Bagaimana Orang Tanpa Gejala Menularkan Virus Corona?


By Cindy Wijaya

Penelitian belakangan ini memperlihatkan bahwa penyebaran virus corona banyak yang berasal dari orang yang telah terinfeksi virus corona namun tanpa mengalami gejala-gejala COVID-19. Mereka ini disebut sebagai kelompok “orang tanpa gejala” atau “asimptomatik”. Meski tanpa gejala dan terlihat sehat-sehat saja, mereka bisa menjadi pembawa virus corona dan menularkannya ke orang-orang di sekitar mereka.

Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai bagaimana orang-orang tanpa gejala ini bisa menjadi pembawa virus corona dan apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari virus ini. Semua keterangan di artikel ini didasarkan atas informasi dari situs web kesehatan yang dapat dipercaya. Anda bisa melihatnya pada “sumber referensi” di paling bawah.

Bagaimana Penularan Virus Corona dari Orang Tanpa Gejala?

Seraya wabah COVID-19 terus berkembang, para peneliti masih terus berupaya mengkaji lebih banyak tentang virus baru ini. Dari apa yang telah diteliti sejauh ini, lembaga kesehatan WHO telah merangkum laporan mengenai penularan virus penyebab COVID-19 ini, serta tinjauan singkat tentang bukti penularan dari orang terinfeksi yang bergejala, belum bergejala, dan tanpa gejala.

Penularan Virus Corona dari Orang yang Bergejala

Berdasarkan definisinya, orang-orang yang bergejala adalah mereka yang telah mengembangkan tanda dan gejala yang sesuai dengan infeksi virus corona COVID-19. Mereka disebut sebagai “simptomatik”.

Data dari penelitian epidemiologi dan virologi yang telah dirilis memberikan bukti bahwa COVID-10 terutama ditularkan dari orang bergejala kepada orang lain yang berada dalam kontak dekat melalui tetesan (droplet) pernapasan, melalui kontak fisik langsung, atau melalui kontak dengan benda dan permukaan yang terkontaminasi virus.

Data dari penelitian klinis dan virologi yang telah mengumpulkan sampel biologis berulang dari pasien positif juga memberikan bukti bahwa penyebaran COVID-19 paling banyak terdapat di saluran pernapasan atas (hidung dan tenggorokan) di awal-awal munculnya penyakit. Yaitu, dalam 3 hari pertama sejak timbulnya gejala.

Data dari penelitian awal menunjukkan bahwa orang mungkin lebih menular di sekitar waktu mulai timbulnya gejala daripada di kemudian hari.

Penularan Virus Corona dari Orang yang Belum Bergejala

Masa inkubasi untuk COVID-19 rata-rata 5 – 6 hari, tetapi bisa juga sampai 14 hari. Masa inkubasi adalah jangka waktu antara paparan virus (menjadi terinfeksi) hingga mulai munculnya gejala-gejala. Jangka waktu ini disebut juga sebagai “pra-simptomatik”.

Baca Juga:  Cara Membersihkan Rumah untuk Cegah Corona

Selama jangka waktu pra-simptomatik, orang-orang yang terinfeksi virus corona masih tanpa gejala. Namun meski belum bergejala, beberapa dari mereka dapat menularkan COVID-19 kepada orang lain. Oleh sebab itu, penularan dari kasus pra-simptomatik bisa terjadi sebelum munculnya gejala.

Dalam sejumlah kecil laporan dan studi kasus, penularan pra-simptomatik telah terjadi melalui kontak. Hal ini didukung oleh data yang menunjukkan bahwa beberapa orang dapat dites positif COVID-19 mulai 1 – 3 hari sebelum mereka mengalami gejala-gejala. Jadi, mungkin saja orang yang terinfeksi virus corona bisa menjadi pembawa dan menularkan virusnya meski masih tanpa gejala yang signfikan.

Namun penularan pra-simptomatik masih memerlukan virus untuk disebarkan melalui tetesan (droplet) pernapasan atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi virus corona.

Penularan Virus Corona dari Orang Tanpa Gejala

Penularan yang terjadi dari orang yang terinfeksi corona namun sama sekali tanpa gejala COVID-19 disebut sebagai penularan “asimptomatik”. Mereka yang disebut asimptomatik adalah orang-orang yang tidak mengalami gejala apapun walaupun sudah positif terinfeksi COVID-19.

