Vaksin Kanker: Bebaskan Diri Anda dari Serangan Kanker

357
Vaksin Kanker
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Vaksin Kanker—benarkah keberadaannya dapat membebaskan diri Anda dari serangan kanker? Mengapa Anda memerlukannya? Siapa saja yang membutuhkannya? kapan Anda menerimanya? Dimana Anda mendapatkannya? Bagaimana Anda memperolehnya?

Mari kita perhatikan ulasan lengkap seputar vaksin penyakit mematikan ini. Ketahuilah bahwa informasi dalam artikel ini bukanlah pengganti saran medis, cobalah untuk melakukan konsultasi medis dengan dokter jika merasakan adanya keluhan kesehatan tertentu. Sekarang mari kita simak salah satu cara mencegah kanker berikut ini!

Vaksin Kanker — Upaya Pencegahan dan Perawatan Kanker!

Vaksin Kanker banyak dikembangkan dan terus diselidiki. Banyak peneliti sekarang menggunakan vaksin untuk mengatasi beberapa hambatan agar imunoterapi sukses dilakukan dengan meniru tanggapan proinflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh bawaan ketika terpapar infeksi virus dan bakteri yang merusak jaringan.

Tujuan akhir dari strategi vaksin adalah untuk mengubah sel T yang toleran menjadi sel T antigen spesifik terkait tumor yang teraktivasi sepenuhnya yang akan menjadi sel efektor antitumor yang paling efektif. Berdasarkan penelitian praklinis dan klinis, sejumlah besar pengujian yang melibatkan berbagai jenis tumor dan berbagai strategi vaksin saat ini sedang dilakukan.

Selanjutnya Tentang Vaksin Kanker!

Vaksin Kanker dapat berasal dari sel tumor itu sendiri. Sel-sel tumor secara genetik tidak stabil dan tidak memiliki mekanisme efisien yang melindungi terhadap ketidakstabilan ini. Akibatnya, sebagian kecil sel tumor akan menjalani apoptosis dan melepaskan tubuh yang mengandung antigen terkait tumor melalui sel yang menyajikan antigen.

Sayangnya, sel kanker, di bawah tekanan selektif dari sistem kekebalan tubuh, telah mengembangkan mekanisme yang memungkinkan mereka untuk tidak menjadi sasaran. Selain itu, sel-sel tumor, berbeda dengan bakteri atau virus. Sel ini tidak menginduksi sitokin dan kemokin proinflamasi untuk interaksi antar sel yang menyajikan antigen serta antigen sel T reaktif spesifik.

Apa itu Vaksin Kanker?

Vaksin Kanker diperlukan untuk 2 tujuan, yaitu; upaya pencegahan dan perawatan dengan memasukkan semacam antigen dalam tubuh Anda. Kedua upaya ini sama-sama tertuju pada penyingkiran sel kanker dari dalam tubuh Anda. Sebelum Anda menerima vaksin, tanyakan soal keamanan dan efek samping yang bisa terjadi dalam tubuh Anda. Bandingkan dengan manfaat yang Anda dapatkan.

Tidak semua orang mengalami efek samping, ada yang mengalami sedikit efek samping dan yang lainnya tidak sama sekali. Pengalaman yang dialami setiap orang tidak selalu sama. Efek samping juga bergantung pada jenis vaksin yang Anda dapatkan, begitu pula dengan durasi efek samping vaksin dalam tubuh Anda. Anda yang sifatnya sebentar atau jangka yang lebih panjang.

Saat Anda mengalami efek samping tertentu, cobalah untuk segera sampaikan pada petugas medis yang merawat Anda untuk memperoleh bantuan. Umumnya efek samping bersifat ringan, misalnya; peradangan di tempat suntikan (ditandai dengan kemerahan, nyeri, bengkak, kulit menjadi hangat saat disentuh, gatal atau ruam), demam, menggigil, pusing, mual, muntah, kelelahan, nyeri otot, ataupun sakit kepala.

Mengapa Anda memerlukan vaksin?

Vaksin Kanker berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan agar menghasilkan antibodi sehingga mampu melawan suatu penyakit. Vaksin ini diharapkan dapat menghentikan pertumbuhan sel abnormal lanjutan, mencegah agar tidak kembali muncul, dan menghancurkan sel-sel kanker yang tertinggal.

