Yang Menyebabkan Kanker di Keseharian Anda

310
Ilustrasi Penyebab Kanker
(Credit: Sebastian Kaulitzki / Shutterstock)

Diedit:

Yang menyebabkan kanker hingga detik ini memang kerap dianggap misteri. Tidak dapat sepenuhnya dipastikan, apa sebenarnya yang menyebabkan kanker dan bagaimana kanker dapat muncul. Padahal, dengan memahami lebih baik apa sebenarnya penyebab kanker kita dapat pula memahami bagaimana cara efektif mencegah kanker.

Yang mungkin tidak Anda duga, kanker dapat dipicu oleh sejumlah hal yang demikian lazim terjadi dan Anda hadapi dalam keseharian. Tak heran bila kemudian perkembangan penderita kanker di dunia semakin tak terbendung. Bisa jadi karena dalam keseharian kita, kita biarkan diri kita menjalankan kebiasaan atau menghadapi hal-hal yang dapat menyebabkan kanker.

Yang Menyebabkan Kanker Tidak Melulu Faktor Genetik

Selama ini, banyak informasi beredar bahwa kanker merupakan penyakit genetik. Mereka yang memiliki orang tua atau kerabat yang menderita kanker, maka mereka juga akan memiliki faktor resiko yang tinggi.

Asumsi ini kemudian menumbuhkan anggapan bahwa mereka yang tidak memiliki aspek genetik pembawa penyakit kanker akan bebas dari resiko. Asumsi ini pula yang akan membuat masyarakat umum memandang remeh soal faktor penyebab kanker.

Padahal sebenarnya, aspek genetik bukan satu-satunya hal yang berperan menjadi penyebab kanker. Tidak sedikit penderita kanker yang tidak memiliki riwayat genetik kanker sama sekali. Dan tidak jarang mereka dengan riwayat genetik kanker dapat terbebas dari kanker sama sekali.

Rupanya sejumlah aktivitas dan kondisi yang terjadi dalam keseharian memiliki peran lebih besar dalam memicu terjadinya kanker. Peran kebiasaan buruk ini dapat lebih besar dalam mendorong peningkatan resiko kanker pada seseorang. Bahkan mungkin memicu terjadinya kanker pada mereka yang pada awalnya tidak memiliki resiko genetik.

Dengan fakta ini, kita akan memahami satu fakta bahwa sebenarnya kanker merupakan penyakit yang dapat dicegah. Aspek genetik mungkin berpengaruh kecil dibawah 10%. Sehingga sekalipun Anda memiliki unsur genetik penderita kanker, tidak menutup kemungkinan menemukan cara mencegah kanker. Diawali dengan menerapkan kebiasaan baik.

Apa yang menyebabkan kanker?
(Credit: Creations / Shutterstock)

Aspek Apa Saja yang Menyebabkan Kanker?

Lalu, bila aspek genetik ternyata tidak berperan sebesar yang diduga selama ini. apa saja aspek lain yang justru dapat bekerja sebagai penyebab kanker?

Merokok

Soal merokok sebagai salah satu penyebab kanker tentu saja sudah tidak terbantahkan. Dalam sebatang rokok terdapat 4800 jenis toksin yang sifatnya akan merusak di dalam tubuh. Termasuk di antaranya mempengaruhi sel-sel dalam tubuh yang dilalui oleh asap rokok, terutama saluran pernafasan.

Merokok dapat memendekan potensi umur Anda hingga 10 tahun. Dan merokok akan meningkatkan resiko kanker paru-paru, resiko kanker mulut, resiko kanker laring, kanker nasofaring, kanker esofagus  hingga kanker pita suara.

Kabar baiknya Anda juga dapat dengan mudah mencegah kanker cukup dengan berhenti merokok sesegera mungkin. Bila Anda berhasil hidup bebas dari rokok pada usia 40 tahun, Anda akan menurunkan resiko kematian di usia 60 tahun sebanyak 90%.

Hingga kini lebih dari 90% kasus kanker paru paru dapat dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Dan kanker paru-paru sendiri termasuk salah satu kanker paling mematikan di seluruh dunia.

