Kapan Pasien Corona Dapat Dinyatakan Sembuh?


By Nurul Kuntarti

Menjadi salah satu negara yang tercatat mengalami serangan COVID 19 terburuk ke empat di Asia sama sekali bukan hal yang menyenangkan. Tetapi dari angka tersebut, setidaknya lebih dari 40% kasus telah dinyatakan sembuh dari COVID 19. Pada kesempatan ini kita akan melihat kapan pasien corona dinyatakan sembuh? kapan seorang penderita COVID 19 dikatakan bebas dan tidak akan menulari orang lain?

Ini akan menjawab pertanyaan banyak orang yang memiliki kerabat dan orang terkasih yang divonis mengidap COVID 19. Sampai kapan masa karantina harus dijalankan dan seseorang dinyatakan aman untuk kembali beraktivitas dan bersosialisasi seperti biasa.

Kapan Pasien Corona Dinyatakan Sembuh?

Penyakit COVID 19 adalah jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh jenis virus corona. Virus ini mudah menular pada orang lain dengan media organ-organ pernafasan. Kontak dengan mereka yang telah divonis akan meningkatkan potensi penularan dalam level sangat tinggi.

Karena penularan terjadi pada saluran pernafasan, maka proses penyebaran penyakitnya juga menjadi cukup cepat dan cepat. Droplet yang berasal dari cipratan pasien kala bicara atau batuk dengan mudah menjadi sarana persebaran virus pada orang lain. Sehingga sangat disarankan untuk menjaga jarak dan mengenakan masker dihadapan orang yang disinyalir mengalami COVID 19.

Menjadi masalah ketika kerabat atau rekan dekat kita yang divonis mengidap COVID 19. Kita harus benar-benar menjaga jarak bahkan memastikan pasien bersangkutan mendapatkan ruang isolasi memadai. Yang meminimalkan interaksi dengan orang lain sehingga penularan dapat dicegah.

Tetapi sampai kapan sebenarnya pasien corona dinyatakan sembuh? Adakah tanda khusus yang dapat dikenali. Adakah kriteria tertentu untuk seorang pasien dinyatakan sembuh dari COVID 19.

Aspek yang Menentukan Pasien Sembuh dari COVID-19


Tidak mudah untuk menentukan kapan seorang pasien Corona dapat dinyatakan sehat. Ada banyak variabel yang akan menentukan selama apa proses kesembuhan pasien COVID 19. Berikut adalah sejumlah aspek yang akan menentukan lama tidaknya pasien sembuh dari COVID 19.

  • Aspek usia pasien

    Dalam sejumlah pernyataan  dijelaskan bahwa pasien dengan usia lanjut cenderung lebih rentan terhadap serangan virus Corona. Mereka akan lebih berpotensi menunjukan gejala yang lebih berat dan beresiko tinggi, termasuk kematian.

    Pada kondisi ini, pasien usia lanjut cenderung akan sembuh dari COVID 19 dengan lebih lambat dari  mereka dengan usia lebih muda. Ini karena daya tahan tubuh mereka pada usia lanjut cenderung tidak cukup fit.

  • Aspek penyakit bawaan

    Mereka yang sudah divonis mengidap penyakit lain seperti stroke, diabetes, hipertensi hingga tumor dan kanker juga cenderung mengalami gangguan lebih berat akibat serangan virus corona. Hingga mungkin mereka dengan kondisi demikian akan memakan waktu lebih panjang untuk bisa mencapai kesembuhan.

    Ini karena penyakit bawaan yang mereka derita mungkin menyebabkan efek komplikasi. Kondisi mereka juga akan menurun lebih cepat dari mereka dengan kondisi normal, karena penyakit bawaan membuat tubuh mereka lebih lemah.

  • Daya tahan tubuh

    Sejumlah pasien dengan kasus positif corona tidak menunjukan gejala yang berarti. Mereka bisa sembuh dengan sendirinya tanpa menunjukan keluhan serius. Ini karena daya tahan tubuh mereka yang fit.

    Tetapi di sisi lain, beberapa orang menunjukan gejala yang lebih serius. Bahkan mungkin memerlukan tindakan medis lebih intensif. Mereka dengan kondisi demikian bisa jadi memiliki daya tahan tubuh yang tidak cukup mampu mengimbangi serangan virus. Dan mungkin akan memakan waktu lebih lama untuk sembuh total dari COVID 19.

  • Efek penyakit pada tubuh

    Virus corona dipahami kini tidak hanya dapat merusak fungsi pernafasan, tetapi juga sejumlah organ tubuh lain yang juga. Dalam beberapa kasus, efek kerusakan yang mungkin muncul bisa cukup berat.

    Pada kondisi demikian, proses penyembuhan total mungkin akan berlangsung lebih lama. Pasien mungkin akan mengalami gangguan kesehatan lebih lama, bahkan ketika pasien dinyatakan sudah negatif dari virus corona. Pasien mungkin akan terlihat masih batuk dan sesak nafas karena efek kerusakan dalam paru-paru meski sudah tidak lagi dinyatakan menderita COVID 19.

