Leukemia: Peningkatan Abnormal Sel Darah Putih

546
Kanker Darah: Leukemia pada anak (bayi), lansia (orang tua), wanita (perempuan), dan pria (laki-laki)
Sumber Gambar: gettyimages

Diedit:

Leukemia adalah jenis penyakit kanker yang paling sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Apa penyebab, indikasi, pengobatan dan obat kanker darah leukemia pada anak (bayi), lansia (orang tua), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) untuk membuka peluang besar agar pulih dari kanker.

Dalam artikel ini akan mengulas salah satu info penting seputar: Penyakit Kanker Pada Anak. Kanker darah leukemia bukanlah penyakit yang bisa dibiarkan tanpa pengobatan, maka dari itu penting untuk memperoleh pemeriksaan yang cepat dan tepat guna menentukan pemulihan yang tersedia.

Kanker Darah Leukemia

Penyakit kanker berawal dari sel-sel di dalam tubuh yang mulai bertumbuh tak terkendali. Sel-sel di bagian tubuh manapun bisa berubah menjadi kanker. Leukemia adalah kanker yang bermula di sel-sel pembentuk darah pada sumsum tulang, yang adalah bagian terdalam dari tulang-tulang tertentu.

Sering kali, leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) bermula dari sel-sel darah putih yang berubah menjadi sel-sel kanker. Tetapi ada juga beberapa jenis yang bermula dari tipe-tipe sel darah lainnya.

Setiap sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang bisa menjadi sel kanker. Begitu terjadi perubahan itu, sel-sel tersebut tidak bisa lagi bertumbuh secara normal. Sel-sel ini mungkin akan bereproduksi dengan cepat, dan tidak mati meski sudah waktunya. Akibatnya, sel-sel ini akan menumpuk di sumsum tulang, melebihi jumlah sel-sel normal.

Pada kebanyakan kasus, sel-sel kanker bisa dengan cepat masuk ke peredaran darah. Dari situ, mereka dapat mencapai bagian-bagian lain tubuh, seperti kelenjar getah bening, limpa, hati, sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), testis, atau organ-organ lain.

Jenis Leukemia

Penyakit kanker darah leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), dan wanita (perempuan) umumnya dibagi menjadi dua, yaitu; leukemia akut (bertumbuh dengan cepat) dan kronis (bertumbuh lebih lambat). Namun hampir semua kanker darah pada anak adalah jenis akut. Dokter mengkategorikan leukemia berdasarkan pada seberapa cepat perkembangannya dan jenis dari sel-sel yang terlibat. Kategori leukemia yang didasarkan pada seberapa cepat perkembangan leukemia ialah:

“Leukemia Akut”

Leukemia akut. Pada tipe ini, sel-sel darah abnormal adalah sel-sel darah yang belum matang (blast). Mereka tidak mampu menjalankan fungsi-fungsi normal, dan mereka membelah diri secara cepat, sehingga penyakit leukemia berkembang cepat. Tipe leukemia akut membutuhkan pengobatan yang agresif dan tepat waktu.

  • Leukemia Limfositik Akut (Acute Lymphocytic Leukemia atau ALL): Sekitar 3 dari 4 kasus kanker darah pada anak adalah ALL. Jenis ini bermula dari sel-sel awal limfosit pada sumsum tulang.
  • Leukemia Myelogenous Akut (Acute Myelogenous Leukemia atau AML): Jenis ini adalah nomor dua terbanyak setelah kasus kanker darah ALL. AML bermula dari sel-sel myeloid yang terbentuk bersama sel darah putih (selain limfosit), sel darah merah, atau trombosit.
  • Leukemia Linier Hibrida atau Campuran: Pada jenis kanker yang langka ini, sel-sel yang terkena memiliki karakteristik dari jenis ALL maupun AML. Pada anak-anak, kanker ini biasanya diobati mirip seperti ALL dan biasanya pengobatan untuk ALL cukup efektif untuk jenis ini.

