Sejarah Pengobatan Gigi Tempo Dulu


By Fery Irawan

Sejarah Pengobatan Gigi — Jika di era yang lebih modern saja Anda masih takut ke dokter gigi, terlebih jika Anda tahu bagaimana para dokter mencari solusi bagi penderita sakit gigi di abad pertengahan.

Ingin tahu seperti apa sejarah penderita sakit gigi di masa lalu? Dan, metode yang dokter lakukan kala itu? Mari kita simak ulasan beritanya berikut ini!

Sejarah Pengobatan Gigi Tempo Dulu

Sejarah pengobatan gigi berawal sebelum digunakannya anestesi untuk meredakan nyeri dalam prosedur pengobatan gigi.

Banyak dokter yang mengobati pasien dengan cara mengorek gigi yang telah membusuk dan sensitif tersebut dengan alat yang tajam. Lalu meletakkan logam panas untuk menambal lubangnya.

Metode pembersihan gigi juga seringkali dilakukan dengan memasukkan batang besi yang masih membara ke dalam saluran akar gigi. Hal ini tentu sangat beresiko dan menyakitkan, beberapa memilihnya karena tidak tahan dengan sakit gigi yang diderita.

Walaupun opium, ganja, dan buah dudaim sudah digunakan berabad-abad dalam sejarah pengobatan gigi untuk mengurangi rasa sakit. Tetap saja tidak ada yang dapat menuntaskan atau mampu melakukan pembedahan gigi tanpa rasa sakit.

Pierre Fauchard — “Bapak Kedokteran Gigi”

Lalu dimulai pada tahun 1728, seorang dokter gigi ternama Pierre Fauchard menguak rahasia keterampilan yang dimilikinya kedalam buku yang memuat prosedur yang ia ketahui dapat membantu problem sakit gigi. Ia kemudian menyebut dirinya sendiri sebagai ahli bedah gigi dan dikenal sebagai “bapak kedokteran gigi”.

Fauchard adalah satu-satunya orang yang meminta pasiennya untuk duduk di kursi khusus dan berhasil menciptakan beberapa alat yang membantu dalam mencabut gigi. Ia juga mengembangkan alat bor yang membantu dalam proses penambalan gigi berlubang. Karyanya berdampak besar bagi sejarah pengobatan gigi di masa lalu.

Baca Juga:  Behel Gigi: Perbaiki Senyum dengan Kawat Gigi Khusus

Lahirnya Gigi Palsu

Agar kemampuan profesionalnya terasah, ia belajar caranya mengisi saluran akar gigi dan pemasangan gigi palsu. Gigi palsu buatannya kala itu berasal dari gading yang diukir dan dilengkapi dengan “per” agar tidak mudah lepas. Keterampilannya bahkan sampai ke daratan Amerika.

Oleh karena itu pada zaman Washington, gigi palsu tidak lagi dibuat berdasarkan cetakan gigi asli—metode pembuatan gigi palsu mengikuti cara Fauchard. Bahannya pun kini lebih bervariasi, ada gigi palsu yang terbuat dari gigi manusia, gading, dan timbal.

Anda tentu heran darimana mereka memperoleh gigi manusia? Ya, dokter gigi kala itu bisa jadi mendapatkannya dari penjarah kuburan. Wow, ini tampak seperti sejarah pengobatan gigi yang sangat kelam.

Beberapa para pedagang gigi bahkan rela membuntuti pasukan tentara. Lalu dengan sadis mencabuti gigi orang yang tewas atau sekarat setelah pertempuran. Anehnya gigi palsu demikian sudah menjadi barang mewah yang dibeli kebanyakan orang kaya.

Setelah tahun 1850-an, barulah ditemukan karet sebagai bahan dasar pembuatan gigi palsu yang telah melalui proses vulkanisasi—pemanasan karet dengan belerang atau perpaduan senyawa belerang dengan zat lainnya.

Nitrit Oksida sebagai Anestesi?

Jika mundur beberapa tahun tepatnya 1844, barulah nitrit oksida yang bersifat anestesi digunakan dalam pembedahan gigi tanpa rasa sakit. Sejak itu, teknologi pengobatan gigi mengalami kemajuan yang pesat. Tak seperti sejarah pengobatan gigi di masa lampau.

Setelah waktu berlalu, beberapa dokter gigi di Colorado memerhatikan bahwa kebanyakan penduduk disana memiliki warna gigi yang kelihatannya bernoda. Sewaktu mereka meneliti, ternyata masalahnya terletak pada kandungan fluorida dalam persediaan air minum.

Setelah di teliti lebih lanjut, kandungan fluorida merupakan bahan pembentuk enamel atau lapisan pelindung gigi. Dan 65% kasus pembusukan gigi merosot tajam. Dengan demikian Anda tahu bagaimana para dokter mencari solusi bagi penderita sakit gigi. Maka Anda tak perlu khawatir untuk pergi ke dokter gigi saat ini!

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}