Bagaimana Menentukan Pasien COVID-19 Sembuh dan Bebas Karantina?

Bagian terberat menjadi penderita COVID 19 adalah keharusan untuk mengkarantina diri. Ini dilakukan supaya penularan dapat ditekan, sehingga pasien diharuskan untuk tidak berinteraksi bebas dengan banyak orang, bahkan dengan keluarga terdekat selama masih dinyatakan positif corona.

Masa karantina jelas bukan hal yang menyenangkan. Banyak pasien harus berhadapan dengan banyak kesulitan karena harus menjalankan masa karantina. Juga menahan diri untuk tidak berinteraksi dengan orang-orang terkasih.

Pada dasarnya masa inkubasi sampai masa penyembuhan dari serangan virus corona memakan waktu sekitar 14 hari. Artinya setelah 14 hari, dan seseorang menunjukan tidak adanya gejala bisa diartikan sudah mencapai penyembuhan.

Tetapi teori ini ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Di lapangan kondisi perkembangan setiap pasien yang beragam memungkinkan masa penyembuhan bahkan memakan waktu lebih dari 1 bulan.

Indikator Penentu Kesembuhan Pasien

Ada sejumlah aspek yang akan dipantau pada pasien yang menjadi indikator utama kesembuhan pasien. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sejumlah indikator yang digunakan setidaknya sebagai cara menentukan kapan pasien corona dinyatakan sembuh.

  • Suhu tubuh

    Seorang dikatakan menunjukan progress positif dari kondisi COVID 19 bilamana tidak lagi mengalami demam tanpa harus mendapatkan asupan obat penurun panas setidaknya selama 72 jam berturut-turut.

    Demam adalah salah satu indikator utama dari keluhan infeksi dan peradangan. Demam adalah tanda utama adanya serangan terhadap tubuh. Jadi ketika demam mulai hilang, secara medis dikatakan bahwa infeksi mulai teratasi.

  • Adanya penurunan intensitas gejala

    Pasien dikatakan sembuh dari COVID 19 secara total ketika mereka tidak lagi menunjukan gejala dari COVID 19, terutama batuk dan sesak nafas. Meski dalam sejumlah kondisi, pasien juga bisa dikatakan sembuh meski masih mengalami gejala batuk.

    Jadi, ketika pasien mulai menunjukan penurunan intensitas atau kekerapan batuk, sesak nafas mulai berkurang dan sejumlah keluhan lain juga mulai berkurang secara medis pasien sudah dinyatakan memasuki masa pemulihan.

  • Sudah melewati masa inkubasi

    Masa infeksi dari virus corona pada kondisi normal adalah  hari. Ini dinamakan sebagai masa inkubasi. Sekali seseorang dinyatakan positif corona, maka dipastikan pasien harus menjalankan masa penyembuhan selama 7 hari. Sekalipun pasien tidak menunjukan adanya gejala yang signifikan.

    Selama masa tunggu ini, bisa jadi gejala berat baru akan muncul setelah beberapa hari. Jadi bila masa karantina dan perawatan diabaikan, pasien besar kemungkinan akan menular dan mengalami penurunan kondisi lebih cepat.

  • Dinyatakan negatif setelah swab test

    Setelah pasien menunjukan perkembangan positif, tidak lagi menampakan gejala signifikan dan kondisi juga mulai membaik, pasien akan menjalankan rangkaian swab test. Biasanya uji swab test ini dilakukan berulang untuk mendapatkan setidaknya 2 kali hasil positif dengan jarak 24 jam.

    Pengujian ini menjadi kunci utama apakah seseorang sudah tidak lagi memiliki virus corona dalam tubuhnya. Ini menjadi indikator utama kapan seseorang pasien Corona dinyatakan sembuh. Meski biasanya, pasien tetap harus menjalankan masa karantina untuk proses pemulihan total.

Ilustrasi Sembuh dari COVID 19
Credit Photo: Kzenon / Shutterstock

Kapan Pasien Sembuh dari COVID 19 dan Bisa Bebas Karantina?


Ini adalah pertanyaan yang paling banyak ditanyakan baik oleh keluarga pasien maupun oleh pasien COVID 19. Berakhirnya masa karantina sendiri sifatnya akan berbeda-beda untuk setiap kasus. Ini bergantung pada bagaimana perkembangan penyakit pada pasien.

Masa karantina tidak serta merta dihentikan begitu pasien dinyatakan sembuh dan negatif dari corona melalui hasil swab test. Karena sejumlah kondisi, pasien mungkin masih membutuhkan masa pemulihan khusus sebelum bisa bebas berinteraksi dengan orang lain.

Karena lemahnya kondisi pasien akibat penyakit COVID 19. Bisa juga karena dikhawatirkan imun belum terbentuk dan justru kembali mengalami positif corona. Bisa pula karena dikhawatirkan virus belum sepenuhnya hilang dan masih mungkin menulari orang lain.

