Tanda-Tanda Diet Tidak Sehat


By Fery Irawan

Banyak orang mendambakan tubuh ideal sehingga banyak cara dilakukannya termasuk melalukan diet. Mayoritas mereka menganggap bahwa dengan melakukan diet ketat maka secara otomatis tubuh ideal akan didapatkannya sehingga tanpa memikirkan lagi dampak buruk dari diet kebanyakan dari mereka akhirnya terjebak dalam pola diet yang tak sehat.

Diet yang tidak sehat atau diet buruk ini bukan malah berdampak baik pada tubuh sebaliknya kecenderungan untuk merasa kelaparan dan kekurangan gizi sangat mungkin terjadi.

Dan tahukah Anda, beberapa pertanda yang dapat disinyalir sebagai diet yang tidak sehat alias diet buruk? Berikut merupakan pertanda bahwa seseorang gagal dalam melakukan dietnya.

Kerontokan Rambut

Terlalu membatasi jumlah asupan makanan ke dalam tubuh secara otomatis akan mengurangi secara drastis berbagai asupan penting. Kerontokan rambut bisa menjadi pertanda bahwa diet yang dilakukan gagal alias buruk.

Timbulnya rambut yang rontok bisa disebabkan karena tubuh kekurangan zat besi dan mengubah siklus hormon secara drastis. Diet yang buruk biasanya akan menyebabkan tubuh kekurangan protein, vitamin A, dan D yang justu sangat penting untuk meningkatkan kualitas rambut.

Gusi Berdarah

Menu diet Anda yang terlalu ketat, bisa juga menimbulkan gusi yang rentan berdarah. Kesehatan gusi sangat terkait erat dengann kecukupan asupan vitamin C ke dalam tubuh.

Jika Anda sering mengalami gusi berdarah dan sariawan, kemungkinan besar tubuh kekurangan asupan vitamin C. Oleh sebab itu, untuk menyembuhkannya Anda harus menimbang ulang pola diet Anda. Jangan sampai kadar vitamin C yang masuk ke dalam tubuh menjadi kurang secara drastis.

Kulit Kering

Apakah Anda termasuk orang yang memiliki kulit kering atau bahkan bersisik? Jika demikian dan Anda tengah giat-giatnya melakukan diet guna mendapatkan bentuk tubuh ideal, maka kemungkinan besar Anda kekurangan vitamin E yang sangat bermanfaat untuk kecantikan kulit.

Baca Juga:  Sakarin: Benarkah Pemanis Sintetis Berbahaya?

Keadaan tubuh yang mengalami kekurangan vitamin E akan menyebabkan kulit terlihat kering dan kusam. Maka, aturlah sedemikian rupa, jangan sampai pola diet Anda dapat memengaruhi asupan vitamin E ke dalam tubuh.

Sering Patah Tulang

Pola diet yang buruk juga bisa ditandai dengan seringnya terjadi patah tulang. Orang yang melakukan diet biasanya menghindari beragam produk susu yang sebetulnya sangat penting bagi tubuh karena kandungan berbagai zat pentingnya seperti protein, lemak, kalsium, dan lainnya.

Khususnya tentang kalsium, tubuh akan memiliki tulang yang sangat rapuh dan mudah patah jika asupan kalsium ke dalam tubuh berkurang. Kekurangan beberapa nutrisi seperti kalsium, protein, dan pospor, apalagi kalau jarang berolahraga akan mengakibatkan tulang menjadi sangat rapuh dan mudah sekali patah.

Makanya, sekalipun Anda berdiet sebaiknya memperhatikan asupan kalsium, protein, dan pospor supaya kepadatan dan kekuatan tulang Anda tetap terjaga.

Kuku yang Rapuh

Kalau Anda kekurangan gizi yang disebabkan oleh diet yang buruk dan terlalu ketat maka akan mengakibatkan kuku yang rapuh. Kekurangan vitamin E, protein, dan juga kalsium dapat menyebabkan kuku mudah patah, mudah mengelupas, atau munculnya bintik putih.

Untuk mencegahnya, disarankan untuk memperbaiki menu makanan dengan yang banyak mengandung vitamin disertai dengan mengolesi kuku dengan minyak zaitun.

Itulah beberapa indikasi yang bisa disinyalir sebagai adanya pola diet yang buruk atau salah. Diet boleh saja dilakukan asalkan tahu batas dan aturan yang dianjurkan oleh dokter. Buat apa melakukan diet kalau ujung-ujungnya malah menimbulkan masalah kesehatan, seperti yang disebutkan di atas.

Pola diet yang sehat bukan dengan cara menghindarkan diri dari segala jenis makanan, namun beberapa makanan tertentu saja seperti makanan yang banyak mengandung lemak jenuh, berkolesterol, dan lainnya yang memang sebaiknya dihindari.

Baca Juga:  Diet Tanpa Rasa Lapar? Coba 8 Tips Untuk Mengurangi Porsi Makan Ini

Maka, lakukanlah diet yang sehat mulai saat ini, diet yang tidak menyiksa, dan yang tidak berpotensi menimbulkan problem kesehatan di kemudian hari.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}