• Home
  • Blog
  • Kanker Kulit di Dahi Rontok Kurang dari 2 Bulan

Kanker Kulit di Dahi Rontok Kurang dari 2 Bulan


By Fery Irawan

Istri Dewa Nyoman Sumada - Kanker Kulit, Maag, dan Sakit Tulang BelakangCerita berikut ini dapat menginspirasi Anda yang sedang gundah gulana karena penyakit yang sulit diobati. Inilah penuturan Bapak Dewa Nyoman Sumada yang istrinya pernah menderita komplikasi dari beberapa penyakit yang tidak bisa dianggap remeh. Istri Bapak Dewa divonis menderita kanker kulit di dahi, di samping penyakit maag-nya yang disertai sakit tulang belakang.

Ia menderita maag sejak usia 22 tahun. Bahkan, ususnya pernah dipotong 10 cm karena pembusukan. Makan buah saja ia harus pantang, kecuali pisang, dan hanya bisa meminum obat dokter yang berkualitas baik

Ia mengeluhkan nyeri punggung dan sakit tulang belakang hampir setiap hari terutama setelah menyetrika. Jika sudah seperti itu, biasanya punggungnya diolesi dengan salep pereda nyeri tulang dan sendi.

Bukan hanya itu, ia juga harus mengonsumsi suplemen penambah darah dan energi saat datang bulan. Obat-obatan tersebut sudah menjadi makanan pokoknya hampir setiap hari. Jika lalai mengonsumsinya ia akan mengalami kelelahan dan pusing yang tiada tara.

Penderitaannya belum berakhir. Sekitar setahun lalu, terdapat benjolan kecil di dahi yang sangat mengganggu dan tidak enak dilihat. Makin lama, benjolan tersebut makin melebar dan berwarna kehitaman. Hingga pada akhirnya pemeriksaan pada dokter menunjukkan bahwa itu adalah gejala kanker kulit.

Pak Dewa dan istrinya sudah memeriksakan ke dua dokter kulit dengan diagnosis yang sama, yakni kanker kulit ringan. Katanya tidak ada jalan lain untuk mengatasinya selain lewat pembedahan.  Kata “pembedahan” seperti menjadi momok bagi istri Bapak Dewa. Melihat kegelisahan istrinya, Pak Dewa mencoba mencari alternatif lain.

Suatu ketika, pak Dewa browsing di internet dan menemukan situs web Deherba.com yang tak disangka membangkitkan harapan bagi keluarganya. Dari situ ia mengetahui khasiat Sarang Semut. Tanpa pikir panjang lagi, ia memesan dua botol kapsul ekstrak Sarang Semut.

Setelah penggunaan enam botol, pemulihan istri pak Dewa menggembirakan. Benjolan kanker kulit di dahi mengering, mengelupas, dan tidak membesar lagi. Maag nya pun benar-benar membaik dan tidak pernah kambuh lagi. Dan yang paling menggembirakan baginya, bisa bebas mengonsumsi makanan atau buah seperti jeruk, nanas, apel, pepaya, maupun nangka yang selama ini sangat pantang dikonsumsi olehnya.

Begitu pula sakit tulang belakang sudah tidak pernah menghampiri lagi. Sekarang, staminanya sangat baik. Tidak gampang lelah dan nafsu makan juga sangat baik. Dan yang lebih penting, istri Pak Dewa tidak lagi tergantung pada obat-obatan kimia yang dulu biasa dikonsumsinya.

Sebagai informasi, Sarang Semut Papua telah dibuktikan secara ilmiah kemampuan anti-kankernya. Dan kemampuannya itu sudah diteguhkan melalui pengalaman-pengalaman dari para penggunanya, kisah ini hanyalah salah satu diantaranya. Sehingga kita tidak perlu ragu untuk mencoba memanfaatkannya guna membantu pemulihan dari penyakit kanker.

Disclaimer: Hasil yang diperoleh bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}