Penyakit-Penyakit Berbahaya bagi Anak

487
Shutterstock

Diedit:

Anak merupakan buah hati yang menjadi penerus masa depan keluarga. Tak ada seorang ibu atau ayah yang tidak menyayangi dan mengasihi anaknya sendiri. Bahkan, banyak orang tua yang rela mengorbankan apapun untuk kebaikan sang anak, termasuk dalam soal kesehatan. Program imunisasi yang dicanangkan pemerintah pun banyak diikuti secara antusias oleh para ibu yang memiliki anak masih bayi.

Faktanya, tidak semua orang memiliki kesadaran yang tinggi terhadap urgensi imunisasi tersebut sehingga terjadi pengabaian. Di negara-negara berkembang, kesadaran masyarakat tentang imunisasi masih tergolong rendah sehingga menyebabkan anak-anak yang tidak tersentuh imunisasi tersebut rentan terkena berbagai penyakit yang setiap waktu mengintainya.

Berikut ini merupakan penyakit-penyakit berbahaya bagi anak yang seharusnya segera menggugah kesadaran Anda, khususnya kaum ibu untuk membawa anak-anaknya untuk imunisasi sebagai langkah awal pencegahan.

Infeksi Saluran Nafas Bawah

Angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit ini sekitar 4 juta jiwa pertahunnya. Anak-anak yang tidak mendapatkan perlindungan vaksin imunisasi akan sangat riskan terserang penyakit ini, terutama jika orang tua atau orang-orang terdekatnya sudah ada yang menderita. Jumlah korban yang tewas karena penyakit ini bahkan jauh melebihi dari jumlah korban tewas akibat HIV/ AIDS.

Malaria

Memang, kasusnya banyak terjadi di negara yang jauh dari Indonesia. Namun, tetap saja sangat mengkhawatirkan karena jumlah anak yang meninggal cukup banyak.

Penyakit malaria pada anak-anak banyak terjadi di Afrika dimana tercatat bahwa setiap 30 detik satu orang anak meninggal karena penyakit malaria. Angka kematian pertahunnya mencapai 1-1,5 juta orang.

Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles betina. Anak yang telah diimunisasi setidaknya memiliki sistem penangkal untuk memperlambat reaksi racun/dampak gigitan nyamuk mematikan tersebut.

Baca juga:  Bisakah Herbal Jadi Pengganti Imunisasi Anak?

Diare

Diare bukanlah penyakit yang bisa dianggap enteng. Memang mudah disembuhkan, namun, ketika menyerang anak-anak maka akan rentan menimbulkan dampak yang fatal dibandingkan ketika diare menyerang orang dewasa.

Sebanyak 4 miliar orang terinfeksi penyakit ini dalam setiap tahunnya. Pada anak, diare biasanya disebabkan oleh rotavirus atau kolera. Mayoritas kasus kematian pada anak karena diare sangat erat kaitannya dengan dehidrasi atau kekurangan cairan karena terus-menerus buang air besar (BAB).

Tuberculosis (TB)

Anak-anak Anda harus dihindarkan dari bahaya penyakit berat ini: Tuberkulosis (TB). Diperkirakan sebanyak 2 miliar orang terkena TB setiap tahunnya. Harus Anda waspadai gejala TB pada anak seperti menggigil, kondisi tubuhnya melemah, demam tinggi, menderita batuk kronis sampai terjadinya penurunan berat badan yang signifikan.

TB ini menular lewat bersin atau batuk. Makanya, jauhkan anak-anak Anda ketika Anda atau anggota keluarga yang lain menderita penyakit ini. Adapun angka kematian karena penyakit ini sebanyak 2 juta orang.

Penyakit Campak

Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit campak sebanyak 1.400 orang setiap harinya. Saat ini, puluhan juta orang terkena campak dan mayoritas adalah anak-anak.

Campak memang cukup mudah disembuhkan jika ditangani dini. Namun, campak akan mematikan jika dibiarkan begitu saja. Penyakit ini lebih “senang” menyerang anak-anak, meski bisa juga menginfeksi orang dewasa. Efek dari penyakit ini tidak sederhana karena dapat menyebabkan kebutaan, diare, kerusakan pada otak, dan lainnya.

Batuk Rejan

Angka kematian yang disebabkan oleh batuk rejan ialah 200.000–300.000 jiwa dalam setiap tahunnya. Penyakit ini tergolong mematikan dan bisa menular. Waspadalah karena sekali terinfeksi maka akan menimbulkan penyakit pernafasan berbahaya lainnya.

Jenis batuk rejan ini memang bisa diobati dengan menggunakan antibiotik. Namun jika seorang anak telah divaksin maka kemungkinan besar kekebalan tubuhnya lebih sulit ditembus dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan imunisasi.

Baca juga:  Bolehkah Bayi di Pijat: Apa manfaatnya?

Itulah penyakit-penyakit yang berbahaya bagi anak sehingga sudah sewajarnya Anda selaku orang tua memberikan pertahanan terbaik pada ana-anak. Bagaimanapun, imunisasi merupakan metode terbaik untuk memberikan pertahanan tubuh anak Anda supaya tidak rentan terserang oleh penyakit tertentu, terlebih yang mematikan.

Lindungi dan jaga anak Anda yang merupakan calon penerus masa depan keluarga dengan memberikannya vaksin imunisasi dan rutin memeriksakan kondisi ke dokter.

Advertisement
Alinesia