Ada sejumlah laporan tentang kasus yang dikonfirmasi laboratorium yang benar-benar tanpa gejala. Oleh sebab itu ada kemungkinan orang-orang tersebut bisa menjadi pembawa virus corona dan menularkan virusnya kepada orang lain meski tanpa gejala atau tampak sehat-sehat saja.

Kasus penularan asimptomatik telah dilaporkan terjadi di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Lembaga kesehatan WHO akan terus memantau dan meninjau semua bukti yang muncul tentang topik ini dan akan memperbarui informasi jika sudah tersedia.

Bagaimana Cara Melindungi Diri Agar Tidak Tertular?

Kini kita tahu bahwa orang-orang yang tanpa gejala COVID-19 pun bisa menjadi pembawa virus corona apabila mereka sudah terinfeksi virus ini. Memang kita tidak bisa tahu siapa yang menjadi pembawa virus corona, sebab mereka tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda apapun. Jadi bagaimana cara melindungi diri agar tidak tertular?

Pahami Cara Penyebarannya:

  • Cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan sebisa mungkin menghindari paparan virus ini.
  • Pahami bahwa virus ini terutama menyebar dari orang ke orang: melalui kontak dekat kurang dari 2 meter; melalui tetesan pernapasan yang keluar saat batuk, bersin, atau bicara; dan melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi virus.

Semua Orang Harus:

  • Sering-sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, terutama setelah berada di tempat umum, atau setelah buang ingus, batuk, atau bersin.
  • Jika tidak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Gosokkan ke seluruh permukaan tangan sampai kering.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
Baca Juga:  Apa Saja Ciri-Ciri Terkena Virus Penyakit COVID-19?

Hindari Kontak Dekat:

  • Tetaplah tinggal di rumah kecuali ada keperluan penting.
  • Beri jarak sekitar 2 meter antara diri Anda dan orang lain yang bukan anggota rumah tangga Anda.
  • Ingatlah bahwa beberapa orang bisa menjadi pembawa virus corona meski tanpa gejala.
  • Memberi jarak dengan orang lain khususnya penting bagi orang-orang yang berisiko tinggi untuk mengalami COVID-19 yang parah.

Pakai Masker Saat Keluar Rumah:

  • Anda atau orang lain tetap bisa menularkan virus corona meski tanpa gejala atau merasa sehat.
  • Semua orang harus memakai masker kain ketika berada di area publik, misalnya saat belanja kebutuhan.
  • Saat ini pakailah hanya masker kain, karena masker medis diutamakan untuk para petugas kesehatan.
  • Terus jaga jarak 2 meter dengan orang lain walaupun sudah memakai masker.

Kesimpulan tentang Penularan Virus Corona dari Orang Tanpa Gejala

Bagaimana cara penularan COVID-19 dari orang yang tanpa gejala? Ada cukup banyak orang-orang yang telah terinfeksi virus corona namun tanpa mengalami gejala-gejala COVID-19, atau kalaupun mengalami, gejala-gejalanya ringan sehingga tidak begitu tampak. Meski tanpa gejala, mereka tetap bisa menjadi pembawa virus corona dan menularkan virusnya kepada orang lain.

Meski begitu, penularan tersebut tetap memerlukan virus untuk disebarkan melalui tetesan (droplet) pernapasan atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi virus corona.

Jadi kita bisa melindungi diri agar tidak tertular dengan selalu menjaga jarak setidaknya 2 meter dengan orang-orang lain yang bukan anggota rumah tangga kita. Jika harus keluar rumah dan berada di tempat-tempat umum, kita juga perlu terus memakai masker kain sambil tetap menjaga jarak sekitar 2 meter.

Demikianlah artikel ini yang menjelaskan tentang penularan virus corona dari orang-orang yang tanpa gejala. Semoga dengan melakukan tindakan pencegahan yang perlu, Anda dan keluarga tetap sehat selalu.

Sumber

Sumber Referensi:

WHO. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) – Situation Report – 73. Published: 2020-04-02. URL: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200402-sitrep-73-covid-19.pdf. Accessed: 2020-04-07

CDC. How to Protect Yourself & Others. Reviewed: 2020-04-04. URL: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/prevention.html. Accessed: 2020-04-07

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}