Trauma Psikologis, Reaksi Normal atas Peristiwa Abnormal

562
trauma psikologis
Trauma Psikologis (Credit: SplitShire / Freepik)

Diedit:

Peristiwa yang sangat mengerikan atau mengguncang jiwa dapat meninggalkan luka emosi yang dalam, yang menimbulkan trauma. Trauma psikologis adalah pengalaman yang bisa membuat Anda dilanda emosi negatif, memori buruk, dan rasa cemas yang tidak pernah menghilang. Adakah cara untuk menghilangkan trauma?

Ketika hal-hal buruk terjadi, Anda mungkin butuh waktu lama untuk mengatasi rasa sakitnya dan untuk bisa merasa aman lagi. Namun dengan mengupayakan cara yang benar untuk mengatasi trauma, Anda bisa lebih cepat pulih. Tidak soal trauma itu sudah terjadi bertahun-tahun atau baru saja dialami, Anda tetap dapat menyembuhkan diri dan move on.

Apa Itu Trauma Psikologis?

Trauma psikologis adalah akibat dari kejadian-kejadian yang mengguncang jiwa (traumatis) yang menghancurkan perasaan aman Anda, sehingga Anda merasa tidak berdaya dalam dunia yang berbahaya ini.

Kejadian-kejadian traumatis itu biasanya mengancam kehidupan atau keamanan Anda, tetapi situasi apapun yang membuat Anda tertekan dan terkucilkan dapat mengakibatkan trauma, bahkan meski tidak menimbulkan luka fisik.

Bukan apa yang sebenarnya terjadi yang menentukan apakah kejadian itu traumatis atau tidak; tetapi bagaimana Anda merasakan kejadian tersebut. Semakin Anda merasa takut dan tidak berdaya saat kejadian itu, maka semakin besar kemungkinannya Anda mengalami trauma.

Trauma dapat terjadi secara langsung atau timbul seiring waktu selama bertahun-tahun. Trauma bisa mengubah persepsi (caranya menilai dan bereaksi pada segala sesuatu), perasaan, dan perilakunya.

Penyebab Trauma Psikologis

Peristiwa Satu Kali. Misalnya: kecelakaan, cedera, atau serangan fisik, khususnya jika itu tidak diduga-duga atau terjadi di masa kecil.

Stres Terus-Menerus. Misalnya: tinggal di lingkungan yang banyak kejahatan, berjuang menghadapi penyakit mematikan, atau mengalami kejadian traumatis yang terjadi berulang-kali, seperti bullying, kekerasan dalam rumah tangga, atau kekerasan oleh orang tua.

Penyebab yang Sering Terabaikan. Misalnya: operasi (khususnya pada anak usia 3 tahun ke bawah), kematian seorang yang disayangi, putus cinta, atau pengalaman yang memalukan atau sangat mengecewakan, terutama jika pelakunya sengaja melakukannya.

Seperti Apa Gejala Trauma Psikologis?

Kita semua merespons trauma dengan cara masing-masing, sehingga menghasilkan reaksi fisik dan emosional yang bervariasi. Jadi jangan menghakimi reaksi Anda sendiri atau reaksi orang lain. Ingatlah gejala-gejala yang Anda alami adalah reaksi NORMAL terhadap peristiwa yang ABNORMAL.

Gejala Emosional & Psikologis

  • Terguncang, syok, atau tidak percaya
  • Kebingungan, sulit konsentrasi
  • Marah, gelisah, mood tidak stabil
  • Merasa cemas dan takut
  • Merasa bersalah, malu, menyalahkan diri
  • Menghindari orang dan menyendiri
  • Merasa sedih atau putus asa
  • Merasa ”terpisah”, disconnected, atau mati rasa
gejala trauma psikologis
Susah Tidur, Salah Satu Gejala Trauma (Photo by Annie Spratt on Unsplash)

Gejala Fisik

  • Insomnia (tidak bisa tidur) atau mimpi buruk
  • Merasa sangat lelah
  • Gampang kaget
  • Sulit konsentrasi
  • Jantung berdetak kencang
  • Cemas dan gelisah
  • Rasa sakit dan nyeri
  • Otot tegang

Bagaimana Cara Menghilangkan Trauma?

