10 Tanaman Pembunuh Sel Kanker Paling Diakui

196
Tanaman Lempuyang Wangi Pembunuh Sel Kanker
Tanaman Lempuyang Wangi (Credit: dtvalgerie / Shutterstock)

Tanaman pembunuh sel kanker sebenarnya sudah banyak dimanfaatkan sejak dulu, hanya saja tidak banyak yang menguak khasiat sebenarnya secara medis. Termasuk pula melihat lebih jauh apakah herbal alami kanker ini aman untuk dikonsumsi sebagai pengobatan herbal kanker.

Namun dewasa ini, sejumlah herbal tradisional mulai mendapatkan perhatian. Sejumlah riset diselenggarakan untuk membuktikan khasiat sebenarnya dari pengobatan herbal kanker. Bersamaan dengan munculnya sejumlah terapi alternatif yang turut memanfaatkan sejumlah herbal alami kanker ini untuk diterapkan  pada pasien penderita kanker.

Dari banyak jenis tanaman pembunuh sel kanker yang dikatakan bermanfaat. Setidaknya terdapat 10 yang terbuki berkhasiat. Demikian menurut pandangan salah satu Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D , salah satu pakar Institut Teknologi Bandung yang banyak menggeluti dunia herbal.

Tanaman Pembunuh Sel Kanker Unggulan Indonesia

Sebagaimana dijelaskan dalam pertemuan Forum Guru Besar ITB bulan September 2018, Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D  memaparkan bagaimana sebenarnya Indonesia memiliki kekayaan hayati yang demikian besar. Banyak dari dunia biota Indonesia merupakan sumber-sumber nutrisi dan berkhasiat sebagai pengobatan. Hanya saja sebagian besar memang belum terkuak secara ilmiah.

Dan dari banyak jenis herbal alami yang tersebar dengan luas di seantero Indonesia, terdapat 10 yang telah diakui sebagai tanaman pembunuh sel kanker. Tidak hanya efektif mengatasi kanker, tanaman-tanaman ini juga terbukti efektif mencegah kerusakan sel yang dapat berujung pada proses mutasi. Proses yang menjadi cikal bakal terbentuknya kanker.

Ini memberi wacana bagi kalangan awam, bahwa herbal alami kanker ini tidak hanya terbukti efektif untuk membantu mengatasi dan membunuh sel kanker. Tetapi juga sangat efektif menjadi sarana pencegahan terbentuknya kanker sejak awal.

Lalu apa saja yang termasuk dalam 10 tanaman pembunuh sel kanker tersebut?

Tanaman Pembunuh Sel Kanker 1: Daun Sirsak

daun sirsak untuk pengobatan herbal kanker
(Credit: KMNPhoto / BigStock)

Daun sirsak memang sudah cukup dikenal sebagai salah satu herbal alami kanker. Khasiatnya diyakini lebih baik dari kemoterapi standar yang banyak digunakan, tamoxifen. Selain itu, daun sirsak atau Annona muricata terbukti memiliki khasiat anti inflamasi dan anti proliferasi.

Ini terungkap dalam laporan Frontiers of Pharmacology tahun 2018. Sekaligus menguatkan fakta bahwa daun sirsak berkhasiat membantu mencegah pembentukan kanker dan mencegah pembelahan diri masif yang menjadi ciri khas dari sel kanker.

Riset lain juga menguatkan akan khasiat daun sirsak. Sebagaimana yang dilaporkan pada The Malaysian Journal of Medical Sciences tahun 2018. Jurnal ini membuktikan bagaimana ekstraksi dari daun sirsak memiliki potensi cukup kuat sebagai bahan pengobatan herbal kanker.

Dalam jurnal Biomedical Genetics and Genomics tahun 2018 dijelaskan lebih detail bagaimana daun sirsak demikian berkhasiat sebagai tanaman anti kanker. Daun sirsak memiliki kemampuan sitotoksin yang akan merusak neukleus dari sel kanker. Mencegah sel kanker melakukan proses proliferasi, angiogenesis, proses glikosis (pembentukan energi), mencegah proses oksidasi dan mitosis, mendorong apoptosis dan menstimulasi perbaikan kinerja imunitas dalam melawan kanker.

