Share:

Terakhir Diedit:

Anda termasuk pengkonsumsi kopi? Dan tak bisa memulai pagi tanpa secangkir kopi favorit Anda? Mari kita akui bersama bagaimana kopi mengambil peran cukup besar dalam beberapa pencapaian Anda, terutama di dunia kerja. Kopi akan sangat membantu Anda untuk fokus dan bekerja dengan ritme yang baik hingga pekerjaan Anda terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Ini sebabnya kemudian kopi berkembang menjadi minuman sejuta umat. Tak terkecuali untuk wanita maupun pria. Bahkan menurut catatan U.S. Food and Drug Administration, setidaknya 90% penduduk dunia mengonsumsi kafein dalam beragam bentuk minuman dan penyajian.

Tapi ternyata dibalik manfaatnya untuk membantu Anda konsentrasi dan bekerja dengan lebih gesit, rupanya  ada beberapa efek negatif dari kopi untuk wanita. Ini jelas kabar buruk bagi Anda yang telah terbiasa mengonsumsi kopi sebagai menu harian Anda. Hanya saja penting untuk Anda memahami seberbahaya apa mengonsumsi kopi dalam hal ini kafein untuk tubuh wanita, dan sejauh mana Anda sebaiknya mengonsumsi kopi untuk setiap harinya.

Apa Pengaruh Kopi terhadap Wanita?

Kopi mempengaruhi kesehatan wanita secara general baik itu pada wanita pada usia subur ataupun pada wanita yang berada di usia menjelang dan sesudah menopause. Ini karena kopi memiliki pengaruh terhadap kondisi hormonal, sementara wanita bisa dikatakan seumur hidupnya memiiki sejumlah ketergantungan pada situasi hormonal tertentu untuk tetap sehat dan memiliki kondisi tubuh yang prima.

Keterkaitan kafein dengan situasi hormonal membuat wanita menjadi lebih sensitif terhadap kopi dibandingkan pria. Dan menurut pengungkapan naturalnews.com, wanita memiliki kondisi sistem hati dan ginjal yang tidak cukup mampu mendetoks kafein dengan kecepatan yang sama sebagaimana pada pria. 

Kopi memberi pengaruh berbeda pada wanita untuk tingkatan usia yang berbeda.

Tentu ini berkaitan dengan kondisi tubuh wanita pada usia yang berbeda juga memiliki struktur dan keseimbangan hormonal yang berbeda, sehingga akan bereaksi berbeda pula terhadap komponen senyawa dalam kopi. Mari kita melihat lebih dalam bagaimana pengaruh kopi pada wanita yang berbeda usia.

Pengaruh Kopi pada Wanita Usia Subur


Wanita pada usia antara 20 hingga akhir 30an berada pada masa produktif utamanya. mereka cenderung sangat subur dengan kondisi tubuh yang cenderung prima. Pada usia ini biasanya mereka sedang giat-giatnya beraktvitas dan dalam usia ini pula biasanya mereka menjalani masa-masa kehamilan. Apa saja pengaruh kopi terhadap wanita dalam usia ini?

1. Memicu masalah payudara 

Menurut Duke University study kafein dapat menyebabkan terjadinya pembuluh darah melebar. Ada pengaruh antara masalah ini dengan kinerja hormonal yang terusik oleh kadar kafein yang tinggi dalam darah sehingga memicu terjadinya pembengkakan payudara.

Kopi pada dasarnya memang bekerja mempengaruhi kenaikan estrogen yang pada kadar tertentu menyebabkan payudara mengalami pembesaran ukuran dengan cara menarik darah menuju area payudara. Dengan kopi aktivitas ini bisa menjadi dua kali lebih aktif dan menyebabkan payudara terasa kencang tetapi nyeri. Rasa yang sama yang Anda keluhkan ketika Anda mengalami PMS.

Penebalan payudara ini bila terus terjadi dalam jangka panjang juga bisa memicu keluhan kista payudara atau lebih dikenal dengan fibrocystic breast. Kista ini berasal dari pengendapan cairan dalam payudara akibat seringnya payudara dipadati oleh cairan. Situasi yang rentan terjadi pada wanita dengan kebiasan minum kopi yang kuat. Keluhan fibrocystic breast ini bisa memburuk seiring dengan meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh.

2. Memperburuk PMS

Sebagaimana dijelaskan wanita dengan kebiasaan minum kopi yang kuat memiliki kerentanan mengalami masalah pembengkakan dan nyeri payudara, yang merupakan salah satu keluhan umum pada kondisi PMS. Maka mereka yang mengonsumsi banyak kopi juga akan menjadi lebih rentan mengalami PMS yang buruk.

