Siapa Bilang Merokok Shisha Tidak Berbahaya?


By Cindy Wijaya

Kebiasaan merokok sepertinya memang bisa ditemukan di berbagai penjuru dunia. Anda mungkin sudah mengenal produk rokok sigaret yang beredar di pasaran. Akan tetapi, Anda juga bisa menemukan pilihan lain dalam menghisap merokok khusus yang berasal dari latar belakang kebudayaan yang berbeda. Anda mungkin sudah cukup mengenal merokok shisha atau yang juga dikenal sebagai hookah.

Gaya merokok ini berasal dari daerah Timur Tengah dan saat ini gaya merokok ini tengah menjadi tren yang disukai oleh masyarakat. Merokok shisha bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup dan pergaulan masyarakat urban.

Cara menikmati rokok unik ini memang berbeda dengan cara menghisap asap tembakau yang selama ini dinikmati oleh banyak orang. Ketika merokok shisha, ada tabung yang berisi air yang digunakan. Tembakau akan dipanaskan menggunakan tabung tersebut dengan tambahan rasa buah sesuai dengan selera. Asap yang dihasilkan oleh tabung shisha ini kemudian akan disalurkan menggunakan selang untuk dihirup dan dinikimati.

Banyak orang yang merasa penasaran dengan rasa buah-buahan yang bisa dinikmati melalui asap yang dihasilkan tabung shisha. Banyak orang yang kemudian mempunyai anggapan bahwa merokok shisha lebih menyehatkan dibandingkan dengan merokok tembakau biasa karena rasa buah-buahan yang ada di dalamnya.

Selain itu, ada anggapan bahwa rokok shisha lebih sehat karena racun yang ada pada tembakau sudah diserap oleh air yang ada dalam tabung shisha. Akan tetapi, anggapan ini sama sekali keliru karena bahaya yang dimiliki oleh rokok shisha ternyata sama dengan menghirup 100 batang rokok menurut WHO.

Kandungan Rokok Shisha

Daripada menduga-duga dan pada akhirnya mempunyai anggapan yang salah mengenai rokok shisha, ada baiknya Anda mengetahui lebih dalam mengenai berbagai kandungan yang bisa ditemukan di dalam rokok shisha. Sebagai rokok pada umumnya, Anda juga akan menemukan kandungan tembakau beserta racun lain di dalam shisha termasuk tar, rimah, arsenik, karbon monoksida, dan tentunya nikotin.

Asap shisha rupanya mempunyai kandungan racun yang lebih tinggi dibandingkan dengan rokok tembakau. Anda mungkin akan langsung merasa ngeri karena asap yang dihasilkan shisha mempunyai kandungan arsenik dan juga nikel yang lebih tinggi dibandingkan dengan rokok tembakau biasa. Selain itu, kandungan tar di dalamnya juga 36 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan rokok tembakau biasa.

Asap shisha juga mempunyai kandungan karbon monoksida yang lebih tinggi 15 kali lipat dibandingkan dengan rokok tembakau biasa. Karena merokok shisha biasanya dilakukan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan merokok tembakau, berbagai unsur racun yang menyebabkan kanker dan kandungan nikotin di dalamnya juga akan lebih banyak masuk ke dalam sistem pernapasan Anda.

Gangguan Kesehatan Akibat Merokok Shisha

Ada berbagai jenis gangguan kesehatan yang bisa Anda derita akibat merokok shisha. Anda tidak lagi bisa menyepelakan berbagai bahaya kesehatan akibat banyaknya jenis racun yang Anda hirup ke dalam paru-paru melalui asap shisha. Salah satu penyakit yang bisa Anda derita akibat menghirup asap shisha ialah penyakit jantung.

Racun yang ada di dalam asap shisha mengandung racun dalam jumlah besar sehingga bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah dan nantinya akan berakibat pada terjadinya penyakit jantung. Racun dalam jumlah yang lebih banyak yang dihirup oleh perokok shisha dalam jangka waktu yang lama juga akan memberikan efek buruk pada kesehatan. Belum lagi proses pemanasan tembakau yang menggunakan arang yang ternyata juga bisa membawa pengaruh kurang baik bagi kesehatan.

Meskipun sudah melewati air, kandungan racun yang tinggi tetap bisa ditemukan dalam asap shisha. Racun yang menyebabkan berbagai jenis kanker mulai dari kanker paru-paru hingga kanker kandung kemih bisa diderita akibat menghirup racun berupa logam dan karbon monoksida di dalam asap shisha.

Jaringan gusi bisa mendapatkan pengaruh negatif akibat kadar cotinine dan nikotin yang meningkat di dalam darah juga air liur pada perokok shisha sehingga perokok shisha bisa menderita penyakit pada gusi. Beberapa jenis penyakit juga bisa disebarkan oleh selang dan tabung shisha yang digunakan bersamaan apalagi jika alat tersebut tidak dibersihkan dengan baik dan benar.

Risiko melahirkan bayi yang mempunyai berat badan kurang bisa dialami oleh wanita hamil yang biasa menghirup asap satu tabung shisha atau lebih setiap hari. Risiko gangguan pernapasan juga bisa dialami oleh si bayi. Akibat kandungan logam berat termasuk timah, kobalt, kromium, dan arsenik dalam asap shisha rupanya bisa tersimpan dalam sperma. Sebagai akibatnya, sperma mempunyai kualitas dan kuantitas yang menurun sehingga tingkat kesuburan pria pun mengalami penurunan akibat mengisap asap shisha.

Stop Merokok Shisha Jika Tak Mau Kena Akibatnya!

Jika Anda pada awalnya menganggap bahwa merokok shisha aman untuk kesehatan Anda sehingga Anda terlajur menjadikan merokok shisha sebagai kebiasaan Anda, sebaiknya Anda mulai menghentikan kebiasaan ini setelah mengetahui berbagai bahaya yang mengintai perokok shisha. Anda bisa menggantikan kebiasaan buruk untuk kesehatan ini dengan kebiasaan lain yang lebih sehat seperti melakukan kegiatan fisik secara rutin.

Ketika melakukan kegiatan fisik, otak Anda akan menghasilkan endorfin yang memberikan rasa senang tanpa harus menghirup asap shisha. Kegiatan fisik juga akan membantu Anda menjauhkan pikiran untuk menikmati asap shisha. Selain itu, ada baiknya Anda juga mencari dukungan orang terdekat untuk membantu Anda menghentikan kebiasaan merokok shisha yang tidak sehat.

Agar bisa terbebas dari godaan merokok shisha, Anda perlu pula menjauhi perokok shisha. Bila perlu Anda bisa mencari pengobatan herbal yang membantu menghilangkan kebiasaan ini dan bahkan menyembuhkan efek buruk yang diakibatkan oleh merokok shisha.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}