Resep Herbal untuk Membantu Pengobatan Radang Gusi

231
kacang mede untuk resep herbal radang gusi
Kacang Mede (© Triple D Studio / Shutterstock)

Diedit:

Anda mengalami gusi bengkak, gusi berdarah, disertai rasa nyeri? Bisa jadi yang Anda alami adalah radang gusi. Jangan anggap sepele penyakit yang satu ini, meski terkesan ringan kalau kita abaikan bisa menyebabkan tanggalnya gigi dan infeksi mulut yang lebih serius.

Karena itu, kita perlu segera tindak lanjuti keluhan yang Anda alami. termasuk di antaranya dengan resep herbal radang gusi. Ini akan membantu Anda lebih cepat atasi keluhan gusi bengkak dan gusi berdarah.

Tentu saja Anda juga perlu memahami apa sih sebenarnya penyebab radang gusi? Apakah radang gusi dan sariawan dua hal yang berbeda? memahami perihal ini akan membantu Anda lebih baik dalam mengambil langkah preventif mencegah radang gusi muncul kembali.

Kenali Terapi Herbal untuk Radang Gusi

Untuk mengatasi radang gusi pada pasien, sudah tentu kita perlu memahami terlebih dulu apa penyebab gusi bengkak dan gusi berdarah terjadi? tetapi sebelum itu, setidaknya Anda bisa mengonsumsi obat anti nyeri dan obat anti inflamasi untuk membantu Anda meredakan efek peradangan yang terjadi.

Tetapi, secara tradisional, terapi untuk mengatasi radang gusi dapat dilakukan dengan menggunakan resep herbal. Ramuan tradisional ini akan membantu mempercepat keringnya luka peradangan pada gusi dan membantu mengatasi infeksi yang terjadi. Adapun beberapa terapi ramuan herbal radang gusi tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Resep Herbal Radang Gusi 1

Bahan Baku:

Daun picisan, secukupnya.

Cara Membuat Ramuan Herbal Radang Gusi:

Cuci daun picisan dengan air mengalir hingga bersih.
Lipat-lipat daun picisan menjadi gumpalan kecil.

Cara Pakai:

Masukan gumpalan daun picisan ke dalam mulut.
Kunyah-kunyah sampai halus.
Diamkan dengan dilekatkan di mana peradangan gusi terjadi selama beberapa saat.

Khasiat Daun Picisan untuk Resep Herbal Radang Gusi

Menurut penjelasan dalam Journal Ethnopharmacology tahun 2014, tanaman picisan atau daun sisik naga memiliki khasiat untuk anti inflamasi dan mengandung komponen anti bakterial. Ini menjadi salah satu aspek kuat bagainana herbal ini berkhasiat untuk radang gusi.

daun picisan untuk ramuan herbal radang gusi
Daun Picisan atau Sisik Naga (© Tu7uh / Wikimedia Commons)

Dalam buku lain bertajuk Medicinal Plants in Australia Volume 3: Plants, Potions and Poisons karya  Cheryll Williams juga dijelaskan bagaimana daun picisan dapat bekerja pada beberapa peradangan pada mulut, termasuk gingivitis dan sariawan.

Daun picisan ini juga layak untuk mengobati gusi bengkak dan gusi berdarah karena kemampuannya untuk cepat menutup luka, menghentikan perdarahan dan meredakan tekanan nyeri pada area luka. Termasuk pula membantu mengompress pembengkakan.

Resep Herbal Radang Gusi 2

Bahan Baku:

Kulit kayu andong, secukupnya.

Cara Membuat Ramuan Herbal Radang Gusi:

Cuci kulit kayu andong dengan air mengalir hingga bersih.
Kikis tipis-tipis kulit kayu andong.
Tambahkan garam dan aduk merata dengan sedikit diremat-remat.

Cara Pakai:

Masukan gumpalan kulit kayu andong dalam mulut.
Oleskan pada area yang meradang setidaknya 2 – 3 kali sehari.

