Perut Buncit, Tempat Bersembunyinya Batu Empedu?

501
Shutterstock

Diedit:

Banyak orang yang merasa tidak percaya diri jika kondisi perutnya buncit. Perut yang buncit selain mengganggu penampilan, juga seakan menjadi simbol bersarangnya berbagai penyakit berbahaya. Memang selama ini, terkesan ada perbedaan cara berpikir antara orang-orang yang hidup di pedesaan dengan orang kota.

Orang pedesaan biasanya akan menganggap kalau orang yang gemuk, apalagi sampai perutnya buncit, itu pertanda bahwa ia sudah makmur, kaya dan sejahtera.

Namun, tidak demikian bagi mereka yang tinggal di kota, dimana mereka bisa mengakses banyak informasi, termasuk informasi kesehatan. Bagi orang di kota, perut buncit justru menjadi “aib” atau sesuatu yang membuat malu.

Terlebih, jika selama ini perut buncit sering diasosiasikan dengan penyakit-penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, stroke sampai mendengkur.

Kini, banyak praktisi kesehatan yang menyatakan fakta bahwa dibalik perut yang buncit dengan lemak yang menggelambir, kemungkinan besar bersembunyi batu empedu.

Resiko adanya batu empedu pada perut yang buncit bahkan bisa sampai dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang memiliki perut rata. Kemungkinan batu empedu bersarang juga semakin tinggi pada wanita gemuk yang sudah berusia di atas 40 tahun serta jarang berolahraga.

Pemicu utama timbulnya batu empedu ialah obesitas atau kegemukan. Mengapa begitu? Karena batu empedu sendiri merupakan batu yang ada di dalam saluran empedu. Batu tersebut dibentuk oleh kolesterol yang terkandung di dalam cairan empedu.

Orang-orang yang gemuk biasanya mampu memproduksi kolesterol yang berlebih sehingga jika tidak dibarengi dengan penyerapan yang seimbang maka kemungkinan munculnya batu empedu menjadi besar.

Dan jika dihadapkan antara wanita dan laki-laki, maka wanita biasanya memiliki resiko yang lebih besar dua kali lipat terkena batu empedu. Makanya, bagi Anda yang berjenis kelamin wanita harus hati-hati terutama dalam mengontrol pola makan supaya tidak mengalami kenaikan berat badan.

Baca juga:  Bagaimana Gejala Batu Empedu Itu?

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, adanya kenaikan berat badan sedikit saja maka peningkatan resiko batu empedu juga mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, Anda mesti pandai dalam mengatur dan menjaga berat badan.

Dan yang cukup mengejutkan, batu empedu ini tidak hanya menyerang orang-orang dewasa, namun juga anak-anak dan remaja yang mengalami obesitas.

Mereka juga sama-sama memiliki resiko yang besar untuk terkena batu empedu dibandingkan kawannya yang memiliki berat badan normal. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di California, AS, telah ditemukan anak yang berusia antara 10-19 tahun dengan berat badan di atas rata-rata.

Mereka memiliki 8 kali potensi yang lebih besar terkena batu empedu dibandingkan anak-anak atau remaja yang berberat badan normal. Ya, selain diri Anda sendiri, buah hati Anda juga harus diperhatikan.

Jangan sampai mereka dibiarkan mengonsumsi makanan apapun karena nafsu makan yang tak terkendali dan akhirnya menyebabkan obesitas, sama saja dengan membiarkan batu-batu empedu bersarang di saluran empedunya.

Yang mengkhawatirkan, pasien yang terkena batu empedu ini seringkali tidak menyadari kalau dirinya telah terkena penyakit tersebut. Tidak ada gejala pasti yang diperlihatkan oleh seorang penderita batu empedu.

Namun, dari beberapa contoh, gejala batu empedu bisa berupa perut yang sering mual, kembung, ingin muntah, dan sering mengalami perasaan tidak enak sehabis menyantap makanan yang banyak mengandung lemak.

Dan bila terjadi komplikasi, maka nyeri yang diakibatkannya terasa sekali. Maka itu, bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena akan semakin memperparah kondisi Anda.

Advertisement
Alinesia