Tanaman Pembunuh Kanker 2: Daun Tapak Dara

Tanaman perdu dengan bunga berkelopak 4 berwarna ungu cerah dan putih ini banyak digunakan sebagai tanaman hias. Namun dibalik kebersahajaan bunga cantiknya, daun tapak dara menyimpan khasiat sebagai bahan pengobatan herbal kanker.

Hal ini dijelaskan dalam International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical tahun 2016. Daun tapak dara atau Catharanthus roseus mengandung sejumlah komponen sitotoksin seperti alkaloid, terpenoid, saponin dan courmarin yang terbukti efektif sebagai anti kanker.

Kandungan Vinblastine dan Vincristine adalah dua bagian alkaloid yang terbukti menghambat proses pertumbuhan dan proliferasi sel kanker. Vinblastine terbukti akan menghambat pertumbuhan kanker hodgkins dan carcinoma. Sedang Vincristine dikenal efektif bekerja pada kanker darah.

Vinblastine sendiri terbukti bekerja mencegah terbentuknya mitosis sel yang dapat menjadi awal mula mutasi gen sel normal menjadi  sel kanker. Bahkan WHO menempatkan senyawa ini sebagai salah satu senyawa alami anti kanker yang efektif dan bebas efek samping.

Selain kedua komponen ini kandungan alkaloid lain seperti Vincamine dan Vindoline terbukti sebagai anti inflamasi dan anti bakteri. efektif mempercepat proses regenerasi sel yang rusak dan mengatasi peradangan. Sebagaimana dipahami bahwa peradangan yang masif adalah salah satu penyebab terbentuknya kanker.

Manfaat dari daun tapak dara ini dapat diuraikan dalam sejumlah khasiat seperti mencegah proses mutasi gen, mencegah proses proliferasi (pembelahan diri masif), menstimulasi terjadinya apoptosis dan mencegah terjadinya proses pembentukan energi atau glikosis.

Senyawa unik dalam daun tapak darah yakni cathachunine terbukti efektif mendorong apoptosis dan menghentikan proses angiogenesis. Sebagaimana dijelaskan pada International Journal of Phytotherapy and Phytopharmacology tahun 2016

Tanaman Pembunuh Kanker 3: Taxus (Cemara) Sumatera

tanaman pembunuh sel kanker

Tanaman yang belakangan sudah mulai langka ini dikenal sebagai tanaman sejenis cemara yang lazim tumbuh di tanah Sumatera. Terdapat di kawasan dataran tinggi Sumatera dan hidup di kawasan-kawasan bebas polusi. Dan ternyata dalam tanaman ini terkandung komponen kimia Taxol yang efektif bekerja sebagai pengobatan herbal kanker.

Dalam jurnal Process Biochemistry tahun 2011, kandungan Taxol dalam  tanaman cemara sumatera ini menjadikannya sebagai salah satu tanaman pembunuh sel kanker yang ampuh.  Taxol sendiri secara khusus merupakan salah satu komponen biokimia yang juga dimanfaatkan sebagai kemoterapi.

Senyawa Taxol ini di antaranya digunakan untuk perawatan pasien kanker payudara, kanker rahim dan kanker prostat. Meski dalam skala khusus senyawa ini juga lazim dimanfaatkan untuk kemoterapi kasus kanker paru-paru dan kanker kulit.

Fungsi utama dari senyawa Taxol ini adalah untuk mencegah proses pembelahan diri dari sel kanker dengan menyerang elemen khusus dari neuron sel kanker. Elemen bernama mikrotubula ini menjadi bagian penting dari kinerja pembelahan diri agresif sel kanker.

