Apakah Anda Beresiko Mengalami Hamil Anggur?


By Cindy Wijaya

Istilah hamil anggur (mola hidatidosa) mengacu pada tumbuhnya tumor jinak pada dinding rahim. Ini diakibatkan kegagalan pada saat pembentukan bakal janin sehingga bakal janin tersebut membentuk gumpalan tumor menyerupai anggur. Meski awalnya jinak, tumor ini dapat berubah menjadi ganas. Siapa saja yang beresiko mengalami hamil anggur?

Penyebab Hamil Anggur

Hamil anggur dapat terjadi dikarenakan ketidaknormalan pada proses pembuahan sel telur. Sel manusia normalnya memiliki 23 pasang kromosom—satu kromosom dari setiap pasang berasal bapak, dan satu lagi dari ibu.

Pada kasus hamil anggur total, seluruh kromosom sel telur yang sudah dibuahi berasal dari bapak. Tidak lama setelah pembuahan, kromosom dari sel telur ibu menghilang atau tidak berfungsi sehingga kromosom dari bapak menggandakan diri. Sel telur yang sudah dibuahi ini mungkin memiliki nukleus (inti) yang aktif, mungkin juga tidak aktif.

Pada kasus hamil anggur sebagian, kromosom dari ibu ada namun kromosom dari bapak tetap menggandakan diri—hasilnya embrio memiliki 69 kromosom (normalnya hanya 46). Selain karena kromosom bapak menggandakan diri, jika ada dua sperma yang membuahi satu sel telur maka terbentuklah hamil anggur. Bakal janin yang dihasilkan pun gagal berkembang dan membentuk tumor menyerupai gumpalan anggur.

Faktor Resiko Hamil Anggur

Kasus kehamilan anggur terbilang langka—hanya terjadi sekitar 1 dari 1000 kehamilan. Ada banyak faktor yang dikaitkan dengan hamil anggur, beberapa di antaranya yaitu:

  • Usia Ibu. Hamil anggur lebih mungkin dialami oleh wanita yang berusia lebih dari 35 tahun atau kurang dari 20 tahun.
  • Pernah Hamil Anggur. Jika Anda sebelumnya pernah mengalami hamil anggur, Anda lebih rentan mengalaminya kembali. Kejadian berulang ini dialami sekitar 1-2 dari 100 wanita.
  • Faktor Etnis. Wanita dari Asia Tenggara (termasuk Indonesia) beresiko lebih besar mengalami kehamilan anggur.

Beberapa Gejala Hamil Anggur

Kehamilan anggur pada awalnya mungkin tampak tidak berbeda dengan kehamilan normal, namun kebanyakan kasus hamil anggur menunjukkan gejala dan tanda yang khas, seperti:

  • Perdarahan dari vagina yang berwarna cokelat gelap sampai merah terang selama trimester pertama
  • Sering mual dan muntah
  • Terdapat kista menyerupai anggur di saluran vagina
  • Tekanan atau rasa sakit di panggul, namun ini jarang terjadi

Jika Anda mengalami tanda dan gejala di atas, segera periksakan kehamilan Anda ke dokter kandungan. Dengan begitu, dokter dapat memastikan kondisi kehamilan dan mungkin mendeteksi tanda lain dari hamil anggur, misalnya:

  • Rahim bertumbuh sangat cepat dan terlalu besar untuk suatu tahap kehamilan.
  • Tekanan darah tinggi
  • Preeklamsia—suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan urin mengandung protein setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu
  • Kista di ovarium
  • Anemia
  • Penyakit hipertiroidisme

Namun bukan berarti Anda sudah pasti hamil anggur jika mengalami gejalanya. Diagnosis pasti atas kehamilan anggur hanya bisa dilakukan oleh dokter kandungan atau profesional medis lain yang berpengalaman. Sebaiknya sering-sering lah mengecek kondisi kehamilan terlebih jika Anda memiliki faktor resiko hamil anggur!

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}