Penyakit Kanker Pada Anak di Indonesia

504
Penyakit Kanker Pada Anak di Indonesia
Sumber Gambar - Bigstockphoto

Diedit:

Anak-anak merupakan buah hati dan tentunya harta yang dimiliki oleh para orangtua. Namun, bagaimana jika karena satu atau lain hal sang buah hati mengalami sakit, seperti; penyakit kanker pada anak di Indonesia? Sebagai orangtua, ini merupakan hal yang tidak diinginkan.

Dalam artikel ini Anda akan melihat 2 jenis penyakit kanker pada anak di Indonesia. Perhatikanlah dengan saksama kemunculan penyakit kanker berikut, sehingga Anak Anda dapat memperoleh pengobatan secepat mungkin.

Melihat Statistik Penyakit Kanker Pada Anak di Indonesia

Menurut data yang disediakan oleh SriKanDI – Sistem Registrasi Kanker di Indonesia menyebutkan bahwa anak di Indonesia mempunyai kemungkinan mengalami penyakit kanker. Diketahui ada perbandingan sebesar 9 berbanding 100,000 anak yang mengalami kanker di usia 0 hingga 17 tahun. Kanker anak seringkali terlambat terdeteksi, lalu apa saja jenis kanker pada anak di indonesia?

Tindakan pengobatan terhadap serangan kanker masih dapat dilakukan dengan mudah saat kanker masih dalam stadium awal. Bahkan, potensi untuk menyingkirkan sel kanker masih dimungkinkan. Oleh sebab itu, diperlukan pemeriksaan kanker sejak dini. Ketahuilah bahwa biaya pemeriksaan tergolong murah dibandingkan dengan biaya pengobatan atas penyakit kanker.

Kepribadian, sikap dan watak setiap anak berbeda-beda. Ada anak yang cenderung pendiam sekalipun ia merasakan sakit. Ada anak yang cenderung mengeluh saat mereka sakit. Jika ada keluhan sakit yang diutarakan oleh sang buah hati. Cobalah untuk tidak mengabaikannya, terutama jika keluhan yang sama sering diutarakan.

Hal ini merupakan indikasi adanya gangguan kesehatan yang tak bisa diabaikan begitu saja. Bagi anak yang cenderung pendiam, mereka seringkali tidak mau atau sulit mengutarakan hal yang mereka rasakan, sehingga orangtua harus lebih aktif mencari tahu setiap perbedaan sikap yang timbul.

Baca juga:  Ciri Kanker yang Sangat Ganas dan Berbahaya

Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengetahui apakah sang anak sedang sakit atau tidak, sekalipun mereka tidak menceritakannya pada Anda. Tentu saja bentuk perhatian yang diberikan seharusnya tidak membatasi privasi yang mereka miliki dalam taraf yang wajar.

Jika Anda mengetahui perubahan perilaku maupun sifat yang terjadi pada anak, ini akan memudahkan Anda untuk memeriksakan kondisi kesehatan anak sejak dini. Mengingat penyakit kanker pada anak di Indonesia seringkali terjadi karena “gaya hidup” atau “pola hidup”, cobalah untuk memperhatikan kebiasaan dalam kehidupan keluarga. Waspadai keberadaan kanker berikut!

Waspadai 2 Jenis Penyakit Kanker Pada Anak di Indonesia

Anak-anak adalah “titipan” dari yang mahakuasa untuk Anda dijaga oleh para orangtua. Anak-anak membutuhkan perhatian dan perawatan yang seharusnya didapatkan dari orangtua mereka. Mereka adalah sosok polos yang seringkali tidak menyadari adanya bahaya yang mampu merenggut kehidupan mereka.

Maka dari itu, tugas orangtua tidaklah sekadar memenuhi kebutuhan sandang dan pangan saja. Kondisi kesehatan anak perlu Anda perhatikan dengan baik. Khususnya selama masa perkembangan anak, mulai dari 0 hingga 17 tahun. Sekalipun Anak mencapai usia belasan tahun, sangatlah penting untuk menjaga kesehatannya.

Kesehatan Anak akan membawa kebahagiaan bagi Anda maupun anggota keluarga, bahkan orang terdekat disekitar mereka. Ingatlah bahwa sehat itu murah dan sakit itu mahal – Maka segeralah lakukan pemeriksaan medis sedini mungkin!

Penyakit Kanker Leukemia – Penyakit Kanker Darah Pada Anak

Penyakit kanker leukemia pada anak merupakan penyakit kanker darah yang terjadi pada jaringan pembentuk darah. Hal ini termasuk kanker pada sumsum tulang belakang dan sistem limfatik. Penyakit kanker pada anak jenis ini lebih sering terjadi di kalangan mereka.