Baca juga:  Jangan Anggap Remeh Keputihan, Kenali Ciri-Ciri Kanker Serviks!

Vaksin pencegahan (profilaksis) digunakan untuk mencegah infeksi virus yang berkontribusi pada perkembangan penyakit. Jenis vaksin ini dirancang untuk merangsang sistem kekebalan untuk menyerang virus tertentu sebelum menyebabkan infeksi. Vaksin ini diberikan kepada orang sehat sebelum penyakit berkembang.

Vaksin perawatan berbeda karena sudah ada dalam tubuh. Sebagian besar vaksin perawatan masih dipelajari dalam uji klinis. Vaksin perawatan dapat terdiri dari sel abnormal atau antigen. Vaksin ini dibuat untuk mengenali protein pada sel abnormal tertentu. Sehingga sistem kekebalan mengenali dan menyerang sel-sel kanker tersebut.

Siapa yang membutuhkan vaksin?

Vaksin Kanker dibutuhkan oleh siapapun yang berisiko mengalami serangan kanker. Perlu diketahui bahwa setiap vaksin bisa jadi berbeda, bergantung pada jenis sel yang dituju. Misalnya; vaksin serviks tidak sama dengan vaksin hati. Jadi bukan satu jenis vaksin untuk seluruh kelompok penyakit, vaksin semacam itu belum dapat dihasilkan oleh para peneliti.

Mengingat pada kasus kanker serviks, pemicunya disebabkan oleh keberadaan Human Papilloma Virus. Sedangkan pada kasus kanker hati, dipicu oleh Hepatitis B Virus. Keberadaan virus seperti human papilloma juga dapat memicu serangan jenis kanker lainnya, seperti; kanker vulva, kanker vagina, ataupun kanker anus.

Kapan Anda menerima vaksin?

Vaksin Kanker dapat diterima sebelum mengalami serangan kanker, jika ini diberikan sebelum kanker terjadi diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya kanker. Namun, walau Anda telah menerima vaksin, bukan berarti Anda terlindungi 100% dari serangan penyakit. Mengingat perlindungan yang diberikan vaksin hanya berkisar antara 50% hingga 90% saja.

Jika Anda terlanjur mengidap kanker, pemberian vaksin perawatan diperlukan sebagai bagian dari pengobatan imunoterapi. Tujuannya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam merespon keberadaan kanker sehingga dapat menyingkirkannya.

Dimana Anda mendapatkan vaksin?

Vaksin Kanker didapatkan setelah Anda melakukan konsultasi medis dengan dokter. Vaksin dapat diperoleh dari puskesmas (hanya jenis tertentu), hingga rumah sakit. Tentunya pemberian vaksin tidak seperti meminta vitamin. Ada serangkaian prosedur yang harus dilalui, itulah alasan pentingnya melakukan konsultasi medis.

Anda mungkin saja harus melakukan serangkaian pemeriksaan guna melihat perkembangan kesehatan, sebelum mendapatkan vaksin tersebut. Pastikan saat Anda mendatangi pusat layanan kesehatan tertentu memang menyediakan vaksin yang sudah teruji, bukan masih dalam tahap percobaan.

Bagaimana Anda memperoleh vaksin?

Vaksin Kanker dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali dan menghancurkan keberadaan antigen. Antigen adalah zat yang biasanya bukan bagian dari tubuh. Sistem kekebalan menyerang antigen, sehingga tubuh bebas dari antigen.

Kemudian sistem kekebalan tubuh akan “merekam” proses tersebut, sehingga pada saat antigen menyerang kembali sel kekebalan tubuh akan merespon dengan cepat. Sel kanker memiliki molekul tertentu yang disebut “antigen khusus” yang tidak dimiliki sel sehat.

Maka dari itu vaksinasi perlu dilakukan dengan melakukan injeksi molekul yang bertindak sebagai antigen. Keberadaan antigen dalam tubuh akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker yang memiliki molekul-molekul sejenis.

Baca juga:  Cegah Kanker dengan Menghindari 5 Karsinogen Utama Penyebab Kanker Ini!

