Resep Herbal Daun Sirsak untuk Obat Kanker

395
Cara Mengolah Resep Herbal Daun Sirsak untuk Obat Kanker
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Sirsak merupakan tanaman yang kaya akan manfaat kesehatan. Hanya, bagaimana cara mengolah daun sirsak untuk obat kanker yang tepat? Adakah resep herbal daun sirsak untuk obat kanker yang mudah dilakukan? Adakah pengalaman yang memperlihatkan keberhasilan dari ramuan herbal kanker dengan konsumsi daun sirsak? Seberapa efektif ramuan herbal kanker daun sirsak? Bisakah dikombinasikan dengan herbal lainnya?

Tak hanya buahnya yang menyegarkan, melainkan daunnya pun bisa dijadikan teh yang berpotensi sebagai obat tradisional. Berikut merupakan salah satu cara mengolah daun sirsak yang bisa dipertimbangkan. Namun, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu untuk memastikan indikasi penyakit yang Anda rasakan. Sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan secara cepat. Nah, sekarang mari kita perhatikan resep herbal daun sirsak berikut!

Resep Herbal Daun Sirsak untuk Obat Kanker—Efektivitasnya?

Jerry L McLaughlin yang berasal dari Sekolah Farmasi—Purdue  University di Indiana, Amerika Serikat berhasil meneliti manfaat daun sirsak atau disebut juga daun annona muricata. Sampel daun sirsak diperolehnya dari Garut (Jawa Barat, Indonesia) dengan tujuan melihat efektivitasnya dalam mengatasi 7 jenis sel kanker.

Mulai dari; kanker ginjal, kanker pankreas, kanker paru, kanker payudara, kanker prostat, kanker serviks, dan kanker usus. Jika memang benar, maka penelitian ini dapat membantu jutaan penduduk Indonesia untuk bebas dari serangan kanker.

Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD yang adalah seorang peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung turut meriset resep herbal daun sirsak untuk obat kanker bersama dengan Jerry L McLaughlin. Hingga saat ini upaya penelitian lebih mengarah pada penanggulangan indikasi serangan kanker saja.

Mereka berhasil menemukan senyawa aktif “acetogenins” pada daun sirsak. Kemudian uji praklinis dilakukan dengan memanfaatkan beragam sel kanker dengan tujuan mengembangkan pengobatan herbal untuk melawan kanker.

Senyawa aktif tersebut mampu menghambat “adenosina trisfofat” (ATP) yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak asupan “adenosina trisfofat” sebagai energi untuk dapat berkembang. Kinerja senyawa aktif “acetogenins” dalam menghambat “adenosina trisfofat” berawal di dinding mitokondira.

Senyawa aktif ini masuk dan menempel di reseptor dinding sel tersebut dan merusak “adenosina trisfofat”. Saat ini berlangsung, sel kanker akan berhenti bertumbuh dan berangsur mengalami kematian karena tidak tersedianya energi.

Uniknya, senyawa ini bekerja secara selektif dalam merusak “adenosina trisfosfat” hanya pada sel yang terkena serangan kanker dan tidak pada sel normal. Bagaimana dengan dosisnya? Berdasarkan riset McLaughlin ED50 ekstrak kasar daun sirsak < 20 µg/ml, sedangkan ED50 senyawa murni cuma < 4 µg/ml.

Baca juga:  Resep Herbal Bengkak untuk Cara Alami Kurangi Memar

Artinya dengan dosis rebusan 10 – 15 lembar pada resep herbal daun sirsak untuk obat kanker masih aman dikonsumsi. Penasaran bagaimana manfaat ini dapat dirasakan oleh penderita kanker? Simak informasi berikut dan jangan kemana-mana.

Selengkapnya Mengenai Resep Herbal Daun Sirsak untuk Obat kanker!

Konsumsi daun sirsak sebenarnya tak hanya bermanfaat dalam mengatasi serangan kanker saja. Namun, mengingat kanker merupakan penyakit yang cukup mengkhawatirkan maka ulasan mengenai daun sirsak sebagai obat kanker cukup meluas. Tak sedikit dokter dan herbalis yang merekomendasikan penggunaan daun sirsak kepada pasiennya.

Beberapa meresepkan secara tunggal, alias hanya daun sirsak saja. Adapula yang meracik dan mengombinasikan resep herbal daun sirsak untuk obat kanker dengan herbal rimpang temuputih, maupun sambiloto.

Lina Mardiana seorang herbalis dari Yogyakarta, meresepkan penggunaan tanaman sirsak sebagai pengganti kemoterapi. Diyakini bahwa tanaman sirsak mampu menyingkirkan keberadaan radikal bebas pemicu terjadinya kanker. Sehingga sel kanker dapat mengering dan memulihkan peradangan dalam tubuh.

