Masker untuk Virus Corona, Apa Pilihan yang Tepat untuk Anda?


By Cindy Wijaya

Seiring dengan banyaknya orang yang mulai kembali beraktivitas, masyarakat tentu semakin sibuk mencari masker untuk melindungi diri mereka dari virus corona. Tetapi banyak yang masih bingung karena banyaknya masker yang ada di pasaran. Untuk memilih masker yang terbaik bagi Anda, Anda perlu tahu fungsi dari masing-masing jenis masker yang tersedia.

Dalam artikel ini akan dijelaskan berbagai jenis masker yang tersedia di pasaran serta penjelasan fungsinya masing-masing. Supaya informasi yang kami berikan akurat, sumber yang kami pakai berasal dari situs web kesehatan yang bisa dipercaya. Silakan lihat sumber referensinya di akhir artikel.

Mengapa Perlu Memilih Masker yang Tepat untuk Virus Corona?

Virus corona penyebab COVID-19 paling menular pada tahap awal penyakitnya. Oleh sebab itu, seseorang bisa saja menularkan virus ini bahkan sebelum ia menunjukkan gejala apapun.

Selain itu, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa hingga 80 persen penularan berasal dari orang-orang yang telah terinfeksi namun tidak mengalami gejala. Mereka ini disebut kelompok orang tanpa gejala (OTG).

Penelitian juga memperlihatkan bahwa penggunaan masker secara luas dapat membantu membatasi penularan virus corona oleh orang-orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.

Anda juga dapat tertular virus jika menyentuh mulut, hidung, atau mata setelah menyentuh permukaan atau benda yang mengandung virus. Namun, ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus.

Apa Saja Pilihan Masker untuk Virus Corona?

Masker Respirator

Masker respirator terbuat dari serat kusut yang sangat efektif dalam menyaring patogen (contohnya virus dan bakteri) di udara. Respirator ini harus memenuhi standar filtrasi ketat yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan.

Diameter virus corona diperkirakan 125 nanometer (nm). Dengan mengingat hal ini, sebaiknya ketahui bahwa:

  • Respirator N95 bersertifikat dapat menyaring 95 persen partikel yang berukuran 100 hingga 300 nm.
  • Respirator N99 memiliki kemampuan untuk menyaring 99 persen dari partikel-partikel tersebut.
  • Respirator N100 dapat menyaring 99,7 persen dari partikel-partikel tersebut.

Beberapa respirator ini mempunyai katup yang memungkinkan udara yang dihembuskan keluar, sehingga memudahkan pengguna untuk bernapas.

Namun, kekurangan dari masker ini yaitu orang lain rentan untuk menghirup atau terkena partikel dan patogen yang dihembuskan penggunanya melalui katup ini.

Para staf medis dan pekerja lain yang berada di garis depan penanganan virus corona perlu menggunakan masker ini untuk melindungi diri mereka.

Masker Bedah

Ada beberapa jenis masker bedah. Biasanya, masker sekali pakai ini berbentuk persegi panjang dengan lipatan yang membentang menutupi hidung, mulut, dan garis rahang. Masker ini terbuat dari kain sintetis yang memungkinkan pengguna untuk bernapas.

Tidak seperti respirator, masker bedah tidak harus memenuhi standar filtrasi oleh lembaga kesehatan. Mereka tidak diharuskan membentuk segel kedap udara di area wajah Anda yang ditutupi.

Seberapa baik masker bedah dalam menyaring patogen sangat bervariasi, berkisar antara 10 hingga 90 persen.

Walaupun terdapat perbedaan dalam kesesuaian dengan wajah serta dalam penyaringan patogen, uji coba secara acak mendapati bahwa masker wajah dan respirator N95 sama-sama dapat mengurangi risiko pengguna untuk terkena penyakit pernapasan.

Yang terpenting adalah menggunakan masker bedah dengan benar dan dengan konsisten, supaya meminimalkan risiko untuk tertular virus corona.

Masker Kain

Jika dibandingkan masker respirator dan bedah, masker kain yang bisa dibuat sendiri adalah yang paling kurang efektif dalam mencegah virus corona. Ini karena masker kain sering kali memiliki celah di dekat hidung, pipi, dan rahang dimana partikel-partikel kecil dapat masuk dan terhirup. Selain itu, kain sering kali berpori dan tidak bisa menahan tetesan-tetesan kecil cairan.