Gejala-gejala trauma umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa bulan, lalu perlahan berkurang seraya Anda mulai move on dari peristiwa yang traumatis. Tapi bahkan setelah Anda merasa lebih baik, perasaan atau ingatan yang buruk bisa muncul lagi dari waktu ke waktu. Terutama itu terjadi saat dipicu oleh sesuatu yang mengingatkan pada peristiwa itu.

Baca juga:  Gangguan Kecemasan Umum: Gejala, Penyebab, & Perawatannya

Apabila gejala-gejala trauma tidak bisa membaik—atau malah memburuk—dan Anda tidak sanggup move on dari peristiwa itu meski sudah lama berlalu, bisa jadi itu karena Anda mengalami gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder atau disingkat PTSD).

Walaupun trauma emosional adalah respons normal terhadap kejadian yang abnormal, namun pada kasus PTSD sistem saraf Anda menjadi “mandek” dan Anda tetap terguncang secara psikologis meski kejadiannya sudah berlalu. Akibatnya Anda tidak mampu memahami apa yang terjadi atau mengatur emosi Anda.

Apapun penyebab trauma itu, mengakibatkan kematian seseorang atau tidak, Anda harus mengatasi rasa kehilangan dan perasaan tidak aman yang ditimbulkannya. Reaksi alami untuk peristiwa itu adalah kesedihan. Mirip seperti saat kehilangan orang yang dicintai, Anda juga harus melalui masa-masa berduka. Tips-tips berikut dapat membantu Anda mengatasi perasaan duka, pulih dari trauma, dan pada akhirnya move on.

Cara Mengatasi Trauma 1: Olahraga

Cobalah berolahraga 30 menit beberapa hari dalam seminggu. Atau bagi waktu jadi olahraga 10 menit sebanyak 3 kali setiap hari.

Lakukan olahraga yang menggerakkan tangan sekaligus kaki. Contohnya jalan kaki, lari, berenang, basket, atau dance.

Cara Mengatasi Trauma 2: Jangan Menyendiri

Anda tidak perlu membicarakan traumanya. Bahkan sebagian orang justru merasa semakin buruk karena membicarakan traumanya. Bicarakan saja apa yang Anda rasa nyaman dan ingin dibicarakan, meski tidak menyinggung trauma psikologis yang Anda alami.

Mintalah dukungan. Meski tidak perlu membicarakan trauma itu sendiri, namun Anda butuh seseorang untuk berbagi perasaan, seseorang yang mau mendengarkan tanpa menyela dan tidak menghakimi. Carilah orang yang bisa dipercaya, seperti keluarga atau sahabat.

Ikuti kegiatan dengan teman-teman, meski Anda tidak suka. Lakukanlah kegiatan “normal” bersama orang lain; kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa traumatis Anda.

Hubungi teman-teman lama. Jika Anda pernah menjauh dari orang-orang yang dulunya penting bagi Anda, cobalah untuk menghubungi mereka lagi.

Cari teman baru. Jika Anda hidup sendiri atau jauh dari keluarga dan teman, cobalah berteman dengan orang baru. Anda bisa bergabung dengan klub atau organisasi tertentu agar bertemu orang-orang yang punya minat sama. Atau lebih mudahnya, cobalah lebih banyak bergaul dengan tetangga dan rekan kerja.

cara menghilangkan trauma
Berbagi Perasaan dengan Orang Lain untuk Mengatasi Trauma (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Cara Menghilangkan Trauma 3: Tenangkan Sistem Saraf

Lakukan terapi pernapasan. Saat merasa bingung, gelisah, atau marah, lakukan terapi pernapasan untuk dengan cepat menenangkan diri. Caranya cukup dengan mengambil napas dan membuangnya secara perlahan sebanyak 60 kali.

Lakukan sesuatu yang menenangkan. Mungkin ada pemandangan, aroma, atau rasa tertentu dapat dengan cepat membuat Anda merasa tenang. Atau mungkin Anda bisa lebih tenang setelah mengelus binatang atau mendengarkan musik. Setiap orang punya respons sensorik yang berbeda, jadi cobalah lakukan sesuatu yang bisa bikin Anda merasa lebih tenang saat sedang stres.

Akuilah perasaan-perasaan negatif Anda. Biarkan diri Anda merasakan apa yang Anda rasakan saat ini. Akui perasaan-perasaan Anda tentang trauma psikologis yang timbul dan terimalah mereka.

