Sejarah Penderita Sakit Gigi Tempo Dulu


By Fery Irawan

Sejarah Penderita Sakit Gigi — Jika Anda sedang mengalami sakit gigi saat ini, Anda masih beruntung karena kedokteran modern dapat mengatasi sakit gigi tanpa rasa nyeri yang tak tertahankan.

Mengapa dapat dikata demikian? Cobalah Anda perhatikan kasus penderita sakit gigi di jaman dulu, berikut ini!

Sejarah Penderita Sakit Gigi Tempo Dulu

Pada masa hidup ratu Inggris—Elizabeth I, ia juga mengalami sakit gigi. Apa yang membuatnya merasakan hal ini? Makanan manis sudah umum dikonsumsi oleh kebanyakan penduduk Inggris. Maka tak aneh jika sang ratu memiliki gigi yang hitam dan rasa sakit mencapai puncaknya pada tahun 1578.

Ada juga raja Prancis—Louis XIV, hampir sebagian besar masa hidupnya mengalami sakit gigi, sehingga pada tahun 1685 seluruh gigi di rahang kiri bagian atas harus dicabut. Saking sakitnya gigi sang raja, ia salah mengambil keputusan sewaktu mencabut kebebasan beragama di Prancis. Sehingga terjadi penganiayaan yang brutal terhadap agama-agama minoritas.

Hal yang sama terjadi pada presiden Amerika—George Washington, hampir setiap tahun ada satu giginya yang perlu dicabut dan ini berlangsung sejak usia 22 tahun, maka pada tahun 1789 giginya hampir ompong. Itulah beberapa sejarah penderita sakit gigi.

Cabut Gigi Berbahaya di abad Pertengahan

Namun, masih ada lagi sejarah penderita sakit gigi lainnya. Di sebuah pasar, muncullah seorang tabib dengan pakaian yang terlihat mahal dan berdiri di tengah alun-alun kota. Dengan bangganya ia berbicara bahwa ia dapat mencabut gigi tanpa rasa sakit.

Lalu, ia mengundang seseorang (tentu ia adalah seorang asisten yang sudah bekerjasama sebelumnya) untuk mencobanya.

Sang asisten berakting dengan memperlihatkan gelagat seolah ia ragu mencobanya, sang tabib segera beraksi dengan berpura-pura mencabut gigi dan mempertunjukan gigi yang berlumur darah seolah ia berhasil mencabutnya. Sebagai hasilnya, banyak yang bersedia kehilangan gigi bahkan uang mereka. Dengan demikian menambah sejarah penderita sakit gigi yang tampak kelam.

Guna menutupi penipuan mereka, beberapa tim sukses memainkan genderang dan terompet dengan suara keras, guna menutupi jeritan rasa sakit pasiennya. Parahnya lagi, terkadang pasien mengalami infeksi karena metode yang tidak tepat dan saat mereka kembali, apa yang terjadi? Tentu, tabib dan rekan-rekannya telah menghilang!

Sebenarnya sakit gigi terjadi karena pembusukan gigi dan efek nyerinya sangat luar biasa dan tidak kenal status sosial. Dari abad pertengahan kita akan memasuki era yang sedikit lebih maju, namun masih tampak primitif—kebanyakan penduduk biasa mencabut gigi ke tukang cukur ataupun pengrajin besi.

Belakangan sejarah penderita sakit gigi mulai berubah. Karena, kebanyakan dokter dan ahli bedah mulai mempelajari cara mengobati sakit gigi. Sayangnya tidak banyak informasi yang tersedia.

Jikalau ada para ahli yang sukses dalam bidang kesehatan gigi, mereka seringkali menutup rapat rahasia keterampilannya. Ketersediaan buku yang langka turut menyulitkan para dokter dalam mempelajari gigi.

Wah, Anda tentu tidak ingin merasakan hal demikian bukan? Namun, faktanya sakit gigi masih dirasa hingga saat ini. Demikianlah kisah penderita sakit gigi di abad pertengahan. Sekarang bagaimana sejarah pengobatan gigi tempo dulu?

Sumber

Awake Magazine. Toothache​—A History of Agony. g 9/07 pp. 27-29. 2007.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}