Tanaman Pembunuh Sel Kanker 4: Lempuyang Wangi

Tanaman yang termasuk dalam jenis tanaman berimpang yang telah dikenal lama sebagai salah satu tanaman herbal berkhasiat. Tanaman ini memiliki bentuk khas dengan bunga berwarna merah. Sejak lama tanaman ini telah digunakan untuk pengobatan beragam penyakit termasuk infeksi, diabetes, alergi, meningkatkan nafsu makan, mengatasi maag dan masih banyak lagi. Dan belakangan terkuak khasiat lain dari lempuyang wangi sebagai herbal alami kanker.

Baca juga:  Pengobatan Kanker dengan Metode Kemoterapi dan Herbal

Dikatakan tanaman ini mengandung sejumlah senyawa fitokimia berkhasiat termasuk alkaloid, polifenol, terpenes, monoterpenes, seskuiterpenes dan sejumlah senyawa esensial khusus seperti caryophyllene, hemulene, zerumbone, dan zingiberene.

Sejumlah senyawa khusus fitokimia pada tanaman lempuyang wangi terbukti memiliki khasiat anti kanker. Dalam International Journal of Pharmacology tahun 2008 diungkap khasiat senyawa essensial Zerumbone. Riset membandingkan antara senyawa Zerumbone  dengan senyawa kimia yang lazim digunakan untuk kemoterapi, Cisplatin.

Dari riset tersebut terbukti bahwa senyawa Zerumbone ini memiliki efektivitas yang sama baiknya dengan senyawa Cisplatin. Malah dianggap memiliki tingkat keamanan lebih baik dengan efek samping yang lebih terkendali.

Mengutip dari jurnal Molecules tahun 2018 dijelaskan pula bahwa senyawa Zerumbone ini dapat bekerja efektif pada sejumlah kasus kanker termasuk kanker paru-paru, kanker pankreas, leukemia, kanker otak, kanker kolorektal, kanker payudara, kanker lambung, kanker hati, kanker serviks, kanker rahim, kanker prostat, kanker saluran kencing, kanker ginjal dan masih banyak lagi.

Belakangan senyawa Zerumbone mulai digunakan sebagai medis sebagai alternatif kemoterapi. Meski pemanfaatannya memang masih dalam skala terbatas. Kemampuan sitotoksin dalam senyawa ini menjadikan tanaman lempuyang wangi sebagai salah tanaman pembunuh sel kanker yang efektif.

Tanaman Pembunuh Sel Kanker 5: Keladi Tikus

tanaman pembunuh sel kanker

Tanaman yang satu ini masih satu kerabat dengan kelompok tanaman talas dan memiliki nama latin Typhonium flagelliforme. Selama ini tanaman keladi tikus ini lazim digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk beragam keluhan kesehatan. Termasuk di antaranya sebagai tanaman pembunuh sel kanker.

Pemanfaatan keladi tikus sebagai herbal anti kanker dibuktikan dalam sejumlah riset termasuk di antaranya di laporkan dalam Journal of Ethnopharmacology tahun 2008. Hal senada juga diungkapkan dalam riset lain di Indonesia yang dilaporkan pada Indonesia Journal of Cancer Chemoprevention tahun 2017.

 Diungkap bahwa keladi tikus mengandung Ribosome inacting protein atau RIP yang terbukti efektif meningkatkan kinerja imunitas tubuh untuk mendeteksi  keberadaan sel kanker dan membedakannya dari sel normal. Sehingga secara spesifik menyerang sel kanker tanpa merusak sel normal di sekitarnya.

Dalam keladi tikus ini juga terdapat flavonoid, sterol, terpenoid, curcumin, glycoside dan beberapa senyawa unik lain yang kemudian diterjemahkan sebagai Ribosome Inactivating Protein (RIP) yang secara aktif akan memotong kecenderungan DNA dalam tubuh untuk membentuk kanker.

RIP akan memberangus kecenderungan sel untuk bermutasi dan mencegah sel yang telah bermutasi untuk terus berkembang dan tumbuh lebih masif. Dengan kata lain keladi tikus bekerja sebagai pencegahan terbentuknya mutasi sel normal menjadi sel kanker. Juga bekerja sebagai anti proliferasi dan anti angiogenesis pada saat sel kanker telah terbentuk.

