Share:

Terakhir Diedit:

Beberapa makanan diketahui memiliki efek buruk terhadap kesehatan ginjal. Tetapi ada pula beberapa makanan yang justru baik untuk penyakit ginjal. Riset membuktikan adanya kaitan cukup erat antara kesehatan tubuh manusia dan makanan.

Dan terbukti beberapa makanan dapat membantu mencegah, mengatasi, bahkan memperbaiki kerusakan pada tubuh, termasuk ginjal. Ada banyak kriteria yang perlu Anda pahami dulu untuk memasukan sebuah jenis asupan dalam menu diet ginjal.

Termasuk di antaranya rendah potasium, rendah garam, rendah oksalat, dan masih banyak kriteria lain. Jangan lupakan juga elemen antioksidan yang berperan besar dalam perbaikan fungsi sel ginjal. Adapun beberapa jenis makanan sehat untuk penyakit ginjal tersebut antara lain adalah:

Kubis

Diketahui mengandung kadar serat relatif tinggi, kubis rupanya juga mengandung kadar fitokimia yang sangat tinggi. Artinya juga mengandung kadar antioksidan tinggi dibanding jenis sayuran lain.

Dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2004 dijelaskan kandungan utama antioksidan dalam kubis adalah phenolic dan flavonoid. Dan kedua komponen ini memiliki peran besar dalam proses perbaikan fungsi saluran kencing dan ginjal.

Selain itu dalam kubis ditemukan kadar potasium, sodium dan fosfor yang sangat rendah sehingga tidak memberatkan fungsi ginjal. Komponen asam folat dan vitamin K dalam kubis juga memiliki peran mengatasi perdarahan dalam ginjal.

Paprika Merah

Dari banyak jenis paprika, jenis paprika merah memiliki manfaat paling besar bagi kesehatan pasien penyakit ginjal. Bukan sekedar karena kandungan potasium dan sodium di dalamnya yang rendah, tetapi juga karena dalam paprika ditemukan kadar lycopene yang tinggi.

Dalam ulasan Journal of Nephropharmacology tahun 2015 dijelaskan bagaimana manfaat lycopene terhadap kesehatan ginjal. Termasuk membantu menurunkan intensitas infeksi pada ginjal, menghambat perkembangan sel kanker pada ginjal dan membantu  mengatasi dan mencegah kerusakan sel pada ginjal.

Bawang Merah

Bawang merah adalah satu lagi jenis makanan atau lebih tepatnya jenis herbal dan bumbu-bumbuan yang juga baik Anda konsumsi untuk memelihara ginjal. Bahkan juga baik untuk dikonsumsi pengidap penyakit ginjal. Rahasia utama bawang merah adalah komponen sulfur dan komponen quercetin di dalamnya.

Menurut jurnal dalam Chell Biochemistry and Function tahun 1990, sulfur alami dari makanan akan memiliki komponen asam amino tertentu yang akan meningkatkan kadar glutathione dalam ginjal. Glutathione ini yang akan membantu mempercepat proses perbaikan sel rusak pada ginjal.

Sedang dalam ulasan jurnal lain, tepatnya pada Scientific Report tahun 2016, dijelaskan bahwa quercetin akan membantu mencegah dan mengatasi pembentukan fibrosa atau miom pada ginjal.

Bawang Putih

Dalam jurnal Renal Failure tahun 2011 dijelaskan bahwa bawang putih telah terbukti memberi manfaat mengatasi keluhan kerusakan ginjal dan saluran kencing. Termasuk di antaranya mengatasi infeksi, peradangan, kerusakan fungsi dan pembentukan-sel abnormal.

Baca juga  Ayo Cegah Penyakit Ginjal demi Kesehatan Jangka Panjang Anda!

Menurut International Food Research Journal tahun 2012, bawang putih memiliki komponen penting seperti sulfur, alliin, allyl cysteine, allyl disulfide dan allicin. Dan kesemua komponen ini terbukti empiris sehat untuk ginjal.

Kembang Kol

Masih berkerabat dengan kubis, satu jenis sayuran berbentuk khas ini juga diketahui memiliki komponen antioksidan yang tinggi. kandungan vitamin C yang tinggi diketahui  dapat bekerja menjadi antioksidan yang efektif.

Dan bukan hanya itu, dalam kembang kol ditemukan komponen  fitokimia lengkap termasuk di antaranya indoles, glucosinolates and thiocyanates. Dan kesemua komponen ini memiliki efek cukup kuat dalam meningkatkan kerja liver dalam menetralisir toksin. Ini akan meringankan kerja ginjal secara keseluruhan.

Dalam Current Pharmacologycal Report tahun 2015 dijelaskan bahwa komponen fitokimia dalam kembang kol memiliki manfaat anti kanker, anti inflamasi, anti oksidatif  dan bekerja sebagai epigenetik yang akan melindungi sel dari kerusakan genetik.

Berry

Hampir semua jenis berry pada dasarnya baik untuk ginjal. Tetapi 5 yang paling utama adalah raspberry, strawberry, blackberry, billberry dan blueberry karena kadar potasium dan sodiumnya yang paling rendah dari kebanyakan jenis berry lain.