Cara Menghilangkan Trauma 4: Rawat Kesehatan Fisik

Cukupi kebutuhan tidur. Kurang tidur akan memperparah gejala-gejala trauma dan mempersulit Anda untuk menjaga keseimbangan emosional. Jadi upayakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, dapatkan setidaknya 7 – 9 jam tidur setiap malam.

Hindari alkohol dan narkotika. Mereka akan memperburuk gejala-gejala trauma dan adalah pemicu dari perasaan-perasaan negatif seperti depresi, kecemasan, dan terasing.

Pola makan sehat dan bergizi seimbang. Makanlah yang bergizi dan secara teratur setiap hari agar energi dan mood tetap seimbang. Hindari makanan yang mengandung banyak gula dan yang digoreng, perbanyak makanan yang mengandung omega-3 seperti ikan laut dan sayuran hijau gelap. Omega 3 bagus untuk memperbaiki mood.

Kurangi stres. Lakukanlah kegiatan atau hobi yang bisa membantu mengurangi kadar stres Anda.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Butuh waktu tidak sebentar untuk pulih dari trauma psikologis, dan setiap orang berbeda-beda—bisa lebih cepat atau lebih lama. Tetapi kalau sudah berbulan-bulan Anda mencoba cara menghilangkan trauma tetapi belum juga membaik gejala-gejalanya, ada baiknya minta bantuan ahlinya.

Baca juga:  Gangguan Stres Pasca-Trauma, Hidup dalam Bayangan Trauma

Anda bisa menemui psikolog, psikiater, atau ahli kesehatan mental lainnya yang sudah berpengalaman menangani kasus serupa. Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan Anda mungkin butuh dibantu secara medis.

  • Tidak mampu bekerja atau melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik
  • Menderita ketakutan, kecemasan, atau depresi yang parah
  • Tidak bisa membangun hubungan yang dekat dan sehat dengan orang lain
  • Muncul ingatan, mimpi, atau kilas balik (flashblack) yang mengerikan
  • Menghindari semakin banyak hal yang mengingatkan Anda akan trauma
  • Mati rasa secara emosional dan terasing dari orang lain
  • Menyalahgunakan alkohol atau narkotika agar merasa lebih baik

Seorang ahli kesehatan mental biasanya akan berupaya mendalami trauma dari pasiennya agar bisa mengenali cara terbaik untuk mengatasinya. Mendalami trauma bisa menakutkan, menyakitkan, bahkan dapat mengakibatkan trauma ulang. Jadi Anda dianjurkan untuk mencari bantuan dari seorang ahli yang sudah berpengalaman menangani trauma.

Selain mempertimbangkan pengalamannya, pilih juga seseorang yang bisa membuat Anda merasa nyaman. Jika Anda tidak merasa aman, merasa tidak dihormati atau dimengerti, lebih baik temui psikolog atau psikiater berpengalaman lainnya.

Ayo Berjuang Hadapi Trauma Psikologis!

Trauma psikologis adalah luka emosional yang mendalam dan dapat sangat memengaruhi diri Anda. Itu selalu ada di dalam diri Anda dengan satu atau lain cara di sepanjang hidup Anda. Walaupun gejala dan dampaknya mungkin berkurang atau tampaknya hilang, namun trauma tetap adalah bagian dari pengalaman Anda.

Namun selalu ada harapan bagi orang yang pernah mengalami trauma psikologis. Dampak dari pengalaman yang mengguncang jiwa dapat diminimalkan dan “dimasukkan” menjadi bagian dari masa lalu. Memang tidak ada cara untuk menghilangkan sepenuhnya trauma itu, tetapi Anda bisa pulih dari dampak-dampaknya kemudian move on dengan kehidupan Anda.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang trauma psikologis. Semoga informasi ini membantu Anda semakin memahami tentang salah satu penyebab masalah kesehatan mental dan emosional ini. Nantikan juga informasi menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.


Sumber Referensi Trauma Psikologis:

HelpGuide. Emotional and Psychological Trauma. URL: https://www.helpguide.org/articles/ptsd-trauma/coping-with-emotional-and-psychological-trauma.htm/. Accessed: 2019-04-08


Advertisement
Alinesia