Bicara soal merokok ternyata juga akan berkaitan dengan perokok pasif. Perokok pasif memang tidak merokok, tetapi akan menghisap asap rokok dari perokok yang ada di sekitarnya. Dan ternyata menjadi perokok pasif tidak lebih baik dari menjadi perokok.

Kandungan toksin yang ada pada asap dapat terhirup dan mengontaminasi sistem pernafasan Anda. Dan kabar buruknya, bahkan ketika tidak ada yang merokok di sekitar Anda saat itu, bila sebelumnya ada orang merokok di tempat tersebut, resiko tetap mungkin terjadi.

Ada bekas dan sisa-sisa asap rokok yang melekat pada furniture, kain, bahkan tertahan dalam udara di ruang tertutup. Dan sisa-sisa ini tetap dapat meracuni sistem pernafasan Anda menyebabkan efek jangka panjang pada pernafasan Anda.

Cara efektif mencegah kanker adalah dengan berhenti merokok dan mengurangi aktivitas di ruangan yang bebas rokok. Termasuk pula hindari kebiasaan  menjadi perokok pasif. Bahaya menjadi perokok pasif sama besarnya dibanding sebagai perokok aktif.

Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari memiliki dua sisi mata uang terhadap resiko kanker. Faktanya,  paparan sinar matahari pagi berperan dalam proses penyerapan vitamin D oleh tubuh. Dan vitamin D berperan besar sebagai cara mencegah kanker. Bahkan vitamin D dianggap menjadi bagian penting dari nutrisi yang perlu diasup penderita kanker dalam masa terapi. Hal ini dijelaskan dalam Trends in Cancer Research tahun 2018.

Akan tetapi, ternyata berlebihan dengan sinar matahari justru dapat membahayakan. Salah satunya justru memicu terbentuknya kanker. sinar Ultra Violet yang merupakan komponen dominan dari sinar matahari memiliki efek merusak jaringan kulit, memberi efek terbakar, merusak sistem pigmen pada kulit dan bersifat oksidatif terhadap sel-sel kulit.

Hal ini pada jangka panjang dapat memicu kanker. paparan sinar UV dapat merusak, mengiritasi memicu proses mutasi sel kulit yang pada akhirnya menjadi penyebab kanker. itu sebabnya mereka di belahan negara Eropa dan Amerika yang memiliki kebiasaan mandi cahaya matahari di musim panas memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menderita kanker kulit.

Pencokelatan atau Pemutihan Kulit

Di banyak negara barat, mewarnai kulit akan diartikan sebagai tanning. Tanning adalah proses untuk menggelapkan kulit tanpa harus beraktivitas di luar ruangan dan terekspos sinar matahari langsung. Banyak orang mengira penggelapan buatan semacam ini aman dan bebas resiko.

Padahal, menggelapkan kulit secara buatan semacam ini tak ubahnya dengan mengekspos kulit dengan sinar UV secara berlebihan. karena sebenarnya proses penggelapan tetap dilakukan dengan menggunakan sinar radiasi yang sejenis.

Menggelapkan kulit secara buatan terbukti sebagai salah satu yang menyebabkan kanker kulit melanoma. Dimana sel-sel penghasil melanin mengalami kerusakan dan bermitosis menjadi kanker. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Journal of Clinical Oncology tahun 2012.

Bagaimana dengan kebiasaan yang ada di kawasan Asia yang justru cenderung lebih suka memutihkan kulit? Apakah memutihkan kulit juga sama bahayanya dengan menggelapkan kulit?

Sejumlah produk pemutih membuat kulit tidak lagi efektif memproduksi melanin. Sementara melanin merupakan produk pertahanan alami tubuh terhadap efek sinar UV. Bilamana kulit terekspos sinar UV namun tidak memproduksi cukup melanin. Maka kulit akan lebih mudah terbakar, rusak dan akhirnya meningkatkan resiko kanker kulit. Hal ini dijelaskan dalam Advances in Food and Nutrition Research tahun 2011.

Sering Terbang

Kenaikan resiko kanker juga mengincar mereka yang dekat dengan dunia penerbangan. Termasuk mereka yang bekerja di dunia penerbangan, seperti pilot dan pramugari. Juga mereka yang kerap melakukan perjalanan udara.