Manfaat Kulit Kayu Andong untuk Resep Herbal Radang Gusi

Tidak berbeda dengan khasiat daun picisan untuk resep herbal radang gusi, rupanya tamanan andong juga tidak kalah berkhasiat. Dan untuk membantu atasi radang gusi, diperlukan kulit kayu andong.

andong untuk resep herbal radang gusi
Tanaman Andong (© Tropics At Home)

Menurut laporan South African Journal of Botany, pada tahun 2014 dijelaskan bahwa tanaman  ini dapat memberi khasiat seperti anti mikroba, anti bakterial, anti inflamasi dan sebagai sumber fitokimia yang baik untuk mengatasi radang gusi dengan cepat.

Baca juga:  Resep Herbal Kanker Payudara yang Perlu Anda Gunakan

Menambahkan garam pada parutan kulit kayu andong akan membantu mengeluarkan getah asli dari dalam kayu. Karena getah inilah yang berkhasiat untuk mengatasi peradangan.  Sementara garam dan komponen fitokimia di dalamnya juga dapat bekerja atasi perdarahan dan pembengkakan.  Inilah yang menyebabkan keduanya dapat dipadukan pada resep herbal radang gusi.

Resep Herbal Radang Gusi 3

Bahan Baku:

Biji jambu mede atau kacang mede yang sudah kering 1  butir.
Madu sekitar ¼ sendok teh.

Cara Membuat Ramuan Herbal Radang Gusi:

Cuci kacang mede dengan air mengalir hingga bersih.
Cucidengan cepat supaya kacang tidak menjadi lapuk.
Keringkan kacang mede dengan baik.
Sangrai kacang mede sampai kering dan menguning.
Giling halus kacang mede hasil gongseng ini sampai menjadi bubuk.
Campur 1 sendok teh kacang mede bubuk dengan madu dan aduk merata.

Cara Pakai:

Oleskan ramuan ini pada area radang gusi.
Ulangi setidaknya 2 – 3 kali dalam sehari.

Fungsi Kacang Mede dalam Resep Herbal Radang Gusi

Sejak lama dipercaya kacang-kacangan dapat membantu merawat kesehatan gigi dan gusi. Dari pandangan medis, keberadaannya membantu mengembalikan kadar Ph pada mulut.  Dan membantu membersihkan gigi.

Kacang Mede (© Nataly Studio / Shutterstock)

Pandangan lain melihat bagaimana kacang mede juga baik untuk resep herbal radang gusi. Karena kacang ini memiliki efek anti inflamasi. Baik untuk mengompress gusi bengkak dan mengatasi gusi berdarah dengan cepat. memperbaiki kerusakan pada gusi dan mengatasi infeksi.

Dalam Biomed Central Complementary and Alternative Medicine tahun 2018 dijelaskan bahwa kacang mede ternyata dapat bekerja sebagai herbal untuk pengobatan tradisional. Kandung asam fenolik di dalamnya efektif untuk atasi peradangan, termasuk radang gusi.

Apa Sebenarnya Radang Gusi?

Radang gusi sebenernya mudah sekali dikenali. Ini ditandai dengan munculnya masalah gusi bengkak disertai dengan keluhan gusi berdarah. Gusi sendiri akan terlihat berwarna merah tua dengan disertai keluhan bau mulut.

Apa sebenarnya penyakit radang gusi ini? ini adalah peradangan pada gusi yang disebabkan oleh serangan infeksi bakteri. Pada umumnya ini akan berkaitan dengan terbentuknya tumpukan plak pada gigi.

Ketika gigi terlapisi oleh plak yang sebenarnya adalah sisa-sisa dari makanan. Bakteri dalam mulut akan meningkat. Plak akan menjadi rumah yang sangat nyaman bagi bakteri hidup dan berkembang biak.

Plak sendiri kadang sulit disadari oleh pasien. Ini karena warna dari plak akan menyerupai warna gigi. Dan ketika plak mulai menebal, plak akan mengeras dan melapisi gigi. Ini yang menyebabkan kita tidak menyadari akan adanya plak pada gigi.

