Alam nusantara kita punya berlimpah kekayaan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan. Di berbagai daerahnya terdapat tanaman khas yang telah secara tradisional digunakan untuk kesehatan. Salah satunya adalah bawang dayak yang tumbuh di hutan Kalimantan Barat. Khasiat bawang dayak dikenal cukup luas untuk sejumlah keluhan kesehatan, seperti kanker, diabetes, sakit jantung, hingga kolesterol tinggi.

Apa sebenarnya bawang dayak itu? Apa saja khasiat bawang dayak bagi kesehatan? Bagaimana cara mengolah bawang dayak menjadi obat herbal? Apakah ada efek samping minum bawang dayak? Di artikel ini kita akan mendapat penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Apa Itu Bawang Dayak?

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa atau Eleutherine americana Merr) adalah salah satu tanaman umbi-umbian yang ditemukan di hutan Kalimantan Barat. Konon tanaman ini berasal dari daratan Amerika. Sayangnya tanaman ini tidak banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia secara luas. Padahal, boleh dibilang khasiat bawang dayak sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.

Nama Lain Bawang Dayak

Di beberapa wilayah Indonesia, bawang dayak punya nama yang berbeda-beda, yaitu bawang sabrang, bawang tiwai, bawang kapal, bawang siyem, babawangan beureum, braambang sabrang, teki sabrang, dan luluwan sapi.

Bawang dayak merupakan jenis tumbuhan terna, atau berbatang lunak tidak berkayu, yang dapat tumbuh hingga setinggi 26 – 50 cm. Bagian umbinya ada di bawah tanah dan berbentuk bulat telur lonjong serta berwarna merah.

Tanaman ini punya bunga berwarna putih dan punya daun tunggal, yaitu hanya satu helai di setiap tangkainya. Warna daunnya hijau muda dan letaknya berhadapan. Bentuk daunnya sangat panjang dan runcing di bagian ujungnya, pangkal daunnya juga runcing, tepi daunnya halus tanpa gerigi, permukaannya halus di bagian atas maupun bawah, serta memiliki tulang daun yang sejajar.

Kandungan Berkhasiat pada Bawang Dayak

Artikel ilmiah berjudul Chemical Constituents of the Rhizome of Eleutherine bulbosa…. menjelaskan bahwa umbi dari tanaman ini mengandung beberapa senyawa aromatik dan turunannya (naftokuinon dan antrakinon), seperti eleutherinone, eleutherine, isoeleutherine, eleutherol,8 (R)-4-hydroxyeleutherin, eleuthone, isoeleuthoside C, dan eleutherinol 8-O-β-D-glucoside.

Yang tergolong dalam senyawa naftokuinon misalnya eleutherine, eleutherol, dan eleutherinone. Senyawa naftokuinon dikenal memiliki sifat anti-bakteri, anti-jamur, anti-virus, dan anti-parasit. Senyawa ini bahkan dapat menghasilkan aktivitas biologis yang bersifat anti-kanker dan antioksidan di dalam tubuh kita.

Baca juga  Mengenal Lebih Dalam Manfaat Bawang Dayak

Sedangkan senyawa-senyawa yang tergolong senyawa antrakinon misalnya isoeleutherine, eleutherine, eleutherol, dan eleutherinol. Senyawa antrakinon diketahui mempunyai kemampuan sebagai pencahar.

Di samping itu, senyawa-senyawa yang tergolong senyawa bioaktif (menghasilkan aktivitas biologis dalam tubuh) yang terkandung dalam umbi bawang ini antara lain senyawa flavonoid, alkaloid, glikosida, steroid, saponin, fenolik, tanin, kuinon, dan triterpenoid.

Khasiat Bawang Dayak bagi Kesehatan

Secara tradisional, masyarakat telah memanfaatkan bawang dayak sebagai obat alami. Mereka menggunakannya untuk menurunkan darah tinggi atau hipertensi, mengatasi penyakit kencing manis atau diabetes, bahkan untuk pengobatan kanker. Ada juga yang mengonsumsinya sebagai obat penurun kolesterol dan pencegah stroke.

Agar lebih jelas mengenai khasiat bawang dayak, berikut akan dijelaskan mengenai masing-masing dari kegunaan tanaman herbal ini.