Pramugari memiliki resiko 50% lebih besar untuk menderita kanker payudara. Sedang mereka yang memiliki frekuensi penerbangan tinggi dapat memiliki resiko kanker melanoma 4 kali lebih besar. Sejumlah jenis kanker dapat muncul pada mereka yang kerap terbang, seperti kanker liver, tiroid, kolon, servik dan lain sebagainya

Bagaimana terbang dapat menjadi penyebab kanker? Sampai saat ini belum dapat dipahami betul apa penyebab kondisi ini. Dugaan terkuat dari kalangan pakar adalah ekspos berlebihan radiasi di dalam perangkat penerbangan yang terus menerus memapar sebagai alasan.

Sistem navigasi dan kinerja pesawat menyebabkan di dalam lingkungan kabin terdapat radiasi ion yang sebenarnya aman untuk jangka pendek. Namun bila terus menerus terpapar, ini akan menjadi salah satu yang menyebabkan kanker.

Mengonsumsi Alkohol

Dalam jumlah terbatas, sejumlah pakar sepakat bahwa alkohol memberi manfaat bagi tubuh. Mengonsumsi segelas anggur dalam sehari dapat bermanfaat untuk tekanan darah dan kinerja jantung.

Tetapi ternyata pandangan medis ini mulai usang dewasa ini. Karena belakangan justru diyakini mengonsumsi alkohol secara rutin tiap hari, meski dalam dosis ringan tetap tidak disarankan. Alkohol pada dasarnya memiliki sifat oksidatif.

Baca juga:  Cara Mencegah Kanker dengan 5 Manfaat Makanan Fermentasi

Sehingga mengonsumsinya rutin dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan dan sejumlah organ kelenjar dalam tubuh. Ini karena alkohol juga memiliki pengaruh pada fungsi hormonal. Sementara saluran pencernaan akan menjadi bagian tubuh yang paling mudah terpapar efek alkohol.

Mengonsumsi alkohol dengan rutin akan menyebabkan gangguan hormonal dan gangguan pada fungsi pencernaan. Bila berketerusan, kondisi ini dapat menjadi penyebab kanker. Mengonsumsi alkohol secara rutin akan meningkatkan resiko pertumbuhan kanker payudara, kanker esofagus, kanker usus, kanker lambung, kanker pankreas, kanker kolon dan masih banyak lagi.

Mengalami Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan memiliki kolerasi sangat kuat dengan resiko kanker. Kegemukan dapat menjadi salah satu yang menyebabkan kanker.  8% dari banyak kasus kanker di dunia dapat dikaitkan dengan masalah kegemukan.

Berat badan berlebih dapat mengganggu kinerja hormonal dan menyebabkan keseimbangan hormonal terganggu. Kelebihan berat badan juga akan meningkatkan respon tubuh untuk mengaami peradangan. Juga dapat berkaitan dengan peningkatan kadar gula darah yang disinyalir dapat meningkatkan resiko kanker.

Bagaimana efek kegemukan atau obesitas terhadap peningkatan resiko kanker akan Anda temukan dalam Journal of Obesity tahun 2013. Dijelaskan di sini bagaimana Anda makan dan seberapa banyak kadar lemak serta gula dalam tubuh akan berkaitan dengan resiko kanker.  semakin ideal berat badan Anda semakin rendah resiko yang Anda dapatkan.

Menggunakan Pewarna Kuku

Tahukah Anda melakukan perawatan dan penataan kecantikan pada kuku juga mungkin meningkatkan resiko kanker? Tahukah Anda bahwa banyak kandungan senyawa kimia berbahaya pada perwarna kuku yang bersifat toksin dan mungkin berbahaya bagi pasien.  Termasuk menjadi penyebab kanker.

Sejumlah senyawa kimia seperti Triphenil Phosphate, Toluene, Dibutyl Phtalate dan lain sebagainya merupakan sebagian dari banyak jenis toksin yang tersimpan dalam pewarna kuku buatan ini.

Bahkan, bahaya dari pewarna kuku tidak hanya mungkin dialami oleh mereka kalangan klien dengan tingkat resiko kanker. Tetapi juga mereka yang bekerja sebagai penghias kuku atau manicurist.