“Leukemia Kronis”

Leukemia kronis. Ada banyak jenis tipe leukemia kronis. Beberapa tipe menciptakan terlalu banyak sel dan beberapa menyebabkan terlalu sedikit sel dihasilkan. Leukemia kronis melibatkan sel-sel darah yang lebih matang. Sel-sel darah ini mereplikasi atau menumpuk dengan lebih lambat dan bisa berfungsi normal untuk jangka waktu tertentu. Beberapa tipe leukemia kronis pada awalnya tidak menimbulkan gejala apa pun dan bisa tidak disadari hingga bertahun-tahun.

  • Leukemia Myelogenous Kronis (Chronic Myelogenous Leukemia atau CML): Jenis ini jarang terjadi pada anak-anak. Pengobatan kanker jenis ini serupa dengan pengobatan kanker darah untuk CML pada orang dewasa.
  • Leukemia Limfositik Kronis (Chronic lymphocytic leukemia atau CLL): Jenis ini sangat langka terjadi pada anak-anak.

“Juvenile Myelomonocyti Leukemia (JMML)”

Ini adalah jenis kanker darah langka yang tidak termasuk kronis maupun akut. Penyakit kanker darah ini bermula dari sel-sel myeloid, tetapi biasanya tidak bertumbuh secepat AML atau selambat CML. Biasanya ini terjadi pada anak-anak kecil (di bawah 4 tahun).

Gejala kanker pada anak ini antara lain kulit pucat, demam, batuk, gampang memar atau berdarah, sulit bernapas (akibat terlalu banyak sel darah putih di paru-paru), serta pembengkakan limpa dan kelenjar getah bening.

Diagnosis dokter sangat penting untuk mengidentifikasi tipe leukemia yang diderita, karena pengobatan penyakit kanker darah ini banyak bergantung padanya. Umumnya dokter akan menyarankan pengobatan yang terbaik bagi Anda berdasarkan tipe leukemia, usia, kondisi kesehatan, dan apakah kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Baca juga:  Penyebab Leukemia Yang Harus Diwaspadai

Penyakit leukemia adalah kanker yang berawal dari sel-sel pembentuk darah yang ada dalam sumsum tulang. Ada sejumlah jenis kanker yang dapat terjadi pada anak-anak, namun yang paling sering ialah kanker darah limfositik akut (Acute Lymphocytic Leukemia atau ALL). Kategori tipe leukemia yang didasarkan pada jenis sel darah putih yang terlibat:

“Leukemia Limfositik”

Leukemia limfositik. Tipe leukemia ini memengaruhi sel-sel limfoid (limfosit), yang membentuk limfoid atau jaringan limfatik. Jaringan limfatik adalah yang membentuk sistem kekebalan tubuh Anda.

“Leukemia Mielositik”

Leukemia mielositik. Tipe leukemia ini memengaruhi sel-sel myeloid. Sel-sel ini menaikkan jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan sel penghasil trombosit.

Ketahuilah bahwa kanker darah akut dapat membunuh penderitanya dalam hitungan minggu, bahkan dalam beberapa hari. Hal ini dapat terjadi apabila penanganan tidak segera dilakukan. Penderita kanker harus segera memperoleh pemeriksaan guna mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Berdasarkan pengkategorian yang sudah dijelaskan di atas, para dokter sering kali mengelompokkan penyakit leukemia menjadi 4 tipe utama berikut:

  • Leukemia limfositik akut (ALL). Ini adalah tipe leukemia yang paling sering diderita anak-anak. ALL juga dapat menyerang orang dewasa.
  • Leukemia mielositik akut (AML). AML adalah tipe leukemia yang umum. Leukemia ini dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. AML adalah tipe leukemia akut paling umum pada orang dewasa.
  • Leukemia limfositik kronis (CLL). Jika mengidap CLL, yang adalah tipe leukemia kronis paling umum pada orang dewasa, penderitanya mungkin merasa baik-baik saja hingga bertahun-tahun sebelum penyakit ini terasa.
  • Leukemia mielositik kronis (CML). Tipe leukemia ini terutama menyerang orang dewasa. Seorang penderita CML mungkin hanya sedikit atau bahkan tidak mengalami gejala-gejala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum sel-sel leukemia memasuki fase pertumbuhan cepat.
  • Tipe-tipe lain. Selain 4 tipe utama di atas, ada tipe-tipe lain yang kurang dikenal, antara lain leukemia sel berbulu, sindrom myelodysplastic, dan kelainan myeloproliferatif.
Baca juga:  Indikasi Leukemia yang Mudah Dikenali

Sayangnya hingga saat ini masih sedikit sekali yang diketahui tentang penyebab leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), dan wanita (perempuan). Namun ada kemungkinan penyakit ini dipicu oleh faktor genetik dan lingkungan. Misalnya jika seorang anak mengalami kelainan genetik tertentu atau terpapar radiasi atau bahan kimia berbahaya.