Tanaman Pembunuh Kanker 6: Temu Kunci

Jenis rimpang satu ini dikenal dengan aroma harumnya yang khas dan untuk itu sering dimanfaatkan sebagai bahan bumbu masak. Tetapi di dunia pengobatan tradisional, temu kunci juga lama dikenal sebagai herbal bermanfaat.

Temu kunci secara tradisional dimanfaatkan untuk pengobatan panas dalam, mengatasi masuk angin, mengatasi kembung, mengatasi diare, meredakan nyeri otot, melancarkan haid hingga membantu merawat kesehatan kulit dan kewanitaan.

Menurut data yang diungkap oleh laman farmasi UGM dijelaskan bahwa rimpang temu kunci memiliki khasiat anti peradangan, anti bakterial, pelancar ASI, sebagai pereda nyeri dan demam, dan sebagai obat batuk. Temu kunci juga dikatakan baik untuk membantu menghancurkan kepadatan kalsium dalam kasus batu ginjal. Termasuk pula baik untuk pengobatan kanker.

Pengungkapan mengenai khasiat temu kunci sebagai herbal alami kanker terdapat pada Journal of Natural Medicine tahun 2007. Jurnal ini mengungkapkan adanya senyawa panduratin yang diperoleh dari ekstraksi Boesenbergia pandurata, nama lain dari temu kunci.

Senyawa panduratin adalah salah satu senyawa dalam temu kunci yang terbukti efektif sebagai anti oksidan. Efeknya sangat baik mencegah proses oksidasi dan kerusakan sel.  Senyawa ini diketahui efektif pula menghambat perkembangan sel kanker dan mencegah proses mitosis sel sehat menjadi sel rusak atau prakanker.

Dalam rimpang temu kunci ini juga ditemukan komponen senyawa lain seperti cardamonin, pinocembrin, kalkon,  pinostrobin dan 4-hidroksipanduratin. Senyawa-senyawa khas dari temu kunci ini memiliki kemampuan anti inflamasi, anti mutagenik dan memiliki efek proteksi terhadap DNA sel.

Senyawa-senyawa ini juga terbukti mendorong terjadinya apoptosis, mendorong sel-sel rusak untuk mati. Terdapat pula khasiat membantu mendorong proses perbaikan sel pada saat inflamasi terjadi. mencegah inflamasi berkembang lebih jauh dan masif.

Tanaman Pembunuh Sel Kanker 7: Melinjo

Kebanyakan dari kita mengenal melinjo justru sebagai makanan pantangan asam urat. Sehingga banyak orang memilih menghindari melinjo dengan alasan tersebut. Padahal pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Karena berdasar laporan dari riset yang diselenggarakan di IPB, jutru biji dan buah melinjo memiliki khasiat menurunkan asam urat. Pada laporan tersebut dijelaskan pula kandungan senyawa penting dalam biji Gnetum gnemon nama lain dari melinjo yang berkhasiat untuk kesehatan seperti saponin, resveratrol, tanin, flavonoid, stilbenoid.

Bahkan dikatakan kulit buah dan biji melinjo memiliki tingkat keamanan lebih baik dari terapi allopurinol yang menjadi standar lazim pengobatan medis keluhan  asam urat. Termasuk pula aman untuk ginjal dan hati dalam jangka panjang.

Tetapi, bukan itu yang menjadi perhatian kita dalam bahasan kali ini. Dalam jurnal Cancer Medicine tahun 2015 dijelaskan bahwa melinjo rupanya dapat berkhasiat sebagai tanaman pembunuh sel kanker.

Pengobatan herbal kanker dengan melinjo ini akan membantu mencegah proses proliferasi dan proses pembentukan angiogenesis. Angiogenesis adalah kemampuan sel  kanker membentuk sistem suport pembuluh darah mandiri demi mendapatkan suplai energi yang dibutuhkan secara lebih efektif.

Ini berkat kandungan resveratrol, salah satu komponen anti oksidan yang dikenal sangat efektif mencegah pembentukan sel kanker dan proses mutasi sel. Hal tersebut juga telah dijelaskan dalam Molecular Nutrition and Food Nutrition tahun 2011.