Bermalas-malasan Berlebihan

Menjadi tidak beraktivitas sama sekali, lebih banyak berdiam diri di dalam ruangan dan bermalasan ternyata juga dapat meningkatkan resiko kanker.  Anda tentu saja boleh melakukannya sesekali, atau beberapa saat setiap harinya. Tetapi tidak sepanjang waktu.

Dalam satu pekan, orang dewasa disarankan untuk melakukan latihan moderat sekitar 150 menit. Lakukan dengan membagi waktu ini dengan baik di sepanjang pekan. Ini adalah saran dari American Cancer Society untuk membantu menurunkan level resiko kanker.

Tidak beraktivitas fisik merupakan salah satu yang menyebabkan kanker. Anda akan beresiko tinggi mengidap kanker kolon, kanker payudara, kanker endometrial, kanker ginjal, kanker hati, kanker saluran kencing dan masih banyak lagi.

Untuk Anda pahami, menjalankan aktivitas fisik dengan rutin akan sangat membantu meningkatkan kinerja imunitas dan menurunkan kecenderungan tubuh membentuk inflamasi. Dalam riset lain dijelaskan aktivitas fisik membantu mengendalikan sejumlah unsur faktor pertumbuhan yang bila tidak terkendali dapat menjadi penyebab kanker.

Menjalankan olahraga dengan rutin dan moderat. Menghindari aktivitas monoton yang tidak aktif secara fisik seperti duduk lama di belakang meja atau rebahan berjam-jam depan televisi akan menjadi cara sederhana mencegah kanker.

Tidak Tidur Hingga Larut Malam

Kualitas dan kuantitas tidur yang tepat adalah sebuah kebutuhan tubuh yang mutlak. Anda sebenarnya langsung bisa merasakan bagaimana pengaruh kurang tidur ini pada tubuh Anda.  Bagaimana tubuh Anda akan terasa loyo, mudah letih dan kekurangan semangat. Bahkan tidak jarang karena kurang tidur Anda mengeluhkan rasa pening, pusing, pegal-pegal dan mual.

Ini semua berkaitan dengan metabolisme tubuh yang terganggu akibat kekurangan tidur. Tidur akan membantu mengistirahatkan seluruh sel dalam tubuh Anda. menurunkan ritme dan membantu memperbaiki sirkulasi darah, sirkulasi oksigen hingga membantu tubuh mengatasi efek oksidasi dalam tubuh.

Ketika Anda kurang tidur, maka seluruh manfaat tidur ini tidak dapat Anda rasakan dengan optimal. di saat inilah tubuh menjadi terasa  tidak nyaman. Dan efek dari kurang tidur ini tidak berhenti sampai di sini.

Kurang tidur juga dapat menjadi penyebab kanker.  Kekurangan tidur akan menurunkan kemampuan tubuh meregenerasi sel-sel rusak dalam tubuh. Kekurangan tidur akan menurunkan performa sistem imunitas. Kekurangan tidur dapat memicu efek ketidak seimbangan hormonal.

Dan kurang tidur dapat memudahkan proses kerusakan sel yang lebih lanjut hingga terbentuk sel kanker. Pengaruh kekurangan tidur terhadap peningkatan resiko kanker juga dijelaskan dalam Journal of Cancer tahun 2015.

Pada umumnya, gangguan tidur akan terjadi pada mereka yang cenderung suka tidur malam atau mereka yang pekerjaannya menuntut untuk tetap berjaga di malam hari. Ini karena sistem sirkadian tubuh yang kadang sulit beradaptasi untuk mudah tertidur di siang hari dengan kualitas dan kuantitas sama baiknya dengan tidur di malam hari.

Terkena Paparan Radon

Terkena paparan radon adalah salah satu  hal yang dapat menjadi penyebab kanker. Mungkin banyak dari kita tidak cukup paham dengan radon. Radon sendiri adalah jenis gas radioaktif yang terdapat secara alami di dalam tanah, air dan udara.

Gas ini sulit terdeteksi, karena tanpa warna dan tanpa aroma. Senyawa radioaktif ini tersebar dengan demikian mudah di seluruh elemen bumi. Terkandung dalam atmosfer dan kadang dapat terjebak dalam ruangan tertutup karena terjadinya kebocoran seperti retakan pada fondasi tanah atau lubang dalam rumah.

