Yuk, Kenali Keberadaan Penyakit Batu Empedu!

492
Shutterstock

Diedit:

Dalam sejarah kehidupan manusia, penyakit batu empedu atau cholelithiasis memang bukan hal baru. Sekitar 2000 tahun lalu, penyakit ini mulai diketahui keberadaannya lewat penemuan sebuah mumi, dimana di dalam mumi tersebut ditemukan batu empedu. Pada abad ke-14, seorang dokter sudah dapat menjelaskan tentang apa itu batu empedu.

Mulanya, penyakit batu empedu hanya ditemukan di negara-negara Barat. Tetapi, sekarang di negara-negara berkembang juga terdapat banyak penderita baru. Perubahan menu diet diduga kuat menjadi pemicu hal ini terjadi.

Orang-orang yang hidup di negara berkembang banyak yang ikut-ikutan menerapkan pola makan ala Barat. Akibatnya, kecenderungan untuk menderita penyakit batu empedu pun semakin meningkat. Perbandingannya adalah satu di antara seribu penduduk.

Untungnya, di zaman modern seperti sekarang ini, sarana untuk mendiagnosis penyakit ini sudah mengalami banyak perbaikan, misalnya dengan keberadaan USG (ultrasonografi). Dengan demikian, penyakit ini bisa segera dideteksi dan pengobatan bisa segera dilakukan sebelum mencapai tingkat yang lebih parah.

Statistik Penderita Batu Empedu

Fakta tentang jumlah penderita batu empedu di seluruh dunia cukup mencengangkan. Jumlah penderitanya ternyata sangat banyak. Contohnya, sekitar 12 persen penduduk dewasa di negara Amerika Serikat menderita penyakit ini.

Ironisnya, dari sekitar 25 juta jiwa itu, jumlah pasien wanita tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien pria. Setiap tahunnya, sekitar 1 juta pasien baru ditemukan dan dideteksi mengidap batu empedu.

Selama satu tahun, hanya satu sampai tiga persen yang mengeluhkan gejalanya, kurang dari setengahnya mengeluhkan gejala yang kembali lagi, dan setengahnya menjalani operasi pengangkatan batu empedu.

Jumlah yang cukup spektakuler memang. Selain di Amerika, kejadian di Inggris dan negara lainya juga memperlihatkan angka peningkatan kejadian batu empedu.

Baca juga:  Pengobatan Batu Empedu, Apa Saja Metode yang Tersedia?

Dari data yang terkumpul, bisa disimpulkan bahwa penyakit ini banyak terjadi pada orang dewasa. Dan berikut sejumlah fakta lain tentang penderita penyakit batu empedu.

Wanita dewasa mempunyai peluang menderita penyakit ini hampir 3 kali lebih besar dibandingkan dengan pria. Di Amerika Serikat misalnya, penyakit ini menimpa 25 persen wanita pada usia 60 tahun.

Yang lebih mencemaskan, penyakit ini seringkali sulit terdeteksi karena 80 persen pasien batu empedu tidak menampakkan gejala sama sekali.

Keberadaan batu dalam kandung empedu hanya dapat diketahui jika mereka melakukan pemeriksaan dan seringkali ditemukan secara tidak sengaja ketika melakukan pemeriksaan untuk penyakit lain.

Pada banyak kasus, pembedahan kandung empedu menjadi solusi untuk menghilangkan batu empedu. Operasi kandung empedu pun menjadi operasi yang paling umum di Amerika Utara.

Namun, yang paling mengejutkan, jumlah operasi batu empedu mengalami kenaikan hingga 600 persen di wilayah Arab Saudi. Bagaimana dengan penderita penyakit batu empedu di negara kita?

Belum ditemukan data pasti berapa jumlah penderita batu empedu di Indonesia. Hanya, seorang dokter bedah pernah mengaku bahwa dalam satu bulan ia bisa mengoperasi lebih dari 30 penderita batu empedu.

Artinya, jumlah penderita batu empedu di Indonesia pun cukup banyak. Untuk itu, melakukan pencegahan penyakit ini akan jauh lebih efektif daripada harus melaksanakan operasi, bukankah demikian?

Advertisement
Alinesia