Singkap 8 Khasiat Pare bagi Kesehatan, Salah Satunya sebagai Obat Kolesterol!

511

Diedit:

Si pahit satu ini memang cukup unik. Meski terasa pahit di lidah dengan ajaibnya, pare justru sangat banyak digemari. Rasa getirnya yang tajam justru membuat selera makan meningkat. Dan ternyata Anda tak perlu merasa ragu untuk mengonsumsi sayuran satu ini, di balik rasanya getir tajamnya, tersimpan sederet khasiat herbal dari sayuran pare.

Manfaat pare memang terkait erat dengan kandungan senyawa penting di dalamnya yang mempengaruhi rasa khas dari pare. Bentuk buah yang sekilas menyerupai ketimun dengan permukaan kulit yang kasar juga ternyata membuat pare juga memiliki sejumlah khasiat dari ketimun.

Rahasia utama dari pare terletak pada senyawa unik bernama charantin. Senyawa ini memberi efek getir yang tajam pada daging buahnya. Namun di sisi lain kandungan charantin ternyata menjadikan sayuran ini kaya manfaat.Selain charantin, terdapat kandungan senyawa fitonutrient unik bernama polypeptide-P yang memiliki kinerja serupa dengan insulin.

Kandungan lain dalam pare antara lain asam folat atau vitamin B9, vitamin C, sejumlah flavonoid, betakarotene, alfakarotene, lutein dan zeaxanthin. Kandungan vitamin B di dalamnya juga cukup tinggi, terutama untuk jenis vitamin B6, B5 dan B3. Juga terdapat kandungan sejumlah mineral essensial seperti zink, mangan, magnesium, kalium dan zat besi.

Kandungan anti bakteri dan anti biotik di dalamnya juga cukup tinggi, memiliki sifat imunobooster dan memberi efek positif terhadap produksi sejumlah komposisi hormonal dan enzim dalam pencernaan.

Dan dengan mengacu pada sejumlah temuan mengenai kandungan pare, berikut ini merupakan sejumlah manfaat pare yang baik untuk kesehatan.

1. Mengatasi diabetes

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam pare memang terkandung senyawa unik bernama polypeptide-P yang bekerja sebagaimana fungsi insulin, untuk menstimulasi sel-sel tubuh menyerap glukosa dalam darah. Kinerja ini sangat berperan untuk membantu tubuh mengurangi kadar glukosa darah dengan cepat. Dan sangat tepat dimanfaatkan untuk mereka yang mengalami disfungsi pankreas atau disfungsi kelenjar insulin.

Sedang manfaat pare lain bisa Anda dapatkan dari senyawa charantin. Senyawa unik ini menstimulasi sitesis dari glikogen dalam sel liver, otot dan sejumlah jaringan. Anda bisa mendapatkan sejumlah informasi terkait pekhasiat pare untuk diabetes dalam jurnal Mary Ann Liebert. Inc. Tahun 2005 dengan tajuk Using Bitter Melon to treat Diabetes.

2. Mengatasi wasir

Kandungan anti inflamasi yang terdapat dalam pare ternyata efektif membantu mengatasi wasir. Dalam Journal of Ethnopharmacology tahun 2004 dengan jurnal berjudul Pharmacological actions and potential uses of Momordica charantia: a review, dijelaskan bagaimana pare dapat bekerja mengatasi pembentukan wasir.

3. Memberi manfaat terhadap sistem imunitas

Di dalam pare terdapat kandungan besar vitamin C yang memang sudah lama dikenal sebagai pendorong sistem imunitas. Selain itu, dalam pare juga ditemukan kandungan anti oksidan yang tinggi. Kandungan anti oksidan ini bekerja efektif menstimulasi sistem imunitas.

4. Membantu mengatasi kolesterol dan radikal bebas

Masih bicara soal kandungan anti oksidan dalam pare, ditemukan adanya kolerasi sejumlah anti oksidan dalam pare terhadap kesehatan sistem tubuh secar general. Karena sejumlah anti oksidan akan bekerja mendorong kinerja sistem enzim dalam hati untuk memaksimalkan sistem netralisasi sejumlah oksidan dalam tubuh.

Anti oksidan juga bekerja membantu memperbaiki komposisi darah, sehingga bermanfaat sebagai obat kolesterol karena mengatasi sejumlah endapan kolesterol. Hal ini juga akan memberi manfaat pada kestabilan tekanan darah, mencegah masalah jantung, masalah ginjal dan kondisi kesehatan lain.