Sulit untuk menyadari keberadaan gas radiasi ini. Padahal level aman untuk terekspos radon berada pada angka dibawah 148 Bq/m3 (4 pCi/L). Dan di Indonesia pengukuran kadar radon dalam ruangan sama sekali tidak familier.

Sementara itu, menghisap udara yang mengandung radon dapat sangat berbahaya. di antaranya adalah menyebabkan kanker paru-paru. Radon adalah unsur yang menyebabkan kanker paru paru kedua di dunia setelah merokok.

Sebenarnya, kita disarankan untuk selalu mengukur kadar radon dalam ruangan, terutama pada ruangan bawah tanah. Uji radon juga disarankan pada air tanah yang kita konsumsi. Ini dapat membantu mengendalikan kadar radon dan sebagai cara mencegah kanker yang cukup efektif.

Mencuci Baju dengan Jasa Dry Clean

Mencuci dengan dry clean adalah metode yang lazim kita lakukan untuk sejumlah jenis pakaian yang dianggap sulit dibersihkan dengan metode pencucian biasa. Cara ini sangat efektif mengatasi kotoran pada kain yang sensitif dan menjaganya tetap dalam kondisi baik.

Tapi proses cuci dengan metode khusus ini ternyata melibatkan senyawa kimia yang bersifat karsinogen. Ketika kain telah diproses dryclean, senyawa kimia ini dapat tersisa pada kain. Ketika Anda mengenakannya, atau beraktivitas dengan kain tersebut, maka kulit Anda akan terpapar senyawa-senyawa kimia karsinogenik ini.

Saat itulah Anda mungkin mengalami peningkatan resiko kanker. dalam kondisi terbatas ekspos unsur karsinogen ini tidak banyak berpengaruh pada pasien. Akan tetapi, bila kerap dilakukan ekpos senyawa kimia karsinogen dapat memicu terbentuknya kanker.

Mereka yang bekerja pada jasa dry clean, atau kerap memanfaatkan jasa dryclean mungkin akan memiliki tingkat resiko lebih tinggi untuk mengidap kanker esofagus, kanker saluran kencing, kanker ginjal, kanker hati dan lain sebagainya.

Memasak dengan Perangkat Masak yang Salah

Banyak perangkat masak kita terbuat dari material alumunium.  Alumunium dipercaya sebagai salah satu penghantar panas dan perangkat pengolahan makanan yang praktis. Mudah digunakan dan mudah pula mematangkan makanan dengan merata.

Baca juga:  Gangguan Makan Setelah Melakukan Terapi Kanker

Tetapi, ternyata pemanfaatannya dalam dunia kesehatan masih menjadi kontroversi. Alumunium yang terdapat dalam perangkat makan dapat larut ke dalam makanan dan menyebabkan makanan terkontaminasi.

Alumunium terbukti menjadi salah satu elemen logam yang bersifat merusak saraf. Itu sebabnya ekspos terhadap alumunium berlebihan memudahkan seseorang mengidap alzheimer. Dan sejumlah pakar melihat alumunium juga dapat beresiko menyebabkan kanker.

Selain dengan alumunium, memasak dengan perangkat teflon klasik juga diyakini dapat meningkatkan resiko kanker. senyawa anti lengket dapat mengelupas, terlarut dalam makanan dan termakan oleh kita. Sementara senyawa ini dapat bersifat toksin dan membahayakan.

Tidak hanya itu, pada jenis teflon klasik, ditemukan adanya senyawa karsinogen bernama Perfluorooctanoic acid (PFOA) yang menyebabkan kanker. Senyawa ini akan muncul ketika teflon dipanaskan pada suhu tinggi.

Ekspos senyawa ini akan meningkatkan resiko kanker pada seseorang. Untuk cara mencegah kanker,  Anda bisa merubah kebiasaan memasak dengan teflon  dengan menggantinya menggunakan lapisan anti lengket lain yang lebih aman seperti lapisan keramik.