  • Pengobatan Kanker

    Bawang dayak memiliki senyawa flavonoid yang dapat menghasilkan aktivitas biologis bersifat antioksidan bila dimasukkan ke dalam tubuh. Antioksidan ini dibutuhkan tubuh dalam upaya mengatasi kanker. Di samping itu, flavonoid juga terbukti memiliki mekanisme-mekanisme kerja yang bersifat anti-kanker sehingga cocok dimanfaatkan untuk mendukung pengobatan kanker.

  • Menurunkan Darah Tinggi

    Khasiat bawang dayak untuk darah tinggi atau hipertensi dimungkinkan berkat kemampuan herbal ini sebagai diuretik. Jurnal penelitian berjudul “ANTIHYPERTENSIVE ACTIVITY ETHANOLIC EXTRACT OF BULB ELEUTHERINE AMERICANA….” menjelaskan tentang kemampuan ini. Dijelaskan bahwa ekstrak bawang dayak dengan dosis 100 mg/kg punya efek diuretik yang sebanding dengan obat darah tinggi furosemide dosis 3,6 mg/kg.
    Jadi herbal ini mampu meningkatkan produksi urin sekaligus meningkatkan kadar sodium, potasium, dan klorida dalam urin. Hal itu akan membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Dengan begitu, bawang dayak cocok dimanfaatkan untuk obat darah tinggi alami.

  • Menurunkan Kolesterol

    Khasiat bawang dayak untuk kolesterol tinggi terbukti melalui riset ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal “Effect of herbal drink plants Tiwai (Eleutherine Americana Merr) on lipid profile of hypercholesterolemia patients”. Orang-orang berusia 40 – 65 tahun yang kolesterolnya di atas 220 mg/dL diketahui dapat turun total kolesterolnya setelah mengonsumsi herbal bawang dayak selama 7 hari. Reaksi minum bawang dayak herbal itu bahkan lebih kuat lagi apabila dibarengi dengan pola makan yang sehat.

  • Mencegah Serangan Jantung

    Sebagaimana telah dijelaskan, bawang dayak merupakan obat darah tinggi dan obat kolesterol alami. Itu artinya herbal ini juga dapat digunakan untuk membantu memelihara kesehatan jantung yang sebenarnya berkaitan erat dengan kesehatan pembuluh darah. Bila tekanan darah dan kolesterol dibiarkan terus tinggi, kondisi itu bisa mengarah ke serangan jantung dan komplikasi serius lainnya. Bila tekanan darah bisa dikontrol dengan konsumsi herbal dan gaya hidup yang baik, maka kesehatan jantung akan terpelihara.

  • Mencegah Stroke

    Selain dapat memicu serangan jantung, darah tinggi dan kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan stroke. Bahkan, tekanan darah tinggi adalah penyebab utama stroke dan merupakan faktor risiko yang paling harus dikontrol. Anda bisa dibantu mengendalikan darah tinggi dan kolesterol tinggi dengan mengonsumsi herbal bawang dayak.

  • Pengobatan Diabetes

    Diabetes erat kaitannya dengan kadar gula darah tinggi. Jadi salah satu cara terbaik untuk mengobati diabetes ialah dengan berupaya mengendalikan kadar gula darah. Disinilah khasiat bawang dayak untuk diabetes karena mampu menurunkan kadar gula darah (glukosa) bahkan pada orang-orang yang telah mengidap diabetes.
    Salah satu bukti ilmiah dari khasiatnya ini dijelaskan oleh jurnal “α-Glucosidase inhibitors from the bulb of Eleutherine americana”. Dijelaskan bahwa khasiat bawang dayak untuk diabetes ada pada kandungan senyawa eleutherol, eleutherinoside A, dan eleuthoside B di dalamnya.

  • Pengobatan Amandel

    Penyakit radang amandel (tonsilitis) dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Karena itu bila bakteri atau virus penyebabnya dapat cepat dihilangkan, maka penyakit amandel pun akan segera sembuh. Disinilah khasiat bawang dayak untuk amandel karena sanggup membantu menghilangkan bakteri maupun virus penyebab radang amandel. Bawang dayak mengandung senyawa naftokuinon yang memiliki sifat anti-bakteri dan anti-virus.

Cara Mengolah Bawang Dayak

Penelitian membuktikan bahwa bagian umbi dari tanaman bawang dayak memang berkhasiat sebagai herbal untuk memelihara kesehatan. Dan dari bukti empiris (dari pengalaman para penggunanya), seluruh tanaman bawang dayak, dari akar hingga daunnya, dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional.