Pada saat plak mulai mengeras inilah bahaya dapat muncul. Plak yang mengeras akan menjadi tempat sempurna untuk bersembunyi bakteri. Plak yang keras akan melindungi bakteri yang berkoloni di bawahnya.

Ketika kuman dan bakteri yang berkoloni dalam plak ini mulai menyentuh area gusi, di saat itulah radang gusi terbentuk. Gusi adalah jaringan lunak sehingga dengan mudah terinfeksi dan mengalami kerusakan.

Kerusakan jaringan ini menyebabkan gusi bengkak dan mudahnya terjadi gusi berdarah. Gusi juga dapat mengeluarkan nanah dan menghasilkan aroma busuk yang berasal dari aroma protein yang dilepas oleh bakteri penyebab infeksi.

Baca juga:  Darah Haid Berlebihan? Atasi dengan Resep Herbal Ini

Masalahnya, ketika gejala gusi bengkak dan gusi berdarah mulai muncul, pasien akan sangat rentan untuk mengalami infeksi rongga mulut lanjutan. Termasuk pula kasus periodontitis, sejenis infeksi berat yang terjadi pada jaringan ikat gusi, merusak tekanan pada gigi terhadap gigi. Sehingga gigi dengan mudah lepas dari gusi dan tanggal.

Beda Sariawan dan Radang Gusi

Banyak dari kita tidak memahami beda dari radang gusi dan sariawan. Sehingga menganggapnya sebagai kasus yang sama. faktanya keduanya memang hampir serupa tetapi memiliki karakter berbeda.

Banyak kasus sariawan disebabkan oleh jamur, sedang secara umum radang gusi atau gingivitis ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski tidak menutup kemungkinan sariawan juga terjadi akibat bakteri.

Karena karakter penyebabnya berbeda, sariawan menyebabkan terbentuknya membran putih tipis yang bersifat korotif dan menyakitkan. Tetapi hal ini tidak muncul pada radang gusi. Kadang pasien bahkan tidak menyadari akan adanya radang gusi di mulut mereka. Hanya gusi akan tampak lebih merah gelap dengan bentuk membengkak. Peradangan kadang muncul di dalam lapisan luar gusi hingga tidak nampak dari permukaan, kecuali warnanya yang merah tua.

Efek dari sariawan sendiri tidak akan mempengaruhi struktur gigi. Sedang efek dari keluhan radang gusi, akan memicu peradangan serius pada gusi dalam dan ini akan menghancurkan jaringan otot dari gusi. Gigi yang terikat dengan gusi akan mudah sekali lepas karena hal sepele.

Siapa yang Berisiko Mengalami Radang Gusi?

Beberapa kondisi dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita radang gusi. Dan beberapa kondisi tersebut antara lain :

  • Mereka yang malas membersihkan gigi dengan rutin

    Cara paling efektif mencegah kasus gusi berdarah dan gusi bengkak ini adalah dengan rutin membersihkan gigi. Anda tidak hanya sekedar diharuskan menyikat gigi dengan rutin setiap hari, tetapi juga membersihkan sisa makanan dengan dental floss dan melakukan pembersihkan plak gigi dengan rutin setidaknya 6 bulan sekali.

  • Perokok (termasuk juga mereka yang mengonsumsi tembakau kunyah)

    Sejumlah unsur toksin pada tembakau dapat meningkatkan resiko inflamasi. Mereka yang rutin mengonsumsi tembakau juga akan mengalami kendala dalam proses regenerasli sel dan ini memperburuk masalah inflamasi yang dialami pasien.

  • Pengguna gigi palsu dengan ukuran tidak tepat

    Penggunaan gigi palsu dengan ukuran dan bentuk yang tidak tepat juga kerap menyebabkan radang gusi. Pada umumnya, karena gigi palsu membentuk rongga-rongga yang justru menjadi persembunyian baru bagi bakteri.

  • Malnutrisi

    Untuk mencegah terbentuknya peradangan, tubuh memerlukan cukup nutrisi untuk membentuk kekebalan tubuh. termasuk di antaranya vitamin C, K, D, B, sodium, yodium, magnesium dan masih banyak lagi. Ketika tubuh tidak mendapat cukup nutrisi, kekebalan tubuh tidak dapat bekerja optimal dan gagal melawan serangan infeksi.