Pada umumnya leukemia berkaitan dengan sel darah putih, yakni sel yang mampu mempertahankan tubuh dari serangan zat asing. Pertumbuhan dan perkembangan sel darah putih biasanya terjadi saat dibutuhkan saja. Namun, saat kanker menyerang maka sumsum tulang belakang akan menghasilkan lebih banyak sel darah putih yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Penyakit kanker leukemia memiliki tanda yang berbeda-beda bergantung pada jenis kanker leukemia itu sendiri. Pada umumnya ada 3 jenis kanker leukemia yang sering dialami oleh anak-anak, yaitu; leukemia akut, leukemia kronis dan juvenile myelomonocyti leukemia.

Penyakit Kanker Darah - Penyakit Kanker Leukemia
Sumber Gambar – Shutterstock

Tanda-tanda atau gejala leukemia yang umum terjadi ialah: demam atau kedinginan, kelelahan terus-menerus, lemah, infeksi yang sering atau berat, menurunnya berat badan tanpa sebab, kelenjar getah bening yang membengkak, pembengkakan hati atau limpa, mudah berdarah atau memar, mimisan secara berulang dan bintik merah kecil di kulit Anda.

Penyebab kanker leukemia pada anak juga dapat menyebabkan keringat berlebih, terutama pada malam hari dan nyeri tulang. Para ilmuwan tidak mengerti penyebab pasti terjadinya leukemia. Namun, tampaknya penyakit ini terjadi karena perpaduan faktor genetik serta lingkungan.

Umumnya, leukemia terjadi saat beberapa sel darah mengalami perubahan pada susunan DNA. Mungkin masih ada perubahan lain dalam sel yang belum sepenuhnya dipahami yang dapat berkontribusi pada kasus leukemia. Kelainan tertentu menyebabkan sel tumbuh dan membelah lebih cepat dan terus hidup ketika sel-sel normal seharusnya mati.

Penyakit Kanker Retinoblastoma – Penyakit Kanker Mata Pada Anak

Penyakit kanker retinoblastoma pada anak merupakan penyakit kanker mata yang terjadi pada retina. Organ retina terdiri dari jaringan saraf yang merasakan cahaya yang datang melalui bagian depan mata Anda. Retina mengirimkan sinyal melalui saraf optik ke otak Anda, di mana sinyal-sinyal ini ditafsirkan sebagai gambar.

Bentuk langka kanker mata, retinoblastoma adalah bentuk paling umum dari kanker yang mempengaruhi mata anak. Retinoblastoma dapat terjadi pada satu atau kedua mata sang buah hati. Penyakit kanker pada anak di Indonesia dapat terjadi karena faktor keturunan dan berpotensi datang untuk kedua kali.

Penyakit kanker retinoblastoma ditandai dengan warna putih di tengah lingkaran mata (pupil) ketika cahaya terpantul di mata (seperti ketika mengambil foto flash), mata tampak mencari ke arah yang berbeda, mata merah hingga mengalami pembengkakan.

Penyakit Kanker Mata - Penyakit Kanker Retinoblastoma
Sumber Gambar – Shutterstock

Karena retinoblastoma kebanyakan menyerang bayi dan anak kecil, gejalanya jarang diperhatikan dengan baik. Retinoblastoma adalah kanker yang langka, sehingga dokter Anda bisa mengiranya sebagai gangguan mata lainnya. Apabila Anda melihat ada hal yang aneh pada mata sang buah hati, cobalah untuk segera melakukan pemeriksaan medis.

Penyakit kanker retinoblastoma pada anak seringkali dikaitkan dengan faktor keturunan. Retinoblastoma terjadi ketika sel-sel saraf di retina mengalami mutasi genetik. Mutasi-mutasi ini menyebabkan sel-sel terus bertumbuh dan berkembang, padahal seharusnya sel-sel sehat mati setelah tergantikan. Massa yang berakumulasi ini membentuk tumor.

Sel retinoblastoma dapat menyerang lebih jauh ke dalam mata dan struktur di dekatnya. Retinoblastoma juga bisa menyebar (bermetastasis) ke area lain di tubuh, termasuk otak dan tulang belakang. Penyebab terjadinya mutasi genetika yang mengarah pada retinoblastoma tidak diketahui.

Demikianlah informasi lengkap 2 jenis penyakit kanker pada anak di Indonesia. Mulai dari penyakit kanker leukemia atau kanker darah pada anak. Hingga penyakit kanker retinoblastoma atau kanker mata pada anak. Mulailah untuk menjaga kesehatan Anak dari sekarang, jika bukan orangtua yang menjaga – Siapa yang akan menjaga mereka?