Sebenarnya, herbal ini dapat dimakan langsung. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menyiapkan 2 – 3 butir bawang dayak, cuci sampai bersih, lalu memakannya mentah-mentah. Bawang dayak mentah bisa dimakan 2 kali sehari. Tetapi jika tidak suka makan langsung, Anda bisa mengolahnya terlebih dulu. Berikut adalah 4 cara mudah mengolah bawang dayak:

  • Diseduh

    Cara menyeduh bawang dayak: Siapkan 3 – 4 butir bawang dayak segar, cuci sampai bersih, lalu iris tipis-tipis. Kemudian seduh irisan-irisan tipis bawang dayak dengan 1 gelas air mendidih (kira-kira 200 ml). Minumlah teh bawang dayak segar ini selagi masih hangat sebanyak 2 kali sehari.

  • Direbus

    Cara merebus bawang dayak: Siapkan 5 – 6 butir bawang dayak, cuci hingga bersih, dan iris kecil-kecil. Kemudian rebus irisan bawang dayak dengan 2 gelas air, dan tunggu sampai airnya tinggal setengahnya. Minumlah teh bawang dayak rebus ini sebanyak 2 kali sehari.

  • Dikeringkan

    Cara membuat bawang dayak kering: Siapkan seluruh bagian tanaman bawang dayak, dari akar, umbi, hingga daunnya, lalu cuci sampai bersih. Kemudian iris tipis-tipis dan jemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering. Atau bisa dikeringkan di dalam oven dengan suhu 50 derajat C selama sekitar 8 jam. Bawang dayak kering lalu bisa disimpan dan bisa sewaktu-waktu diseduh menggunakan air mendidih. Minumlah teh bawang dayak ini selagi masih hangat.

  • Dijadikan Bubuk

    Cara membuat bubuk bawang dayak: Lakukan langkah-langkah seperti cara mengeringkan bawang dayak di atas. Bawang dayak kering lalu dihaluskan menjadi bubuk dengan cara ditumbuk atau menggunakan blender. Bubuk bawang dayak kemudian diayak terlebih dulu dan setelahnya bisa disimpan untuk dikonsumsi sewaktu-waktu. Untuk mengonsumsinya, seduh bawang dayak bubuk dengan air mendidih lalu minum selagi hangat.

Efek Samping Bawang Dayak

Hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan tentang efek samping berbahaya dari konsumsi bawang dayak. Perlu diingat bahwa bawang dayak merupakan herbal yang artinya produk alami. Ciri khas dari produk alami adalah efek sampingnya yang relatif lebih sedikit daripada produk kimiawi buatan.

Namun bukan berarti herbal sama sekali bebas efek samping. Reaksi negatif setelah minum herbal bisa saja ada, tetapi itu biasanya tidak lama dan tidak parah. Efek tersebut juga bergantung pada tanggapan tubuh serta kondisinya saat itu. Efek samping bawang dayak yang mungkin akan terasa misalnya kembung, batuk-batuk, atau mual setelah mengonsumsinya.

Namun sesudah 1 – 3 hari konsumsi, biasanya efek-efek negatif tersebut akan hilang karena tubuh telah menyesuaikan dengan efek pengobatan dari herbal ini. Oleh sebab itu, efek-efek itu lebih sering disebut sebagai efek penyesuaian saja daripada efek samping. Dan reaksi minum bawang dayak bisa berbeda-beda pada setiap orang, jadi tidak semua orang akan merasakan efek penyesuaian semacam itu.

Pengingat saat Mengonsumsi Bawang Dayak

Anda disarankan untuk membatasi konsumsi bawang dayak sewajarnya dan sesuai kebutuhan saja, jangan lebih dari 3 kali sehari. Bila dirasa efek-efek negatif yang terlalu mengganggu, cobalah kurangi jumlah bawang dayak yang dikonsumsi. Bisa juga tanyakan dulu pada dokter sebelum mengonsumsinya. Dengan begitu, Anda akan menikmati khasiat bawang dayak yang sepenuhnya tanpa takut dengan efek sampingnya.

Demikianlah artikel ini yang mengulas khasiat bawang dayak. Semoga dengan adanya artikel ini kita semua jadi punya wawasan luas tentang aneka ragam herbal yang ada di alam nusantara. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar herbal, pemanfaatan herbal, serta info dan tips kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.