HOTLINE KONSULTASI HERBAL:
0812-8187-1234 | 0818-029-100-88
Senin-Jumat, pkl. 8.30-16.00 WIB

A+ A A-
Hipertensi dan kehamilan Hipertensi dan kehamilan

Hipertensi dan Wanita Hamil

Wanita, Anda harus lebih berhati-hati jika memiliki tekanan darah tinggi. Terlebih jika Anda merencanakan kehamilan dalam waktu dekat.

Meskipun ada begitu banyak ibu dengan hipertensi melahirkan bayi yang sehat tanpa kurang suatu apapun, tekanan darah tinggi dapat sangat berbahaya bagi ibu dan janin yang dikandungnya.

Wanita yang mengidap tekanan darah tinggi yang kronis maupun yang masih baru dapat memicu komplikasi saat kehamilan lebih tinggi daripada wanita yang tak memiliki darah tinggi.

Bagaimana pun juga, saat hamil tekanan darah bisa jadi lebih tinggi atau yang biasa disebut hipertensi gestasional. Efek dari tingginya tekanan darah adalah kerusakan pada ginjal atau organ lain si ibu.

Pada kasus yang lebih parah, hipertensi dapat menyebabkan preklamsia yang sangat berbahaya baik bagi si ibu dan janin yang dikandungnya. Preklamsia biasanya terjadi pada atau sejak minggu ke 20 kehamilan dan berhubungan erat dengan naiknya tekanan darah dan kadar protein dalam urin (sebagai akibat adanya masalah pada ginjal) si ibu.

Preklamsia juga berefek negatif pada organ dalam lain seperti otak dan hati. Pada janin, preklamsia tak hanya mengakibatkan berat badan sang bayi tidak normal tetapi juga kelahiran prematur hingga meninggalnya bayi saat dilahirkan.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, namun, ada banyak faktor resiko preklamsia seperti obesitas sebelum kehamilan. Preklamsia yang terjadi pada wanita hamil sangat beresiko menyerang mereka yang sebelum kehamilan menderita penyakit darah tinggi kronik, hamil berusia di bawah 20 tahun dan di atas 40 tahun, wanita penderita diabetes, gagal ginjal, lupus, scleroderma, dan wanita hamil yang meningkat tekanan darahnya atau menderita preklamsia saat kehamilan sebelumnya.

Di Indonesia, preklamsia adalah penyebab utama kematian ibu melahirkan disamping perdarahan dan infeksi. Dan preklamsia bisa diketahui melalui beberapa tes yang menyangkut tekanan darah dan adanya protein pada urin ibu.

Gejala umum adanya preklamsia pada wanita hamil adalah sakit kepala terus menerus, penglihatan yang kurang jelas, kesensitifan pada cahaya, sakit pada bagian perut.

Nah, bagi Anda penderita darah tinggi yang berencana memiliki keturunan dalam waktu dekat sebaiknya berkonsultasi pada dokter. Namun bukan berarti wanita pengidap penyakit darah tinggi tak boleh memiliki Anak. Sebab preklamsia tentunya bisa dicegah.

Pencegahan preklamsia pada wanita penderita darah tinggi dapat dilakukan dengan cara berikut.

  • Sebelum kehamilan, kontrol tekanan darah Anda. Anda dapat mengurangi konsumsi garam dan aktif berolahraga.
  • Turunkan berat badan jika Anda menderita obesitas
  • Jika mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darah, konsultasikan ke dokter kapan Anda harus berhenti mengonsumsi dan lainya.
  • Jika telah hamil, hindari konsumsi alkohol dan rokok.
  • Selalu bicarakan dengan dokter ketika akan mengonsumsi obat-obatan selama masa kehamilan.

Jika Anda terlanjur mengidap preklamsia saat kehamilan, satu-satunya cara mengobati preklamsia adalah melahirkan si bayi. Efek hipertensi dalam masa kehamilan sangat bervariasi tergantung pada kelainan dan banyak faktor. Namun, perlu diingat bahwa preklamsia tidak menyebabkan peningkatan resiko tekanan darah tinggi kronis setelah melahirkan.

Log In or Register