  • Pengidap diabetes

    Kadar gula yang tinggi memang cenderung berasosiasi dengan peningkatan resiko inflamasi. Ini memperlambat respon sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan sel-sel tubuh kesulitan melakukan regenerasi sel sebagaimana mestinya.

  • Memiliki isu dengan kekebalan tubuh

    Sebagaimana dijelaskan ada peran besar sistem kekebalan tubuh dalam membantu mencegah terjadinya peradangan, termasuk radang gusi. Dan ketika kekebalan tubuh terganggu akibat efek kemoterapi atau virus HIV, maka dengan mudah infeksi menyerang, memicu gusi bengkak dan gusi berdarah muncul lebih kerap.

  • Masalah hormonal

    Ketika seseorang mengalami gangguan keseimbangan hormonal seperti pada kasus PCOS atau saat seseorang mulai memasuki masa-masa puber, mereka juga akan mengalami gangguan pada fungsi kekebalan tubuh. karena sistem daya tahan tubuh manusia juga bersinergi dengan sistem endokrin. Dan itu memudahkan seseorang mengalami inflamasi.

  • Pengaruh obat-obatan

    Beberapa jenis obat-obatan dapat menurunkan fungsi daya tahan tubuh atau mempengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Beberapa obat menurunkan sirkulasi darah dan ini akan menjadi salah satu penyebab sel lebih sulit beregenerasi.

  • Kebiasaan mengonsumsi manis

    Mengonsumsi makanan manis terlalu sering akan meningkatkan resiko pembentukan plak. Gula sendiri sangat disukai oleh bakteri, sehingga ketika kita banyak mengonsumsi makanan manis, otomatis bakteri akan berkembang lebih pesat dalam rongga mulut.

Bagaimana Dokter Menangani Radang Gusi?

Sejumlah pakar beranggapan bahwa radang gusi disebabkan oleh efek infeksi bakteri. Ini bersumber dari kerusakan pada gigi, dimana terbentuk koloni bakteri jahat pada area sekitar  gigi dengan jumlah lebih besar.

Dan untuk atasi ini, maka pasien perlu melakukan sejumlah tes untuk memastikan bahwa dugaan tersebut benar. Setelahnya, pasien akan memerlukan terapi medis khusus untuk tangani kerusakan pada gigi. Ini akan membantu mengurangi serangan dan mencegah peradangan memburuk.

Biasanya dokter akan melakukan pembersihan plak dan karang gigi sebagai langkah pertama. Selain membantu menurunkan kadar bakteri dalam mulut, perawatan ini akan membuka area-area sekitar gusi yang tertutup kotoran gig. Ini akan memudahkan kita menemukan titik kerusakan pada gusi dan memudahkan pula proses pengobatan.

Gingivitis atau radang gusi pada umumnya memang tidak berbahaya. Tapi, bila diabaikan tentu saja dapat menyebabkan efek yang fatal. Segera tangani setiap gejala, baik berupa gusi berdarah, gusi bengkak atau aroma mulut yang tidak sedap. Salah satunya dengan terapi resep herbal radang gusi. Ini akan membantu Anda atasi Gingivitis dengan cepat dan alami.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang resep herbal radang gusi. Semoga Anda memperoleh manfaatnya dengan segera menerapkan informasi yang disediakan di sini. Temukan juga info-info herbal khas Indonesia lainnya hanya di Deherba.com.


Dalimartha, Setiawan. 2008. 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya.

Mayo Clinic. Gingivitis. URL:https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gingivitis/diagnosis-treatment/drc-20354459. Accessed: 2018-12-18. (Archived by WebCite®)

Christine Frank, DDS. Healthline. Gum Disease (Gingivitis). URL:https://www.healthline.com/health/gingivitis. Accessed: 2018-12-18. (Archived by WebCite®)


AdvertisementSimplisia.com