Bisa pula karena gejala belum sepenuhnya hilang, jadi sekalipun sudah dinyatakan negatif dikhawatirkan pasien akan mengalami tekanan sosial akibat gejala yang masih muncul. Padahal, gejala batuk dan sesak nafas masih mungkin untuk terjadi sekalipun pasien sudah dinyatakan sembuh.

Ini adalah respon tubuh untuk gangguan pernafasan akut yang terjadi pada tubuhnya. Meski sudah tidak mengidap COVID 19, kerusakan yang sudah terlanjur terbentuk dalam paru-paru atau organ lain mungkin akan memakan waktu lebih lama untuk sepenuhnya pulih.

Berikut adalah sejumlah panduan mengenai aturan karantina pasien COVID 19 untuk setiap kondisinya.

  • Untuk Anda yang dinyatakan positif Corona dan menunjukan gejala

    Anda bisa kembali berinteraksi bebas dengan orang di sekitar Anda setidaknya 14 hari dari pertama kali hasil swab sudah dinyatakan negatif. Biasanya test akan dilakukan minimal 7 hari pasca gejala pertama muncul.

    Tentu saja dengan syarat Anda tidak lagi mengalami demam selama 3 hari berturut-turut dan seluruh gejala utama mulai menghilang. Pasien tidak lagi mengalami batuk kering dan sesak nafas dengan intensitas tinggi.

  • Untuk Anda yang dinyatakan positif dan mengalami gangguan berat

    Sejumlah pasien akan mengalami kondisi COVID 19 yang relatif berat hingga membutuhkan perawatan intensif dalam ruang perawatan khusus. Pada kondisi demikian, masa penyembuhan mungkin akan memakan waktu lebih lama.

    Karena serangan corona, terjadi kerusakan cukup serius pada organ-organ dalam tubuhnya, biasanya pada paru-paru dan tidak menutup kemungkinan pada organ lain. Sisa kerusakan ini akan memakan waktu lebih lama untuk pulih kembali. Hingga mungkin pasien akan mengeluhkan batuk ringan meski sudah tidak lagi dinyatakan positif corona.

    Pada kondisi demikian, masa karantina mungkin akan diperpanjang lebih dari 14 hari pasca pasien dikatakan negatif corona. Masa perpanjangan akan menjadi masa pemulihan untuk mendorong penyembuhan total. Masa ini juga perlu,  dimana pasien yang mungkin masih lemah dan belum membentuk imun akan lebih rentan untuk kembali tertular corona, juga akan cukup lemah untuk berhadapan dengan virus dan bakteri lain di lingkungan.

  • Untuk Anda yang dinyatakan positif corona tetapi tidak mengalami gejala

    Karena tubuh tidak menunjukan respon akan adanya virus corona dalam tubuh, besar kemungkinan tubuh Anda memiliki kondisi imunitas yang prima. Artinya, imun tubuh cukup efektif melawan serangan virus sehingga tidak sempat menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh Anda.

    Karenanya pasien cenderung akan sembuh lebih cepat dari seharusnya. Pasien akan diminta menjalankan masa karantina setidaknya 14 hari dari pertama kali hasil test positif diumumkan.

    Selama masa ini, pasien akan diminta menjalankan pola hidup sehat dan mengonsumsi vitamin untuk menjaga imun tubuh tetap prima. Masa 14 hari merupakan masa inkubasi penting sampai virus berhasil diperangi oleh sistem imun tubuh.

    Aturan ini juga berlaku pada Anda yang dinyatakan negatif dari hasil test tetapi dinyatakan memiliki tingkat resiko tinggi untuk mengidap COVID 19. Seperti tenaga medis atau mereka yang menjadi kerabat dekat dari pasien COVID 19.

Itulah gambaran mengenai panduan menghadapi pasien COVID 19, soal kapan pasien corona dinyatakan sembuh dan bagaimana menentukan pasien sembuh dari COVID 19. Termasuk soal bagaimana menentukan kapan pasien dapat kembali bebas keluar dari masa karantina dan berinteraksi kembali dengan banyak orang.

Sumber

Referensi Kapan Pasien Corona Dinyatakan Sembuh:

Elizabeth Pratt. Healthline. Updated: 2020-07-20. When Is It Safe to Be Around Someone Who’s Recovered from COVID-19?. https://www.healthline.com/health-news/when-is-it-safe-to-be-around-someone-whos-recovered-from-covid-19

Center for Disease Control and Prevention. Updated: 2020-07-16. When You Can be Around Others After You Had or Likely Had COVID-19. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/end-home-isolation.html

Nur Rohmi Aida. Kompas.com. Updated: 2020-07-04. Berapa Lama Waktu Seseorang yang Terinfeksi Virus Corona hingga Dinyatakan Sembuh?. https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/07/152000065/berapa-lama-waktu-seseorang-yang-terinfeksi-virus-corona-hingga-dinyatakan?page=all

Tentang Penulis 

Nurul Kuntarti

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Nurul Kuntarti seorang seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}