PMS sendiri adalah keluhan yang lazim terjadi pada wanita di masa awal menstruasi seperti keluhan nyeri pada perut dan pinggang, nyeri payudara, migrain, mual, kembung, pusing, mood yang buruk, sulit konsentrasi dan rasa lemas. Kondisi ini berkaitan dengan kondisi kontraksi pada rahim dalam proses keluarnya darah haid, juga karena sejumlah perubahan hormonal yang menyebabkan wanita mengalami perubahan fisik dan psikis yang drastis.

Baca juga  Cara Meningkatkan Hormon Progesteron dengan Konsumsi Makanan

Ada dua alasan kenapa wanita dengan kadar kafein tinggi dalam darah menjadi lebih rentan mengalami PMS yang berat. Pertama karena kopi mendorong produksi dopamin dalam kadar tinggi yang kadang bisa menyebabkan seseorang rentan stress dan gelisah. Sebaiknya pada masa menjelang menstruasi, Anda tidak disarankan memiliki dopamin dalam kadar tinggi. Karena situasi stress akan memperburuk efek PMS.
Di sisi lain, kesertaan kafein dalam mempengaruhi kondisi hormonal pada wanita menjadi salah satu penyebab kenapa kopi memicu masalah PMS yang buruk. Tingginya kadar kafein dalam darah memungkinkan wanita mengalami perubahan hormonal yang tidak sesuai hingga semakin memperburuk kondis PMS.

3. Menurunkan kesuburan

Wanita dengan kebiasaan minum kopi yang kuat ternyata juga memiliki kecenderungan mengalami penurunan kesehatan reproduktif yang akan berkaitan dengan kesuburan. Kopi dengan pengaruhnya terhadap keseimbangan hormonal juga memicu terjadinya ketidak seimbangan sistem dalam fungsi reproduksi.

Pada beberapa kasus tertentu, kopi menyebabkan penebalan pada dinding rahim pada masa menjelang menstruasi terjadi lebih masif dan pada akhirnya tidak sepenuhnya luruh pada masa haid. Ini menyebabkan dinding rahim menebal yang disebut dengan endometrium.

Inilah kemudian yang menyebabnya sejumlah pakar ginekologi dunia sepakat bahwa mengurangi asupan kopi sampai level minimal termasuk dalam salah satu program standar peningkatan kesuburan pada wanita.

Mengurangi atau berhenti minum kopi tidak akan menyebabkan penebalan pada area payudara atau pada dinding rahim berkurang. Tetapi sebagai salah satu faktor penyebab, mengurangi atau berhenti dengan kopi akan membantu penebalan tidak bertambah buruk.

4.Mengganggu kesehatan janin dan bayi

Wanita hamil tidak dilarang untuk mengonsumsi kopi dan minuman dengan kadar kafein di dalamnya. Hanya saja pastikan untuk hanya mengonsumsinya dalam kadar terbatas. Karena pada wanita hamil dan menyusui, apapun makanan dan minuman yang mereka asup, sebagian akan tersalurkan menjadi komponen nutrisi bagi janin dan ke dalam ASI yang akan dikonsumsi oleh bayi.

Hanya saja, di usia sedini ini kafein bukan jenis asupan yang diperlukan, bahkan bisa berakibat tidak baik untuk janin dan bayi. Beberapa kasus kehamilan dengan janin berukuran kecil dan janin dengan keluhan jantung bisa terjadi pada wanita dengan konsumsi kopi melebihi ambang batas normal. Beberapa ibu hamil juga mengeluhkan efek jantung berdebar yang bisa memicu efek kegelisahan pada janin dalam rahim.

Bayi dan janin juga bisa mengalami efek pusing, mual, kenaikan asam lambung dan nyeri kepala yang berkaitan dengan kafein. Dan kabar buruknya di usia mereka, kondisinya bisa lebih rentan dari orang dewasa.

Pengaruh Kopi pada Wanita Manula


Usia di atas 45 tahun adalah usia menjelang menopause yang membutuhkan lebih banyak perhatian. Kondisi tubuh yang menurun beriringan dengn bertambahnya usia, diperburuk dengan sejumlah penurunan aktivitas hormonal. Tubuh wanita di usia ini mulai rentan dengan degradasi dan apakah kopi memberi peran negatif pada masa ini? berikut sejumlah pengaruh kopi pada wanita usia menjelang manula dan manula.

1. Memperburuk efek menopause

Wanita pada masa menopause memang sedang mengalami perubahan hormonal yang signifikan. Perubahan ini memicu sejumlah masalah pada tubuhnya akibat sejumlah hormon mulai diproduksi dalam kadar yang lebih sedikit.

Akibatnya memang wanita pada usia ini mengalami gangguan dengan sejumlah kondisi fisik termasuk daya tahan tubuh, libido, metabolisme,  vagina kering, osteoporosis, keluhan dengan kurang tidur dan masalah lainnya.