Meskipun masker kain cenderung kurang efekif dibandingkan jenis masker lainnya, namun hasil uji coba menunjukkan bahwa mereka jauh lebih baik daripada tidak memakai masker sama sekali. Yang terpenting adalah memakainya dengan benar dan secara konsisten.

Lembaga kesehatan CDC menyarankan untuk menggunakan dua lapis kain katun 100 persen yang dirajut rapat—seperti kain seprai atau kain quilting—dilipat dalam beberapa lapisan.

Masker katun yang tebal dan bermutu tinggi biasanya lebih baik dalam menyaring partikel-partikel kecil. Namun, hindari bahan kain yang terlalu tebal, seperti kain untuk kantung vacuum cleaner.

Bahan kain yang terlalu tebal akan menyulitkan pengguna untuk bernapas. Ini bisa memberi beban yang tidak perlu pada jantung dan paru-paru Anda.

Memasukkan filter dapat meningkatkan efektivitas masker wajah buatan sendiri. Filter kopi, handuk kertas, dan hampir semua jenis filter lain dapat membantu meningkatkan perlindungan.

Baca juga: “Masker Kain untuk Virus Corona: Cara Membuat dari Bahan yang Efektif & Aman

Kapan Harus Memakai Masker untuk Virus Corona?

Lembaga CDC menganjurkan untuk memakai masker kain di tempat-tempat umum dimana sulit untuk menerapkan atau mempertahankan physical distancing. Ini khususnya penting di wilayah-wilayah dimana penularan banyak terjadi di antara masyarakat.

Pada umumnya Anda perlu memakai masker sewaktu pergi ke tempat-tempat umum seperti: pasar, apotek, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lokasi publik lain dimana ada banyak orang.

Tips Saat Menggunakan Masker untuk Virus Corona


  • Terus praktikkan kebersihan tangan yang tepat setiap kali memakai, melepas, atau menyentuh permukaan masker.
  • Kenakan dan lepaskan masker dengan memegangnya melalui lubang atau ikatan telinga, bukan dengan menyentuh bagian depan masker.
  • Pastikan masker posisinya pas dan tali pengikat pas di telinga atau di belakang kepala.
  • Hindari menyentuh masker saat masih dipakai di wajah.
  • Bersihkan dan sanitasikan masker dengan benar.
  • Cuci dan keringkan masker kain dengan benar setiap kali selesai digunakan. Cuci dengan detergen.
  • Jika terpaksa menggunakan ulang masker respirator atau masker bedah, isolasi masker dalam wadah yang bisa keluar-masuk udara (seperti kantong kertas) selama setidaknya 7 hari. Ini untuk memastikan virus yang mungkin menempel sudah tidak aktif dan tidak lagi menular.

Kesimpulan tentang Penggunaan Masker

Di samping menerapkan physical distancing dan mempraktikkan kebersihan tangan yang tepat, banyak pakar kesehatan menganjurkan masyarakat untuk mengenakan masker demi mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus corona.

Masker bedah dan respirator paling dibutuhkan oleh petugas kesehatan dan para pekerja yang berada di garis depan penanganan COVID-19. Selama stok kedua jenis masker itu terbatas, masyarakat awam pada umumnya disarankan untuk menggunakan masker kain.

Walaupun masker kain tidak seefektif jenis masker lain dalam menyaring partikel-partikel kecil, tetapi mereka tetap memberi perlindungan daripada tidak memakai masker sama sekali.

Yang terpenting bukanlah jenis masker yang Anda pakai, tetapi bagaimana cara Anda memakainya. Fungsi masker akan maskimal jika Anda memakainya dengan benar dan secara konsisten.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang pilihan masker untuk membantu melindungi diri dari virus corona. Semoga artikel ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang sudah harus beraktivitas kembali di luar rumah. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Healthline. What Is the Best Type of Face Mask for You?. Published: 2020-05-06. URL: https://www.healthline.com/health/best-face-mask-2

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}