Penyakit Menular Seksual: Apa yang Perlu Diketahui?


By Cindy Wijaya

Penyakit menular seksual atau yang juga dikenal dengan istilah infeksi menular seksual merupakan penyakit yang ditularkan melakui aktivitas seksual. Organisme-organisme yang menyebabkan penyakit menular sosial mungkin disebarkan dari orang ke orang melalui darah, sperma, atau cairan vagina maupun cairan tubuh lainnya.

Beberapa jenis infeksi bisa juga ditularkan bukan melalui aktivitas seksual, misalnya dari ibu ke anaknya selama masa kehamilan atau ketika melahirkan. Yang lainnya menular melalui transfusi darah atau akibat berbagi jarum suntik.

Mungkin saja seseorang tertular penyakit menular seksual dari orang yang kelihatannya sangat sehat. Tapi pada kenyataannya, orang tersebut ternyata sudah terinfeksi. Banyak penyakit menular seksual tidak menimbulkan gejala pada beberapa orang, inilah salah satu alasan para ahli lebih memilih istilah “infeksi menular seksual” daripada “penyakit menular seksual”.

Apa Saja Gejala Penyakit Menular Seksual?

Infeksi menular seksual memiliki beragam tanda dan gejala. Itulah mengapa infeksi demikian bisa tidak diketahui sampai timbul komplikasi penyakit atau adanya pasangan seksual yang terdiagnosis. Tanda dan gejala yang mungkin mengindikasikan infeksi menular seksual meliputi:

  • Luka terbuka atau benjolan pada alat kelamin atau di daerah mulut atau di dubur
  • Ada rasa sakit atau rasa seperti terbakar ketika buang air
  • Ada cairan keluar dari penis
  • Ada cairan keputihan yang berbau keluar dari vagina
  • Perdarahan vagina yang tidak biasa
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di daerah selangkangan, tapi adakalanya pembengkakan menyebar ke sekitarnya
  • Nyeri perut di bagian bawah
  • Muncul ruam di kulit kaki atau tangan

Tanda dan gejala penyakit menular seksual ini dapat muncul dalam beberapa hari atau bahkan bertahun-tahun setelah terjadinya infeksi. Ini bergantung pada jenis organisme penyebab infeksinya.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Langsung periksa ke dokter apabila:

  • Anda aktif secara seksual dan yakin sudah terkena infeksi menular seksual
  • Mengalami tanda dan gejala penyakit menular seksual

Dan disarankan agar Anda memeriksakan diri ke dokter sebelum menikah untuk memastikan tidak terkena infeksi menular seksual apapun yang bisa membahayakan pasangan hidup Anda nantinya.

Apa Penyebab Infeksi Menular Seksual?

Biasanya penyakit menular seksual disebabkan oleh:

  • Bakteri (gonorea, sifilis, klamidia)
  • Parasit (trikomoniasis)
  • Virus (human papillomavirus, herpes genital, HIV)

Aktivitas seksual memainkan peranan penting dalam penyebaran berbagai penyebab infeksi lainnya, meskipun mungkin saja Anda terinfeksi bukan melalui kontak seksual. Contoh infeksi yang bukan melalui cara seksual ialah infeksi virus hepatitis A, B, dan C, shigella, dan Giardia intestinalis.

Faktor Risiko yang Membuat Anda Rentan Tertular

Siapapun yang aktif secara seksual memiliki risiko tertular sampai taraf tertentu. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko tersebut diantaranya mencakup:

  • Berganti-ganti pasangan seks. Semakin banyak orang yang Anda jadikan pasangan seks, maka semakin besar juga risiko Anda untuk tertular. Hal ini berlaku bagi pelaku poligami maupun pelaku monogami.
  • Punya riwayat infeksi menular seksual. Pernah terinfeksi dengan salah satu jenis penyakit menular seksual membuat Anda jadi lebih gampang terinfeksi penyakit lainnya.
  • Siapapun yang dipaksa untuk melakukan hubungan seks. Meskipun sulit rasanya, namun korban pemerkosaan ataupun penyerangan seksual lainnya sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter.
  • Gemar minum alkohol sampai mabuk. Anda jadi sangat sulit membuat keputusan yang benar apabila berada dalam pengaruh alkohol, sehingga rentan melakukan hubungan seks yang berbahaya.
  • Pakai narkoba suntik. Berbagi jarum suntik sangat berisiko menularkan infeksi HIV, hepatitis B dan hepatitis C. Seseorang yang terinfeksi HIV dari jarum suntik bisa menularkannya ke orang lain melalui hubungan seks.
  • Anda seorang remaja putri. Leher rahim yang dimiliki remaja putri belum matang dan terdiri dari sel-sel yang terus berubah. Sel-sel yang tidak stabil ini membuat leher rahim remaja putri lebih rentan terhadap organisme tertentu yang menyebabkan infeksi menular seksual.

Penularan dari Ibu ke Anaknya

Jenis penyakit menular seksual tertentu—seperti gonorea, klamidia, HIV, dan sifilis—bisa ditularkan dari ibu yang terninfeksi ke anaknya selama masa kehamilan atau ketika melahirkan. Infeksi pada bayi bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan bahkan kematian. Untuk itu, wanita yang sedang hamil ada baiknya memeriksakan ke dokter jika mencurigai adanya infeksi seksual agar bisa diobati.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual?

Ada sejumlah cara yang efektif untuk mencegah maupun mengurangi risiko terkena infeksi menular seksual.

  • Cara paling efektif untuk menghindari penyakit menular seksual ialah dengan sama sekali tidak melakukan aktivitas seksual apapun.
  • Setia dengan satu pasangan seks, jangan coba-coba berselingkuh dari suami atau istri Anda jika tidak ingin terkena penyakit yang memalukan.
  • Sebelum menikah, periksakanlah diri Anda dan pasangan ke dokter untuk memastikan apakah kalian bebas dari penyakit seksual.
  • Ajarkan anak Anda pendidikan tentang seksual. Buatlah mereka mengerti dampak buruk dibalik aktivitas seksual agar mereka tidak coba-coba.

Bagaimana jika Anda sudah terlanjur terkena penyakit menular seksual? Didiagnosis menderita penyakit seksual merupakan pengalaman yang traumatis. Anda mungkin akan merasa malu. Namun tidak ada gunanya untuk terus meratapi keadaan, segeralah perikasakan diri ke dokter dan dapatkan perawatan!

Penyakit menular seksual yang tidak segera diobati dapat menyebabkan penyakit kronis dan bahkan kematian. Jadi, bekerja samalah dengan dokter untuk menemukan metode pengobatan yang terbaik bagi Anda agar bisa pulih kembali dan mencegah penularannya kepada orang lain.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}