Baca juga  Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan oleh Wanita: Bagian 1

Kelebihan kafein dalam darah bisa memicu gangguan pada fungsi hormonal ini dan memperburuk kondisi pasien. Pengaruh kafein terhadap dopamin juga menyebabkan wanita pada usia ini justru rentan stress dan semakin memperburuk keadaan. Bahkan kopi pada wanita di usia ini bisa memicu percepatan proses penuaan kulit.

2. Mengurangi kepadatan tulang

Kopi sebenarnya sama dengan teh, memiliki efek samping berupa mengurangi daya serap tubuh terhadap sejumlah jenis mineral seperti zat besi dan kalsium. Meski sifat ini tidak berpengaruh terlalu dominan, tetapi pada wanita usia menopause yang memang pada dasarnya sudah mengalami masalah dengan kepadatan tulang situasi ini bisa memperburuk keadaan.

Kalsium sangat diperlukan oleh wanita manula untuk membantu menjaga kepadatan tulangnya. Estrogen dan progesteron yang semakin menipis menyebabkan tubuh melepas lebih banyak kalsium dalam darah dan membuang lebih banyak kalsium pada urin. Asupan kalsium sangat dibutuhkan untuk menutup kekurangan dari proses ini. Hanya saja kafein akan menghambat tubuh untuk menyerap kalsium yang Anda asup dari makanan.

Kafein juga bekerja menghalangi jenis mineral dan vitamin lain yang berkaitan dengan kesehatan tulang seperti magnesium, potasium, vitamin D. Itu sebabnya menurut naturalnews.com lebih dari 60% wanita usia manula yang masih giat dengan mengonsumsi kopi esspreso 3 kali sehari akan lebih rentan mengalami osteoporosis.

Manfaat Kopi untuk Wanita


Meski demikian, kopi juga bisa memberi manfaat baik bagi wanita. Sejumlah komponen dalam kopi bekerja postif dalam tubuh manusia lebih dari sekedar membantu konsentrasi dan kinerja. Apa saja manfaat dari kopi untuk wanita?

1. Mencegah kanker payudara di usia dini

Di satu sisi, kopi memicu terbentuknya fibrocystic pada payudara. Namun efek dari meningkatnya sirkulasi darah menuju payudara, justru menyebabkan wanita bersangkutan terhindar dari kanker payudara. Sirkulasi darah yang kuat mensuplai sel-sel dalam payudara dan mengurangi perubahan sel dalam payudara yang memicu terjadinya kanker.

Namun pada usia lanjut, fibrocystic yang diabaikan bisa mengeras, memadat dan akhirnya mengalami mutasi yang pada akhirnya berkembang menjadi malignant atau bentukan menyerupai kanker. Jadi sebaiknya Anda tetap tidak abaikan terbentuknya kista pada payudara.

2. Mencegah demensia dan parkinson

Sejumlah riset membuktikan bahwa wanita yang sudah terbiasa mengonsumsi kopi sejak usia produktif dan meneruskannya hingga usia tua cenderung terbebas dari keluhan demensia dan parkinson.

Menurut the journal of the American Academy of Neurology (AAN), kopi memiliki efek stimulan yang cukup efektif pada fungsi neurotransmitter di otak. Membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga membantu otak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi. Inilah yang menyebabkan otak pada pengkonsumsi kopi memiliki ketahanan yang lebih baik, termasuk dari efek stress dan efek proses penuaan.

3. Mencegah diabetes

Disepakati bahwa kopi memang membantu mengaktifkan pankreas dan membantu mengurangi kadar glukosa dalam darah dengan menarik lebih banyak air menuju ginjal. Bersamaan dengan ini glukosa bisa terlarut dan keluar bersama urin.

Menurut sebuah riset yang dikembangkan oleh Harvard University, dikatakan bahwa wanita dengan kebiasaan mengonsumsi minuman mengandung kafein bisa mengurangi resiko mengidap diabetes hingga kisaran 30%.

Jadi, apakah kopi berbahaya bagi wanita? Menurut ulasan Livestrong.com, dikatakan bahwa wanita sebenarnya masih cukup aman mengonsumsi kopi selama masih dalam kadar moderat. Kita bicara soal kafein, komponen utama dari kopi. Kadar moderat kafein yang dianjurkan secara umum adalah sekitar 300 mg perhari. Satu cangkir kopi hitam bisa mengandung sekitar 150 mg kafein.

Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi. Beberapa minuman yang lazim di minum wanita juga mengandung kafein. Seperti teh hitam yang mengandung 40mg kafein dan secangkir latte yang mengandung kisaran 40 – 120 mg kafein. Soda mengandung kisaran 30 – 45 mg kafein dan minuman energi akan mengandung sekitar 500 mg kafein.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.