Selain itu, dalam kelima jenis berry tersebut tersimpan komponen antosianin yang paling tinggi. dalam Journal of Translational Medicine tahun 2005 dijelaskan bahwa antosianin akan bekerja efektif dalam mengendalikan diabetes, sistem sirkulasi likuid dalam tubuh dan termasuk membantu kinerja liver serta memperbaiki fungsi ginjal.

Apel

Kadar sodium dalam apel 0% dan kadar potasium di dalamnya hanya 158 mg perbuahnya. Relatif rendah apalagi dengan kadar fosfor yang hanya berkisar pada 10 mg. Ini membuatnya menjadi makanan aman untuk ginjal.

Tentu saja bukan hanya aman, tetapi sehat karena dalam apel terkandung phenolic yang tinggi, salah satu jenis antioksidan yang baik untuk ginjal. Dalam Nutritional Journal tahun 2004, apel terbukti memiliki manfaat sangat baik untuk ginjal dan fungsi kerja liver.

Cherry

Satu lagi jenis buah dengan kandungan sodium 0% dan komponen potasium yang tak kalah rendah, hanya pada kisaran 160 mg. Cherry jelas menjadi satu pilihan menu yang aman untuk penderita penyakit ginjal.

Dalam Food Research International tahun 2017 dijelaskan bahwa cherry juga berkhasiat untuk membantu merawat kerusakan pada ginjal, karena dalam cherry tersimpan gabungan ideal antara phenolic dan antosianin. Tentu saja keduanya memiliki khasiat yang searah untuk merawat dan memperbaiki kerusakan pada ginjal.

Anggur Merah

Masih memiliki kekerabatan dengan cherry dan berry, buah dengan rasa asam manis ini diketahui kaya akan antosianin, flavonoid, quercetin dan phenolic. Dan karenanya menjadikannya sebagai salah satu menu terbaik untuk pengidap ginjal.

Baca juga  Kesehatan Ginjal: 7 Rahasia Paling Penting untuk Menjaganya

Tetapi bagian terbaiknya terletak pada komponen kecil dari flavonoid yang disebut dengan resveratrol, salah satu jenis komponen antioksidan yang sangat baik untuk ginjal. Riset yang lembaga dibawah National Institutes of Health, clinicaltrials.gov, ditemukan sejumlah sampel pasien ginjal kronis yang menunjukan progress signifikan terhadap terapi resveratrol.

Putih Telur

Menarik sekali untuk dipahami, bahwa tubuh dengan gangguan ginjal relatif rentan mengalami kenaikan kadar albumin dalam darah. Sedang sebenarnya, putih telur juga kaya akan protein albumin. Lalu kenapa putih telur baik untuk ginjal.

Ini karena justru putih telur akan membantu menurunkan kadar protein, kreatinine dan albumin yang terlarut dalam darah. Dalam kondisi menengah, pemberian putih telur malah mebantu mengatasi masalah, termasuk membantu mengatasi keluhan kesehatan secara general.

Minyak Zaitun

Dalam riset yang diungkap pada jurnal Planta Medica tahun 2015 diungkap adanya manfaat kesehatan dari minyak zaitun untuk penderita tekanan darah tinggi dan keluhan penyakit ginjal.

Minyak zaitun dipercaya memiliki manfaat meregulasi tekanan darah. Dan ini bermanfaat untuk ginjal yang mengalami penurunan fungsi. Tidak hanya itu, ada beberapa alasan lain minyak zaitun terbukti bekerja membantu penyembuhan keluhan ginjal.

Manfaat minyak zaitun sebagai sumber asam lemak sehat yang anti inflamasi, komponen antioksidan di dalam minyak zaitun dan elemen dalam minyak zaitun yang efektif mengendalikan tekanan darah menjadi alasan kenapa minyak zaitun berperan bagi ginjal.

Ikan

Mengonsumsi protein bagi penderita penyakit ginjal bukan perkara sederhana. Protein akan meningkatkan beban ginjal dan meningkatkan kadar protein dalam urin, situasi yang sangat tidak disarankan pada pasien penyakit ginjal.

Tetapi ikan memiliki kondisi berbeda yang justru membuatnya baik untuk pasien ginjal, sekalipun terbukti ikan juga kaya akan protein. Ini karena dalam ikan tersimpan komponen lemak sehat yang justru baik sebagai anti inflamasi.

Dalam American Journal of Kidney Diseases tahun 2008 menunjukan bahwa mengonsumsi ikan lebih banyak pada penderita ginjal sebenarnya relatif aman. Konsumsi ikan justru menurunkan kadar albumin dalam urin dan menekan resiko diabetes yang akan memperberat keluhan ginjal.

Pada dasarnya, makanan sehat untuk penyakit ginjal bekerja dengan membantu menetralisir radikal bebas yang mengoksidasi sel ginjal dan mencegah oksidasi itu sendiri. Termasuk pula mengatasi efek oksidasi yang telah terjadi.

Demikian menurut pandangan sebuah laman pemerhati kesehatan ginjal davita.com yang banyak menekankan pada penjabaran pola diet khusus penyakit ginjal.

Demikianlah sejumlah makanan sehat untuk penyakit ginjal yang terbukti secara ilmiah. Ini akan membantu Anda menemukan susunan menu memadai untuk diet Anda dan penyakit ginjal yang Anda alami.

 

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.