Makan dengan Menu Tidak Seimbang

Mengonsumsi makanan ternyata tidak hanya soal mengandung gizi yang kaya, tetapi juga harus seimbang. Berlebihan pada salah satu jenis makanan dapat berakibat fatal pada seseorang. Tidak menutup kemungkinan justru menjadi yang menyebabkan kanker.

Di antara makanan yang bila dikonsumsi dengan berlebihan dapat memicu kanker antara lain adalah makanan yang mengandung lemak jenuh. Ini dijelaskan dalam European Journal of Cancer Prevention tahun 2011.  Lemak jenuh atau trans fat dapat Anda temukan pada keju, susu sapi murni, daging sapi olahan, gorengan,  mentega dan masih banyak lagi.

Selain lemak jenuh, sebaiknya hindari pula makanan yang terbuat dari daging merah olahan, seperti bakon, sosis, ham, bakso dan lain sebagainya. Makanan jenis ini mengandung nitrat dan nitrit tinggi yang juga dapat menjadi penyebab kanker.

Selain itu makanan olahan daging merah mungkin mengandung senyawa karsinogen seperti Heterocyclic amines (HCAs) dan Polycyclic aromatic Hydrocarbons (PAHs).  Keduanya memiliki kemampuan mendorong proses mutasi gen dan merusak DNA.

Makanan fermentasi juga termasuk jenis makanan yang perlu Anda waspadai. Tentu saja dengan tidak menutup mata akan fakta bahwa makanan fermentasi juga kaya khasiat.  Makanan fermentasi membantu menjaga kesehatan fungsi pencernaan. Bahkan dikatakan baik untuk mencegah kanker kolon.

Tetapi di sisi lain efek iritasi dari makanan fermentasi, terutama dari jenis dengan rasa masam yang kuat terbukti dapat menyebabkan kanker esofagus. Kandungan nitrat dan nitrit pada makanan fermentasi yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan sel dan mendorong mitosis.

Minum Terlalu Panas

Mengonsumsi minuman dalam suhu terlalu panas ternyata juga dapat menyebabkan kanker pada tenggorokan. Termasuk di antaranya kanker esofagus, kanker pita suara dan kanker batang tenggorokan.

Dalam International Journal of Cancer tahun 2009, dijelaskan suhu panas pada minuman dapat merusak dinding tenggorokan. Dan bila dilakukan berketerusan dapat memicu peradangan. Ini memudahkan area tenggorokan membentuk sel-sel abnormal termasuk kanker.

Masih dari International Journal of Cancer tahun 2019, dilanjutkan bahwa temperatur di atas 60oc sudah termasuk jenis suhu air yang ekstra panas dan dapat bersifat mengiritasi. Mengonsumsi 700 ml air dengan suhu ekstra panas ini dapat meningkatkan resiko kanker esofagus hingga 90%.

Memanaskan Wadah Plastik

Di era serba praktis, makanan sangat lazim ditempatkan pada wadah plastik. Wadah plastik lebih mudah dibawa, ringan dan tahan air. Masalahnya, ketika wadah plastik ini dipanaskan atau digunakan untuk wadah makanan yang bersuhu tinggi, sebagian komponen kimia dari plastik akan larut pada makanan. Dan sebagian komponen kimia ini dapat bersifat karsinogen, mendorong terbentuknya sel kanker.

Dalam The Journal of Energy and Environmental Science tahun 2015, dijelaskan bagaimana kandungan karsinogen dalam plastik akan larut pada makanan yang panas atau ketika plastik dipanaskan. Kandungan karsinogen akan mengontaminasi makanan.

Sejumlah komponen toksin yang mungkin larut pada makanan antara lain formadehyde, Bisphenol A, Dioxin, Vynil Chloride, polylactic acid, polystyrene dan beberapa komponen kimia berbahaya lain. Plastik dengan kadar Polyphropylene tertinggi dianggap lebih aman untuk wadah makanan panas dan dipanaskan hingga suhu tertentu. Tetapi tidak hingga suhu didih.

Berkebun

Secara umum, berkebun adalah aktivitas yang sangat menyehatkan. Bagi penggemar berkebun, aktivitas ini tidak hanya membuat Anda bergerak secara fisik, tetapi juga menyenangkan. Tetapi, beberapa hal pada dunia berkebun mungkin berbahaya tanpa Anda sadari.