Anda bisa menemukan sejumlah informasi lengkap terkait dengan kandungan anti oksidan dalam pare pada jurnal Antioxidant and free radical scavenging activities of wild bitter melon dalam LWT Journal – Food Science and Technology tahun 2008.

5. Sebagai anti kanker

Kembali kita tilik bagaimana kinerja anti oksidan dalam pare memberi manfaat sebagai anti oksidasi sel. Oksidasi sel akan merusak sistem DNA yang menyebabkan penyimpangan perilaku sel termasuk penyimpangan regenerasi sel yang dapat berisiko menjadi pembentukan sel kanker.

Dalam laman SpringerLink dijelaskan dalam jurnal Bittermelon, Antagonist for Cancer diungkap bagaimana kemampuan pare terhadap kanker. Khasiat pare dalam mencegah kanker berasal dari kemampuannya untuk membentuk sistem anti gen alami dalam tubuh untuk mencegah kerusakan DNA dan penyimpangan perilaku sel. Juga berasal dari kerusakan sel akibat proses oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas.

Dalam International Journal of Cancer, pada jurnal tahun 2009 bertajuk Ribosome-inactivating proteins isolated from dietary bitter melon induce apoptosis and inhibit histone deacetylase-1 selectively in premalignant and malignant prostate cancer cells dijelaskan bagaimana pare bekerja melawan pembentukan sel kanker prostat. Sejumlah riset juga mengungkap adanya manfaat pare untuk mencegah kanker payudara.

6. Mengatasi gangguan liver dan ginjal

Dalam sejumlah riset yang diungkap oleh WebMD dibahas mengenai khasiat pare terhadap keluhan liver dan ginjal. Pare juga efektif mengatasi batu ginjal, memperbaiki sistem enzim dalam liver dan membantu menetralisir sejumlah toksin dalam tubuh.

Pare juga bekerja menghambat terbentuknya cadangan lemak berlebihan dalam perut terutama sekitar hati yang akan menyebabkan sel-sel hati tidak dapat bekerja dengan optimal sebagaimana mestinya.

7. Mengatasi gangguan pernapasan

Terdapat banyak riset yang menemukan adanya manfaat pare dalam membantu mengatasi keluhan pernapasan. Kandungan anti inflamasi dan kemampuannya dalam menstimulasi sistem daya tahan tubuh akan membantu tubuh melawan sejumlah infeksi terkait sistem pernapasan. Dan kemampuan pare juga baik dalam mengatasi sejumlah autoimun yang berkaitan dengan alergi.

Kandungan anti histamin, espectoran, supressant, anti inflamasi, stimulan imunitas dan anti viral bekerja sekaligus mengatasi sejumlah keluhan pernapasan. Anda bisa mendapatkan khasiat pare untuk mengatasi keluhan pernapasan dengan mengonsumsinya malam menjelang tidur.

8. Mengatasi infeksi fungi

Dalam riset di India yang dipublikasikan pada jurnal Electronical Journal of Biology berjudul Medicinal Uses and Molecular Identification of Two Momordica charantia Varieties – a review pada tahun 2010, diungkap bagaimana kemampuan anti fungal dari pare.

Manfaat pare terbukti baik untuk mengatasi sejumlah keluhan jamur pada permukaan kulit, termasuk psioriasis, kutu air, kurap, panu dan keluhan jamur kulit lain. Anda bisa gunakan sebagai terapi oles pada area terinfeksi dengan sekaligus didampingi dengan terapi minum.

Selain khasiat pare, rupanya Anda juga perlu memperhatikan sejumlah kondisi terkait dengan asupan pare berlebihan dan tidak sesuai dengan aturan. Anda bisa manfaatkan pare dengan tetap memperhatikan, sejumlah kondisi berikut.

Kemampuan pare dalam menurunkan kadar glukosa dalam darah sangat agresif. Dan akan cukup berisiko ketika Anda padukan dengan asupan herbal penurun kadar diabetes dan asupan medis diabetes. Jadi bijaklah dalam mengonsumsi pare karena juga bisa menyebabkan tubuh mengalami hipoglikemia.

Biji dari pare ternyata memberi risiko seseorang mengalami defisiasi Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD). Kondisi ini akan merujuk pada kasus anemia, sakit perut, kram perut, sakit kepala dan sejumlah kondisi lain.

Dan peringatan lain terkait penggunaan khasiat pare adalah sifatnya yang bisa menyebabkan risiko keguguran dan keluhan dengan produksi air susu. Ibu akan mengalami masalah dengan sifat pare yang bisa memicu terjadinya kasus keguguran dan beberapa kondisi hormonal yang mengganggu produksi ASI.

Advertisement
Alinesia