Penyebab Leukemia

Penyebab leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) masih belum diketahui secara pasti. Namun para ahli telah meninjau sejumlah faktor yang dapat memperbesar risiko seorang anak untuk mengidap kanker darah. Berikut akan dijelaskan beberapa faktor tersebut.

Faktor Genetik

Faktor genetik untuk kanker darah ada pada DNA. Faktor ini sering kali diturunkan dari orang tua. Tetapi meskipun ada beberapa faktor genetik yang meningkatkan risiko kanker darah pada anak, sebenarnya sebagian besar kanker tidak terkait faktor genetik.

“Penyakit Bawaan Sejak Lahir”

Ada sejumlah penyakit kelainan keturunan yang dapat membuat seorang anak berisiko mengidap kanker darah.

  • Sindrom Down (trisomi 21): Anak dengan sindrom Down memiliki kelebihan (tiga) salinan kromosom 21. Mereka lebih berisiko mengidap leukemia limfositik akut (ALL) atau leukemia myeloid akut (AML). Sindrom Down juga dikaitkan sebagai salah satu faktor penyebab kanker darah transien.
  • Sindrom Li-Fraumeni: Ini adalah kondisi langka yang disebabkan oleh perubahan pada gen supresor tumor TP53. Anak yang memiliki kondisi ini berisiko tinggi untuk mengidap sejumlah kanker, termasuk leukemia, sarkoma tulang atau jaringan lunak, kanker payudara, kanker kelenjar adrenalin, dan tumor otak.

Sekalipun Anda mengalami kelainan bawaan ini, tidak berarti bahwa Anda pasti mengidap penyakit kanker. Kondisi yang disebabkan hanya memperbesar kemungkinan adanya kanker. Ada beberapa kondisi keturunan yang menyebabkan seorang anak lahir dengan gangguan sistem kekebalan. Kondisi keturunan tersebut antara lain:

  • Ataxia-telangiectasia
  • Sindrom Wiskott-Aldrich
  • Sindrom Bloom
  • Sindrom Schwachman-Diamond

Sistem kekebalan tubuh yang terganggu tentu akan melemahkan tubuh dalam menghadapi paparan radikal bebas. Itulah alasan mengapa penderita dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, juga berpotensi mengalami penyakit kanker darah leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan).

“Riwayat Leukemia Pada Keluarga”

Saudara kandung (kakak atau adik) dari anak penderita leukemia mempunyai risiko lebih besar (sekitar 2 – 4 kali) untuk mengidap kanker. Risikonya lebih besar lagi di antara saudara kembar. Jika salah satu anak kembar menderita kanker darah, maka saudaranya punya sekitar 1 dari 5 kemungkinan untuk juga menderita kanker.

Walau demikian beberapa faktor genetik yang disebutkan tidak selalu dapat dijadikan penyebab utama terjadinya kanker. Beberapa faktor genetik tersebut hanya memperbesar kemungkinan bagi generasi selanjutnya untuk mengalami kanker. Terlepas dari faktor tersebut, ada beberapa kasus kanker yang terjadi karena faktor lainnya.

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan adalah pengaruh-pengaruh yang diciptakan oleh lingkungan sekitar, misalnya radiasi dan bahan kimia tertentu. Mereka bisa menjadi salah satu faktor penyebab leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan).

“Pengobatan Tertentu”

Terkena radiasi tingkat tinggi adalah faktor penyebab kanker pada anak. Contohnya pada kasus bom atom di Jepang, anak-anak yang selamat diketahui memiliki risiko tinggi untuk mengidap AML, biasanya 6 – 8 tahun setelah terpapar radiasi bom.