Alhasil stamina pasien tidak melemah karena kehabisan energi yang diserap oleh kanker. Para herbalis dan dokter seringkali menggunakan daun sirsak yang tidak terlalu muda ataupun tua, tepatnya berada di baris ke-4 hingga ke-6 dari pucuk tanaman sirsak.

Keberadaan daun sirsak juga cukup mudah untuk ditemukan disekitar Anda, bahkan terkadang dijual di pasar tradisional dengan harga yang tidak begitu mahal. Tentu saja secara finansial resep herbal daun sirsak untuk obat kanker dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan. Namun, tak semua kondisi serangan kanker dapat diatasi dengan daun sirsak.

Mengingat belum ada bukti ilmiah yang memperlihatkan bahwa sirsak benar-benar dapat menghentikan pertumbuhan kanker secara permanen. Maka, pemeriksaan dan pengobatan kanker terkadang perlu dilakukan.

Pengobatan yang dilakukan dengan konsumsi herbal juga seringkali dikombinasikan dengan pengobatan medis ataupun kombinasi herbal lainnya. Misalnya; kombinasi sarang semut dan daun sirsak untuk atasi keluhan kanker. Ingat juga, untuk memantau perkembangan penyakit, perlu dilakukan pemeriksaan medis.

Hal ini mutlak perlu dilakukan baik Anda mengonsumsi obat medis ataupun herbal. Tujuannya ialah mengetahui sejauh mana perkembangan sel kanker dalam tubuh Anda. Sekarang, bagaimana cara mengolah daun sirsak untuk obat kanker?

Baca juga:  Minum Ramuan Tradisional: Apa Aturan Umum yang Perlu Diikuti?

Cara Mengolah Daun Sirsak untuk Obat Kanker

Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS. Zuhud yang adalah pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor memiliki beragam informasi seputar sirsak obat kanker berdasarkan hasil penelitian mancanegara.

Termasuk cara mengolah daun sirsak untuk obat kanker, ia merekomendasikan untuk merebus 10 lembar daun sirsak segar (bukan yang dikeringkan) dalam 3 gelas air hingga mendidih. Jika memungkinkan rebus ramuan dengan panci tanah liat. Resep herbal daun sirsak untuk obat kanker ini dapat digunakan 3 kali dalam 1 hari hingga benjolan kanker hilang.

Selain itu ada pendapat dr Willie Japaries MARS yang menyebutkan bahwa proses detoksifikasi dapat terjadi melalui urin, feses, ataupun keringat. Detoksifikasi merupakan proses pengeluaran senyawa yang tidak dibutuhkan tubuh atau upaya membersihkan tubuh dari zat tertentu.

Penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana kinerja daun sirsak dalam memberantas kanker secara tepat. Walau demikian ada pengalaman yang dicatat dalam majalah trubus sehubungan dengan penggunaan ramuan daun sirsak tersebut.

Sumiati yang kerap dipanggil Yanti adalah salah satu penderita kanker serviks kelahiran tahun 1978 di Bogor (Jawa Barat, Indonesia). Ia merasakan sakit di perut bagian bawah seperti ditusuk-tusuk yang menjalar ke kaki kiri. Saat melakukan pemeriksaan dokter menemukan adanya gumpalan kanker sebesar “kepala bayi”.

Kadar indikator adanya sel kanker – 113,39 U/ml; normal, kurang dari 35 U/ml. Dokter menyarankannya untuk menjalani operasi. Namun, ia tak ingin menjalaninya karena sempat melakukan operasi untuk mengatasi kista beberapa tahun sebelumnya.

Ia mengalami kesulitan tidur karena sulit untuk memiringkan tubuh karena keberadaan kanker. Alhasil ia mencari alternatif pengobatan herbal dengan rebusan daun sirsak. Uniknya dalam waktu 14 hari ia merasa lebih baik dan tak mengalami kesulitan sewaktu tidur.

Lalu, 1 bulan kemudian ia menjalani pemeriksaan untuk mengetahui keberadaan kanker yang dialaminya. Hasil pemindaian memperlihatkan bahwa kanker serviks yang semula dialaminya tak terlihat. Walau demikian ia tetap mengonsumsi ramuan resep herbal daun sirsak untuk obat kanker tersebut.


Trubus. Daun Sirsak vs Kemoterapi (Ribuan Kali Lebih Kuat). December 31, 2010. URL: http://www.trubus-online.co.id/daun-sirsak-vs-kemoterapi-ribuan-kali-lebih-kuat/.


Advertisement
Alinesia