Umumnya vaksin juga mengandung bahan pendukung yang dapat memperkuat respon imun saat melawan antigen. Beberapa jenis vaksin diperoleh dari “sampel tumor” yang kemudian diteliti dan diolah sebelum diinjeksi atau diterapkan pada tubuh Anda. Vaksin lainnya menargetkan antigen spesifik maupun orang yang memiliki antigen sel tumor.

Jenis Vaksin Kanker

Vaksin Kanker perlu melalui uji klinis dan beragam pemeriksaan untuk menjaga keamanan penggunaannya. Uji klinis penting untuk mempelajari lebih lanjut tentang vaksin tersebut. Para peneliti sedang mengujinya untuk beberapa jenis kanker, termasuk:

  • Vaksin Kanker Ginjal—Para peneliti sedang menguji penggunaan beberapa vaksin untuk mencegah kanker ginjal tahap lanjut dari kekambuhan.
  • Vaksin Kanker Kandung Kemih—Para peneliti sedang mempelajari efektivitasnya dengan memodifikasi virus yang mengandung sel HER2.
  • Vaksin Kanker Kolorektal—Para peneliti sedang membuat vaksin perawatan untuk menyerang sel-sel antigen kolorektal. Antigen-antigen kanker ini termasuk; antigen carcinoembryonic (CEA), MUC1, guanylyl cyclase C, dan NY-ESO-1.
  • Vaksin Kanker Otak—Beragam penelitian dilakukan untuk menguji vaksin perawatan terhadap molekul-molekul sel tumor otak, bahkan pada anak maupun remaja. Penggunaannya berfokus pada kanker otak yang baru didiagnosis atau kambuh untuk kedua kali.
  • Vaksin Kanker Pankreas—Para peneliti sedang membuat vaksin perawatan untuk menyerang sel-sel antigen pankreas yang diberikan secara tunggal atau dengan terapi lain.
  • Vaksin Kanker Paru—Para peneliti sedang membuat vaksin perawatan untuk menyerang sel-sel antigen paru. Antigen-antigen kanker ini termasuk; p53, survivin, MUC1, MAGE-3 (ditemukan pada 42% kasus kanker paru) dan NY-ESO-1 (ditemukan pada 30% kasus kanker paru).
  • Vaksin Kanker Payudara—Beragam penelitian dilakukan untuk menguji vaksin perawatan yang diberikan secara tunggal atau dengan terapi lain. Para peneliti sedang berupaya melakukan uji klinis terhadap vaksin pencegahan.
  • Vaksin Kanker Prostat—Para peneliti berhasil mengembangkan vaksin sipuleucel-T untuk mengobati kanker prostat metastatik dan sedang meneliti pemanfaatannya terhadap kanker yang tidak terlalu parah.
  • Vaksin Kanker Serviks—Di Amerika Food and Drug Administration telah menyetujui digunakannya vaksin pencegahan. Penelitian dilanjutkan terhadap vaksin perawatan dalam berbagai tahap.

Itulah sederetan vaksin yang sedang menjalani pengujian ataupun yang sudah melalui beberapa tahap uji klinis. Baik vaksin pencegahan dan perawatan akan membantu Anda untuk bebas dari penyakit maut tersebut.

Saatnya Cegah Kanker Sedini Mungkin!

Tentu saja Anda sudah mengetahui; Apa itu vaksin kanker? Mengapa Anda memerlukannya? Siapa saja yang membutuhkannya? kapan Anda menerimanya? Dimana Anda mendapatkannya? Bagaimana Anda memperolehnya? Beserta jenis-jenisnya dalam mencegah serangan beragam kanker dalam tubuh Anda.

Sekarang, apa yang akan Anda lakukan untuk mencegah terjadinya serangan kanker? Selain melakukan vaksinasi, Anda juga perlu menjaga pola hidup sehat. Mulai dari mengonsumsi makanan sehat dengan proses pengolahan yang tepat. Melakukan aktivitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Hingga, menghindari kebiasaan yang dapat memicu serangan kanker.


Cancer.Net. What are Cancer Vaccines? June, 2018. URL: https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/how-cancer-treated/immunotherapy-and-vaccines/what-are-cancer-vaccines.


Advertisement
Alinesia