Anak-anak dan orang dewasa yang menjalani pengobatan untuk kanker jenis lain menggunakan obat kemoterapi tertentu diketahui berisiko mengidap AML di kemudian hari. Obat-obat itu contohnya cyclophosphamide, chlorambucil, etoposide, dan teniposide. Kanker pada anak biasanya akan berkembang dalam waktu 5 – 10 tahun setelah perawatan itu.

Faktor penyebab kanker pada anak lainnya yaitu paparan terhadap bahan kimia tertentu, seperti benzena. Benzena adalah zat pelarut yang digunakan dalam industri bahan pembersih dan untuk memproduksi beberapa obat, plastik, juga pewarna. Namun risikonya lebih besar pada orang dewasa daripada anak-anak. Dan paparan bahan kimia cenderung dikaitkan dengan kasus kanker leukemia AML.

Faktor ini dimiliki oleh anak-anak yang menjalani perawatan intensif untuk menekan sistem kekebalan tubuhnya (terutama pada anak yang menerima transplantasi organ). Faktor ini dikaitkan dengan jenis kanker leukemia ALL.

Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa beberapa kasus kanker pada anak terjadi akibat perpaduan antara faktor genetik dan lingkungan. Dengan kata lain kanker dapat dialami oleh siapapun, beberapa faktor yang disebutkan hanya meningkatkan risiko serangan kanker.

Sebagai contoh, kelainan tertentu pada genetik anak membuat tubuhnya kurang mampu menyingkirkan bahan-bahan kimia berbahaya. Sehingga kalau ia terpapar bahan kimia yang berbahaya, tubuhnya akan lebih terpengaruh oleh bahan tersebut. Dan pada akhirnya ia lebih berisiko mengembangkan kanker.

Indikasi Leukemia

Indikasi leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) yang perlu diwaspadai antara lain: merasa lemas, kelelahan, gampang memar atau berdarah, gampang infeksi, dan sering mimisan. Ingatlah bahwa kebanyakan keluhan tersebut tidak disebabkan oleh kanker, tetapi ada baiknya pastikan dulu dengan periksa ke dokter.

Seraya sel-sel kanker menumpuk di sumsum tulang, mereka bisa melebihi jumlah sel-sel pembentuk darah yang masih sehat. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang cukup.

Hal itu bisa terlihat dari keluhan-keluhan fisik yang dialami anak. Bila sel-sel kanker sudah menyerang bagian tubuh lain, itu juga bisa menimbulkan gejala-gejala.

  • Rasa nyeri di tulang atau persendian
  • Perut membengkak
  • Tidak ada nafsu makan dan berat badan turun
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Batuk-batuk atau kesulitan bernapas
  • Sakit kepala, kejang-kejang, muntah-muntah
  • Bintik-bintik merah di kulit

Jika berhasil mendeteksi dini gejala kanker, maka pengobatan leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) bisa cepat dilakukan. Gejala kanker pada anak biasanya ditimbulkan oleh masalah pada sumsum tulang, lokasi awal kanker bertumbuh.

Saat Kekurangan Sel Darah Merah (Anemia)

Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh sel-sel di dalam tubuh. Kekurangan jumlah sel darah merah (anemia) dapat menyebabkan anak:

  • Merasa lemas (kelelahan)
  • Merasa lemah
  • Merasa kedinginan
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Kulit pucat

Kekurangan sel darah merah akan membuat penderitanya terlihat pucat, warna kulit tampak putih tidak wajar yang mengarah pada kondisi warna pucat keabu-abuan. Penderita bahkan dapat jatuh pingsan dengan mudahnya.

Saat Kekurangan Sel darah Putih (Leukopenia)

Akibat kekurangan sel darah putih, anak mungkin akan mengalami infeksi berulang kali. Anak penderita kanker leukemia bisa mengalami infeksi yang susah sembuh atau yang kambuh-kambuhan.

Walaupun hasil tes darah menunjukkan bahwa sel darah putih mereka ada dalam jumlah tinggi, tetapi itu karena mereka memiliki banyak sel-sel kanker. Dan sel-sel kanker tidak dapat melindungi anak dari infeksi, sebagaimana yang dilakukan oleh sel darah putih normal.