Salah satu yang sempat menjadi isu panas adalah obat yang lazim digunakan untuk mematikan rumput. Obat kimia yang mengandung glyphosate adalah salah satu obat populer yang digunakan menyingkirkan rumput.

Yang banyak tidak diduga, senyawa ini rupanya bersifat karsinogen. Dan artinya senyawa ini dapat menjadi penyebab kanker. Meski cara ini sangat ampuh, Anda disarankan tetap menggunakan senyawa alami yang bebas efek karsinogen.

Membersihkan Rumah

Rumah yang bersih,bebas kotoran dan bebas kuman sudah tentu sangat diidamkan semua orang. Banyak orang terorientasi untuk menjaga kebersihan rumah, hingga menggunakan obat-obat kimia pembersih yang tanpa disadari dapat menyebabkan efek karsinogen.

Senyawa dengan efek karsinogen ini dapat merusak sel-sel dalam tubuh, memicu proses mitosis dan menurunkan kinerja hati serta imunitas. Dan itu sebabnya akan meningkatkan resiko untuk menderita kanker. Hal ini dijabarkan dalam laporan Bio Medical Central tahun 2010.

Terkena Polusi

Polusi udara, air dan tanah adalah salah satu aspek penyebab kanker yang kadang tidak kita sadari. Polusi berbeda dengan radon, karena senyawa radon memang secara alami ada di dalam elemen bumi. Sedang polusi sejatinya tidak seharusnya ada pada air, udara dan tanah.

Sejumlah besar komponen kimia dalam polusi bersifat toksin, korotif dan karsinogen. Ini bisa didapatkan dari asap kendaraan bermotor dan asap pabrik dan berasal dari limbah cairan pabrik.

Hingga dari penggunaan unsur metal tertentu seperti penggunaan atap asbes pada rumah yang dapat akan mengontaminasi udara dalam rumah dengan partikel mikro dari asbes yang sangat korotif.

Selain asbes, penggunaan senyawa kimia pembersih yang lazim digunakan untuk membersihkan air ledeng juga perlu Anda waspadai. Dalam sejumlah riset ditemukan air ledeng justru mungkin mengandung senyawa kimia berbahaya yang berasal dari proses pembersihan sebelum disalurkan ke masyarakat.

Senyawa logam dan partikel mikro ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel sel tubuh. merusak sel dalam saluran pernafasan, merusak sistem pencernaan bila tertelan dan dapat memicu gangguan hormonal serius yang berujung pada kanker payudara, kanker prostat atau kanker endometrium.

Ilustrasi pertumbuhan kanker
(© 2014 The Anatomical Travelogue)

Itulah sejumlah unsur pembawa efek pendorong kanker yang mungkin tanpa Anda sadari telah bersinggungan dengan aktivitas Adna sehari-hari. Apakah menurut Anda masih ada unsur lain yang mudah Anda temukan dalam keseharian yang mungkin dapat menjadi penyebab kanker? Sejauh mana Anda telah berhasil bebas dari unsur karsinogen dan toksin yang menyebabkan kanker?

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang berbagai hal dalam kehidupan yang dapat menyebabkan kanker. Semoga informasi ini dapat menambah kewaspadaan Anda dan keluarga untuk menghindari penyakit ganas ini. Temukan ulasan-ulasan menarik lainnya seputar penyakit kanker hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi “Apa yang Menyebabkan Kanker?”:

Medical New. Trista. 30 Everyday Activities That Can Cause Cancer. URL: https://medical-news.org/30-everyday-activities-that-can-cause-cancer/13202/

Livescience. Cari Neirenberg. Updated: 2018-06-28. Why Cancer Rates Are Higher in Flight Attendants. URL: https://www.livescience.com/62913-cancer-risk-flight-attendants.html

United States Environmental Protection Agency. Updated: 2018. What is radon gas? Is it dangerous?. URL: https://www.epa.gov/radiation/what-radon-gas-it-dangerous

Livestrong. Maggie New. Updated: 2017-08. Poisons From Aluminum Cookware. URL: https://www.livestrong.com/article/143570-poisons-from-aluminum-cookware/