Baca juga:  Buah Anti Kanker: Bantu Lawan Kanker

Ekstraksi dari melinjo, baik biji dan kulit buah terbukti menjadi sitotoksin yang akan meracuni sel kanker dan merusak pertahanan sel kanker. Tidak hanya itu sitotoksin dari melinjo juga akan merusak kemampuan sel kanker membentuk energi atau glikosis.  Hal tersebut diuraikan pula dalam Electronic Theses and Dissertations Universitas Gadjah Mada tahun 2017.

Tanaman Pembunuh Kanker 8: Biji Anggur

Bila selama ini Anda mengonsumsi anggur dengan membuang bijinya, mungkin mulai sekarang Anda perlu merubah kebiasaan. Karena rupanya bukan hanya pada buahnya saja yang banyak memberi khasiat bagi kita. Biji dari anggur juga rupanya kaya khasiat.

Dalam Nutrition and Metabolic Inside tahun 2016, dijelaskan kandungan dari biji anggur dan ekstraksi biji anggur. Di dalamnya terdapat kandungan resveratrol, sejenis anti oksidan kuat yang efektif melindungi DNA sel dan mencegah proses mutasi gen. Di dalam biji anggur terkandung asam fenolik, flavonoid, tannin, antocyanidin, tokoferol, asam linolenic , quercetin, procyanidins, carotenoids,dan  phytosterols.

Dan dengan sederet kandungan senyawa essensial dalam biji anggur ini, ditemukan bahwa biji anggur dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal kanker. Dalam The Journal of Nutrition tahun 2009 diungkap kandungan resveratrol dalam biji anggur sangat efektif bekerja sebagai anti kanker dan sebagai kemopreventif.

Pemberian ekstraksi biji anggur pada pasien kanker akan membantu mematikan sel-sel kanker dengan lebih cepat, meningkatkan efektivitas dari kemoterapi, meningkatkan respon sel kanker terhadap terapi medis, membantu menstimulasi sistem imun untuk membentuk serangan lebih efetif terhadap sel kanker.

Uji coba lab terhadap sel kanker yang mendapatkan paparan ekstraksi biji anggur membuktikan bahwa senyawa dalam biji anggur memiliki kemampuan membunuh sel kanker yang cukup agresif. Ini menjadikan tanaman anggur sebagai salah satu tanaman pembunuh sel kanker.

Bahkan dikatakan dalam level tertentu, terapi ekstraksi biji anggur dianggap lebih efektif dibandingkan kemoterapi. Meski pernyataan ini masih dianggap kontroversial bagi banyak kalangan medis. Dalam pernyataan lain diungkap bahwa ekstraksi biji anggur akan membantu menurunkan level potensi metastasis pada sel kanker.

Tanaman Pembunuh Kanker 9: Bawang Tiwai

herbal alami kanker

Bawang tiwai berbeda dari jenis bawang biasa. Beberapa orang menyebut tanaman dengan nama latin Eleutherine americana disebut pula dengan istilah bawang dayak. Karena bawang tiwai lebih banyak dijumpai di tanah Kalimantan, dimana suku Dayak berada.

Bawang dayak atau bawang tiwai ini tidak lazim dimanfaatkan sebagai bumbu masak sebagaimana kita kenal tentang bawang selama ini. Warna dari bawang tiwai lebih merah tua dan memiliki rasa lebih getir. Ini karena dalam bawang tiwai terkandung sejumlah senyawa fitokimia yang cukup beragam. Seperti flavonoid, Antocyanine, alkaloid, glycosida, steroid, tannin, fenolic dan beberapa senyawa penting lain.

Tetapi ketika bicara soal manfaat dari bawang tiwai sebagai tanaman pembunuh sel kanker. Rupanya dalam bawang tiwai terkandung senyawa penting bernama naphtokuinones dan beberapa senyawa alkaloid yang terbukti menurunkan dorongan pembentukan sel kanker dan mematikan kemampuan sel kanker melindungi diri dan memperbanyak diri.