Selain itu, demam juga sering menjadi ciri-ciri leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan). Itu karena demam biasanya adalah tanda-tanda utama adanya infeksi pada tubuh. Namun ada beberapa anak yang mengalami infeksi tanpa demam.

Saat Kekurangan Keping Darah (Trombositopenia)

Keping darah atau Trombosit dalam darah berfungsi membantu menghentikan pendarahan. Karena itu, jika seorang anak kekurangan jumlah trombosit, ia akan mengalami:

  • Gampang memar dan berdarah
  • Mimisan yang sering terjadi atau yang parah
  • Gusi berdarah

Memang pendarahan yang terjadi tidak sampai mengucur deras, hanya saja jika dibiarkan tanpa pengobatan. Penderitanya dapat mengalami komplikasi gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan kekurangan keping darah.

Ingatlah bahwa sebagian besar dari ciri-ciri leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) yang disebutkan di atas tidak selalu menandakan adanya kanker. Lebih seringnya keluhan-keluhan itu disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang bukan kanker. Namun lebih baik mengantisipasinya dengan memeriksakan gejala-gejala tersebut ke dokter agar bisa cepat ditangani jika perlu.

Pengobatan Leukemia

Pengobatan leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) ialah menjalani kemoterapi. Pada kasus anak yang berisiko tinggi, tindakan kemoterapi dosis tinggi hendaknya dilakukan bersama dengan prosedur transplantasi sel induk. Perawatan lain seperti obat tertarget, pembedahan, imunoterapi, maupun terapi radiasi dapat digunakan pada kondisi khusus.

Namun sayangnya beberapa kasus kanker pada anak justru disebabkan oleh perawatan radiasi dan kemoterapi, atau karena konsumsi obat penekan sistem kekebalan. Sebab itu, para dokter masih mencari-cari cara untuk mengobati pasien kanker dan penerima transplantasi organ yang tidak menimbulkan risiko kanker.

Akan tetapi untuk saat ini, manfaat dari perawatan untuk kanker ganas (seperti kemoterapi dan radiasi) serta prosedur transplantasi organ, masih lebih besar daripada risiko leukemia yang ditimbulkannya.

Dan paparan radiasi yang digunakan untuk pemeriksaan sinar-X atau CT scan pada ibu hamil sekarang kadarnya jauh lebih rendah daripada dulu. Jika memang muncul risiko kanker akibat pemeriksaan itu, kemungkinan besar risikonya sangat kecil. Namun agar aman, kebanyakan dokter menyarankan agar ibu hamil dan anak-anak tidak melakukan pemeriksaan semacam itu jika memang tidak terlalu butuh.

Sebagai pendukung pengobatan kanker, konsumsi herbal Sarang Semut dapat dikonsumsi. Namun, perlu diketahui konsumsi herbal ini dapat dilakukan pada anak yang berusia lebih dari 5 tahun. Herbal ini akan membantu tubuh penderita kanker agar dapat pulih kembali.

Herbal Sarang Semut Papua

Sarang Semut Papua merupakan herbal yang telah terdaftar di BPOM RI sebagai obat leukemia tradisional yang mampu membantu penderita kanker untuk dapat pulih kembali. Herbal pendukung kanker ini juga telah melalui beragam tahap pengujian. Sehingga keamanannya tak perlu diragukan lagi.

Sarang Semut
Sumber Gambar – Shutterstock

Selain itu, beragam testimonial atau pengalaman pengguna memperlihatkan bahwa herbal ini mampu membantu penderita kanker leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) dalam menghadapi serangan kanker. Saat ini pengalaman penggunaan herbal pada penderita kanker, masih sebatas pada orang dewasa saja.

Saat ini hanya ada sedikit sekali faktor-faktor penyebab kanker yang sudah diketahui. Jadi perlu diingat bahwa pada sebagian besar kasus, biasanya tidak bisa dicegah.

Demikianlah ulasan info-info penting seputar penyakit leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan). Nantikan juga artikel menarik lain yang mengulas info kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan kanker dengan bantuan herbal hanya di Deherba.com.


Melinda Ratini DO MS. What Is Leukemia? Sept 26, 2017. URL: https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/understanding-leukemia-basics#1.


Advertisement
Alinesia