• Home
  • Blog
  • Diare
  • Penyebab Diare: Seberapa Banyak Informasi yang Anda Ketahui?

Penyebab Diare: Seberapa Banyak Informasi yang Anda Ketahui?


By Fery Irawan

Tahukah Anda penyakit terbesar apa yang dapat membunuh anak-anak? Jika Anda menduga penyakit malaria atau AIDS, Anda salah. Jawaban yang benar adalah diare. Penyakit yang kelihatannya sederhana ini justru telah merenggut nyawa ribuan anak. Oleh, karena itu ada baiknya untuk mengetahui apa penyebab diare!

Diare sendiri sebenarnya terjadi karena usus tidak dapat menyerap cairan yang terdapat pada makanan atau minuman yang Anda konsumsi, sehingga kotoran yang dihasilkan cenderung cair. Namun yang menyebabkan diare bukan hanya itu, biasanya diare disebabkan karena penyakit tertentu.

Fakta yang mengejutkan!

Diare bisa juga disebabkan karena seseorang telah terkena virus Norwalk (virus yang menyebabkan peradangan lambung) atau terkena virus hepatitis. Penyebab lainnya adalah bakteri dan parasit yang mengontaminasi makanan atau minuman, seperti; salmonella, shigella, dan escherichia coli.

Selain itu seseorang dapat terkena diare dikarenakan oleh efek samping obat-obatan, terutama antibiotik yang membunuh bakteri jahat maupun bakteri baik, sehingga seseorang mudah terinfeksi bakteri Clostridium difficile. Dalam kasus tertentu seperti, intoleransi laktosa juga turut menyebabkan seseorang menderita diare. Beberapa orang juga merasakan diare setelah melakukan operasi perut atau operasi pengangkatan kandung empedu.

Lalu, adakah gejala lain dari diare? Selain kotoran (feses) yang mencair, seorang penderita diare juga mengalami kram dan nyeri pada perut, demam, perut kembung, juga keluarnya darah pada tinja.

Pada anak-anak biasanya ini menyebabkan dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), demam yang mencapai 39°C, tinja berwarna hitam, mulut kering, menangis namun tidak mengeluarkan air mata, dan mengantuk—jika hal tersebut terjadi lebih baik segera hubungi dokter.

Jika Anda sedang mengalami diare! Ada baiknya untuk minum air mineral yang banyak, Anda juga disarankan untuk minum jus dan kaldu setiap hari. Alangkah baiknya jika Anda menghindari minuman beralkohol dan kopi/teh.

Secara bertahap, sebaiknya untuk mengonsumsi makanan berserat rendah seperti; roti, telur, dan ayam. Hindari semua jenis produk susu hingga gangguan ini teratasi, kecuali yoghurt dan keju—karena, kedua jenis makanan ini mengandung probiotik yang berfungsi meningkatkan kehadiran bakteri baik dalam pencernaan sehingga dapat membantu membersihkan pencernaan Anda.

Jika Anda belum mengalami diare! Ada baiknya untuk memerhatikan tindakan pencegahan berikut ini. Misalnya; mencuci tangan selama 20 detik—sebelum dan setelah memasak, setelah menggunakan toilet, sehabis bersin dan batuk. Bila Anda tidak dapat mencuci tangan karena satu atau lain hal, ada baiknya menggunakan hand sanitizer (cairan pencuci tangan tanpa dibilas) yang mengandung 60% alkohol.

Selain menjaga kebersihan diri, Anda juga perlu memerhatikan makanan yang Anda konsumsi. Segera makan, masakan yang telah Anda buat dan simpan dalam kulkas jika ingin dimakan nanti—agar bakteri tidak berkembang biak. Jadi, seberapa banyak informasi yang telah Anda ketahui sehubungan dengan diare?

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}