gula dalam makanan.

Ada efek astringent dalam sagu yang membantu meredakan rasa panas pada perut akibat efek makanan pedas dan asam. Komponen alkali di dalam sagu juga membantu memperbaiki kadar Ph tubuh yang dalam jangka panjang akan membantu meningkatkan kinerja liver termasuk dalam menetralkan kelebihan glukosa dalam darah.

Itulah sejumlah pilihan alternatif karbohidrat untuk diabetes yang terbaik. Beberapa jenis buah untuk sumber karbohidrat alternatif pengidap diabetes akan kami bahas di sini. Pastikan untuk selalu menjaga asupan kalori dan asupan pati dalam level moderat untuk memastikan kadar gula darah Anda stabil. Karena kalori dan karbohidrat adalah asupan utama yang memicu naiknya kadar gula darah. 

FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram

Log In or Register