Stress: Bagaimana Cara Menangani Stres Pasca Trauma?

496

Diedit:

Tahukah Anda ciri-ciri seseorang yang mengalami stres pasca-trauma? Bagaimana cara menangani kondisi stres pasca-trauma? Apa sebenarnya yang terjadi pada penderita stres pasca-trauma? Perhatikanlah keterangan berikut ini, yang memperjelas gejala traumatis ini!

Apa itu stres pasca-trauma?

Shell Shock atau combat fatigue adalah istilah lain dari stres pasca-trauma—gangguan stres yang menyebabkan trauma setelah selamat dari peristiwa yang mengancam kehidupan, seseorang yang mengalami ini biasanya pernah mengalami serangan fisik ataupun cedera.

Bagaimana prosesnya? Saat seseorang berada dalam situasi yang mengancam, secara otomatis tubuh akan meningkatkan produksi hormon dalam tubuh. Peningkatan hormon ini menyebabkan seluruh organ tubuh berada dalam kondisi siaga dari bahaya yang mengancam. Jika Anda tidak memiliki trauma keadaan demikian dapat segera normal kembali, seraya bahaya berlalu. Namun lain halnya pada penderita yang mengalami stres pasca-trauma, kondisi ini akan tetap tinggi.

Stres pasca-trauma dapat berlangsung hingga bertahun-tahun setelah kejadian berlalu. Penderita akan cepat panik sewaktu melihat seseorang yang menunjukkan kemiripan dengan orang yang mengancam kehidupannya. Bahkan beberapa orang yang hanya menjadi saksi mata atas kejadian yang mengerikan juga dapat mengalami kondisi traumatis.

Apa saja gejala stres pasca-trauma?

Seseorang yang mengalami stres pasca-trauma biasanya tidak dapat mengendalikan pikirannya sendiri. Kejadian tertentu dapat menimbulkan kembali trauma masa lalu (flash back). Beberapa orang bahkan mengalami mimpi buruk yang seram. Kondisi lainnya adalah mudah kaget terhadap suara keras ataupun kehadiran seseorang yang tiba-tiba berada dibelakang. Timbul perasaan gemetar, keringat dingin, detak jantung berdegup kencang yang disertai dengan kesulitan bernapas.

Selain itu, penderitanya dapat histeris sewaktu diingatkan pada kejadian yang memicu trauma, mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, merasa hampa, mudah marah, sulit merasakan emosi yang kuat atau menunjukkan perasaan sayang, merasa bahwa lingkungan hidupnya aneh atau tak nyata, merasa tersisih, dan kehilangan minat akan sesuatu hal yang dulunya digemari.

Baca juga:  Stres karena Hubungan Retak? Inilah Cara Minta Maaf untuk Memperbaikinya

Bagaimana Anda dapat mengatasi stres pasca-trauma?

Stres pasca-trauma merupakan gangguan psikologi yang dapat menguras emosi dan mental. Seringkali bantuan berupa pendekatan pribadi lebih ampuh, selain itu terapi juga dibutuhkan untuk menyeimbangkan kondisinya yang tidak stabil. Keadaan ini juga dapat diatasi dengan bantuan yang bersifat rohani atau spiritual—misalnya membaca bahan bacaan yang dapat menenangkan pikiran dan batin.

Seseorang yang mengalami stres pasca-trauma perlu dibantu untuk melihat realita dengan lebih optimis, bantu dirinya menemukan kepercayaan diri dengan membuatnya nyaman saat berada dengan Anda, hal ini dapat dilakukan dengan menjadi pendengar yang baik dan memberikan kata-kata yang menghibur.

Untuk memastikan kondisi Anda secara spesifik, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sehingga pengobatan yang tepat dapat diperoleh, guna menghindari bertambah parahnya keadaan yang mengkhawatirkan ini. Stres pasca-trauma bukanlah hal yang menakutkan untuk dihadapi, Anda bisa terlepas dari ketakutan masa lalu yang menghantui selama waktu yang cukup lama, dan kunci dari belenggu ini ada di tangan Anda—sudahkah Anda belajar menerima kenyataan?

Advertisement
Alinesia