Salah satu laporan mengenai riset bawang tiwai sebagai alternatif pengobatan herbal kanker dapat Anda jumpai pada jurnal Advances in Health Science Research tahun 2018. Ini merupakan salah satu materi yang diulas pada Proceedings of the 2nd Public Health International Conference (PHICo 2017).

Bahasan dalam konferensi ini memperlihatkan bagaimana bawang tiwai memiliki indikasi kuat sebagai alternatif sumber daya baru untuk pengobatan kemoterapi baru dalam mengatasi kanker kolon.

Selain untuk kanker kolon, bawang tiwai juga dapat dimanfaatkan sebagai herbal alami kanker payudara. Hal tersebut telah dijelaskan dalam Pharmaceutical Biology tahun 2015. Di sini dijelaskan bawang tiwai akan bekerja sebagai antiproliferasi dan anti angiogenesis pada kanker payudara.

Pada Online Journal of Biological Sciences tahun 2018, dijelaskan pula manfaat bawang tiwai untuk membantu menjaga kestabilan kadar hormonal pada wanita. Sehingga membantu mencegah terjadinya gangguan pasca menopause. juga efektif mencegah terbentuknya kanker yang berkaitan dengan hormon seperti kanker payudara dan kanker rahim.

Tanaman Pembunuh Sel Kanker 10: Noni

tanaman noni pembunuh sel kanker

Buah yang masih berkerabat dekat dengan buah buni alias berry ini memang dikenal pula sebagai tanaman kaya khasiat. Termasukdi antaranya khasiatnya sebagai tanaman pembunuh sel kanker. tanamannya diketahui kaya akan flavonoid, sterol, terpenoid, proxeronine, uercetin, anthraquinone, damnachantal dan masih banyak lagi

Komponen senyawa di atas bekerja sebagai sitotoksin yang akan melemahkan sel kanker. Terbukti komponen fitokimia dalam Noni akan bekerja sebagai anti proliferasi, anti angiogenesis dan pro apoptosis. Sekaligus pula memberi stimulasi bagi sistem imunitas membentuk perlawanan lebih solid melawan pembentukan kanker dalam tubuh.

Penjelasan detail mengenai bagaimana kinerja Noni untuk herbal alami kanker dapat ditemukan dalam sejumlah jurnal. Seperti pada jurnal Phytotherapy Research tahun 2012. Pembuktian terhadap khasiat pengobatan herbal kanker dengan Noni ini juga ditunjukan dalam Journal of Functional Foods in Health and Disease tahun 2013. Dalam hal ini terapi Noni diterapkan pada pasien kanker payudara.

Pengobatan kanker memang bukan sebuah pekerjaan sederhana. Ada tindakan dan langkah kompleks untuk dapat sembuh total. Di antaranya adalah dengan memanfaatkan terapi alami menggunakan tanaman pembunuh sel kanker. pilih pengobatan herbal alami yang paling direkomendasikan dan padukan herbal alami kanker ini dengan terapi medis untuk mendapatkan hasil lebih optimal. Lakukan pengawasan optimal untuk memantau hasil perkembangan pengobatan.


Referensi Tanaman Pembunuh Sel Kanker:

Adi Permana. Buletin Institut Teknologi Bandung. Updated: 2018-10-03. Guru Besar ITB Rekomendasikan 10 Tanaman Obat Pelawan Sel Kanker. URL: https://www.itb.ac.id/news/read/56823/home/guru-besar-itb-rekomendasikan-10-tanaman-obat-pelawan-sel-kanker.

Céline Cassé. Biomedical Genetics and Genomics. Updated: 2018. Molecular mechanisms of Annona muricata anti-proliferative/anti-cancer properties. URL: https://www.oatext.com/molecular-mechanisms-of-annona-muricata-anti-proliferative-anti-cancer-properties.php#Article.

Pam Stephan. Verywellheath. Updated: 2019-07-26. Important Facts About Taxol. URL: https://www.verywellhealth.com/taxol-paclitaxel-chemotherapy-430562.

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Updated: 2016-12-21. Noni. URL: https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/noni.


Advertisement
Alinesia